Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda

Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda
Ishaq Bertemu Carla Di Stadion


__ADS_3

Semua orang begitu terlihat bahagia berada di stadion. Ini sebuah pertandingan derbi yang cukup seru. Di mana Ajax akan bertemu dengan PSV Eindhoven sebagai rival abadi mereka. Ajax sudah mengantongi 7 kemenangan beruntun di kandang. Mungkin melawan PSV akan menjadi kemenangan Ajax yang ke delapan secara beruntun. Ajax berharap itu akan terjadi pada mereka. Ini akan jadi pertandingan yang cukup seru di hari ini.


Tak hanya pendukung Ajax saja yang hadir di sore ini. Para pendukung PSV juga mulai berdatangan ke stadion. Tidak ada bentrokan atau saling ledek. Kedua pendukung memberikan dukungan dengan caranya masing-masing.


Beberapa kelompok pendukung sudah menyiapkan sebuah koreografi yang tentunya begitu indah. Mungkin itu akan jadi koreografi yang akan meneror lawan. Sehingga mental pemain lawan akan jatuh saat melihat koreografi yang di perlihatkan oleh pendukung Ajax tersebut.


Pendukung PSV sebagai tamu tak terlihat membawa koreografi yang sama dengan pendukung Ajax. Hanya ada beberapa sal berwarna merah yang melingkar di leher mereka. Ada juga yang membawa drum besar untuk semakin memeriahkan pertandingan di hari ini.

__ADS_1


Melihat ratusan pendukung yang mulai memadati area stadion. Ishaq kembali teringat akan Karin. Beberapa tahun yang lalu, Ishaq ingat betul. Saat keduanya datang ke Anfield yang merupakan markas Liverpool untuk menonton pertandingan antara Liverpool menghadapi Manchester United. Ini menjadi pertandingan terakhir yang di saksikan oleh Ishaq dengan Karin, sebelum Karin akhirnya koma.


Ishaq terus merekam semua kegiatan pendukung Ajax dan PSV. Mungkin ini akan menjadi dokumentasi dari Ishaq untuk membuat sebuah liputan nantinya. Video ini menjadi sebuah video yang akan membuat semua pendukung menunjukkan kedewasaannya. Di mana dua pendukung yang bisa duduk saling berdampingan, di tengah rivalitas yang terjadi antara dua klub yang ada.


Sandra yang sebenarnya kurang menyukai dengan keramaian yang ada di stadion. Menutup telinganya dengan sebuah headset. Mungkin ini cara paling ampuh bagi seorang Sandra untuk meredam gemuruh yang ada di stadion. Gemuruh yang membuat telinga seorang Sandra menjadi bising.


Ishaq pun meminta Sandra untuk masuk terlebih dahulu. Mungkin Ishaq akan menyusul Sandra, setelah dia merekam semuanya. Namun Sandra tetap tak ingin pergi sendiri. Dia ingin Ishaq segera masuk ke dalam stadion bersama dengan dirinya.

__ADS_1


Kali ini Ishaq benar-benar tegas pada seorang Sandra. Tidak ada toleransi lagi untuk Sandra. Jika Sandra ingin pergi sekarang, dia pergi sendiri. Tapi jika dia ingin pergi bersama dengan Ishaq, maka Sandra harus menunggu Ishaq mengambil beberapa gambar dan video di sekitar stadion.


Sandra marah pada Ishaq, dia dengan wajah cemberut memutuskan untuk pergi sendiri ke dalam stadion. Sandra berharap Ishaq akan menahan dirinya. Namun Ishaq nampak tak peduli pada Sandra. Hingga Sandra pun akhirnya masuk ke dalam stadion dengan sendirinya. Tidak di temani oleh Ishaq yang terlihat masih cukup bernafsu untuk mengambil beberapa video dan photo di luar stadion.


Ishaq terus memotret beberapa beberapa momen yang ada di luar stadion. Photo itu akan menjadi koleksi perusahaan Ishaq untuk di hari mendatang. Sehingga ini akan menjadi arsip yang cukup penting bagi perusahaan Ishaq. Dia pun membuat sebuah liputan di dekat stadion dalam tempo beberapa menit saja. Sebelum Ishaq mulai bersiap untuk masuk ke dalam stadion, mengingat pertandingan yang akan segera di mulai.


Ishaq yang menaruh tiket miliknya di dalam kantong celananya. Mulai merogoh kantong celananya tersebut. Dia merogoh dengan sangat dalamnya, mengeluarkan beberapa benda yang ada di dalam kantong celananya.

__ADS_1


Dari semua benda yang ada, tidak ada satu pun benda itu berbentuk kertas. Ishaq hanya mengeluarkan jam tangan berwarna hitam, sebuah gelang merek luar negeri dan sebuah cincin. Tidak ada tiket yang akan dia berikan pada petugas stadion.


__ADS_2