Reîncarnarea În Trecut

Reîncarnarea În Trecut
empat puluh tujuh


__ADS_3

Disisi lain, tepatnya dikerajaan kegelapan dimana mana gelap diagung-agungkan. Dengan aksesoris kerajaan begitu pekat dengan warna hitam gelap dan merah darah favorit mereka. Suasana yang suram tanpa penerangan yang cukup menjadi tempat tinggal paling nyaman bagi mereka.


Dan yang terakhir adalah bentuk mereka yang bermacam-macam, mulai dari manusia biasa, binatang, hingga manusia setengah binatang.


"Tuan.. hormat hamba.." tunduk seorang manusia berkepalakan banteng kepada tuannya.


Pria berjubah hitam beraksesoriskan lambang kerajaan terduduk manis di singgahsananya, dengan raut rupawannya ia menatap bawahannya rendah dan datar.


"Apa yang ingin kau sampaikan?"


"Lapor tuan, rencana kali ini berjalan sangat lancar.. beberapa hutan telah terpengaruh mana gelap sesuai keingingan tuan, para penghuni hutan sudah mulai berubah akibat mana gelap itu, banyak warga kehilangan nyawanya. Bahkan kaisar Zheang telah terbaring lemah akibat kutukan yang mulai membentuk itu. Tak sia-sia kita meninggalkan mantra terlarang itu disana.." terang pria berkepala banteng itu membuatnya tersenyum menyeringai.


Tawa kemenangan mengelegar  kuat bersama mana hitam yang menguar kental. Namun tak berselang lama tawa itu terhenti.


"Tapi Tuan, kabar terbaru yang saya dapat dari dunia manusia adalah bangkitnya hutan timur kerjaan Lan. Yang setahu hamba hanya bisa dibangkitkan oleh tuannya. Hutan itu telah terbebas dari mana gelap yang tuan tebarkan ribuan tahun yang lalu. Dan sampai sekarang saya belum mendapat informasi tentang tuan mereka"


Tatapan murka mengarah tajam kearah pria berkepala banteng.


Sebuah ramalan ribuan tahun yang lalu mulai terkuak kebenarannya. Sang dewa benar-benar tak main-main lagi dengannya. Mereka mulai menunjukan keajaibanya, dengan menurunkan titisan mereka kebumi.


"Cecenguuk sialann!! Aku terlalu meremehkan mereka, aku terlalu meremehkan anak bajing*an itu hingga tumbuh besar dan sekarang membahayakan posisiku" geramnya murka membuat kekediamannya terguncang hebat. Tekanan mana gelap yang terlalu kuat membuat mereka yang ada disekitarnya ikut merasakan dampaknya. Begitu juga dengan pria berkepala banteng yang kini terengah-engah kesulitan mengambil oksigen untuk paru-purunya. Sedangkan tubuhnya tersayat sayat lebar mengalirkan darah.


"Tuann.." lirihnya pelan membuat sang empu menetralkan mana gelapnya.


"Pergi!! Ambil tindakan cepat untuk mencari informasi dari kerajaan Lan, terutama gadis bernama Lan Xaing. Aku yakin gadis itulah yang dimaksud ramalan itu."


"Baik tuan.. hamba pamit" kepul asap hitam mengantikan posisi pria berkepala banteng itu sekejap. Tersisakan pria yang masih terduduk disinggahsana yang kini tengah mengepalkan tangan erat dengan geletukan gigi terdengar nyaring di ruangannya yang hening itu.


"Sial, sungguh sial!! Kenapa aku tak mengabisinya langsung!! Arrgghhh..."


*_......_^


"Shitt.. " umpatan berulang kali Lan Xiang keluarkan. Hatinya benar-benar risau sekarang. Apalagi telport yang ia buat berkali-kali gagal.

__ADS_1


Konsentrasinya benar benar pecah.


"Tuan.. tuan tak apa?" Ujar Phoenik tiba-tiba dari arah belakang. Membuatnya  tersentak kaget hingga telport yang kesekian kalinya ia buat kembali gagal.


"Tak bisakah kau datang dengan kode atau apa pun, kau membuatku tersentak dan lihat telportku gagal !!" geram Lan Xiang membuat Phoenik menyengir mengakui kesalahannya.


"Maaf tuan.. emm.. sebenarnya tuan membuat portal untuk pergi kemana?"


"Diamlah aku tak ingin kau banyak tanya, dan jangan berani-beraninya kau melihat memoriku atau aku akan  putuskan kontrak kita" desisnya tanpa melihat arah lawan bicara. Phoenik menatap aneh namun sama sekali tak dihiraukan.


Hingga akhirnya telport yang ia buat berhasil sempurna, lingkaran hitam dengan pusaran lubang nampak jelas. Dan tanpa ragu ia memasukinya meninggalkan phoenik yang termenung akan kejadian yang tengah terjadi pada tuannya.


"Tak biasanya seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi pada tuan??" Bingung Phoenik sebelum melenggang pergi.


*_......_*


Wushh..


wusshh...


Hembusan sepoi angin membentuk sebuah lingkaran yang kian membesar hingga seorang gadis keluar dari lingkaran itu.


"Akhirnya sampai.." lega gadis itu kemudian berjalan memasuki hutan tujuannya.


Ia terhenti saat melihat salah satu penghuni hutan yang merupakan hewan spiritual legenda tingkat 4 dengan bentuk rusa sebesar kuda yang memiliki tanduk indah dan sayap berwarna putih memotong jalannya.


"Hormat saya, tuan putri" tunduknya membuat sang Lan Xiang menatap bingung.


"Apa maksudmu? Apa kau tahu kalo aku putri kerajaan Lan?"


Rusa itu mengeleng pelan,


"Mari saya antar, saya paham bentul akan alasan tuan putri datang kesini."

__ADS_1


"Baiklah antarkan aku, dan jelaskan apa yang inginku ketahui" cetusnya tanpa ragu yang mendapat anggukan pelan dari rusa itu.


"Saya akan menjawab pertanyaan tuan putri sebisa saya," rusa itu segera menundukkan tubuh besarnya perlahan ketanah dan membiarkan lan Xiang menaiki tubuhnya itu.


"Bisakah kau lebih cepat? Aku tak punya banyak waktu lagi, dan aku harus kembali kekaisaran sebelum fajar terbit" gerutu Lan Xiang membuat rusa itu terdiam dan melajukan kecepatannya.


"Kita telah sampai, sebelum itu saya ijin pamit. Selesaikan tugas tuan putri untuk mengeluarkan tuan liang li dari jeratan mana gelap yang masih tersegel kuat. Karna dengan itu tuan putri bisa mendapatkan kembali mahkota yang tuan liang simpan. Selain itu tuan putri akan membuka segel batu delima merah yang telah masuk keraga tuan." Terangnya membuat Lan Xiang memiringkan kepalanya bingung. Lalu beralih menatap lokasi tujuannya.


Dari mana rusa itu tahu tentang delima merah yang ada didalam tubuhnya?'


Mahkota?? Mahkota apa yang dimaksud?'


Dan mengapa ia dipanggil tuan putri?? Sedangkan rusa itu mengelengkan kepalanya saat aku menebak bahwa rusa itu tahu bahwa aku memang putri kerajaan Lan.'


Batinnya bermonolog seraya menatap lekat tempat kosong yang ada didepan matanya.


"Hey tempat apa ini?? Kenapa nampak seperti tanah lapang yang nampak suram?" Tanyanya membalikan tubuh dan mencari keberadaan sang rusa.


Umpatan kasar keluar lancar dari mulutnya. Sang rusa benar benar meninggalkannya seorang sendiri sekarang.


"Sial, aku lupa menanyakan apa yang mengganjal dipikaranku saat diperjalan tadi!! Arrrghh...Bodoh?! Ya tuhan kenapa jadi begini!"


"Dan tempat apa ini? Apa disini Zheang menemukan mantra itu?? Lalu siapakah tuan liang li? Apa hubungannya denganku hingga rusa itu memintaku menolongnya?" Banyak pertanyaan yang mengelilingi otak kecilnya. Hingga akhirnya Lan Xiang memilih menyusuri tempat itu dan menemukan sesuatu yang janggal.


Sebuah pohon tua, ya sebuah pohon layaknya pohon beringin yang tumbuh kering tan sehelai daun dengan aura mana gelap yang menguar sangat kuat.


Xiang pun mencoba mendekat, menatap pohon yang baru saja ia lihat lebih teliti. Ia arahkan sedikit mana cahaya diujung jari telunjuknya dan melakukan sedikit ekperimen.


Tanganya terus mengulur dan menyentuh lubang kecil dimana aura gelap itu keluar masuk.


Jlebbb..


^...^.......^...^

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like and koment guys 😊😋


__ADS_2