
Dua hari sebelum keberangkatan Ishaq menuju Belanda, Santi ingin memperkenalkan sosok Sandra pada seorang Ishaq. Sandra sendiri adalah perempuan cantik keturunan Indonesia Prancis. Ayah Sandra berasal dari Jawa, sementara ibu Sandra berasal dari Prancis.
Wajah cantik Sandra di harapkan akan menarik perhatian seorang Ishaq. Sehingga Ishaq bisa segera melupakan Arin yang masih dalam keadaan koma.
Tak hanya memiliki paras yang cantik, Sandra juga merupakan salah satu mantan finalis ajang kecantikan. Jadi sudah bisa di tebak, sosok Sandra sendiri adalah sosok perempuan cantik dan cerdas yang memiliki talenta yang mumpuni. Sandra di rasa memiliki paket komplit sebagai seorang perempuan. Santi pun merasa Sandra adalah perempuan yang cocok untuk bersanding dengan seorang Ishaq yang juga memiliki karier yang cemerlang layaknya Sandra.
Ishaq menghubungi Santi, jika dirinya akan segera pulang ke rumah dalam waktu 1 jam. Keputusan yang di ambil oleh Ishaq tersebut, tak lepas dari ucapan seorang Iko. Ayah dari Arin itu meminta Ishaq untuk menuruti permintaan dari ibunya. Permintaan Santi untuk bertemu dengan seorang perempuan lain.
Sandra dan Santi terlihat begitu akrab. Santi pun merasa Sandra adalah perempuan yang sempurna. Bukan tidak mungkin Ishaq akan tertarik pada seorang Sandra. Mengingat Sandra memiliki semua yang ada pada Arin. Cantik, seksi dan cerdas pastinya. Semua kriteria yang selalu Ishaq cari pada seorang perempuan.
Ishaq yang di tunggu oleh Sandra dan Santi, akhirnya datang. Dengan sebuah bunga mawar yang harum di tangan kanannya. Ishaq menyapa Sandra dan Santi yang nampak begitu akrab mengobrol di ruang tamu.
Sandra terlihat begitu terkesima dengan wajah Ishaq yang tampan. Apalagi ada setangkai mawar yang di bawa oleh Ishaq, Sandra semakin terpesona akan Ishaq yang dalam pandangannya begitu mempesona.
Santi langsung menghampiri Ishaq yang masih berdiri. Kemudian Sandra yang awalnya masih duduk di atas kursi, perlahan mulai berdiri mengikuti Santi. Dia terlihat malu-malu kucing saat Ishaq mulai mengalihkan pandangannya pada seorang Sandra.
"Perkenalkan Sandra, ini anak Tante. Namanya Ishaq Subroto. Dia adalah salah satu pewaris dari perusahaan Subroto Group." ucap Santi.
__ADS_1
Sandra langsung mendekat ke arah Ishaq. Dia menyodorkan tangan kanannya untuk dapat berkenalan dengan seorang Ishaq. Dia terlihat begitu antusias untuk berkenalan dengan seorang Ishaq.
"Hai Ishaq, aku Sandra Dwi Rasmussen. Ayahku Denmark, sementara ibuku asli Sunda."
Ishaq dengan senyum manisnya menjabat tangan seorang Sandra. Dia menyambut baik perkenalkan tersebut, hingga Ishaq terlihat begitu senang bisa berkenalan dengan Sandra.
Untuk membuat Ishaq dan Sandra bisa lebih dekat lagi. Santi dengan sengaja meminta Sandra dan Ishaq untuk belanja bulanan bersama di salah satu supermarket. Dengan begitu, Ishaq dan Sandra akan semakin dekat lagi. Cara sederhana yang bisa mendekatkan keduanya.
Ishaq tak menolak permintaan dari ibunya tersebut. Begitu juga dengan Sandra yang sama-sama menyetujui permintaan dari Santi tersebut. Sandra begitu senang bisa belanja bersama dengan Ishaq. Laki-laki yang kemungkinan akan di jodohkan dengan dirinya.
Sandra yang merupakan seorang perempuan cerdas, terlihat begitu baik dalam mencari obrolan. Sandra yang mendapat kisi-kisi dari Santi akan hobi dari Ishaq yang merupakan sepakbola. Sandra pun mencoba mencari topik pembahasan sepakbola.
Menggunakan mesin pencarian internet di handphone miliknya. Sandra berusaha mencari informasi seputar sepakbola yang mungkin saja akan menjadi topik yang menarik untuk dirinya bahas bersama dengan Ishaq. Walaupun nantinya Sandra tentu tidak akan tahu lebih jauh perihal sepakbola. Namun setidaknya dia bisa paham bagian permukaan dari sepakbola itu sendiri.
Apa yang di takuti oleh Sandra benar terjadi adanya. Sandra kehabisan pembahasan menarik dengan Ishaq. Dia tidak memiliki pengetahuan yang cukup lebih dari dunia sepakbola. Hingga Sandra pun akhirnya hanya lebih banyak mendengarkan seorang Ishaq bercerita seputar sepakbola. Tanpa mengerti apa yang Ishaq ceritakan pada dirinya.
Ishaq pun akhirnya mengetahui jika Sandra sama sekali tidak mengerti perihal sepakbola. Walaupun Ishaq awalnya begitu antusias saat Sandra membahasa seputar sepakbola. Tapi saat Sandra di ajak mengobrol lebih jauh perihal sepakbola, Sandra sama sekali tidak tahu apa yang di obrolkan dengan Ishaq.
__ADS_1
Ishaq akhirnya mencari topik pembicaraan lainya yang lebih ringan. Topik pembicaraan yang mungkin umum di ketahui oleh semua orang. Sehingga Sandra dan Ishaq bisa sama-sama tahu apa yang sedang mereka berdua obrolkan.
Dari sini Ishaq juga bisa melihat Sandra yang kurang cakap dalam membuat sebuah percakapan yang menarik. Percakapan yang bisa membuat dirinya mengobrol lebih dalam dengan Ishaq. Padahal Ishaq membutuhkan seseorang yang paham betul untuk mengobrol banyak hal penting. Tapi itu tidak ada di sosok seorang Sandra.
Perjalanan yang terasa lama itu, akhirnya telah menemukan titik akhir. Ishaq memberhentikan mobilnya di parkiran sebuah supermarket. Sandra yang ingin mengetes seorang Ishaq, sengaja mempersulit diri untuk melepaskan sabuk pengaman yang melingkar di tubuhnya.
Melihat Sandra yang begitu kesulitan melepaskan sabuk pengaman itu, Ishaq pun langsung menolong Sandra melepaskan sabuk pengaman itu. Sandra pun di buat semakin terkesan dengan sosok Ishaq yang begitu perhatian pada dirinya.
Sandra begitu terkesima dengan perhatian kecil yang di tunjukkan oleh Ishaq. Sehingga Sandra semakin yakin, jika Ishaq adalah orang yang tepat untuk menjadi salah satu pasangannya. Mengingat Ishaq juga adalah orang yang akan di jodohkan dengan dirinya. Sehingga Sandra percaya diri, jika dia akan bisa mendapatkan Ishaq.
Masuk ke dalam supermarket, tangan Sandra begitu gatal untuk bisa menggenggam tangan Ishaq. Mungkin juga Ishaq sebagai seorang pria, seharusnya bisa lebih peka. Dia seharusnya bisa menggenggam tangan Sandra yang sudah begitu ingin mendapatkan genggaman dari seorang Ishaq. Tapi Ishaq sadar, dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Sandra, sehingga Ishaq tidak melakukan apapun pada tangan Sandra tersebut.
Sandra terpaksa harus gigit jari, dia dan Ishaq masuk ke dalam supermarket dengan kondisi tangan yang tidak saling menggenggam. Padahal Sandra berharap ada sedikit genggaman tangan dari seorang Ishaq pada dirinya. Tapi itu sepertinya sulit, mengingat Ishaq yang kurang menyukai Sandra.
Perlahan sikap Ishaq juga mulai berubah menjadi sedingin es. Dia tidak banyak bicara, selain menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh seorang Sandra padanya. Jika Sandra tidak bertanya pada Ishaq, dia akan terdiam dengan sendirinya. Tidak ada obrolan sama sekali yang di lakukan oleh Ishaq dengan Sandra.
Sandra mulai kurang nyaman dengan sikap dingin dari seorang Ishaq. Tapi di sinilah Sandra menunjukkan jiwa petarung dari dirinya. Jiwa petarung seorang Sandra yang berusaha mendapatkan cinta seorang Ishaq. Dia pun tetap berusaha tenang di tengah sikap acuh yang di tunjukkan oleh Ishaq pada dirinya. Sandra yakin dengan begitu, Ishaq akan melihat ketulusan dari seorang Sandra pada dirinya. Ketulusan yang begitu besar pada seorang Ishaq. Sehingga Ishaq akan mulai jatuh hati pada seorang Sandra.
__ADS_1