Reîncarnarea În Trecut

Reîncarnarea În Trecut
empat puluh satu


__ADS_3

"Dahhh..." xiang melesat pergi kembali ke kediamannya.


"Nona.."panggil penghuni berwujud elang yang baru saja memasuki gua.


"Ada apa kau memangilnya, nona itu telah pergi.."


"Dia adalah ratu kita, dia yang akan memimpin hutan ini.. tapi ia telah pergi sebelum melepaskan jeratan yang ada pada tuan liang li" tunduknya menyesali keterlambatan yang dilakukan.


"Benarkah?"


"Ya.."lirihnya.


"Tenang saja, ratu pasti datang lagi. Aku yakin itu, lagi pula aku melihatnya tengah terburu-buru jadi walaupun kau datang tepat waktu ia tetap tidak bisa melepaskan tuan liang li sekarang" ujar salah satu dari mereka yang dibalas anggukan oleh penghuni lain.


_____-___-_____


"Hey udah siap semua kan" seruku berjalan mendekat, yang malah mendapatkan tatapan tajam dari mereka.


"Apa-apa Ada yang salah ya?" Tanyaku masih belum mengerti dengan kondisi yang tengah berlangsung.


"Nona, mengapa anda baru kembali? Kita sudah ditinggalkan dan sekarang tak ada kereta untuk kita berangkat." Balas Bao membuatku sontak menghela napas panjang kemudian membuka mulutku hendak berbicara..


"Hey jangan bilang tuan meminta kita berjalan kaki untuk sampai tujuan" pekik Phoenik memotong ucapanku.


"Hello?! aku juga jalan lagi kali.. itu melelahkan dan juga memakan waktu yang lama.."


"Jadi??" Tanya mereka serempak membuatku tersenyum.


"Kita pakai teleportasi dong.. buat ngasih kejutan sama yang ninggalinlah"


"Emm.. bisa juga.."


"Tapi nanti kita tinggal dimana ya?? Kalian tahu?"


"Alamatnya ada di saya  Xiang'er, tadi sebelum berangkat pangeran Lan Gio ingin memberikannya pada anda tapi karna anda sedang tidak ada jadi saya yang menerimanya.." terang Bao yang hanya dibalas anggukan oleh Xiang.


"Telport sudah dibuat, sekarang ayo kita masuk.. aku sedang malas mengulur waktu." Sela Drago menatap kearah kami.


"Sejak kapan kau membuatnya?"


"Saat kalian sibuk membicarakan hal tak penting" cetusnya membuat xiang memutar mata malas.


"Yayaya.. terserah.." balas Xiang tak ingin memperpanjang perdebatan.


Mereka pun masuk kedalam portal telport hingga selang beberapa menit kemudian sampai ditempat tujuan, emm lebih tepatnya hutan belantara yang letaknya tak jauh dari tempat tujuan.


"Kita tinggal keluar hutan ini dan mencari alamatnya"


"Citt.. citt.. ada beberapa hewan spiritual yang mengawasi.." cicit Ao yang sedari tadi diam tak seperti biasanya.


"Biarin ajalah, asal gak ganggu" acuh xiang memimpin jalan.


"Mereka mendekat.." ujar lirih Ao dan nampak ketakutan hal itu membuatku mengerut dahi.


"Kenapa kau nampak ketakutan?? biasanya sombongnya minta ampun." cibir Xiang yang tak merasakan aura yang berbahaya.


"Aura mereka benar-benar kuat, sepertinya kekuatan mereka setara dengan ku dan drago atau bahkan lebih" jelas Phoenik membuatku tambah mengerut dahi binggung.

__ADS_1


"Hutan apa ini, hingga ada hewan spiritual yang membuat kalian nampak seperti waspada dan engg.. sedikit ketakutan"


"Aku tak tahu hutan apa ini, tapi perkiraanku mereka itu hanya tengah singgah atau mereka mendapat tugas untuk mengawasi kita"


"Udahlah.. kalo mereka gak ganggu biarin aja, kalian gk usah takut. Ayo kita ke penginapan.. aku sedang malas mengeluarkan tenaga untuk hal yang tak pasti.."


"Baiklah.."


Mereka melanjutkan langkahnya hingga akhirnya keluar dari hutan dan menemukan desa kecil yang terbangun asri.


Sedangkan mereka yang mengawasi masih enggan keluar dari tempat pengawasan, matanya memejam.


"Tuan.. maafkan kami yang ceroboh hingga mereka merasakan kehadiran kami tadi, tapi tuan tenang saja kami tidak diketahui oleh mereka.." batinnya berucap.


"Baiklah aku tak mempermasalahkannya.. sekarang kalian berubahlah dan awasi mereka untukku.. jangan biarkan gadisku terluka sedikitpun..


Ahh.. aku tak sabar bertemu dengan nya lagi.."


"Baik.. ucapan tuan adalah perintah untuk kami.." mereka mulai merubah wujud dan berjalan keluar hutan dengan penampilan barunya.


___-____-___


"Besar juga istana kekaisaran.." ujar Xiang menatap gerbang istanah yang ada dihadapannya.


"Ini sangat sangat besar.. " puji Vamp membelahak kagum.


"Bagaimana rasanya ya kalau tinggal didalam sana?"


"Hei vamp, kalo bermimpi boleh tapi jangan ketinggian jatuh sakit loh" ledek Xiang yang dibalas raut cemberut vamp.


"Xiang'er mari kita ke penginapan terlebih dahulu," xiang pun menoleh kearah Bao.


"Emm.. ya memang, tapi itu akan terjadi di hari dimana perlombaan dimulai, dan sebelumnya para tamu undangan atau yang akan mengikuti perlombaan akan tinggal dipenginapan sekitar." Jelas Bao yang kubalas dengan anggukan.


"Ya sudah ayo ke penginapan, aku penasaran apakah mereka telah sampai atau belum ?"


"Perkiraan ku belum, langkah kuda itu lamban" sahut Ao turun dari pelukan Bao.


"Mulai lagi nih sombongnya, dasar tupai got besar kepala. tadi aja pas dihutan keknya ketakutan banget tuh muka" balas Xiang menambakan kata ejekan lagi di nama Ao.


Sesampainya dipenginapan, xiang segerah pergi kearah pelayan yang berjaga. Ia pun meminta kertas yang Gio berikan, setelah mendapatkannya ia langsung menyodorkan itu kearah pelayan.


"Apa kalian akan tinggal di istanah?" Tanya Xiang membalikan tubuhnya.


"Setahu saya, hanya peserta dan tamu undangan yang akan tinggal diistanah. Sedangkan yang bukan salah satu dari keduanya tidak diterima didalam istana kecuali sebagai penonton perlombaan.."


"Oke.."


"Saya pesan tiga kamar untuk satu minggu.. jadi berapa yang harus saya bayar"


Pelayan itu membuka buku yang ada disampingnya, kemudian menunduk kearahku.


"Putri, putri tak perlu membayar.. sebelumnya ada seorang yang masuk dan memberikan koin emas untuk membayar penginapan putri dan teman putri"sahutnya membuatku menaikan alis mata bingung.


"Apa tidak salah? Siapa yang membayarkan penginapan untukku?"


"Maaf putri, hamba tidak tahu sama sekali. Ia memakai jubah hitam panjang dan mengunakan cadar, bahkan saya tak melihat matanya.."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, jika kau bertemu denganya. Ucapakan terimakasih untuknya"


"Baik.." pelayan itu memberikan tiga kunci kepada xiang. Mereka pun melenggang pergi menuju kamar penginapan masing masing.


Waktu menunjukan pukul 1 siang, xiang beserta yang lain tengah menikmati  makanan yang ada dihadapannya.


"Pelayan tolong kemari!!" seru Xiang membuat pelayan yang ada disana langsung berjalan mendekat.


"Apakah rombongan dari kerajaan lan telah sampai dipenginapan?"


"Rombongan kerajaan lan telah sampai satu jam yang lalu, dan mereka ada disana.." ditunjukan meja vvip yang ada dilantai atas.


"Oh begitu, terima kasih sudah menjawab" ujar Xiang yang dibalas dengan anggukan olehnya.


Pelayan itu pun berjalan menjauh.


"Pelayan!!" Pekik xiang kembali membuat pelayan itu sontak membalikan badan.


"Ini buat mu" dilemparkan satu koin emas kearahnya. Dan dengan mata berbinar ia menangkap koin itu.


"Terima kasih putri"


"Ya.. sama-sama"


*di kamar penginapan Xiang..


"Aku masih penasaran dengan yang terjadi sebelumnya. Sebenarnya kita ini selalu seperti diawasi sesuatu dari jauh, tapi ini baru pertama kali mereka yang mengawasi terdeteksi auranya" cetus Pheonik membuatku memiringkan kepala.


"Iya bahkan aku pernah mencoba mencarinya namun sayang belum pernah berhasil.." sahut Drago mendudukan pantatnya.


"Hey kalian mbahas apa sih?"


"Membahas sesuatu yang selalu mengikuti pergerakan tuan," seru drago dan Phoenik bersamaan.


"Apa itu ada hubunganya dengan kelinci putih yang pernah kita tangkap? Rasanya kelinci itu bukan kelinci biasa"


"Entahlah, kami pun belum bisa memastikan"


"Ya sudahlah.. biar waktu yang menguaknya sendiri, kita ikuti alurnya"


"Ada benarnya.." angguk keduanya setuju.


"Sudah sana istirahat, aku mau bermeditasi buat persiapan besok lagi."


"Baiklah kita akan menjaga tuan disini."


"Terserah kalian, gunakan saja ranjang ini jikalau kalian istirahat. Aku ingin masuk dimensiku terlebih dahulu.." xiang pun lenyap menghilang masuk kedalam dimensinya sedangkan drago dan Phoenik memilih merebahkan tubuhnya dalam wujud hewan kecil.


Dan apa yang mereka lakukan tak luput dari pengawasan hewan spiritual tingkat atas.


"Mereka aman dipenginapan, apakah tuan yang  melakukannya?" Batinnya mencoba berkomunikasi.


"Tentu saja" mereka pun mengangguk paham.


_____{(\-_-/)}_____


Bersambung..

__ADS_1


hello gays.. jangan lyoa like dan koment positifnya..


biar author ini rajin up wkwk..😁😂


__ADS_2