Reîncarnarea În Trecut

Reîncarnarea În Trecut
enam belas


__ADS_3

Aku yang melihatnya hanya mengelengkan kepalaku pelan.


"Jadi siapa yang menyuruh mereka" tanyaku kearah drago yang baru saja menyelesaikan ceritanya.


"Tuan mereka adalah suruan dari putri yang kita temui kemarin"


"Ha? Siapa??" Ujarku bingung.


"Jangan bilang tuan lupa??" Balas Phoenik saat melihat gelagat tuannya yang nampak kebingungan.


"Ah.. lupa lah, orang pastinya gk penting." Balasku jujur.


Mereka yang mendengar itu langsung menepuk jidatnya pelan.


"Segitunya ya?"


"Yap, lagian memoriku terbatas jadi gk mau buang buang penyimpanan hanya karna mengingat orang yang gak penting."


"Terserah.." seru mereka serempak seraya memutar mata malas.


"Jadi?"


"Putri Zua Cian" jawab Drago.


"Shitt, " umpatku kesal kenapa harus dia.


"Drago, Phoenik ada sesuatu yang harus ku bicarakan dengan kalian. Kak Bao bisakah meninggalkan tempat ini sementara"


"Baik lah Xiang'er.."


Bao yang sedari tadi berdiri dengan Ao yang ada diatas pundaknya pun berjalan keluar, tak lupa diikuti Vamp yang berjalan  dibelakangnya. Tangannya pun segerah menutup pintu saat seluruh tubuhnya keluar dari ruangan.


........


"Baiklah kalau begitu, kita ikuti saja permainannya. ."


"Dan aku yakin mereka akan menyiapkan yang lebih menarik"


"Tentu.."


"Dan asal anda tahu, sesuatu yang tersembunyi akan terbongkar suatu saat nanti, tunggu saja tuan"


"Ha?? Apa maksudmu?"


"Ah, aku terlalu banyak bicara. Mari pergi" ia pun menarik sosok pria disampingnya keluar ruangan.


"Heyy!!!" Pekikku kencang melihat kepergian mereka.


"Tunggu saja Tuan.. belum waktunya" jawabnya seraya berteriak kencang.


"Cihh kalo gak mau memberitahu kenapa ngomong2 gitu, kan jadi Kepo ihh" gerutuku sebal dan menghentak-hentakan kaki keras.


..........


"Akkhh menyebalkan.. huhu"


"Lebih baik aku keluar bosan disini, huhuhuhu..."


Suara terbukanya pintu kayu membuatku langsung mengalihkan pandanganku ke pintu, terlihatlah vamp yang tengah berjalan masuk.


"Kak??" Vamp berjalan masuk menghampiri ku.


"Ah lama sekali kau datang Vamp,"


Vamp yang mendengar itu hanya tersenyum kecil. Sungguh wajahnya nampak lucu sekali. Tanganku yang gemas langsung menarik pipi pucatnya berlawanan arah.

__ADS_1


"Kak lepasss" pintanya terputus-putus.


"Ihh gak mau" balasku masih mencubiti pipinya.


"Kak!!" Geramnya mengelembungkan kedua pipinya sambil menatap mataku tajam.


"Ah iya, mau jalan jalan tidak??" Aku melepas tanganku dari pipinya dan mengusapnya pelan.


"Mau kak, ayok nanti kita beli makanan lagi" cetusnya merubah ekspresi.


"Aduhh gampang banget dirayunya, yaudah Ayokk.." Xiang pun mengelus rambut putih Vamp gemas.


.........


"Kak mau beli itu, ayo !!" Vamp menarik tanganku menuju salah satu  kios pedagang yang menjajakan gulali manis dengan berbagai bentuk, aku pun hanya tersenyum dan mengikuti tarikannya.


"Mau beli yang mana? Adik kecil??" Seru pedangang  itu sopan.


"Vamp mau beli yang mana tuh, pilih saja nanti kakak bayarin tenang aja.  Kalo mau diborong semua pun kakak ijinkan." Ujarku mengelus rambutnya.


"Akh kakak jadi sombong" cetusnya membuatku terkekeh.


"Hehe kakak cuma bercanda aja Vamp, jangan bawa serius dong. Nanti cepet tua loh"


"Terserah.."


"Jadi adik kecil mau beli yang mana" ucap sang paman membuatku dan Vamp yang sedari tadi saling berdebat langsung menatap kearahnya.


"Ah iya lupa hehe," sambil tersenyum gagu aku mengaruk tengukku.


"Paman beli yang ini aja " cetus Vamp menujuk gulali berbentuk kepala naga dengan warna merah kehitaman.


"Oh tentu, ini adik kecil.." vamp pun mengambil gulali pilihannya dari tangan sang paman pedangan.


"Gak ah, nanti gigiku habis plus item gak mau !! " balas Vamp mulai melahap gulali itu.


"Ya udah, paman ini berapa?"


"10 koin logam nona" balasnya.


"Akhh.. hentikan !!!!" Pekik seorang pria keras dengan sekumpulan perampok berbadan kekar yang tengah mengepunya dan mulai menghajar pria itu. Pria itu sekarang nampak penuh luka disekujur tubuhnya bahkan darah mengalir dengan sebegitu derasnya.


"Vamp apa yang terjadi??" Tanyaku lirih pada Vamp yang tenga memperhatikan kejadian itu.


"Sepertinya ia tengah menghadapi para perampok.." balas Vamp tenang.


"Vamp aku kan membantunya!!" Aku berlari mendekati mereka, tak lupa aku segerah melemparkan satu koin perak kearah pedagang tadi.


"Nona ini kembaliannya" pekik pedangang itu setelah menangkap koin perak itu. Aku yang mendengarnya pun menoleh seraya berteriak menjawab." Buat paman saja, aku punya banyak"


...


"Hei kenapa kalian membuat keonaran??" Pekikku membuat para perampok berbalik menatapku.


"Siapa gadis itu, kenapa ia sangat cerobah dan menatang para perampok bringas itu. Apa ia tak takut mati" bisik para pengunjung pasar yang hanya berdiri menonton kejadian ini.


"Mungkin dia ingin mati sia-sia" balas pengunjung lain.


"Ah padahal sepertinya gadis itu sangat cantik, namun sial dia terlalu menyia-nyiakan nyawanya."


"Benar kalo dia tak menantang para perampok itu, aku akan sang hati menjadikannya istriku" cetus pengunjung dengan penampilan bamgsawannya. Sayangnya wajah itu nampak bagaikan b*bi yang gemuk dan berlipat-lipat"


"Hey kalian bisa diem Gak !! Bukannya bantu nolongin malah ngegosip" cetus Xiang keras membuat mereka semua tersentak.


"Sungguh kasar" bisik mereka lagi.

__ADS_1


"Akhh.. percuma, Vamp sebaiknya kau pulang terlebih dahulu. Jangan sampai mencium aroma darah, tutup hidungmu saat melihat darah didepan matamu dan segerah lah menghindar" terangku yang langsung diturutinya tanpa membantah.


"Hey gadis manis, buat apa kau mendekati kami ?? Kami sedang tak ingin hiburan dari gadis seperti kau" balas angkuh salah satu perampok itu.


"Sayangnya aku ingin memberi kalian hiburan.. apa kalian tak mau?" Cetusku dengan wajah menggoda, ah sungguh ini menjijikan.


"Hei gadis manis, kemarilah!! Maka aku lepaskan pemuda ini" ujar pemimpin perampok.


Dengan langkah menggoda aku berjalan mendekatinya.


...


"Ternyata dia hanya gadis murahan,"


"Iya tak kusangka, ia menantang para perampok hanya untuk hal menjijikan seperti itu" bisik-bisikan pun mulai rerdengar lagi hingga menuju telinga Xiang. Xiang pun hanya menyidikan bahu acuh dan terus melangkah kedepan.


"Ahh kau sungguh penurut gadis manis" pria berpenampilan kekar dengan wajah sangar nya nampak menahan sesuatu. Ah iya, itunya mulai beraksi.


"Ahh Benarkah ??" Lenguhku dengan sengaja.


"Tentu" bisiknya pelan dan mengangkat daguku keatas.


Senua pengunjung tercengang dengan tingkah ku yang bagaikan seorang pel*ncur itu.


Kini sosok itu diliputi nafsunya,


Bibirnya sudah tak sangup menahan dan ingin melum*t bibirku, Namun saat bibir itu mendekat dan ingin menyentuh bibirku, aku segerah menghindar dan menusukkan belati perak yang selalu kusimpan dalam hanfuku.


"Rasanya enak bukan??" Bisikku lirih tepat ditelinganya.


Darah pun mulai merembas keluar dari area perut. Tanganku yang mulai gatal pun menarik belati itu dan menggantikannya dengan  tanganku sendiri. Kutarik salah satu organ tubuhnya keluar.


"Akhh!! " pekiknya kencang dengan simbahan darah mulai menyebar luar.


"Kalian pergi dia iblis" lirihnya membuatku tersenyum manis.


"Sekarang giliran kalian, jadi mau mulai dari siapa lagi" ujarku melempar organ itu kesalah satu perampok yang masih tercengang.


"Akhh gak ada yang mau menjawab dengan suka rela ya??" Ujarku sedih.


Sterrttss...


Api hitam keluar dengan ukuran kecil di jari telunjukku.


"Ah kau selanjutnya" cetusku lebar dan melempar api itu ke arahnya. Darah pun bertebaran bagai pesta bunga api diatas langit.


Semua pengunjung pasar terbidik ngeri dan berbondong-bondong meninggalkan pasar tersebut.


.....__


Plis kasih coment dukungan ya..


Jangan lupa Votenya


Biar cerita berlajut wkwk..


............                                      .


........                 🙋‍♀️                    ..


....         bersambung             ....


..    salam dari Author    ........


.                                         ...........

__ADS_1


__ADS_2