Reîncarnarea În Trecut

Reîncarnarea În Trecut
tiga puluh tujuh


__ADS_3

"Jadi apa saja yang akan diperlombakan?" Tanpa menjawab, Kaisar lan bio melemparkan gulungan kertas yang terbuat dari serat bambu kearah Xiang, dan dengan sigap Xiang menerima gulungan itu lalu mencoba membacanya.


"Ah lomba adu ketangkasan? Dan lomba kesenian?? Sungguh hanya itu?" Dongak Xiang meminta penjelasan.


"Lomba itu akan dipecahkan menjadi beberapa lomba, seperti lomba ketangkasan yang dibagi menjadi lomba adu pedang, lomba memanah dan duel antar peserta. Sedangkan lomba kesenian akan dibagi menjadi lomba memainkan alat music, lomba menari, membaca puisi, dan masih banyak lagi"


"Baiklah sekarang urusanku sudah selesai sekarang, dipersilahkan untuk melanjutkan pertemuan.. dah" ujar Xiang sebelum menutup pintu itu kembali seperti semula.


_____-_____


Setelah kepergian Xiang dari ruang pertemuan itu, satu demi satu bangsawan mulai pamit kembali kekediaman masing masing. Kini tinggal sang Kaisar bersama kedua putranya, bahkan sosok penasihat yang selalu berada disampingnya pun pergi untuk beristirahat.


"Gio! Kenapa kau mulai membelanya, apa kau benar-benar kasihan padanya? Atau kau telah terpengaruh dengan sesuatu hingga kau iba melihatnya?" Ujarnya lagi masih tak puas mendengar jawaban Gio saat diruang pertemuan.


"Apa perkataanku itu kurang jelas ayahhanda?"


"Lancang kau, Gio. Sekarang kau berani sekali menjawab ucapan ayah dengan tak sopan seperti itu, ha!!"


"Sudah lah, kak Gio memang udah berubah yah. Dan semua itu akibat tipu daya yang dilancarkan oleh xiang" sahut Reo memanasi suasana.


"Diamlah Reo, jika kau tak percaya cukup DIAMM!! Dan jangan membuat suasana ini tambah runyam!!" Pekik Gio membantak sambil menekan kata 'diam'.


"Lihatlah ayah, benar bukan yang kuucapkan"


Lan Bio menoleh lagi menatap Gio dengan tatapan datarnya. Ia mulai terpengaruh dengan ucapan yang terlontar anak keduanya. Rasa murka dan benci yang tercipta semakin dalam, tak menyangka bahwa putra mahkota yang ia sayangi kini mulai berubah sekejab dan berani melawannya.


"Diam Reo!!! " pekik Gio tak tahan, dengan penuh emosi yang membuncang, ia bangkit dari tempat duduknya.


"Kalian akan menyesal jikalau tahu yang sebenarnya. Dan ayah, aku harap kau tidak menyesali semua kesalah pahaman yang kau tanamkan pada aku dan reo, karna aku sudah mengetahui semuanya." setelah berucap dengan sekelabat Gio mengunakan elemen angin meninggalkan kabut putih yang masih bergemulan disekitarnya.


Karna tak mampu menahan emosinya, lan bio melampiaskan mananya yang berantakan pada sebuah meja yang ada didepannya.


Braakkk!!!


Suara itu mengema disertai terbelahnya meja dengan serpihan kayu yang bertebaran tak beraturan.


"Tinggalkan ayah sendiri Reo" lirih Bio mengeram menahan emosi yang memenuhi otaknya, pikirannya tengah kalut dan yang diperlukan hanya merenung seorang diri.

__ADS_1


____'_'____


"Bagaimana?? Apakah dia mau mengikuti perlombaan itu?" Datarnya menarik sebelah alis mata keatas.


"Semua berjalan sesuai dengan yang dibayangkan, hanya tinggal menunggu waktu maka putri Xiang akan datang ke istana kekaisaran."


Balas sosok yang tengah bersimpuh dihadapannya sopan dan lugas.


"Baiklah.. kau persiapkan semuanya, jangan ijinkan kekacauan yang tak dinginkan terjadi. Camkan itu"


"Baik Tuan, saya akan mengatur semua itu.. " setelah itu ia mengundurkan diri pergi meninggalkan sosok yang masih terduduk angkuh.


"Hemm..Aku tak sabar sekali bertemu denganmu, Lan Xiang.. kuharap kau tak melakukan hal yang akan merugikanmu.." lirihnya memejam matanya perlahan kemudian lenyap seketika tanpa jejak.


___"-"___


"Jadi apa yang akan tuan lakukan setelah mengetahuinya??"


"Tentu aku ingin bermain-main, lagi pula bukankah itu menyenangkan anggap aja perlombaan itu sebagai ajang mengetes seberapa kekuatanku" balas Xiang santai dengan mata menatap langit langit kediamannya.


"Aku yakin tuan akan bertemu lagi denganya.." gumam Phoenik membuat Xiang mengerutkan dahi bingung.


"Tentu saja Zua Cian, siapa lagi??"


"Hehe iya aku baru ingat, kayaknya seru punya lawan kek dia. Jadi gak sabar deh.." senyumnya melebar saat otak kecilnya mulai menghalukan persaingan yang akan terjadi.


Krieettt...


"Sebaiknya tuan jangan terlalu mengunakan kekuatan mana yang berlebihan apa lagi mengunakan pedang naga.. itu sangat berbahaya" sela Drago yang baru saja memasuki kediaman dengan wajah datarnya. Membuat haluan yang ada diotak Xiang terpecah seketika.


"Kau dari mana??"


Drago hanya menatap malas Phoenik seraya menjawab"apa itu penting??"


"Gak sih cuma nanya"


"Hey!! Udah jangan ribut, kali gak ku usir kalian semua!!" Seru Xiang menatap keduanya jengah."jadi?? Apa maksudmu,drago?"

__ADS_1


Dengan langkah coolnya drago berjalan mendekat, mengerakan sedikit tanganya membuat sebuah gambaran hologram.


Gambaran itu bergerak layaknya 3 dimensi mengambarkan pertarungan yang masih nampak membingungkan bagi xiang yang tengah menyasikan.


"Aku masih tak begitu paham," ujar Xiang mengeluh. Matanya masih menatap serius pertarungan yang terjadi.


Drago hanya menghela napas pelan dan masih engan menceritakan semua yang ia ketahui.


"Intinya jangan mengeluarkan mana dengan berlebihan apalagi mengunakan semua mana elemen yang tuan miliki, cukup keluarkan yang paling dibutuhkan dan ku harap maksimal 3 eleman yang tuan tunjukan." Terangnya membuat xiang memiring kepala bingung, ini sama sekali tak ada hubunganya dengan apa yang ditunjukannya lewat hologram tadi.


"Sudahlah aku malas menerangkannya, nanti tuan tahu dengan sendirinya" ujar Drago seakan paham dengan apa yang ada didalam otak kecil Xiang.


"Kau tak pernah mau mengatakannya huh!! Selalu saja buat teka teki" gerutu Xiang sebal mendengar balasannya.


"Tapi kenapa aku harus melakukannya??"


"Itu demi kebaikan tuan, lagian aku malas menghadapi lawan tuan yang selalu bertambah setiap harinya"


"Ckk.. " decihku sebal.


Dengan hentakan kaki kesal, Xiang berjalan keluar dari kediamannya. Namun siapa sangka hentakan itu membuat gempa kecil diarea istana.


"Ada apa ini??" Bingung salah satu pelayan yang tengah bertugas membersihkan area taman yang dekat dengan kediaman milik Xiang. Ia nampak sedikit bergetar mengikuti getaran tanah.


___-___


Bersambung


Udah dulu ya guys..


Otak author lagi panas banyak tugas nih😣..


Maaf masih plin plan soal sudut pandang..


Dan yang lagi direvisi part prolog doang.


Jadi kalo ada waktu akan direvisi ulang semuanya, plus benerin sudut pandangnya..

__ADS_1


Jan lupa like dan coment pendukung😉


__ADS_2