
Apa yang di lakukan oleh Carla adalah sebuah tindakan yang cukup berkesan bagi seorang Ishaq. Dia menolong Ishaq dengan begitu baiknya, memberikan bantuan yang cukup besar pada seorang Ishaq. Padahal Ishaq sama sekali tidak mengenal sosok Carla. Hingga Ishaq pun begitu terkesan dengan kebaikan dari seorang Carla.
Ishaq tersenyum saat Carla datang menghampiri Ishaq yang tengah kebingungan di depan kasir. Tidak ada yang meminta Carla untuk menolong Ishaq, tapi Carla dengan inisiatif sendiri. Datang untuk menolong Ishaq yang lupa membawa dompet berisi mata uang Belanda.
Sandra yang heran dengan senyuman seorang Ishaq, lantas bertanya pada Ishaq. Dia ingin tahu apa yang membuat Ishaq terlihat begitu bahagia. Apakah Ishaq sedang mendapat sebuah berkat, sehingga dia terlihat begitu bahagia.
Ishaq terlihat malu-malu saat Sandra bertanya perihal senyum yang Ishaq tunjukkan. Dia mengatakan jika dirinya baik-baik saja, sehingga tidak harus menjadi pertanyaan berarti bagi seseorang Sandra.
__ADS_1
Namun Sandra tak menyerah untuk mendapatkan informasi perihal Ishaq yang terlihat begitu bahagia. Dia pun terus menggali informasi yang mungkin saja akan membuat dirinya mengetahui apa yang membuat Ishaq senyum sendiri.
"Orang tersenyum sendiri itu cuman ada dua hal. Pertama dia gila, kedua ada seseorang yang sedang ada di pikirannya. Jadi jika kamu masih waras, berarti ada seseorang yang sedang kamu pikirkan. Siapa orang itu?' tanya Sandra dengan penuh intimidasi.
Ishaq yang tetap tak ingin mengatakan sesuatu pada Sandra, mengatakan jika dirinya tidak sedang memikirkan apapun. Dia hanya sedang bahagia saja bisa makan makanan yang selama ini begitu dia inginkan. Oleh sebab itu Ishaq tersenyum dengan begitu bahagianya.
"Apa kamu sedang memikirkan pacar kamu yang sedang koma tersebut?" tanya Sandra dengan wajah penasarannya.
__ADS_1
Ishaq terdiam, dia tak tahu harus mengatakan apa lagi. Sandra begitu penasaran dengan sikap Ishaq yang tiba-tiba berubah menjadi aneh. Ishaq pun harus segera menyudahi rasa penasaran dari seorang Sandra terhadap dirinya.
"Untuk apa kamu tahu banyak tentang itu. Apa yang aku pikirkan, itu bukan urusan kamu aku pikir." Ishaq dengan tegasnya.
Sandra mengarahkan tubuhnya ke arah Ishaq. Dia memegang paha Ishaq, dia mencoba menggoda Ishaq dengan wajah yang begitu seksi. Namun Ishaq sama sekali tidak tertarik dengan apa yang Sandra perlihatkan pada dirinya. Ishaq justru jijik dengan sikap Sandra yang terlihat murahan tersebut. Dia merasa apa yang di lakukan oleh Sandra adalah tindakan yang tidak wajar. Ishaq pun meminta Sandra untuk melepaskan tangannya di paha Ishaq.
Sandra pun akhirnya melepaskan tangannya dari paha Ishaq. Dia mengatakan jika dirinya melakukan itu agar Ishaq mengatakan hal yang sebenarnya. Apa yang sedang Ishaq pikirkan, sehingga Ishaq terlihat begitu bahagia. Itu saja yang ingin Sandra ketahui, tidak lebih. Tapi Ishaq tidak kunjung mengatakan pada seorang Sandra.
__ADS_1
Ishaq semakin kurang nyaman dengan sikap seorang Sandra. Dia merasa apa yang di lakukan oleh Sandra sudah jauh dari sekedar ingin tahu. Ishaq pun benar-benar merasa Sandra bukanlah sosok perempuan yang bisa menggantikan sosok Arin di hati seorang Ishaq. Mengingat Arin yang tidak pernah mengintimidasi seorang Ishaq. Dia selalu percaya dengan apa yang Ishaq katakan, tanpa harus mengintimidasi.