Reîncarnarea În Trecut

Reîncarnarea În Trecut
dua puluh delapan


__ADS_3

Masih dikaryaku... guys..


Cuma ngingetin nih, budidayakan Like sebelum  membaca😋 karna itu adalah sumber energi author buat ngelanjutin crita wkwk😂


Oke kembali ke cerita guys....


______-______


Cuma ngingetin ini


Pov Gio..


Ku alihkan mataku kearah wanita itu, nampak sebuah senyuman manis yang tercipta dari bibir tipisnya.


"Masuklah nak.. kau akan mengetahui semua yang sebenarnya terjadi.. dan kau akan tahu mengapa aku selalu datang menangis dimimpimu.." lembutnya membuatku teringat kemasa lalu dimana ucapan lembutnya selalu kudengarkan dari mulut mamaku.


Belum sempat menjawab. Aku seakan tak mampuh menahan lingkaran dimensi lain yang menarik.


Wushhh...


Brukkk !!!!


Tubuh ku tertarik sempurna masuk kedalamnya.


____-____


Tarikan itu membuat kepalaku sedikit pusing, dan entah mengapa tiba-tiba aku seakan berada ditempat lain. Bahkan aku tak tahu tempat apa ini, semua terasa gelap. Untuk melihat diriku sendiri saja tak bisa.


Aku masih merejab mata bingung, hingga rintikan cahaya muncul disekelilingku, rintikan itu semakin besar seiringnya waktu, membuat bentuk lingakaran diberbagai sisi.


Aku masih terdiam menatap satu persatu lingkaran cahaya itu. Dan kemudian mataku menangkap sesuatu yang membuatku terkejut.


Sebuah memori nampak jelas didalam lingkaran yang tengah kutatap. Aku mencoba memutar tubuhku, dan kini lingkaran-lingkaran itu menampakan memori yang berbeda-beda.


Aku berjalan kesalah satu lingkaran yang menarik perhatianku, kutatap lingkaran itu. Dan disana nampak seorang wanita cantik yang tengah mengelus perut besarnya, sedangkan disamping wanita itu nampak seorang pria yang tengah merangkulnya. Sebuah senyuman bahagia nampak begitu jelas diwajah keduanya.


"Bukankah ini ayah dan ibu.." lirihku mencoba menyentuh lingkaran itu.


Sengatan listrik mengalir saat lingkaran itu tersentuh, dan..

__ADS_1


Blusshh..


Tubuhku tertarik kedalamnya.


Aku seakan masuk kedalam memori yang baru saja kulihat.


"Sayang.. aku tak sabar menanti kedatangan putra pertama kita" ujar pria itu masih engan menghentikan elusannya di perut sang wanita.


"Hahaha.. sayang bersabarlah.. tak lama lagi, putra kita akan lahir dibumi. Dan mulai saat itu kita bisa menjadi keluarga yang lengkap. Ada Kamu, Aku, putra pertama kita dan anak2 kita yang masih menunggu giliran" cetus sang wanita terkekeh.


"Ihss.. gemes deh, emang kamu mau punya anak berapa hem??" Ujarnya seraya mencubiti pipi wanita itu.


" aku pengin punya anak banyak, tapi takut gak bisa adil, jadi.. aku pengin 3 aja hehe"


"Beneran nih tiga??" Tanya Pria itu memastikan, wajahnya sedikit menahan kekehan melihat ekspresi sang wanita dan sebelah tangannya sibuk memeluk perut bulat sang wanita.


"Bener dong.." balas wanita itu tersenyum, tersirat bahagia yang tak mampu dijelaskan dengan kata-kata. Namun semua yang melihatnya langsung paham akan kebahagian yang dirasakannya.


mereka pun masih sibuk dengan adegan romantis nya,


"Ahh.. sepertinya ini memori saat aku masih diperut mama" gumamku lirih tersenyum sendu menatap kedua sosok yang sepertinya tak dapat melihatnya sama sekali.


Tubuhku kembali terseret tanpa diminta.


Kemudian satu-persatu memori kulewati. Hingga aku menemukan memori terakhir. Dimana masa kelam terjadi..


Dan aku percaya bahwa inilah yang sebenarnya ingin mama ceritakan padaku.


Namun sebelum masuk kedalam lingkaran terakhir.


Seberkas cahaya melewatiku begitu saja. Cahaya itu menyelinap masuk dan berhenti tepat dibelakang tubuhku, sontak kuputarkan tubuhku kebelakang. Tanpa sadar cahaya itu berganti menjadi sosok wanita yang baru saja kulihat memorinya.


Wanita itu tersenyum lembut, dan aku tak lagi melihat mata marah yang biasa ia perlihatkan. Bahkan suara tangisnya benar-benar lenyap.


"Mama.." panggilku lirih, bahkan aku tak yakin bila suara panggilanku terdengar ditelinganya.


Wanita itu masih nampak tersenyum , mulut masih terdiam tapi tidak dengan kakinya, kaki melayang mendekat membuat hanfu yang terpakai seakan terbang tertiup sepoi angin.


Ia berhenti dihadapanku, dan aku hanya menunduk menutupi mataku yang memarah, kini aku menangis melihat kedatanganya setelah sekian lama. Baru kali ini aku mendapatkan senyuman lembutnya kembali. Karna sebelumnya mama hanya datang dalam keadaan menangis.

__ADS_1


"Sayang, kau sudah besar.. kenapa masih cengeng hmm??" Ujarnya lembut selembut sutra. Kakinya kini seakan terjinjit karna mencoba mengelus kepala sang putra pertamanya yang tengah tertunduk, senyuman masih tak lepas dari bibir tipisnya.


Aku sudah tak sanggup menahan tangisku, air mataku tak mampu dibendung lagi. Usapan itu membuat ku kembali teringat masa kecilku dan kini aku sangat bahagia dapat merasakan kembali setelah sekian lamanya.


"Hey.. gio sayang, sudah dong jangan nangis terus. Malu lah masa tubuh sendiri, padahal udah kek jerapah tapi kok masih cengeng kek bayi kucing hmm.." serunya meledek.


Aku yang mendengar ledekannya pun terkekeh. Air mataku kini tercampur dengan kekehan yang entah berapa tahun lenyap dari keseharianku.


"Nah gitu, kan baru ganteng anak mama. Ah iya.. mama mau minta maaf karna udah buat gio sedih dan gak bisa tidur dengan tenang. Tapi mama seneng banget karna gio masih mau ngehibur mama, walau mama tetep gak mau berhenti nangis hehe" ujarnya berhenti seraya terkejeh pelan.


Kemudian ia merubah rautnya menjadi sedih kembali, melihat itu sontak membuat Gio panik.


Namun tak berlangsung lama ekspresi itu terganti senyuman, senyuman yang bercampur dengan air mata yang meleleh dipipinya.


"Waktu mamah gak banyak lagi sayang, mama harap gio mau menyayangi semua adik gio. Dan mama akan menujukan hal yang sebenarnya terjadi dimalam itu.. " ujarnya pelan bersamaan dengan lenyapnya perlahan menjadi butiran cahaya yang bertebaran disekitarnya.


Aku benar benar panik, tubuh mama kini bener-benar lenyap perlahan seakan tertelan kegelapan. Aku berlari maju mencoba mengenggam butiran cahaya itu, berharap bahwa cahaya itu dapat berubah menjadi mama lagi. Namun sayang tak satupun cahaya dapat ku genggam.


"MAMAAHH.. "


"MAMAHH.. JANGAN TINGGALKAN GIO MAH !!" Pekikku berteriak kencang. Sayang tak ada lagi suara mama, semuanya benar benar lenyap kecuali lingkaran memori yang belum kusentuh itu.


Aku mencoba bangkit, dan berjalan mendekati lingkaran itu. Disana nampak wajah mama yang tengah tersenyum kerahku. Melihat itu membuatku tanpa sadar menyentuhnya.


Subuah tarikan yang besar kurasakan. Dan aku masuk kedalam memori yang ingin mama tunjukan padaku.


_____-_____


Bersambung...😊


Jangan lupa like, coment ya guys..


Kalo poin maupun koin pun boleh banget malah😶 tapi sih gak maksa wkwk😂


"Untuk sekedar info nih, hari libur udah berakhir. Dan Author ini masih pelajar jadi udah mulai pelajaran, jadi kalo agak telat up minta maklumnya ya guys.."


See you di part selanjutnya😉


_____-_____

__ADS_1


__ADS_2