
Ishaq masuk ke dalam hotel dengan raut wajah penuh kebahagiaan. Dia terlihat begitu bahagia, dengan apa yang terjadi di hari ini. Dia mengobrol banyak hal perihal bola bersama dengan seorang Carla. Itu yang membuat Ishaq begitu bahagia dengan semua yang ada.
Beberapa orang mulai memperhatikan seorang Ishaq yang tak henti tersenyum. Mungkin mereka heran dengan Ishaq yang terus tersenyum lebar seperti itu. Apa lagi tidak ada seseorang di samping Ishaq. Itu yang jadi pertanyaan banyak orang yang bertemu dengan seorang Ishaq.
Ishaq tak memperdulikan banyaknya orang yang mulai memperhatikan dirinya. Ishaq benar-benar sedang merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Itu yang membuat seorang Ishaq tak merespon orang-orang di sekitarnya yang terus memperhatikan dirinya tersebut.
Saat di dalam lift hotel, Ishaq bertemu dengan banyak orang baru. Dia kembali tersenyum dengan lebarnya. Itu semakin membuat orang-orang penasaran dengan makna senyuman dari seorang Ishaq. Mungkinkah Ishaq gila, atau seperti apa. Namun dia tidak terlihat seperti sosok pria gila yang mengalami gangguan jiwa. Hanya saja Ishaq tak henti tersenyum lebar dengan apa yang ada.
Tiba di kamar hotelnya, Ishaq terkejut dengan pintu kamarnya yang sudah mulai tidak terkunci. Ini menjadi pertanyaan yang besar bagi seorang Ishaq. Namun tak ingin terlalu lama bergelut dengan pertanyaan yang ada di dalam pikirannya. Ishaq pun langsung membuka pintu kamar hotelnya tersebut.
__ADS_1
Ishaq langsung terkejut saat melihat seorang Sandra dengan pakaian super minim berada di dalam kamar hotel. Dia sudah berada di atas kasur seorang Ishaq. Dengan pose yang menantang, Sandra memberi sebuah kejutan pada Ishaq. Kejutan makan malam untuk Ishaq.
Ishaq tidak terkejut dengan makan malam yang di bawa oleh seorang Sandra. Dia hanya terkejut dengan keberadaan dari Sandra. Dari mana Sandra bisa masuk ke dalam kamar hotelnya. Sementara Ishaq sudah mengunci rapat pintu kamar tersebut.
Sandra menghampiri Ishaq yang masih di penuh dengan pertanyaan yang besar akan keberadaan dari seorang Sandra di kamarnya tersebut. Ishaq masih tidak percaya, Sandra sudah berada di dalam kamarnya. Apalagi Sandra sudah berada di atas kasurnya dengan posisi menantang seperti itu.
"Kamu abis dari mana Sayang?" tanya Sandra dengan wajah penasaran.
Sandra tertawa. Dia semakin membuat Ishaq kesal dengan tingkahnya yang semakin menyebalkan. Sandra mulai meraba wajah Ishaq, hingga dia mulai menyentuh beberapa bagian tubuh dari Ishaq. Sandra terlihat seperti seseorang yang sedang birahi berat. Itu yang membuat seorang Ishaq begitu tidak nyaman.
__ADS_1
"Siapa perempuan yang ada di mobil kamu tadi?" tanya Sandra kembali.
"Bukan urusan kamu!"
"Jelas dong itu urusan kamu. Aku ini calon pacar kamu. Jadi aku harus tahu semua yang kamu lakukan, siapa saja yang ada di dekat kamu. Atau apapun itu. Aku harus tahu."
Ishaq semakin benci dengan sikap Sandra yang semakin aneh. Dia yang tak ingin meladeni Sandra yang semakin tidak jelas. Akhirnya Ishaq pun memilih untuk pergi dari hadapan Sandra. Sandra mencoba menahan Ishaq, namun Ishaq tetap berjalan pergi dari hadapan Ishaq. Dia merasa akan sangat bahaya saat dia tetap berada di samping seorang Sandra.
Sandra yang tak ingin kehilangan jejak seorang Ishaq. Mencoba menahan pria yang di jodohkan dengan dirinya itu. Sandra menarik tangan Ishaq. Namun Ishaq dengan begitu kasarnya, melempar tangan Sandra. Hingga Ishaq berhasil melepaskan tangan Sandra dari tangannya. Dengan segera Ishaq berlari untuk menghindari kejaran dari seorang Sandra.
__ADS_1
Sandra yang menggunakan sepatu dengan hak tinggi. Tidak mampu mengejar Ishaq yang berlari dengan begitu kencangnya. Sandra pun hanya bisa berteriak memanggil nama seorang Ishaq. Sandra benar-benar kecewa kehilangan jejak seorang Ishaq yang lari entah ke mana.
Ishaq sendiri merasa begitu tenang, saat Sandra sudah tidak mengejarnya kembali. Ini adalah hal yang Ishaq sangat tunggu. Di mana dia sudah tidak lagi dalam kejaran seorang Sandra.