Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda

Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda
Menonton Liverpool


__ADS_3

Waktu yang paling di tunggu oleh seorang Ishaq akhirnya tiba. Waktu untuk menonton pertandingan antara Liverpool dengan Ajax Amsterdam pun sudah hampir tiba. Ini adalah waktu yang sudah di tunggu lama oleh Ishaq. Dia akan menyaksikan tim kesayangannya itu bertanding.


Ishaq memiliki tiga tiket yang akan di gunakan oleh dirinya menonton pertandingan yang besar tersebut. Salah satu tiketnya sudah menjadi hal milik editor. Kini Ishaq hanya tinggal memiliki dua tiket saja. Mungkin dia akan mengajak seseorang untuk menonton pertandingan Liverpool melawan Ajax Amsterdam sore nanti.


Ishaq sudah membayangkan bagaimana dirinya akan begitu bahagia saat bisa menonton pertandingan dari Liverpool melawan Ajax Amsterdam bersama dengan sosok Carla. Ini benar-benar akan menjadi pertandingan yang sangat di tunggu oleh Ishaq. Sehingga dia akan menonton pertandingan tersebut dengan seseorang yang istimewa juga pastinya.


Namun apakah Carla bersedia untuk menonton pertandingan tersebut. Ini yang akan jadi pertanyaan yang cukup besar bagi seorang Ishaq. Carla belum tentu bersedia untuk menonton bersama dengan dirinya. Hingga Ishaq harus memastikan, jika Carla bersedia untuk menonton pertandingan yang besar tersebut.


Ishaq tidak ingin tiket yang di miliki oleh dirinya terbuang sia-sia. Apalagi sampai jatuh ke tangan Sandra. Itu akan menjadi sebuah bencana besar bagi seorang Ishaq. Bencana besar yang akan menghancurkan semuanya begitu saja.


Ishaq ingin mengajak seorang Carla untuk menonton pertandingan itu. Namun Ishaq masih ragu, apakah Carla akan bersedia menonton pertandingan itu bersama dengan seorang Ishaq. Mungkin saja Carla akan menolak ajakan dari Ishaq tersebut. Mengingat Carla sudah terlanjur kecewa dengan apa yang di lakukan oleh seorang Sandra di hari kemarin. Di mana Sandra menyandera handphone milik Ishaq untuk mengajak seorang Carla bertemu di sebuah kafe.

__ADS_1


Ishaq tentu masih kurang enak dengan kejadian tersebut. Hingga ada sedikit keraguan dalam diri Ishaq. Apalagi Ishaq pantang untuk di tolak, ketika di tolak oleh seseorang. Ishaq merasa tersakiti. Itu rasanya seperti sebuah jarum yang menusuk jarinya. Mungkin sesakit itu ketika dia di tolak oleh seseorang. Apalagi di tolak oleh seorang perempuan. Rasanya itu adalah sebuah penghinaan besar bagi seorang Ishaq. Hingga Ishaq berharap itu tidak akan terjadi pada dirinya.


Namun Ishaq begitu penasaran dengan sosok Carla. Mungkin ini akan menjadi sebuah awal baru bagi Ishaq untuk melihat sosok Carla lebih jauh. Apakah Carla adalah seorang pemaaf besar yang mudah melupakan kesalahan seseorang. Ini mungkin bisa menjadi sebuah semacam test yang bisa di lakukan oleh Ishaq pada seorang Carla.


Ishaq pun mulai berpikir untuk kembali menghubungi seorang Carla. Menawarkan tiket menonton yang masih di pegang oleh dirinya. Itu akan menjadi sebuah informasi yang Ishaq bisa dapat dari seorang Carla.


Ishaq mengambil handphone-nya, lalu mulai mencari nomor telepon Carla. Dia akan menghubungi Carla dengan handphone tersebut. Mungkin Carla masih belum tidur di jam ini. Sehingga panggilan telepon dari seorang Ishaq tidak akan di biarkan begitu saja oleh seorang Carla.


"Ada apa yah Ishaq?"


"Sore nanti kamu ada jadwal photo atau buat rekaman tidak?"

__ADS_1


"Emm... Sepertinya tidak ada. Memangnya ada apa?"


"Jadi aku punya dua tiket pertandingan antara Liverpool dengan Ajax Amsterdam nanti sore. Apakah kamu mau datang menonton pertandingan itu denganku?"


"Kamu seriusan. Aku benar-benar bahagia dengar semua itu. Aku sangat menyukai Liverpool. Aku sebenarnya ingin nonton. Tapi aku tidak memiliki tiket untuk saat ini."


Ishaq tersenyum saat mendengar jawaban dari seorang Ishaq. Ini adalah sebuah kebetulan yang begitu membahagiakan. Dia akan bertemu dengan Carla di dekat stadion. Mungkin dia akan duduk bersebelahan dengan seorang Carla. Hal yang tidak akan pernah Ishaq bisa bayangkan sebelumnya.


"Ok Car, jika kamu mau nonton. Kita akan nonton bareng di stadion. Aku harap kamu akan segera siap sebelum pukul 3 sore. Aku tidak ingin melewatkan setiap momen yang akan terjadi di pertandingan tersebut." pinta Ishaq dengan penuh antusias.


"Baik Ishaq, aku tidak akan membuat kamu menunggu terlalu lama. Aku akan menunggu kamu sampai kamu siap."

__ADS_1


Ishaq menutup panggilan telepon itu dengan suasana hati yang penuh kebahagiaan. Dia langsung loncat-loncat di atas kasurnya. Merayakan sedikit kebahagiaan yaah di rasakan akan pertandingan sepakbola yang di saksikan bersama dengan seorang Carla. Ini benar-benar menjadi sebuah mimpi yang luar biasa bagi seorang Ishaq.


__ADS_2