Reîncarnarea În Trecut

Reîncarnarea În Trecut
empat puluh lima


__ADS_3

"Ayolah, dia tak apa-apa tuh.." xiang melesat menmbus para prajurit yang mengepungnya. Ia mendekat ke singgasana lalu mengambil anak panah itu tanpa takut.


"Mengapa aku harus bertemu dengan mu lagi, menyebalkan!! Ini sangat menggangu konsentrasiku! Dan tak kusangka kau menjadi kaisar bulan di dinasti cina" gumam xiang berbisik dan sepertinya hanya didengarkan oleh kaisar bulan.


Para bangsawan semakin geram dengan tindakan Xiang. Mereka mencoba mengeluarkan kekuatan untuk membunuh gadis tak tahu diri itu.


"Jika kalian berani melukainya ku jamin kerajaan kalian hancur dengan tanah." Tegas Kaisar bulan membuat mereka semua mengurungkan niatnya.


Sedangkan Xiang hanya mengangkat sebelah alisnya mendengar penuturan kaisar bulan itu.


____-__-____


"Ahh.. apakah nasibku memang seburuk ini, hingga harus bertemu lagi dengan sosok yang pernah membuatku merasa bodoh plus tol*l" batinnya hanya bisa menghela napas.


"Baik, sekarang kalian semua dipersilahkan pergi meninggalkan Aula. Perlombaan akan dilanjutkan esok hari dijam yang sama." Tegas sang Kaisar bulan membuat satu persatu massa pergi meninggalkan aula, tak ada satu pun dari mereka yang berani menyela atau pun membantahnya.


"Kalian juga pergilah, aku masih bisa menjaga diriku dari kelinci kecil sepertinya" cetus pria itu membuat Xiang melotot tak trima.


"Baik tuan.." para prajurit pun bergegas meningalkan aula.


"Hey.. apa maksudmu ha?!! Kau bilang aku kelinci? Hello gak salah? Bukannya kau kelinci jadi-jadian yang sesungguhnya?!" Sungut Xiang menatap tajam pria yang tengah menjabat menjadi kaisar bulan itu.


"Dari mana kau tahu?"


"Aku hanya menebak, jadi apakah benar?" Sakmat, ucapan xiang benar benar membuat pria itu terdiam. Matanya mengalihkan pada sosok yang masih setia berdiri disampingnya, ia memberi kode untuk meninggalkan mereka berdua. Seakan paham sosok itu menganguk dan pergi tanpa jejak.


"Benar bukan?" Ujar Xiang lagi memiringkan kepalanya menatap lebih leluasan wajah pria itu.


"Ah.. sepertinya tak ada gunanya aku berbohong"


"Ya.. memang, dan apa benar mereka yang mengawasiku adalah suruhanmu? Sesunguhnya aku masih ragu akan apa yang ku ucapkan tapi mengingat kekuasaan yang kau miliki membuatku yakin bahwa kaulah yang  melakukan." Pria itu masih diam menyimak ucapan xiang. Telinganya masih ingin mendengarkan prediksi-prediksi yang dikeluarkan dari mulut gadis kecilnya itu.


"Sebenarnya apa mau mu? Kau ingin membuatku terpuruk untuk kedua kalinya??" Sarkas xiang tiba-tiba. Membuat pria itu menatap bingung kearahnya.


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Aku paham mengapa kau terlihat bingung dengan ucapan ku, tapi perlu kau ingat.. aku tak akan jatuh dilubang yang sama, dan ku harap kau menghentikan kegilaan mu," Xiang segera berjalan keluar ingin kembali kepenginapan, ia merasa malas jikalau harus menginap di kekediaman kekaisaran apalagi harus melihat wajah pria yg membuatnya ada disini.


"Apa maksudnya?" Pria itu menatap punggung xiang yang menjauh dengan tatapan bingung. Hingga akhirnya ia memilih pergi keruang kerjanya untuk mencari tahu akan yang pernah terjadi pada gadis kecilnya.


*dipenginapan


"Hey tuan, apa yang terjadi dengan wajahmu. Ergghh.. itu terlihat sangat masam"


Xiang mendongak menatap drago yang tengah berdiri bersandar dinding kayu. Mulutnya masih diam malas menjawab, ia memilih merebahkan tubuhnya.


"Ada apa dengan tuan??" Bingung Phoenik yang baru masuk, dan disuguhi raut masam dan lesuh dari tuannya.


"Hey, Kau dari mana hah? Dari tadi kucari-cari coba??"


"Apa aku harus lapor padamu? lagian tuanku saja gk masalah" drago hanya berdecak kesal mendengar jawaban itu.


"Diamlah.. kalian berisik sekali" ketus xiang membuat mereka menoleh pada tuannya.


"Nanti dulu, sepertinya aku tahu penyebabnya.." kekeh phoenik setelah melihat gambaran yang terjadi dari memori tuannya.


"Kau sama curangnya dengan dia, mengunakan kekuatan yang dimiliki untuk mencari informasi pribadi.. sangat menjengkelkan" sarkas xiang membuat keduanya tertawa pelan.


"Dia jelas bukan milik ku, kalian tahu bukan diduniaku yang dulu dia hanya mendekati ku saat kesepian. Nyatanya ia menjadi kekasih sahabatku sendiri"


"Dan sekarang aku belum bertemu mantan sahabatku dimasa ini, mungkin jika bertemu dialah yang menjadi takdirnya" xiang tertunduk, jujur hatinya merasa rindu saat menatap wajah seorang pria yang sangat ia cintai. Bahkan walaupun ia berusaha menepik rasa itu, nyatanya sampai sekarang pria itu masih singgah diposisi teratas dihatinya.


"Tuan, ayolah.. kau memang ditakdirkan untuknya. Bahkan ia rela menyamar menjadi kelinci agar bisa bertemu denganmu. Apa tuan tahu apa resiko manusia yang mengunakan mantra untuk mengubah tubuhnya menjadi seekor binatang?" Xiang hanya acuh tak memperdulikan ucapaan Phoenik, ia memilih diam tanpa meresponnya.


"Tuan akan menyesal jika tak mengetahui resiko yang kaisar lakukan hanya untuk menemui tuan" pancing drago yang kemudian diangguki phoenik.


"Bahkan mungkin, jika kaisar bukanlah seorang master ada kemungkinan sudah mendapat kutukan. Tuan tahu?, manusia yang menyalahkan kodratnya untuk berubah menjadi hewan merupakan suatu penghinaan bagi dewa pencipta, beda dengan kami yang memang memiliki keistimewaan itu. Karena itu jumlah kami sangat terbatas."


"Kutukan??" Ujar xiang mulai merespon.


"Hemm.. Kutukan itu lebih menyakitkan dari pada kematian. Dan untuk sekarang kita bisa melihat dari perubahan yang ada pada fisik kaisar"

__ADS_1


Xiang mulai menatap cemas, ia takut terjadi sesuatu pada pria itu.


Kalian tahu bukan seberapa bodohnya orang yang tengah jatuh cinta. Walaupun mengelak bukan berarti tak ada rasa namun lebih memilih memendamnya, dan biasanya mereka rela mengorbankan apa pun untuk seseorang yang mereka cintai.


"Tuan, jika kaisar hanya manusia biasa ia akan mati sebelum mantra itu selesai dibaca. Namun perlu diketahui kaisar memiliki banyak hewan kontrak sebangsa kami dan memiliki kekuatan mana yang maha dasyat tapi bukan berarti mantra itu tak berefek ditubuhnya hanya saja efek itu bergerak lambat, dan jika dipaksakan maka terjalin sebuah kutukan yang melekat pada tubuhnya."


"Apa itu tidak cukup tuan?"


Xiang hendak bertanya lebih dalam mengenai kutukan itu apalagi tentang apa yang bisa membatalkan kutukannya. Tapi ego nya lebih tinggi dari pada rasa ingin tahunya.


Xiang memilih menunduk lagi, lidahnya terasa keluh untuk menunjukan kepeduliannya.


"Argh.. aku pusing mendengar ucapan kalian, lagian itu urusannya dan aku tak memintanya melakukan itu" itulah yang malah terucap sebelum melengang pergi meninggalkan mereka berdua dipenginapan.


Keduanya hanya menghela napas pelan saat mendapatkan jawaban keras kepala dari tuannya.


"Dasar keras kepala,"


"Yah benar, apa yang diucapkan itu sangat bertentangan dengan apa yang ada dihatinya."


"Kuharap tuan segera bergerak, lagi pula waktunya sudah tak banyak lagi. Aku takut mereka datang sebelum tuan bersatu dengan kaisar"


"Ah kau benar, kita juga harus berjaga-jaga" mereka berdua lalu lenyap tergantikan kabut.


____-__-____


"Sial, gara-gara mereka aku jadi terus kepikiran," decak xiang sebal memukul kepalanya agak keras.


"Aku harus memastikannya dulu, dan setelah itu perlombaan cabang tanding berakhir aku harus segera kembali mengecek keadaan hutan timur. Aku merasa sedikit risau seperti tengah terjadi sesuatu disana" celetuknya lalu melesat pergi ingin menyelusup kedalam istanah.


___*_*___


Bersambung ..


Jangan lupa like & comment positif😃🙄

__ADS_1


Baca juga" married with mr bottom"


Dahh..🖐🖐


__ADS_2