Reîncarnarea În Trecut

Reîncarnarea În Trecut
tiga puluh enam


__ADS_3

"Mau balapan??"


"Siapa takut, tapi kakak gak boleh curang ya!!"


"Curang gimana??" Balasku menaikan sebelah alisku pura pura bingung dengan ucapanya.


"Gak boleh pakek teleportasi!! Gak boleh pakek mana!! Harus lari dengan kekuatan fisik kakak!"sahutnya membuatku cemberut.


"Kok gitu?"


"Kalo gak gitu aku kalah telak lah kak!!" Balasnya membuatku terkekeh lagi.


"Yaudah deh"


Satu


Dua


Tiga..


______-______


Kami berlari cukup cepat tanpa mengunakan kekuatan tambahan apa pun. Bahkan napasku kini sudah terengah-engah tak beraturan.


"Hoss..hoss..Aku tak akan mengalah!!"seruku menatap vamp yang juga tengah berlari tepat disampingku.


"Aku pun tak akan mengalah kak!!" Sahut Vamp menatap kedepan.


Tenaga kami memang tinggal separuh, tapi jaraknya telah ditempuh cukup membuat kami begitu puas.


"Tinggal sedikit lagi!"semangatku membara saat kami telah berada dilingkup istana.


Hingga...


Brakkk!!!


Pintu kediaman terbuka kasar, membuat 3 pria yang ada didalamnya ikut tersentak kaget.


"Ckk.. kalian kenapa lari-lari kaya dikejar setan he?" Ledek Drago menatap dengan tatapan menjengkelkan.


"Hoss.. hoss lagi balapan lari" balas Vamp masih dengan napas yang tak teratur.


"Kalian ini ada-ada aja,bisa gak sih tenang dikit aja. Apalagi yang itu" ujar drago menujukku kearahku mengunakan dagunya.

__ADS_1


"Hey.. hey.. apa maksudmu,Drago!" Ketusku tak trima


"Bukan apa-apa cuma berkata jujur doang" sahut Drago membuatku kesal.


"Em.. Xiang'er sebenarnya saya ingin memberitahukan sesuatu apa anda?" Sela Bao membuat semua pandangan mulai tertuju padanya.


"Apa itu kak?" Kerutku bingung.


"Jadi bulan depan akan diadakan festival perlombaan tahunan yang akan diikuti oleh putra putri beserta bangsawan diseluruh kerjaan yang bernaungan dibawah kekuasaan kaisar bulan. Dan anda diharus ikut berpartisipasi dalam perlombaan itu"


"Hah? Apa maksudnya harus berpartisipasi? Memangnya apa saja perlombaan yang biasanya diadakan?"


"Saya tidak tahu akan itu, karna sedari dulu anda tak pernah diperijinkan untuk mengikutinya atau pun melihatnya" tunduk Bao membuatku menghela napas.


"Ya sudah, nanti aku akan menghadap si tua bangka itu untuk meminta penjelasanya. Apa lagi itu akan diadakan sebulan lagi, begitu banyak persiapan yang kulakuan" ujarku mengakhirinya dengan seringaian disudut bibir.


____-____


"Apa yang ayah handa lakukan?! Mengapa ayah memutuskan Xiang untuk mengikutinya?" Tanya Gio khawatir Saat mendengar keputusan yang keluar dari mulut kaisar Lan Bio.


"Maaf Gio, ayah tak bisa menolak untuk tidak mengikutkan dia karna ini titah langsung dari Kaisar Bulan" cetus kaisar Lan Bio engan menyebut nama anak bungsunya.


"Dan kenapa kau sekarang berpihak padanya? kau ingin melindunginya? Apa kau mulai kasihan pada pembunuh kecil itu?!"


Setahu mereka, Gio adalah seorang putra mahkota yang sangat membenci adik bungsunya karna khasus pembunuhan permaisuri Xixi. Bahkan tanganya begitu ringan untuk menyakiti atau menyiksanya. Namun ucapannya sekarang membuat siapa pun menatap aneh seakan sesuatu telah berubah sikapnya.


Brakkk!!!


"Lancang!!" Bentak Lan Bio mengebrak meja keras.


Semua bangsawan yang hadir terdiam menyaksikan kejadian ini, tak satu pun ada yang berani menyela. Karna mereka paham betul akan sikap raja mereka.


"Sebaiknya anda tutup dulu pertemuan ini yang mulia, perbincangkan masalah ini secara pribadi. Jangan ijinkan mereka memanfaatkan semua ini untuk pemberontakan" lirih sosok pria paru baya yang sedari tadi berdiri tegak disampingnya.


Namun sebelum berucap lagi, sebuah pintu berukuran besar terbuka secara paksa. Menampakan sosok gadis yang tengah menujukan ekspresi dinginnya. Dibelakangnya terdapat beberapa prajurit yang tertunduk takut tak berani menampakan wajahnya.


"Maaf yang mulia, putri Xiang memaksa masuk dan kami tak mampuh menahannya" lirih salah satu dari mereka.


"Yayaya.. aku memang yang memaksanya untuk masuk, dan terima kasih atas keterkejutan kalian semua" cetus gadis itu tersenyum kemenangan menatap mereka penuh arti. Dan gadis itu tak lain adalah Xiang,putri  lan Xiang.


"Ada apa sehingga putri memaksa untuk masuk kedalam pertemuan ini? " lirih salah satu bangsawan mencoba bertanya, sedangkan bangsawan lain hanya menatap remeh kearahnya.


"Aku hanya ingin bertanya, apakah memang yang diucakan kak Bao adalah kebenaran?"

__ADS_1


"Kak Bao?? Siapakan dia, bukankan saudara putri itu, pangeran Lan Gio dan Lan Reo" tanya bangsawan itu lagi.


"Aku tak pernah mendengar nama itu dikalangan bangsawan, atau jangan jangan ia adalah seorang rendah ah bukan maksudku budakmu?!" Sahut bangsawan lain dengan tatapan mengejek.


Xiang yang mendapatkan perkataan itu hanya diam dan tersenyum bengis, hatinya ingin sekali menghancurkan sosok itu menjadi debu sayangnya ia hanya bisa menahan amarahnya seraya mencoba tersenyum bodoh.


"Ah.. kak bao memang bukanlah seorang bangsawan, mentri Dhong ho yang terhormat. Ia hanya pelayanku yang paling  setia dan tak pernah menyakiti sejengkal tubuhku, jadi tak salah jika aku mengganggap nya sebagai kakakku bukan??"


Gio yang mendengar itu hanya bisa merasakan sesak yang menderu hatinya, matanya mulai memerah dan penyesalan kembali berputar lagi diotaknya.


Namun, berbeda dengan Reo yang hanya diam tanpa rasa tersindir ataupun sesak, hatinya benar benar membenci sosok gadis yang didepan matanya.


"Bisakah kau diam pembunuh!! Ini bukanlah tempat bermainmu!" Cetus Reo membuat Xiang kembali tersenyum.


"Aku tahu itu, pangeran. Dan aku hanya bertanya, apa itu salah??"


"Jadi apa yang ingin kau tanyakan?"ujar Kaisar Lan bio mencoba menormalkan sikapnya.


"Benarkah aku diharus mengikuti perlombaan yang kalian pembicarakan itu?"


"Ya, itu titah langsung dari Kaisar Bulan. Kecuali kau ingin menantangnya dan siap kehilangan kepalamu"


"Ayah cukup!! Jangan paksa Xiang untuk mengikuti perlombaan itu!" Sela Gio tak tahan akan keterdiamannya.


"Diam Gio!! Ini bukan urusanmu!!"


"Itu urusanku Ayah, karna sekarang aku ingin melindungi adik perempuanku, bagaimana pun caranya" putus Gio mutlak, reo yang mendengar itu hanya mengepalkan tanganya menahan marah.


"Tenang lah Gio, aku tak perlu rasa belas kasihanmu. Karna aku memiliki orang lain melindungiku jadi kau tak perlu khawatir," lagi lagi ucapan Xiang membuat hati Gio tertohok, namun rasanya itu tak sebanding dengan penyiksaan yang dilakukan.


"Jadi apa saja yang akan diperlombakan?" Tanpa menjawab, Kaisar lan bio melemparkan gulungan kertas yang terbuat dari serat bambu kearah Xiang, dan dengan sigap Xiang menerima gulungan itu lalu mencoba membacanya.


"Ah lomba adu ketangkasan? Dan lomba kesenian?? Sungguh hanya itu?" Dongak Xiang meminta penjelasan.


"Lomba itu akan dipecahkan menjadi beberapa lomba, seperti lomba ketangkasan yang dibagi menjadi lomba adu pedang, lomba memanah dan duel antar peserta. Sedangkan lomba kesenian akan dibagi menjadi lomba memainkan alat music, lomba menari, membaca puisi, dan masih banyak lagi"


"Baiklah sekarang urusanku sudah selesai sekarang, dipersilahkan untuk melanjutkan pertemuan.. dah" ujar Xiang sebelum menutup pintu itu kembali seperti semula.


_____-_____


Bersambung..


Jangan lupa like dan coment mendukung pliss😉

__ADS_1


See you...


__ADS_2