Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda

Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda
Tembok Besar


__ADS_3

Jordan terlihat sudah tidak sabar untuk memotret setiap bagian tubuh dari seorang Carla. Mungkin beberapa bagian tubuh seorang Carla, akan Jordan simpan untuk kepentingan pribadinya. Ini akan jadi hal yang paling menyenangkan bagi seorang Jordan. Dia akan memiliki beberapa gambar dari seorang Carla dengan bagian tubuh yang dia inginkan.


Jordan terus membersihkan lensa kameranya dengan sebuah tissue basah. Ini akan menjadi pekerjaan yang ringan, namun beresiko. Jordan harus bisa membuat lensa kameranya menjadi lensa kamera yang optimal. Hingga dia bisa menangkap gambar seorang Carla dengan sempurna.


Jordan ingin melakukan hal tersebut sebagai sebuah keuntungan bagi dirinya. Dia merasa harus melakukan itu sebagai bagian dari upaya Jordan dalam memiliki seorang Carla. Jordan jatuh hati akan kecantikan seorang Carla yang jauh dari pacarnya saat, yakni Fita. Hingga Jordan begitu ingin menjadikan Carla sebagai seorang simpanan dari dirinya. Di tengah dia yang terus mendapatkan banyak keuntungan dari seorang Fita.


Carla yang di tunggu oleh seorang Jordan, tak kunjung datang ke tempat pemotretan. Jordan yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan seorang Carla. Mencoba melakukan panggilan video call dengan seorang Carla. Namun panggilan video call dari seorang Jordan, langsung di tolak mentah-mentah oleh Carla. Dia merasa panggilan video call dari Jordan itu tidak penting. Sehingga dia harus menolak panggilan video call tersebut.


Jordan tentu tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh seorang Carla. Dia pun langsung mengirimkan sebuah pesan bernada ancaman pada seorang Carla. Dia meminta Carla untuk mengangkat panggilan video call dari dirinya. Jika Carla masih menolak panggilan video call tersebut. Bukan tidak mungkin Jordan akan melaporkan Carla pada seorang Fita. Hingga Carla akan mendapatkan sedikit teguran dari seorang Fita.


Carla yang sudah muak dengan apa yang di lakukan oleh Jordan. Pada akhirnya tunduk dengan ancaman tersebut. Carla pun akhirnya mengangkat panggilan video call dari seorang Jordan. Walaupun Carla harus mengangkat panggilan video call itu dengan penuh keterpaksaan.


Ishaq yang berada di samping Carla, mulai merasakan sesuatu hal yang aneh terjadi pada seorang Carla. Dia yang penasaran pun, mulai bertanya pada Carla.


"Apa yang terjadi pada kamu?" tanya Ishaq.

__ADS_1


"Everything is good." balas Carla singkat.


Wajah Carla tentu tidak begitu senang saat menerima panggilan video call dari seorang Jordan. Tidak ada senyum sama sekali. Carla hanya menjawab setiap pertanyaan yang di lontarkan oleh Jordan dengan dia jawaban saja. Iya dan tidak, tidak ada jawaban lain yang di sampaikan oleh seorang Carla.


Tentu jawaban itu bukan jawaban yang di inginkan oleh seorang Jordan. Dia menginginkan jawaban lebih. Sehingga Jordan bisa mengobrol banyak hal dengan Carla. Namun Carla yang merasa kurang nyaman sama sekali dengan apa yang di lakukan dengan Jordan. Merasa panggilan video call itu sama sekali tidak penting. Sehingga Carla menjawab panggilan video call itu secara asal. Lagi pula, untuk apa Jordan menghubungi dirinya. Carla sudah hampir sampai di lokasi pemotretan. Sehingga tidak harus menjadi kekhawatiran bagi seorang Jordan. Semuanya akan baik-baik saja, tidak ada yang harus di buat panik oleh seorang Jordan. Carla adalah seorang profesional, jadi dia akan tetap datang ke lokasi pemotretan. Walaupun tentu Carla merasa kurang nyaman dengan sikap yang di tunjukkan oleh seorang Jordan pada dirinya.


Melihat keberadaan Jordan yang sudah ada di depan matanya. Carla dengan segera mematikan panggilan video call tersebut. Dia merasa tidak harus berlama-lama lagi saling bertatapan wajah dengan seorang Jordan. Dia hampir sampai di hadapan Jordan. Mobil yang di bawa oleh Ishaq sudah ada di depan seorang Jordan. Hingga Carla pun siap bertemu dengan seorang Jordan di lokasi pemotretan tersebut.


"Kita sudah sampai?" tanya Ishaq melirik ke arah Carla.


"Iya Ishaq, kita sudah sampai di lokasi itu. Aku harap ini tidak akan jadi hari yang buruk untukku." ujar Carla dengan wajah lesuhnya.


"Mengapa kamu terlihat begitu takut dan sedih seperti itu, apakah kamu merasa ini adalah pemotretan yang sulit untuk kamu?"


Aku pikir pemotretan ini akan biasa saja. Tapi aku tidak siap dengan orang yang akan memotret diriku. Ini yang aku tidak bis terima dengan baik. Jordan adalah pria cabul yang selalu menggodaku. Itu yang mungkin akan membuatku menjadi tidak nyaman."

__ADS_1


Melihat Carla begitu sedih dengan ketakutan yang di rasakan oleh dirinya. Ishaq pun berusaha menghibur seorang Carla. Dia mengatakan pada Carla, jika semuanya akan berjalan baik-baik saja. Carla harus yakin itu, Ishaq akan menghalangi seorang Jordan untuk melakukan tindakan yang tidak baik pada dirinya. Sehingga Carla tidak harus takut dengan kemungkinan terburuk yang akan dia dapat dari seorang Jordan.


Carla tersenyum dengan apa yang di ucapkan oleh seorang Ishaq. Dia merasa Ishaq adalah seorang pria istimewa yang mampu melindungi dirinya. Padahal Ishaq dan Carla baru bertemu, keduanya tidak begitu lama saling mengenal. Namun Ishaq bisa melakukan banyak tindakan yang menurut Carla itu adalah tindakan yang istimewa untuk dirinya. Hingga Carla berharap Ishaq akan terus memberikan sebuah perlindungan pada seorang Carla.


Ishaq dan Carla pun turun dari dalam mobil. Mereka berjalan bergandengan menuju seorang Jordan. Terlihat Ishaq yang mulai berani menggandeng tangan seorang Carla. Dia begitu yakin, ini adalah cara yang terbaik untuk menjatuhkan mental seorang Jordan yang berusaha menggoda seorang Carla setiap saat. Cara yang pastinya ampuh untuk membuat seorang Jordan bertekuk lutut.


Jordan tak terima dengan kedatangan Carla yang di temani dengan seorang pria. Bagi Jordan ini adalah sebuah hal yang jauh dari kesepakatan. Tidak ada pria yang akan menemani seorang Carla di pemotretan itu. Hingga Carla di anggap Jordan telah melakukan tindakan pelanggaran kontrak.


Ishaq adalah seorang pekerja yang mengerti banyak hukum. Apa yang di sampaikan oleh seorang Jordan tentu tidak sesuai dengan apa yang ada di hukum. Ini menjadi sebuah tanda tanya besar bagi seorang Ishaq. Bagaimana bisa seorang Jordan mengatakan pada seorang Carla, jika Carla melanggar perjanjian hanya karena ada seorang pria yang ikut. Ini sudah di luar nalar, pria ini sudah sakit jiwa.


Jordan Dan Ishaq sempat adu mulut, sebelum akhirnya Carla memisahkan keduanya. Bagi Carla, Jordan adalah sosok pria yang memang sudah tidak waras. Dia menghalalkan segala cara untuk bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Itu yang membuat seorang Carla begitu benci terhadap seorang Jordan.


Carla kali ini begitu tegas. Dia mengatakan jika dirinya tidak akan tunduk lagi terhadap pada seorang Jordan. Apa yang di lakukan oleh Jordan sudah menyimpang. Itu yang harus di sadari oleh seorang Jordan.


Keputusan dari seorang Carla begitu di dukung oleh seorang Ishaq. Dia mengatakan apa yang Carla tunjukkan adalah bagian dari sebuah perlawanan yang besar bagi seorang Carla. Kehebatan dari seorang Carla dalam melawan seorang Jordan, tak ubahnya seorang Karim ketika dia masih sehat dulu. Kerap melawan apa yang dia anggap sebagai ketidakadilan dan sebuah ketidapantasan. Hingga Karin berani untuk melawan semua itu.

__ADS_1


Carla pun seperti Karin ketika menunjukkan siapa dirinya. Bagaimana dia bisa berdiri sendiri, tanpa harus takut dengan seorang Jordan yang memiliki kekuatan di belakang seorang Fita. Itu yang membuat seorang Ishaq begitu salut akan seorang Carla. Dia pun memberikan banyak tepukan tangan pada seorang Carla akan ketegasan dari dirinya tersebut. Di samping seorang Ishaq yang juga begitu gagah dalam menunjukkan bagaimana dia bisa membela seorang Carla.


__ADS_2