
Kenyang menyantap makanan di restoran cepat saji tersebut. Sandra dan Ishaq pun segera pergi menuju hotel yang akan di jadikan tempat menginap.
Kenyang mungkin bagi Sandra saja, tapi Ishaq yang tidak menyantap apapun selama di restoran tersebut, masih cukup kelaparan saat menuju ke hotel. Perutnya berbunyi dengan begitu kerasnya, hingga Ishaq harus menahan rasa laparnya.
Ishaq melihat sebuah restoran, namun jika Ishaq berhenti terlebih dahulu di restoran tersebut. Bukan tidak mungkin, Sandra akan makan juga. Sehingga waktu Ishaq untuk beristirahat semakin sempit lagi. Ishaq pun akhirnya mengurungkan niatnya tersebut. Mungkin Ishaq akan memesan makanan secara online ketika sudah berada di kamar hotel.
Sekali pun sudah di ingatkan oleh Ishaq, tetapi Sandra tetap saja melakukan hal yang sama. Dia terlihat masih cukup sibuk dengan handphone miliknya. Dia memotret wajahnya dalam setiap perjalanan menuju hotel. Hingga Ishaq berulang kali mengingatkan Sandra untuk bisa lebih menikmati perjalanan yang ada, tanpa harus melakukan photo yang tidak penting.
Sandra terlihat cukup kesal dengan apa yang di ucapkan oleh Ishaq. Dia merasa apa yang di kata oleh Ishaq tidak benar. Dia melakukan hal yang biasa saja, menjadi sebuah kebutuhan bagi seorang perempuan ketika sedang melakukan perjalanan. Mereka mungkin akan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Sandra. Jadi Ishaq harus bisa menerima hal itu di lakukan oleh Sandra juga.
Ishaq pun menyerah, dia tidak lagi peduli dengan apa yang di lakukan oleh Ishaq. Sandra terlihat begitu bahagia dapat mengabadikan setiap momen bersama dengan Ishaq. Walaupun wajah Ishaq terlihat kurang nyaman saat Sandra mengajak dirinya untuk berphoto bersama.
__ADS_1
Melihat Ishaq yang terdiam, keusilan dari Sandra seketika hadir. Dia dengan sengaja menumpahkan minuman soda yang di minum oleh dirinya pada celana seorang Ishaq. Sontak celana jeans tipis dari Ishaq, menyerap seluruh air soda yang di tumpahkan oleh Sandra.
Ishaq pun terlihat begitu marah dengan apa yang di lakukan oleh Sandra pada dirinya. Tapi Ishaq juga tidak mungkin memarahi Sandra dengan begitu kasarnya. Sebab apa yang Sandra lakukan, adalah ketidaksengajaan. Sehingga Ishaq harus bisa memaklumi hal tersebut.
Akhirnya Ishaq yang sudah siap marah pada Sandra, membatalkan amukannya tersebut. Dia pun mengurungkan niatnya untuk marah pada Sandra. Ishaq yang sudah siap mengucap beberapa kalimat yang akan menyakiti hati seorang Carla, terpaksa di tarik kembali dengan cepatnya. Sehingga Ishaq tidak urung memarahi seorang Sandra.
Melihat Ishaq yang tak urung memarahi dirinya. Sandra terlihat kesal sendiri, justru Sandra senang membuat Ishaq marah. Sebab ekspresi wajah Ishaq yang lucu, benar-benar membuat seorang Sandra semakin jatuh hati pada seorang Ishaq.
Ishaq tentu tidak mau satu kamar dengan Sandra. Keduanya tidak memiliki ikatan apapun, sehingga Ishaq tidak rela tubuhnya tidur dengan Sandra. Ishaq pun menolak untuk satu kamar dengan Sandra. Ishaq sendiri sudah memesan dua kamar yang akan di gunakan oleh dirinya dan Sandra.
Sandra marah, dia melempar tas mahal miliknya sendiri. Sehingga menumpahkan setiap barang yang ada di dalam tasnya. Ishaq semakin tidak salah dalam menilai seorang Sandra. Sandra jauh berbeda dengan seorang Arin, di mana Sandra adalah sosok perempuan tempramental yang sedikit manja. Berbeda jauh dengan Arin yang merupakan sosok perempuan lemah lembut dan mandiri.
__ADS_1
Ishaq tidak memperdulikan kemarahan dari Sandra, dia memilih untuk meninggalkan Sandra yang terus mengoceh. Sementara Ishaq sudah siap untuk mengambil kunci kamar yang akan Ishaq gunakan untuk dirinya tidur.
Sandra berusaha menahan Ishaq, dia mengatakan akan melaporkan perbuatan Ishaq itu pada Santi. Ishaq tidak peduli dengan ancaman dari Sandra. Dia pun siap di marahi oleh ibunya sendiri. Sebab dia hanya memegang teguh prinsip dia, tidak tidur dengan perempuan selain istrinya kelak. Itu yang Ishaq sudah pegang sedari dulu.
Ishaq mengambil dua kunci kamar di tempat resepsionis. Satu kunci tentu untuk dirinya, sementara satu kunci lainnya Ishaq lempar pada seorang Sandra. Sontak Sandra yang terkejut dengan sikap Ishaq, membiarkan kunci itu jatuh di hadapannya. Dia benar-benar tidak menyangka Ishaq akan melakukan hal tersebut pada dirinya.
Ishaq yang sudah semakin tidak peduli, meninggalkan seorang Sandra yang masih tidak yakin dengan sikap Ishaq. Dia tak menyangka Ishaq akan melakukan hal tersebut pada dirinya. Mungkin ini sisi buruk dari Ishaq, tapi Sandra tetap berusaha mendapatkan seorang Ishaq. Sehingga rasa penasaran pada seorang Ishaq akan terbayarkan.
Sandra juga marah, saat mengetahui kamar Ishaq dan dirinya begitu berjauhan. Dia berada di nomor 145, sementara Ishaq berada di kamar 200. Tentu ada beberapa ruangan yang harus di lewati oleh Sandra untuk bisa bertemu dengan Ishaq.
Sandra memprotes akan pilihan dari Ishaq tersebut. Baginya apa yang di lakukan oleh Ishaq sudah sangat keterlaluan. Dia meminta Ishaq untuk memesan kamar yang lebih dekat dengan dirinya. Tapi Ishaq menolak permintaan dari Sandra, bahkan Ishaq sudah tidak takut dengan ancaman yang akan di lakukan oleh Sandra. Baginya Santi juga tidak akan marah pada Ishaq. Sebab pilihan dari Ishaq sudah sesuai. Tidak ada yang harus di perdebatkan kembali.
__ADS_1
Sudah tidak bisa negosiasi lagi, akhirnya Sandra menerima semuanya. Dia begitu kecewa jauh dari seorang Ishaq. Padahal Sandra berharap bisa dekat dengan Ishaq, sehingga Sandra akan semakin lengket lagi. Tapi jika jauh seperti itu, bagaimana Sandra bisa mengetahui Ishaq. Itu yang membuat Sandra kesal kamarnya berjauhan dengan kamar seorang Ishaq.