
Ini adalah pertemuan pertama yang akan berlangsung di Amsterdam. Pertandingan ini begitu berkesan bagi Liverpool. Sebab Liverpool belum merasakan kekalahan dalam beberapa pertandingan terakhir. Hingga Liverpool pun siap memaksimalkan pertandingan ini untuk kembali meraih hasil yang maksimal.
Ajax Amsterdam sendiri sedang dalam trend yang baik. Anak asuh Jordan Grauf itu, juga tak terkalahkan dalam 5 pertandingan terakhir di liga lokal. Bahkan Ajax mampu melesatkan 20 gol dalam 5 pertandingan yang di jalaninya tersebut. Hingga tak heran partai Liverpool melawan Ajax akan menjadi partai yang paling di tunggu oleh seluruh pecinta sepakbola di seluruh dunia.
Ishaq dan Carla yang sama-sama menyukai Liverpool, tentu tak akan meninggalkan pertandingan yang luar biasa tersebut. Mereka sadar betul, mereka akan menjadi orang-orang yang beruntung saat bisa menyaksikan partai Liverpool menghadapi Ajax tersebut. Apalagi ini adalah partai yang cukup gengsi bagi kedua tim sebagai perwakilan setiap negara.
Ishaq sudah bersiap untuk menonton pertandingan akbar tersebut. Sebuah jersey Liverpool bernomor punggung 8 telah dia kenakan. Ini adalah nomor punggung pemain favorit dari seorang Ishaq. Steven Gerrard mungkin akan menjadi legenda hidup yang akan selalu di kenang oleh seorang Ishaq sebagai seorang legenda Liverpool.
Ishaq merapikan penampilannya dengan kembali bercermin di depan sebuah kaca besar di kamarnya. Namun ketika melihat dirinya sendiri, Ishaq teringat akan sosok Arin yang masih koma. Bayang-bayang seorang Arin, tiba-tiba muncul dalam benak seorang Ishaq. Hingga Ishaq pun tak bisa melupakan seorang Arin yang sangat di cintainya itu.
"Aku ingat banget, kamu suka lihat aku pakai jersey ini. Apalagi saat aku pakai jersey nomor punggung seorang Steven Gerrard. Kamu selalu senang dengan itu."
__ADS_1
Ishaq pun tersenyum. Sebelum mencium logo yang ada di jersey miliknya tersebut.
Dengan cara itu, Ishaq berharap Arin akan segera sembuh dengan apa yang sedang di alami oleh dirinya hari ini. Mungkin Ishaq harus bisa lebih banyak lagi berdoa untuk Ishaq. Sebab hanya kekuatan doa dari seorang Ishaq yang saat ini Arin butuhkan. Itu saja yang Arin butuhkan.
Ishaq mengusap air matanya yang sedikit menetes. Dia sadar betul, bagaimana ini adalah titik paling rendah bagi hidupnya. Di mana Ishaq harus kehilangan sosok perempuan yang begitu di cintainya. Ishaq pun berharap Arin akan segera sembuh dari komanya. Sehingga Ishaq akan menonton pertandingan Liverpool secara langsung dan di televisi bersama dengan Arin.
Ishaq pun segera pergi meninggalkan kamarnya. Mungkin ini akan menjadi kesempatan yang baik bagi seorang Ishaq untuk mengenal lebih jauh seorang Carla. Banyak hal yang Ishaq ingin gali dari seorang Carla. Ishaq pun sudah kagum akan Carla yang cukup banyak tahu perihal sepakbola. Namun Ishaq ingin mencari seorang pasangan hidup yang memang memiliki banyak pengetahuan akan hal lainnya. Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang Carla dalam menjawab tantangan dari seorang Ishaq.
Ishaq berangkat dengan sebuah mobil yang sewaan. Dia tak sabar untuk bertemu dengan seorang Carla yang akan menonton pertandingan Liverpool dalam menghadapi Ajax Amsterdam tersebut. Ishaq benar-benar tidak sabar untuk menyaksikan pertandingan besar itu bersama dengan Carla. Pengalaman yang berharga bagi seorang Ishaq yang akan menyaksikan pertandingan tersebut dengan seorang Carla.
Ishaq terus membayangkan wajah cantik seorang Carla. Dia ingat betul, bagaimana senyum Carla yang manis masih terngiang-ngiang dalam ingatannya. Bagaimana juga, senyuman manis itu mengingatkan seorang Ishaq akan sosok Arin yang memiliki senyuman yang tak kalah manis dari seorang Carla.
__ADS_1
Wajah Ishaq tak henti tersenyum, saat dia mengingat seorang Carla. Dia benar-benar merasakan kebahagiaan tersendiri saat akan bertemu dengan seorang Carla. Ishaq merasakan hal yang tidak pernah di bayangkan oleh dirinya sebelumnya. Pertemuan yang luar biasa akan segera di lakukan oleh seorang Ishaq dengan Carla.
Setibanya di depan rumah nenek Carla. Ishaq sedikit keringetan, harus kembali menyemprotkan sedikit minyak wangi ke tubuhnya. Dua kali semprotan, cukup untuk membuat tubuh Ishaq kembali beraroma harum seperti sediakala. Ini yang Ishaq inginkan.
Keluar dari dalam mobilnya, Ishaq di kejutkan dengan kedatangan dari seorang Robben yang dalam keadaan mabuk berat. Robben menegur Ishaq, sebelum kemudian dia pergi sambil tertawa. Dia terlihat begitu mabuk berat, hingga Robben berjalan dengan sempoyongan.
Saat Robben akan menaiki tangga rumah neneknya, Robben hampir terjatuh. Untung Ishaq dengan sigap langsung menolong seorang Robben. Ishaq pun membantu Robben untuk kembali tegak berdiri. Hingga dia tidak lagi terlihat sempoyongan saat berjalan.
Robben menatap wajah Ishaq, dia mengatakan bagaimana Ishaq terlihat sedikit berbeda di hari ini. Itu yang membuat seorang Robben terlihat kurang menyukai Ishaq. Robben pun mendorong Ishaq hingga tersungkur.
Di saat yang bersamaan Carla keluar dari dalam rumah neneknya. Melihat seorang Ishaq yang tersungkur jatuh, Carla pun langsung menolong Ishaq. Dia mengangkat tubuh Ishaq segera, lalu menegur seorang Robben yang kerap mabuk berat.
__ADS_1
Ishaq meminta Carla untuk tidak berlaku kasar pada seorang Robben. Dia sedang mabuk, itu yang membuat seorang Robben terlihat tidak begitu baik dalam memperlakukan seorang Ishaq. Ishaq pun meminta Carla untuk tetap bersikap manis pada seorang Robben yang tengah dalam keadaan mabuk berat tersebut.