Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda

Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda
Tawaran Pada Carla


__ADS_3

Fita langsung bergerak cepat untuk menjalankan misi yang di tugaskan oleh Agatha. Fita terlihat begitu serius untuk mengajak Carla bekerjasama. Fita bahkan datang ke apartemen tempat Carla tinggal. Padahal bisa saja Fita cukup melakukan pesan singkat melalui media sosial milik Carla. Tapi untuk menunjukkan keseriusan dari seorang Fita dalam menolong Agatha, dia pun rela datang ke apartemen dari seorang Carla.


Ting...


Ting...


Ting....


Tiga kali Fita meneken tombol di dekat pintu masuk di apartemen Carla. Tapi tiga kali itu seperti tidak cukup untuk membuat Carla sadar, ada seseorang yang menekankan bel pintu apartemen miliknya. Fita harus kembali menekan bell pintu apartemen dari seorang Carla. Sehingga Carla bisa segera keluar dari apartemen miliknya tersebut.


Benar saja, dua kali tekan lagi. Akhirnya Carla keluar dari apartemen miliknya, dia terlihat begitu terkejut dengan kedatangan seorang Fita. Carla tidak mengenal Fita, itu yang membuat dia terkejut dengan kedatangan dari seorang Fita yang tiba-tiba tersebut.


"Hallo." sapa Fita dengan senyum manisnya.


"Hai. Mau cari siapa?" tanya Carla.


"Cari kamu." jawab Fita.


Carla terkejut dengan ucapan dari Fita. Dia bingung, kenapa Fita mencari dirinya. Padahal Carla sama sekali tidak mengenal seorang Fita. Itu yang membuat Carla terkejut.


"Kenapa mencari saya?" tanya Carla kembali.


Fita yang ingin membahas perihal kerjasama itu secara lebih dalam lagi. Meminta Carla untuk berbicara di dalam apartemen. Dengan begitu, pembicaraan akan bisa lebih dalam lagi. Pembicaraan akan semakin intensif antara Carla dengan Fita.

__ADS_1


Carla pun akhirnya mengizinkan Fita masuk kedalam apartemen miliknya. Dia mempersilakan Fita untuk duduk di atas sofa empuknya. Sebelum membawakan dua botol minuman teh kemasan ke hadapan Fita.


"Kenapa kamu mencari saya?" tanya Carla kembali dengan wajah penasarannya.


Fita tidak menjawab pertanyaan dari Carla. Dia justru membuka terlebih dahulu tutup botol minuman yang di berikan oleh Carla. Dengan segera Fita minum, sampai hanya menyisakan sedikit lagi minuman yang ada di botol kecil tersebut. Carla semakin curiga akan Fita yang akan berbuat jahat pada dirinya.


"Saya harap kamu bukan orang jahat. Kamu bukan seseorang yang di suruh untuk melakukan tindakan yang tidak-tidak pada saya. Saya harap itu yang terjadi." ucap Carla.


Mendengar ucapan dari Carla yang nampak ketakutan pada seorang Fita. Fita tertawa dengan begitu lepasnya, dia tak menyangka Carla akan berpikir sejauh itu. Itu adalah cara berpikir yang menurut Fita sangat tidak baik bagi kesehatan seorang Carla.


"Apa wajah aku mirip seorang penjahit.." ucap Fita.


Mendengar kata penjahit yang diucapkan oleh Fita. Carla semakin tidak yakin akan Fita sebagai seseorang yang baik hati. Ucapan dari Fita yang tidak konsisten, membuat Carla semakin waspada akan Fita.


"Maksud aku adalah penjahat. Maaf aku salah mengucap tadi."


Carla masih tetap kurang yakin dengan Fita. Bagi Carla, Fita tetap terlihat tidak meyakinkan sebagai seseorang yang terlihat baik. Hingga Carla masih cukup waspada akan Fita yang di anggap Carla cukup membahayakan.


"Bagaimana saya bisa percaya dengan anda?" tanya Carla dengan tegasnya.


Fita mengeluarkan kartu nama dari dirinya di dalam tas mahalnya. Dia pun menunjukkan kartu nama miliknya pada seorang Carla. Kartu nama Fita sebagai seorang direktur utama dari salah satu perusahaan multinasional.


Carla pun akhirnya percaya saat melihat kartu nama dari seorang Fita. Hingga Carla langsung meruntuhkan semua kecurigaan dari dirinya pada seorang Fita. Kecurigaan yang sumbernya tentu dari dalam diri seorang Carla.

__ADS_1


"Sekarang kamu percaya pada saat?" tanya Fita.


"Iya, saya percaya pada anda." jawab Carla.


"Tapi untuk apa anda datang ke apartemen saya?" tanya Carla dengan begitu penasarannya.


"Untuk merampok semua harta kamu." jawab Fita sambil tertawa.


Bagi Carla apa yang diucapkan oleh Fita, bukanlah hal yang lucu. Sehingga Carla sama sekali tidak tertarik pada lelucon yang dibuat oleh Fita. Fita pun terlihat begitu malu, ketika melihat ekspresi wajah dari seorang Carla yang begitu datar. Tidak ada raut wajah tersenyum, apalagi tertawa seperti yang di lakukan oleh dirinya.


"Saya harap anda tidak bercanda lagi. Apa yang sebenarnya yang ingin anda lakukan di apartemen saya!" ucap Carla dengan tegasnya.


Akhirnya Fita pun mengatakan tujuan dari dirinya datang ke apartemen dari seorang Carla. Tujuan dari Fita, tak lain dan tak bukan untuk mengajak Carla bekerjasama dalam sebuah proyek yang akan di gagas oleh dirinya. Carla di minta untuk menjadi salah satu bintang iklan yang akan menawarkan produk kecantikan dari perusahaan Fita. Iklan itu sendiri akan di buat di kota Amsterdam, Belanda.


Carla terkejut dengan tawaran yang datang pada dirinya. Biasanya tawaran itu akan datang ke pihak manajemen terlebih dahulu. Tapi kali ini Carla mendapatkan tawaran secara langsung. Itu yang membuat Carla terkejut dengan tawaran yang di berikan oleh pihak Fita.


Carla sedikit curiga pada tawaran yang di ajukan oleh Fita. Baginya apa yang Fita tawarkan tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Sehingga rentan terjadi penipuan seperti yang sudah-sudah.


"Jadi bagaimana keputusan kamu?" tanya Fita dengan wajah penasaran.


"Saya pertimbangkan terlebih dahulu. Soalnya masih ada beberapa pekerjaan yang harus saya kerjakan di sini." jawab Carla.


Tidak ingin terlalu memaksa Carla.

__ADS_1


__ADS_2