
Untuk semakin menambah kesan sporty di hari ini. Ishaq pun memasang sebuah sal berwarna merah di lehernya. Dia semakin terlihat menawan dengan sebuah sal tersebut. Hingga Ishaq sudah tidak sabar untuk menonton pertandingan dari salah satu klub terbesar di kota Amsterdam, siapa lagi kalau bukan Ajax Amsterdam yang hari ini akan melawan seteru abadinya PSV Eindhoven.
Namun sebelum Ishaq keluar dari kamarnya, dia harus memastikan Sandra tidak akan tahu jika Ishaq hari ini akan pergi. Akan sangat bahaya bagi Ishaq, jika Sandra tahu dia akan pergi. Ishaq pun harus benar-benar berhati-hati akan kepergian dari dirinya yang tak di ketahui oleh Sandra.
Ishaq begitu ragu untuk membuka pintu kamarnya. Dia khawatir Sandra akan tahu saat dia membuka pintu kamarnya. Suara ketika Ishaq membuka pintu mungkin akan di dengar oleh Sandra. Itu yang membuat Ishaq begitu ketakutan. Sehingga dia harus berhati-hati dengan semuanya.
Ishaq menarik napas dengan begitu panjang, perlahan dia menghembuskan. Dia benar-benar ketakutan jika suara pintu itu akan terdengar ke telinga seorang Sandra. Kemudian Sandra akan mengetahui Ishaq akan pergi dari dalam kamarnya. Itu yang membuat Ishaq begitu ketakutan.
__ADS_1
Namun Ishaq berusaha setenang mungkin. Dia membuka pintu kamarnya dengan penuh kehati-hatian. Dia menurunkan tuas pintu itu dengan sangat pelan, sebelum akhirnya tuas pintu itu benar-benar turun. Ishaq pun langsung membuka pintu kamarnya tersebut dengan pelan juga.
Ishaq untungnya bisa membuka pintunya dengan sangat pelan. Sehingga Ishaq yakin Sandra tidak akan mendengar dirinya membuka pintu kamar tersebut. Ishaq yakin Sandra tidak akan tahu, jika dirinya pergi keluar dari dalam kamarnya.
Ishaq berjalan meninggalkan pintu kamarnya dengan sangat pelan. Dia tak ingin suara kakinya terdengar oleh Sandra. Sehingga Ishaq harus bisa berjalan dengan sangat pelan seraya penuh kehati-hatian.
Ishaq berjalan dengan penuh keyakinan menyisir satu persatu ruangan kamar hotel. Namun saat Ishaq akan memasuki lift. Ishaq langsung bertemu dengan seorang Sandra yang baru naik lift hotel. Sontak Ishaq terkejut dengan kehadiran Sandra di hadapannya.
__ADS_1
Sandra yang melihat Ishaq sudah rapi dengan sebuah jersey sepakbola serta sebuah jeans berwarna hitam. Tidak ingin melewatkan untuk pergi bersama dengan Ishaq. Sandra pun meminta Ishaq untuk menunggu dirinya rapi-rapi terlebih dahulu. Sandra ingin menonton pertandingan sepakbola tersebut bersama dengan Ishaq.
Ishaq tidak dapat mengajak Sandra, dia mengaku hanya memiliki satu tiket saja. Sementara jika Sandra harus ikut, Ishaq sudah tidak memiliki tiket lagi. Sehingga Sandra tidak bisa menonton pertandingan tersebut.
Sandra mengambil handphone miliknya di dalam tas. Dia langsung menunjukkan sebuah tiket elektronik yang sudah di miliki oleh Sandra. Dia mengatakan salah satu temannya memberikan tiga buah tiket pada Sandra. Sehingga dia Ishaq tidak harus membeli tiket untuk Sandra. Sandra sudah memiliki tiket itu sendiri, tanpa harus membeli lagi.
Ishaq terkejut dengan apa yang di tunjukkan oleh Sandra. Dia merasa sudah tidak memiliki alasan apapun lagi untuk melarang Sandra ikut dengan dirinya. Sehingga Ishaq tidak bisa pergi sendiri saja untuk ke pertandingan tersebut. Mengingat ada Sandra yang tentunya akan ikut bersama dengan dirinya ke stadion. Mungkin ini benar-benar hari yang kurang beruntung bagi seorang Ishaq.
__ADS_1