Reîncarnarea În Trecut

Reîncarnarea În Trecut
dua puluh


__ADS_3

"Baiklah aku ikut kalian" putusku mencoba tersenyum.


Drago dan Phoenik yang mendengar itu melotot, matanya nampak ingin loncat dari tempatnya. Mulutnya hendak protes, tapi sebelum sebuah kata terlontar.


"Kita sebaiknya pulang terlebih dahulu, aku ingin tahu dengan apa yang akan terjadi. Dan sekaligus ingin membuat sedikit mainan disana" suara Xiang berputar dikedua kepala mereka.


"Ya sudah sebaiknya kita segerah kembali"


"Emmm.. sebaiknya kita menuju kepenginapanku terlebih dahulu, ada sesuatu yang tertinggal disana" ujarku mengingat Vamp yang masih ada dipenginapan. Dan aku tak mungkin pergi begitu saja meninggalkannya.


"Baiklah, mari.."


Drago dan phonik masih terdiam, otaknya sedikit berpikir keras saat mendengar ucapan tuannya.


"Sebenarnya apa yang direncanakan tuan" batin keduanya.


______-______


Bao yang sedari tadi diam pun mendekati ku.


"Kak Bao, apa kau tahu tentang Pria itu?" Tanyaku lirih seraya menatap kearahnya.


"Xiang'er, seperti yang diucapkanya. Ia adalah anak seorang jendral dikerajaan Lan, namanya Kui Zio dan sekarang ia menjabat sebagai panglima kerajaan. Dahulu ia marupakan teman dekat anda. Bahkan ia selalu melindungi anda dari kekejaman saudara-saudara anda."


"Ah.. seperti dugaanku, mata itu terasa begitu ku kenal dan ternyata ia memperlakukan tubuh ini dengan baik" gumamku.


"Kak bolehkah kau ceritakan tentang saudaraku? Sebelumnya kau belum bercerita tentang itu"


"Baiklah, dengan senang hati. Tapi tidak sekarang karna aku tak mungkin mencerikan itu didepan para prajurit itu" bisik Bao sambil melirik para prajurit yang menatap bingung kearahnya.


"Iya hehe.." kekehku mengikuti arah matanya.


............._-___-_...........


Sesampainya dipenginapan


"Kalian tunggu saja kami disini!"


"Maaf kami tak bisa melakukan itu" ujar salah satu prajurit.


"Hey, kenapa?! Kau takut kami kabur??" Balasku bertanya balik.


"Kami hanya mengantisipasi saja" balasnya lagi.


"Panglima Kui Zio apa kau beropini sama dengan prajurit mu itu?? Ku harap tidak. Karna aku bukan gadis pembohong" seruku sebal dan berjalan begitu saja masuk kedalam.


Para prajurit masih beranjak mengikuti langkahku tanpa memerdulikan ucapan Xiang. Namun baru berapa langkah mereka tapakan.


"Berhenti !! Lakukan perintah putri Lan Xiang, paham!!" Seru Kui Zio menghentikan langkah bawahanya.


"Kalian harus sadar bahwa putri  adalah junjungan kalian, maka suatu kesalahan bila kalian melanggar perintahnya." Seru Kui Zio lantang membuat semua bawannya tertunduk.


"Maaf tuan.."


"Baik untuk kali ini ku maafkan, jangan ulang lagi."


"Baik tuan.."


......./____/____


"Vamp bangun!! " tanganku mulai mengoyangkan tubuhnya pelan, namun tak ada respon.


"Vamp jika kau tak bangun maka aku tak akan segan mencabuti semua rambut hingga tanpa sisa." Ujarku penuh ancaman. Karna masih tak ada respon dengan seringaian kejam, kuarahkan elemen kayu hingga membuat sebuah tangan dan kusalurkan mana listrik disetiap jarinya.

__ADS_1


"Kerjakan tugasmu.." ujarku memberi intruksi.


Tangan itu mulai bergerak merenggangkan jari jarinya kemudian mendekati surai putih vamp dan mencoba mencabut satu helai rambut vamp.


"Aaahhhh...." pekik Vamp berteriak saat rambutnya tertarik dan tersengat sengatan listrik.


"Ampun.. ampun.. kak hentikan" teriak Vamp beranjak dari ranjang dan berlari-lari menghindari cabutan maut si tangan listrik.


"Kak.. hentikan huhu.."


Aku hanya melirik sedikit dan mengacuhkan nya kembali.


Pintu terbuka lebar, Drago dan Phoenik berdiri tegak menatap aneh kearah Vamp yang masih berlari-lari kesetanan.


"Ah.. kalian" cetusku membuat mereka mengalihkan pandangannya.


"Ada apa ini?" Seru Bao yang baru saja mendekat.


"Gak ada apa-apa, yaudah ayo kita keluar. Para prajurit itu akan semakin mengerutu jika kita terlalu lama" Aku pun berjalan mendekati mereka.


"Kak.. tolong gentikan hoshh.. hoshh.." pekik Vamp masih mencoba menghindar, napasnya sudah tersengal-sengal, tapi itu sama sekali tak mempengaruhi kejaran dari si Tangan listrik itu.


"Xiang'er sudahlah hentikan itu, kasian Vamp napasnya aja udah kek gitu." Ujar Bao menatap iba kerah Vamp yang sekarang bajunya basah kuyub karna keringat.


"Gak mau ahh.." balasku acuh meninggalkan mereka semua.


Drago dan Phoenik saling bertatap mata, kemudian mereka mengangkat bahu acuh dan mengikuti langkah Xiang tanpa memperdulikan keadaan Vamp.


Kini tinggal Bao, sambil menghela napas. Ia kemudian mengunakan sedikit mananya dan melemparkan gumpalan mana berelemen api itu kearah tangan listrik.


"Bummmb!!!" Suara letupan membuat vamp reflek menghentikan larinya sambil menutup kedua bola matanya.


"Wushhh...."kepulan asap akibat ledakan menyerbak, kemudian sebuah tangan listrik dengan 4 jari bergerak cepat melewati asap dan mendekati Bao dan Vamp yang sedari tadi berdiri tepat didekat pintu.


......---......


"Kenapa mereka sangat lama.." gerutu salah satu prajurit.


"Mungkin mereka sudah kabur.."


"Siapa yang kabur??" cetusku membuat keadaan menjadi hening. Prajurit yang membicarakanku langsung menunduk takut.


"Anda sudah siapa putri?" Ujar Kui Zio mengalihkan pembicaraan.


"Ya aku sudah siap, tapi kedua orang-orangku masih belum keluar." Jawabku menatap pintu masuk yang baru saja kulewati.


"Aaaa.... " pekik Bao dan Vamp sambil membuka kasar pintu masuk.


"Hoshh.. hoshh.." deru napas terdengar tersengal sengal. Aku yang melihatnya hanya tersenyum.


"Salah sendiri, udah buat masalah sama aku.." kekehku menatap mereka.


"Kak Bao kau ikut terkena masalah karna menggangu tugasnya.." pekik ku yang sama sekali tak dihiraukan, ya.. Bao sedang asik kejar-kejaran.


Para prajurit yang melihat itu terperanga, telinganya seperti mendengar sesuatu yang salah. Sejak kapan tuan Putrinya bisa mengunakan energi mana, karna sedari dulu, mereka mendapat kabar bahwa tuan putrinya bagaikan sebuah sampah masyrakat yang sama sekali tak punya sesuatu yang membanggakan termasuk dalam ilmu mana.


"Ao.. apa kau tak ingin membantu tuanmu?" Tanyaku kerah Ao yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku Bao yang masih dikejar dengan yangan listrik buatanku.


"Aku hanya tak ingin cari masalah.." balasnya memamerkan gigi runcingnya.


"Ah.. kau bijak sekali"


"Sudah cukup.." gumamku lirih membuat tangan 4 jari itu lenyap seketika.

__ADS_1


"Mari kita kembali keistana.. aku sudah tak sabar bertemu saudaraku" cetusku berjalan terlebih dahulu disusul dengan Drago dan Phoenik disamping kanan kiriku.


"Tunggu.. jangan tinggalkan kami.." pekik Bao dan Vamp bersamaan.


Aku yang mendengar pun hanya acuh tanpa menghentikan langkah.


"Lain kali jangan membuat tuan putri marah, kecuali kau ingin mendapatkan hal seperti ini untuk kedua kalinya" bisik Bao dengan napas yang masih tersengal-sengal, tangan kanannya ia buat untuk mengelap keringat yang menetes dipelipisnya.


Vamp yang mendengar itu langsung terbidik ngeri..


"Aku tak akan mengulangnya lagi" balasnya membuat Bao terkekeh.


"Hahahaha.. pilihan bagus" balas Bao mengusap surai Putih Vamp.


"Heyy!! Kalian sedang membicarakanku ya.. kenapa diam saja?! Ingin kutinggal disini" pekik ku menyinggung senyuman tipis.


"Ayo.." ajak Bao sambil berjalan mendekat.


.......^_-__-_^........


"Perjalan akan berjalan sedikit memutar" tegas Kui Zio membuat ku  langsung beralih menatapnya.


"Apa tak ada jalan tercepat?? Kenapa harus memilih jalan yang mutar??" Tanyaku bingung dengan ucapanya.


"Akan berbahaya jika mengambil jalur terdekat, karna kondisi waktu yang mulai mengelap ditambah dengan jalur hutan yang panjang membuat kita dapat terancam bahaya."


"Yaudah kalau begitu kita beristirahat disini sampai pagi, lagi pula aku sudah lelah.." cetusku yang malah mendapat tatap aneh dari Drago dan Phoenik.


"Aku tak percaya.." bisik Drago dalam batinnya.


"Aku hanya kasihan dengan mereka" balasku menatap para prajurit yang nampak kelelahan.


"Terserah."balas mereka acuh.


"Baiklah kita beristirahat.." tegas Kui Zio mengikuti ucapanku.


"Ya sudah kita lebih baik membuat api ungun dan berburu terlebih dahulu sebelum benar-benar gelap, aku yakin kalian semua tengah lapar."


"Kita bagi tugas, kalian bertiga" ujarku menunjuk 3 orang prajurit "akan mendapatkan tugas mencari barang kayu dan membuat api, sisanya bertugas mencari hewan maupun buah yang bisa dimakan."


"Baiklah tuan putri.. "


Namun baru beberapa langkah sebuah semak belungkar nampak tergoyang sesuatu, semua yang melihatnya nampak bersiaga. Bahkan Drago dan Phoenik pun langsung berlari kilat menjadi tameng pelindungku.


"Kreettkkkk...!!"


Suara patahan kayu terdengar nyaring.


"Stersstt.."


_____^*_____*______


jangan lupa like dan coment pendukungnya 😉😊😋


----_----


............                                      .


........                 🙋‍♀️                    ..


....         bersambung             ....


..    salam dari Author    ........

__ADS_1


.                                         ...........


__ADS_2