
Ah rasanya begitu lega, saat pesawat yang membawa rombongan Ishaq dan Carla tiba di salah satu bandara di kota Amsterdam. Baik Ishaq, maupun Carla sama-sama mengucap rasa syukur saat mereka sudah tiba di Belanda.
Berbeda dari Ishaq dan Carla yang langsung mengucapkan rasa syukurnya saat tiba di Belanda. Pemandangan berbeda di perlihatkan oleh seorang Sandra. Dia justru langsung melakukan beberapa selfi setibanya di bandara. Dia terlihat begitu senang dengan apa yang dia lakukan tersebut. Padahal Ishaq begitu kurang nyaman dengan tingkah dari Sandra yang sedikit berlebihan tersebut.
Sandra tak hanya memotret dirinya saja, namun Sandra dengan sedikit memaksa. Mencoba mengajak Ishaq untuk berselfi dengan dirinya. Itu yang semakin membuat Ishaq tidak nyaman berada di dekat seorang Sandra.
Ishaq berjalan dari menuju tempat pengambilan barang-barang miliknya. Terlihat Ishaq tak bisa lagi menahan rasa kesalnya pada seorang Sandra yang tak henti melakukan photo terhadap dirinya sendiri. Ishaq pun meminta Sandra untuk menghentikan aksinya tersebut. Sebab apa yang di lakukan oleh Sandra adalah tindakan yang berlebihan, Ishaq kurang menyukai apa yang di lakukan oleh Sandra.
Sandra terlihat begitu kecewa dengan sikap tegas yang di tunjukkan oleh Ishaq. Dia merasa apa yang di lakukan oleh Ishaq begitu berlebihan, sebab Sandra hanya melakukan photo selfi biasa saja. Tapi Ishaq justru malah melarang Sandra untuk melakukan hal tersebut.
Sandra menunjukkan raut wajah yang cukup kesal. Dia merebut tasnya dari tangan Ishaq, kemudian dia berjalan dengan begitu cepat di depan Ishaq. Ishaq terlihat berusaha membuat Sandra kembali tersenyum. Dia meminta maaf pada Sandra, tapi tetap tidak bisa menolerir photo selfi yang di lakukan oleh Sandra tersebut.
Ketegasan yang di tunjukkan oleh Ishaq, benar-benar membuat Sandra tidak berdaya. Dia pun akhirnya menuruti permintaan dari Ishaq. Dia tidak lagi melakukan photo selfi. Padahal di bandara itu, cukup banyak tempat yang Sandra bisa jadikan untuk berphoto. Tempat-tempat yang akan membuat sosial media seorang Sandra semakin ramai dengan photo anestetik.
Sandra yang melihat salah satu restoran cepat saji yang ada di bandara, terlihat begitu tergoda untuk menyantap makanan yang ada di sana. Sebelum pergi ke hotel untuk beristirahat, Sandra pun mengajak Ishaq untuk makan terlebih dahulu di restoran cepat saji tersebut.
__ADS_1
Ishaq seketika teringat akan Arin yang kurang menyukai makanan di restoran cepat saji. Bagi Arin, makanan di restoran tersebut kurang begitu sehat. Sehingga Arin kerap menolak untuk makan di restoran cepat saji. Walaupun terkadang tidak ada pilihan lain untuk makan, tapi Arin tetap menolak dengan alasan kesehatan.
Ishaq yang sedang bernostalgia dengan Arin, langsung ditarik Sandra dengan begitu kuatnya. Hingga Ishaq tidak bisa lagi menolak ajakan dari Sandra untuk makan di restoran cepat saji tersebut. Sandra sudah tidak sabar untuk membuat perutnya menjadi kenyang.
Sandra memilih tempat duduk yang berada di dekat jendela. Sehingga Sandra tetap bisa merasakan pemandangan yang cukup indah di dalam restoran tersebut. Sandra pun langsung menanyakan pesanan yang ingin di pesan oleh Ishaq. Namun Ishaq yang sudah berjanji pada Karin untuk tidak makan makanan di restoran cepat saji. Mengatakan tidak ingin memesan makanan di restoran tersebut. Dia mempersilakan pada Sandra untuk memesan makanan tersebut untuk dirinya saja. Sementara Ishaq tidak harus memesan apapun di restoran tersebut.
Sedikit kecewa dengan Ishaq yang menolak untuk memesan makanan di restoran tersebut. Sandra yang sudah cukup lapar, akhirnya memesan makanan untuk dirinya sendiri. Mungkin Ishaq akan tergoda saat dirinya makan. Apalagi Sandra memiliki napsu makan yang besar. Tidak mungkin bagi Ishaq akan menolak melihat Sandra menyantap makanan yang di pesannya.
Sandra menghampiri kasir, di mana Sandra bisa memesan makanan yang di inginkan olehnya. Sandra pun terlihat begitu yakin untuk memesan dua buah paket. Sebenarnya satu paket saja cukup untuk Sandra, tapi Sandra yakin Ishaq akan lapar juga saat melihat Sandra makan. Oleh sebab itu Sandra memesan dua buah paket ayam untuk dirinya dan Ishaq.
Sandra langsung mengejutkan Ishaq yang terlihat begitu asyik bermain handphone. Hingga Ishaq hampir menjatuhkan handphone miliknya tersebut, saat di kejutkan oleh seorang Sandra. Untung refleks seorang Ishaq bagus, sehingga Ishaq bisa kembali menangkap handphone miliknya yang hampir terjatuh tersebut.
Sandra duduk kembali di kursinya, dia menertawakan seorang Ishaq yang hampir menjatuhkan handphone miliknya tersebut. Sandra tak menyangka Ishaq akan terkejut dengan kejutan yang di lakukan oleh dirinya.
"Aku pikir kamu harus lebih banyak berlatih untuk tidak terkejut. Kamu begitu kaget, saat aku mengejutkanmu." ucap Sandra masih tertawa.
__ADS_1
"Aku kira tidak perlu. Kamu yang harusnya belajar sopan santun. Apa yang kamu lakukan itu tidak baik. Itu bisa buat orang lain jantungan." jawab Ishaq dengan menohok.
Mendengar jawaban dari Ishaq yang begitu menohok. Sandra berusaha meminta maaf pada seorang Ishaq. Dia berjanji untuk tidak melakukan hal tersebut lagi. Sehingga Sandra tidak akan membuat Ishaq jantungan lagi.
Tapi telat bagi seorang Sandra. Ishaq seperti sudah cukup kecewa dengan sikap Sandra yang kurang sopan tersebut. Hingga Ishaq berniat untuk pergi dari restoran tersebut. Namun Sandra dengan aktingnya yang mempesona, sukses menahan Ishaq untuk tidak pergi dari hadapannya. Ishaq pun tetap berada di restoran tersebut dengan Sandra.
Tak harus menunggu 15 menit yang di janjikan oleh kasir tadi. Butuh hanya 5 menit saja, pesanan dari seorang Sandra akhirnya datang. Dia terlihat begitu bersemangat saat seorang pelayan datang membawa pesanan miliknya tersebut.
Sandra pun langsung memberikan satu paket lainnya pada seorang Ishaq. Padahal dengan tegas, Ishaq tidak ingin makan di restoran cepat saji. Lagi-lagi Sandra dengan wajah memelas, meminta Ishaq untuk makan satu paket ayam lainnya. Dia berharap Ishaq akan mencicipi makanan tersebut. Hingga Sandra tidak makan sendirian saja.
Ishaq terlihat begitu sulit saat akan membuka wadah kertas dari makanan tersebut. Dia terlihat masih kurang percaya, akhirnya Ishaq akan makan makanan cepat saji. Selama ini Ishaq masih teguh pada pendiriannya untuk tidak makan makanan cepat saji. Mungkin hari ini Ishaq akan melanggar janjinya tersebut. Janji untuk tidak makan makanan cepat saji.
Namun baru membuka kertas itu, Ishaq langsung teringat akan Arin. Hingga Ishaq pun langsung buru-buru menutup makanan tersebut. Dia membatalkan niatnya untuk melanggar semua apa yang telah Ishaq ucapkan selama ini. Berjanji untuk tidak menyantap makanan cepat saji lagi.
Ishaq mendorong kembali makanan itu ke hadapan seorang Sandra. Dia mengatakan jika dirinya tidak bisa makan makanan tersebut. Sandra mulai kembali dengan sedikit drama yang di buat olehnya. Tapi kali ini Ishaq tidak peduli dengan apa yang Sandra lakukan. Dia terlihat tetap teguh untuk tidak makan makanan tersebut. Sekalipun Sandra terus memaksa Ishaq untuk makan makanan tersebut.
__ADS_1
Akhirnya Sandra makan dengan sendiri saja. Sementara Ishaq kembali fokus memainkan handphone-nya. Berselancar di dunia sosial media yang penuh dengan hal-hal yang cukup menarik.