Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda

Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda
Carla Bertemu Ayah Dan Neneknya


__ADS_3

Pertemuan dengan Robben benar-benar membuat seorang Carla merasa begitu beruntung. Pasalnya dengan adanya Robben, dia tidak harus menyewa taksi atau kendaraan lainnya untuk dapat ke rumah neneknya. Robben dengan senang hati siap mengantar Carla menuju rumah neneknya yang berada tak jauh dari bandara tersebut.


Di dalam mobil Robben menceritakan kesibukan dari neneknya yang telah lama di tinggalkan oleh suaminya yang juga merupakan kakek dari Carla. Dia terlihat begitu menyibukkan diri untuk membuat sebuah kain rajutan. Itu cara yang di lakukan oleh neneknya dalam melupakan suaminya yang telah meninggal tersebut.


Mendengar pengakuan dari Robben, Carla jadi semakin kangen dengan sosok neneknya tersebut. Hampir 5 tahun lebih, Carla sudah tidak berjumpa dengan neneknya itu. Sehingga ada rasa rindu dari seorang Carla yang benar-benar harus di balaskan pada neneknya tersebut.


Tak hanya bercerita perihal neneknya saja, Robben juga bercerita tentang ayah Carla yang sudah menikah kembali. Bahkan ayah Carla tersebut kini sudah memiliki anak lagi dari pernikahannya tersebut. Ayah Carla yang bercerai dengan ibu Carla 7 tahun lalu itu, memang sulit melupakan ibu Carla saat itu. Hingga dia harus mencari sosok yang tidak jauh berbeda dengan sosok ibu Carla.


Carla ingat betul penyebab kedua orangtuanya yang berpisah saat itu. Kesalahpahaman yang terjadi antara ibu dan ayahnya, pada akhirnya yang membuat rumah tangga kedua orangtua Carla kandas di tengah jalan. Hingga Carla pun begitu berharap keduanya bisa kembali, tapi dengan kabar pernikahan dari ayahnya. Seperti keinginan dari Carla itu harus segera di kubur dalam-dalam oleh Carla, sebab keduanya tidak mungkin kembali.


Robben sendiri menanyakan kabar dari Amel, Robben begitu kangen untuk bisa bertemu dengan Amel. Robben dan Amel memang di kenal cukup dekat sejak kecil, sehingga keduanya kerap menghabiskan waktu bersama.


Carla menceritakan kondisi Amel yang memang saat ini lebih baik dari setahun yang lalu. Di mana Amel mengalami patah hati yang cukup berat yang di sebabkan oleh mantan pacarnya. Amel tidak bisa menyembunyikan kesedihan dari dirinya tersebut. Sehingga Amel pun harus merubah penampilannya yang awalnya terlihat feminim, menjadi sedikit maskulin. Dengan harapan itu akan membuat Amel terlihat lebih kuat lagi dengan apa yang ada.


Robben pun turut bersedih dengan apa yang terjadi pada Amel. Dia berharap Amel akan segera menemukan sosok pria yang jauh lebih baik dari mantannya tersebut. Sehingga Amel bisa menjalani kehidupannya dengan begitu baik lagi. Dia tidak akan mengalami hal yang buruk seperti yang di alami oleh dirinya saat ini.


Apa yang Robben harapkan, juga menjadi harapan yang besar dari seorang Carla akan Amel. Dia sebagai kakak Amel satu-satunya begitu bersedih dengan kondisi Amel yang sempat begitu frustasi dengan perlakuan mantan pacarnya. Hingga sebagai bentuk pelampiasan dari dirinya, Amel pun merubah penampilan dari dirinya untuk terlihat lebih maskulin lagi. Penampilan yang akan membuat Amel terlihat semakin dominan serta memiliki sebuah power tersendiri sebagai seorang perempuan.


Akhirnya perjalanan yang di lalui oleh Carla dan Robben pun berakhir di depan gerbang rumah nenek Carla. Carla langsung mengucap syukur atas keselamatan yang telah di dapat oleh dirinya dalam perjalanan ini. Sementara Robben hanya tersenyum saat melihat Carla mengusap wajahnya sebagai tanda akhir dari dirinya yang berdoa.


Robben keluar lebih dulu dari seorang Carla, dia terlihat begitu bersemangat untuk segera menemui neneknya tersebut. Di susul oleh Carla yang memiliki semangat dua kali lipat dari seorang Robben. Bahkan saking semangatnya, Carla harus merasakan kepalanya kepentok bagian atas mobil saat akan keluar. Carla pun harus merasakan sakit yang teramat dengan apa yang terjadi pada dirinya.


Robben tertawa melihat Carla yang kepentok bagian atas mobilnya. Sementara Carla masih harus terus merasakan sakit dengan apa yang terjadi. Carla juga meminta Robben untuk sedikit berempati pada dirinya. Hingga Carla pun sedikit kesal dengan Robben yang terus tertawa melihat Carla begitu kesakitan.


Akhirnya Robben pun menolong Carla. Dia mengusap bagian kepala Carla yang sakit tersebut. Dia berharap rasa sakit pada bagian kepala Carla itu akan segera hilang. Hingga Carla bisa menjalani aktivitas di hari ini dengan tetap semangat.


Tak hanya mengusap saja, Robben juga membaca sedikit jimat yang mungkin saja akan membuat rasa sakit dari Carla itu hilang. Bukannya hilang, jimat yang di baca oleh Robben sambil komat-kamit itu justru membuat Carla begitu jijik. Pasalnya Robben membaca jimat itu sambil mengeluarkan air liur. Sontak air liur itu mengenai wajah Carla.


Carla yang merasa jijik, langsung membersihkan air liur itu dari wajahnya. Dia terlihat begitu jijik dengan apa yang di lakukan oleh Robben. Hingga Carla meminta Robben untuk tidak mengobati rasa sakitnya tersebut. Sebab Carla sudah merasa jauh lebih baik lagi.

__ADS_1


Carla yang tak sabar untuk bertemu dengan ayah dan neneknya, langsung mengetuk pintu pagar rumah neneknya. Tapi apa yang di lakukan oleh Carla tentu di anggap Robben sebagai tindakan yang kurang baik. Rasanya nenek dan ayah Carla tidak akan mendengar, sehingga Carla langsung saja membuka pintu gerbang rumah neneknya tersebut.


Carla menolak perintah dari Robben tersebut. Bagi Carla apa yang di lakukan oleh Robben adalah tindakan yang tidak baik. Sehingga Carla tidak ingin mengikuti perintah dari Robben tersebut. Dia pun tetap mengetuk pintu gerbang rumah neneknya.


Hampir sudah 3 kali, tidak ada jawaban dari nenek dan ayah Robben yang berada di dalam rumah. Mereka berdua tidak mendengar suara ketukan pintu yang di lakukan oleh Carla, hingga mereka tidak kunjung keluar rumah.


Akhirnya Robben pun membuka paksa pintu gerbang rumah neneknya tersebut. Dia langsung masuk ke dalam rumah neneknya itu. Tanpa mengatakan permisi sama sekali, dia membuka pintu gerbang itu.


Carla kurang nyaman dengan apa yang di lakukan oleh Robben. Dia khawatir akan mendapatkan teguran dari nenek atau mungkin ayahnya. Hingga Carla menolak masuk ke dalam rumah neneknya bersama dengan Robben.


Namun Robben pun akhirnya melakukan cara terakhir yang bisa membuat Carla masuk ke dalam rumah neneknya. Robben pun langsung menggendong tubuh Carla ke atas tubuhnya. Dia lalu membawa Carla masuk ke dalam rumah neneknya.


Carla yang kurang nyaman dengan apa yang di lakukan oleh Robben, meminta Robben untuk menurunkan dirinya. Tapi Robben tidak melakukan hal tersebut. Dia merasa itu adalah cara satu-satunya bagi seorang Robben agar Carla segera masuk ke dalam rumah neneknya.


Robben akhirnya menurunkan Carla tepat di depan pintu rumah neneknya. Saat itu Robben berpapasan langsung dengan ayah Carla yang bernama Ruud. Ruud yang sudah hampir 5 tahun lebih tidak menemui Carla, sempat tidak mengenali wajah Carla yang banyak berubah tersebut. Sebelum akhirnya Ruud benar-benar ingat akan Carla.


Ruud langsung melepas rindunya pada seorang Carla dengan memeluknya begitu erat. Dia mengatakan betapa bahagianya bisa bertemu dengan Carla kembali. Perpisahan yang sudah lama berlalu itu, nampaknya masih cukup panjang bagi seorang Ruud untuk bisa kembali bertemu dengan anaknya tersebut.


Perkenalan Carla yang baik, justru tidak di balas dengan baik juga oleh ibu tiri dari Carla tersebut. Dia melihat wajah Carla dengan begitu sinisnya, apalagi saat melihat suaminya memeluk Carla. Dia begitu tidak suka dengan apa yang terjadi pada Carla dan ayahnya tersebut.


Sekalipun Carla memperkenalkan diri sebagai anak dari suaminya, tapi ibu tiri Carla yang bernama Janneth tersebut. Tetap tidak menerima Carla dengan begitu baiknya. Dia merasa keberadaan dari seorang Carla adalah ancaman yang cukup besar dalam hidupnya. Hingga Carla pun langsung mendapat perlakuan yang kurang baik dari ibu tirinya.


Janneth masuk kembali ke dalam rumah, dia memanggil Ruud. Namun dia meminta Carla untuk tidak masuk ke dalam rumah neneknya. Ruud pun masuk ke dalam rumah, sementara Carla terlihat bingung dengan sikap ibunya yang terkesan begitu judes pada dirinya. Carla tidak mengerti dengan sikap ibunya yang begitu sinis pada Carla tersebut.


Robben pun berbisik di telinga kanan Carla, dia mengatakan Carla akan mengalami hal yang sama seperti dalam dongeng Cinderella. Di mana Carla akan mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari ibu tirinya. Itu yang harus di terima oleh seorang Carla dari ibu tirinya tersebut.


Carla pun tersenyum dengan apa yang di sampaikan oleh Robben. Mungkin ibu tiri Carla hanya belum terbiasa saja dengan Carla. Sehingga dia terlihat begitu judes pada Carla. Mungkin seiring berjalannya waktu, ibu tiri Carla itu akan merubah sikapnya menjadi lebih baik lagi. Jauh dari hari ini yang terlihat begitu judes pada seorang Carla.


Robben pun mengajak Carla masuk ke dalam rumah. Tapi Carla yang masih menghargai ibu tirinya, menolak ajakan dari seorang Robben. Dia merasa tidak pantas masuk ke dalam rumah, sebelum mendapatkan izin dari pemilik rumah. Sehingga Carla menolak untuk masuk ke dalam rumah neneknya tersebut.

__ADS_1


Robben memaksa Carla untuk masuk ke dalam rumahnya. Dia mengatakan jika Carla tidak harus takut dengan ibu tirinya tersebut. Sebab rumah itu bukan rumah ayah Carla, tapi rumah neneknya. Sehingga yang berhak untuk melarang masuk, tentu adalah nenek dari Carla. Bukan ibu tirinya yang tidak memiliki kewenangan sama sekali.


Akhirnya Carla pun menuruti perintah dari Robben. Dia pun masuk ke dalam rumah bersama dengan Robben untuk bertemu dengan neneknya tersebut. Carla sudah tidak sabar untuk menemui neneknya, sehingga Carla begitu menikmati perjalanan menuju kamar neneknya.


Melewati kamar ayahnya, Carla pun mendengar sedikit keributan antara ayah dan ibu tirinya. Dia mendengar bagaimana ibu tirinya tersebut tidak menyukai keberadaan dari seorang Carla. Baginya Carla hanyalah benalu yang akan merusak hubungan dari dirinya dengan ayah Carla. Sehingga ibu tiri dari Carla itu meminta pada ayah Carla untuk mengusir seorang Carla.


Carla terlihat begitu bersedih dengan apa yang terjadi. Dia merasakan apa yang terjadi pada ayah dan ibu tirinya adalah berkat kesalahan dari dirinya. Jika Carla tidak datang ke rumah neneknya, mungkin saja itu tidak akan terjadi pada ayahnya. Carla merasa begitu bersalah atas keributan yang terjadi.


Tapi Robben kembali membuat Carla bisa sedikit lebih percaya diri. Robben mengatakan pertengkaran itu bukan di sebabkan oleh Carla, tapi oleh sikap ibu tiri Carla yang memang berlebihan. Tidak seharusnya dia merespon kedatangan seorang Carla dengan sikap seperti itu. Tentu sikap seperti itu adalah sikap yang kurang baik, sehingga Robben meminta Carla untuk tidak memperdulikan pertengkaran tersebut.


Robben pun menggandeng Carla menuju kamar neneknya. Mungkin Carla sudah sangat kangen untuk bertemu dengan neneknya tersebut.


Rasa kangen Carla pun akhirnya terbayar pada sosok neneknya tersebut. Dia langsung memeluk neneknya saat bertemu di dalam kamar. Carla begitu bahagia bisa kembali bertemu dengan neneknya tersebut.


Saking senangnya Carla bisa bertemu kembali dengan neneknya. Dia pun sampai meneteskan air mata saat bertemu dengan neneknya tersebut. Itu mungkin ungkapan paling membahagiakan bagi seorang Carla pada neneknya tersebut. Ungkapan cinta yang telah lama terpendam dalam hatinya.


Robben yang menyaksikan bagaimana pertemuan antara neneknya dengan Carla terjadi, terlihat cukup terharu dengan apa yang di lihatnya. Dia pun sempat merasakan sebuah momen yang paling menyenangkan dalam hidup seorang Carla. Momen yang pastinya tidak akan bisa di lupakan oleh Carla dalam hidupnya.


Neneknya mengaku sudah menunggu kedatangan Carla sejak dulu. Bahkan neneknya sudah membuatkan sebuah sweater berwarna merah yang merupakan warna kegemaran dari Carla. Sweater itu terlihat begitu detail di buat oleh nenek Carla.


Carla menyambut dengan baik sweater pemberian dari neneknya tersebut. Dia terlihat menyukai sweater yang di baut oleh neneknya itu. Hingga Carla memuji nenek yang mahir dalam membuat sweater.


Sebagai bentuk apresiasi lainnya dari seorang Carla. Dia pun langsung mencoba sweater tersebut. Dia terlihat semakin cantik saat mengenakan sweater tersebut. Hingga Carla mendapatkan pujian dari Robben dan neneknya.


Tak hanya membuat untuk Carla saja, neneknya juga membuat sebuah sweater berwarna merah muda yang di buat khusus untuk seorang Amel. Bahkan neneknya itu juga menuliskan nama seorang Amel di salah satu bagian sweater. Sehingga sweater itu semakin cantik lagi.


Namun sayang, Amel yang enggan ikut dengan Carla. Akhirnya tak dapat di temui oleh neneknya. Padahal neneknya berharap bisa bertemu dengan Amel juga. Salah satu cucunya yang begitu di cintainya. Nenek Carla pun terlihat begitu kecewa tidak dapat bertemu dengan Amel, dia merasa cukup sedih dengan kehadiran Carla tanpa Amel tersebut.


Untuk membuat neneknya bisa sedikit lebih semangat lagi. Carla pun mengatakan jika Amel akan datang ke rumah neneknya di musim panas tahun ini. Di mana dia akan mengambil cuti dari tempatnya bekerja.

__ADS_1


Kebohongan dari Carla lantas di percaya penuh oleh neneknya sendiri. Dia mempercayai apa yang Carla ucapkan. Dia pun berharap bisa bertemu dengan seorang Amel. Bahkan neneknya itu berujar, jika dirinya bisa mengganti bulan. Mungkin dia akan segera mengganti bulan, demi bisa segera bertemu dengan neneknya tersebut. Semua orang yang ada di kamar itu tertawa dengan apa yang di sampaikan oleh nenek Carla tersebut.


__ADS_2