Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda

Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda
Undangan Pernikahan


__ADS_3

Seorang kurir berusaha masuk ke kediaman Ishaq. Dia ingin memberikan sebuah surat undangan yang akan di berikan pada Ishaq. Tapi satpam di rumah Ishaq, dengan sigap menghentikan langkah kurir itu yang masuk tanpa izin ke rumah Ishaq.


Sempat terjadi keributan antara kurir yang membawa undangan pernikahan untuk Ishaq dengan satpam di rumah Ishaq. Sang satpam merasa apa yang telah di lakukan oleh kurir itu tidak sopan. Sebab dia masuk ke halaman rumah Ishaq tanpa permisi.


Keributan yang awalnya kecil, berubah menjadi cekcok adu mulut antara kurir pembawa kartu undangan dengan satpam di rumah Ishaq. Suara keras yang di keluarkan oleh satpam dan kurir itu, terdengar oleh ibu Ishaq yang bernama Santi. Dia yang penasaran dengan keributan yang terjadi di luar rumahnya. Dengan segera menghampiri sumber keributan yang ada.


"Ada apa ini, kenapa kalian ribut di depan rumah saya?" tanya Santi dengan wajah kesalnya.


Satpam rumah Ishaq yang bernama Yanto itu, langsung merebut kartu undangan yang di bawa oleh kurir tersebut. Dia menyembunyikan kartu undangan itu untuk membuat Santi tidak mengetahuinya. Tapi Santi terlanjur sudah melihat kartu undangan tersebut. Hingga Santi yang penasaran dengan kartu undangan itu, berusaha mengambil kartu undangan itu dari tangan Yanto.

__ADS_1


"Kartu apa yang kamu ambil itu Yanto?" tanya Santi dengan wajah penasarannya.


"Bukan apa-apa Bu." jawab Yanto begitu paniknya.


"Itu kartu undangan pernikahan Bu. Kartu itu untuk saudara Ishaq dari salah satu temannya yang bernama Yama." jawab kurir dengan begitu polosnya.


Santi begitu terpukul mendengar salah satu teman dari Ishaq kembali menikah. Dia sedih dengan Ishaq yang tidak kunjung menikah juga. Padahal banyak teman Ishaq yang telah berkeluarga.


Santi meminta kartu undangan itu pada Yanto. Membaca dengan singkat isi dari kartu undangan pernikahan tersebut. Hati Santi sedikit terenyuh saat membaca secara singkat isi yang ada di dalam kartu undangan pernikahan itu. Bagaimana ada nama ibu dan ayah yang tertulis di kartu undangan itu. Nama Santi mungkin akan tertulis dengan indahnya di kartu undangan nantinya. Tapi Ishaq belum juga memutuskan untuk mencari pengganti seorang Arin. Padahal peluang Arin untuk hidup begitu kecil. Hingga Santi berharap Ishaq akan segera meninggalkan Arin untuk mencari pengganti Arin yang masih koma.

__ADS_1


Santi meminta kurir itu untuk segera pergi dari rumahnya. Sebab surat untuk Ishaq telah berada di tangan dirinya. Sang kurir yang masih kesal dengan Yanto, terlihat memandangi Yanto dengan tatapan amarah. Mungkin dia belum terima dengan sikap kasar yang di tunjukkan oleh Yanto saat mengusir dirinya. Kurir itu merasa apa yang Yanto lakukan tidak baik, sehingga kurir itu merasa Yanto tidak memiliki etika yang baik sebagai seorang satpam.


Tak hanya mendapat predikat buruk dari kurir itu saja. Yanto juga harus menerima amukan dari Santi. Yanto di minta untuk tidak menahan lagi setiap surat yang datang ke rumah. Apalagi surat undangan pernikahan, sebab banyak teman Ishaq yang Santi kenal juga. Sehingga mungkin saja Santi akan datang ke pernikahan dari teman Ishaq tersebut. Jika surat undangan itu di tahan, tentu Santi tidak akan mengetahuinya. Yanto sekali lagi meminta maaf pada Santi. Dia hanya menjalankan tugas dari seorang Ishaq, sehingga dia tidak tahu jika itu sudah di anggap sebuah kesalahan besar bagi Santi. Yanto pun berjanji tidak akan lagi menahan setiap surat yang datang ke rumah Santi.


Santi kali ini memaafkan Yanto, tapi dia tidak segan-segan akan memecat Yanto jika terjadi hal yang sama di kemudian hari. Buat Santi setiap surat undangan adalah hal yang penting. Jadi Yanto di harapkan tidak menahan setiap surat yang masuk ke rumah Santi.


Sekali lagi, Yanto meminta maaf pada Santi. Dia tidak akan mengulangi lagi perbuatannya tersebut. Hingga Yanto siap menerima hukuman yang setimpal, jika dia kembali menahan surat yang datang ke rumah Santi.


Santi masuk dengan perasaan marah pada seorang Ishaq. Dia cukup kesal dengan sikap Ishaq yang terlalu berlebihan tersebut. Ishaq tidak ingin Santi bersedih, tapi Ishaq sudah membuat Santi bersedih. Ishaq yang enggan meninggalkan Arin yang sedang koma di rumah sakit, secara tidak langsung membuat Santi sedikit bersedih. Dia berharap Ishaq akan melepaskan Arin. Sebab sudah tidak ada harapan lagi untuk Arin kembali sadar. Tapi Ishaq tetap saja mempertahankan keyakinan akan Arin yang akan tetap sadar, walaupun waktunya tentu tidak tahu kapan. Namun Ishaq yakin, Arin bisa segera sadar untuk melanjutkan kisah cinta Ishaq dengan Arin yang sempat tertunda dengan komanya seorang Arin.

__ADS_1


Arin masuk dengan begitu marahnya. Sekalipun tidak ada seorang Ishaq di dalam rumah, Santi tetap memarahi Ishaq. Dia merasa Ishaq telah membuat Santi ketinggalan informasi seputar kerabatnya yang menikah. Santi pun melihat beberapa surat undangan yang di tahan oleh Yanto. Kebanyakan surat undangan itu berasal dari teman sekolah Santi terdahulu. Mereka mengundang Santi dalam acara pernikahan anak-anak mereka.


Santi mulai membasahi setiap surat undangan yang dia baca. Surat undangan itu benar-benar membuat


__ADS_2