Reîncarnarea În Trecut

Reîncarnarea În Trecut
sembilan belas


__ADS_3

"Sekarang bagian akhir" bisik gadis itu tersenyum penuh arti.


Tiga...


Dua...


Satu....


"Kebakarannnn!!! Tolonggg..."


Kedua pria yang tengah terlelap langsung tersikap kaget, mereka mendengar suara yang tak asing di telinganya.


Dengan reflek tubuh mereka berdua terjaga dan saling menabrak.


Dan


Cupp...


Cairan lendir habis bangun tidur saling bertukar.


"Nanti dulu, kok ada yang aneh" batin Drago masih memejamkan matanya. Sambil mengusap-usap area mulut yang terasa lengket.


"Ah.. kenapa seperti ini? Rasanya ergghh.." gumam Phonik kemudian memundurkan kepala dan tubuhnya pelan.


"Nanti dulu.." tanganya meraba raba mulut basahnya. Mata mereka berdua seketika melebar.


"APAAA....!!!!" Teriak Drago dan Phoenik saling melotot. Keduanya memegang bagian wajah yang nampak lembab dan bersemu merah, bagian itu sedikit basah akibat sebuah cairan kental yang melekat.


"Hey Apa apaan kau ini?? Kau kira aku tak normal HA!!" Geram Drago menatap Phoenik tajam. Tanganya mengusap kasar area mulut.


"Hey mana ada, aku normal. Ku kira kau yang tak normal." Balas Phoenik tak terima.


Perdebatan berlangsung, Hingga akhirnya terhenti saat suara gelak tawa menggelegar dari dibagian sudut ruangan.


Xiang gadis yang telah merencanakan semuanya tertawa keras saat rencananya berhasil total. Bahkan ia mendapat bonus tontonan yang tak diperkirakan.


Bila orang-orang penikmat sesama jenis saling bertukar silva, maka kedua bawahannya yang ia kerjai itu malah bertukar cairan bangun tidur yang sering disebut iler.


"Hahahahaha...." gelak tawa tak henti hentinya keluar dari mulut Xiang, hingga akhirnya perutnya terasa kram karna kebanyakan tertawa.


"Aduhh.. aduhh.." ujarku sambil memegang area perut.


"Gimana rasanya?? Ahh atau baunya?" Tanyaku terkekeh yang malah mendapatkan tatapan tajam dari keduanya.


Mereka kemudian saling bertatap muka, tangan yang mereka gunakan untuk mengusap ia arahkan pada hidung masing-masing. Mungkin karna penasaran.


Dan saat jarak nya kian menipis aroma tak sedap mulai menyapa hidung mereka.


"Heyy.. punyamu bau sekali !!!" Seru Phoenik sambil menahan rasa muntah yang menghapirinya. Ia pun segerah bergegas bangun.

__ADS_1


"Punyamu lebih bau!!" Balas Drago tak terima.


"Awas aku dulu!" Pekik drago berlari mendahului Phoenik.


"Mana ada aku dulu!!"


Mereka pun saling berebut untuk lebih dulu masuk kamar mandi.


"Dahlah ayo pergi udah gak asik"  ujar Ao turun dari bahuku dan berlari keluar.


........


"Kalian kenapa?" Tanya Bao bingung dengan ekspresi yang diperlihatkan.


Xiang'er dengan ekspresi tersenyum geli dan Ao yang biasanya bertengkar dengannya sekarang nampak berdamai dan hinggap di bahunya.


Sedangkan ekspresi tak mengenakan muncul dari wajah Drago dan Phoenik.


"Drago, Phoenik kalian kenapa?? Wajah kalian nampak eggrrhh.. masam dan kesal" cetus Bao.


"Hihihi.. kak Bao pengin tahu nih..??" Balas Xiang masih nampak tersenyum geli.


Drago dan Phoenik langsung melotot ke arah Xiang saat mendengar ucapan yang dilontarkan nya.


"Jangan macam-macam tuan!!" Geram keduanya yang mendapatkan gelak tawa lagi dari Xiang dan Ao.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Gumam Bao menggaruk kepalanya pelan.


Empat mata langsung menatapnya tajam.


"Kau tak perlu tahu.."ketus keduanya melongos pergi dengan wajah yang masih nampak masam.


"Ahh.. tahulah.." Bao pun berjalan mengikuti semuanya.


......


"Tunggu..!!" Pekik seorang pria berpakaian hanfu dengan beberapa  prajurit yang ada dibelakang nya.


"Ahh.. ?!" Seorang gadis yang merasa terpanggil langsung berbalik diikuti ketiga pria yang ada disampingnya.


"Benar dugaanku" batin Kui Zio tersenyum lega saat yang dicari kini ada didepan pelupuk matanya. "Bahu itu sama sekali tak berubah.."


"Putri Lan Xiang.." panggilnya lagi.


"Kau tahu namaku??" Tanyaku masih bingung dengan pria itu. Aku sama sekali tak mengenalnya, tapi bila dilihat dari pakaian yang dipakai prajurit nya nampak sekali bahwa ia salah satu bangsawan dari kerajaan Lan.


"Kau tak mengingatku Putri? Aku Kui Zio anak jendral Kui Sheng.."


"Maaf aku sama sekali tak mengingat siapa dirimu, dan jujur ingatanku sedikit terganggu.." jujurku sambil menatap mata sendu nya.

__ADS_1


"Siapa dia, tapi kenapa sebuah rasa familiar hinggap dihatiku, apakah Xiang mengenalnya' batinku. 'Mata itu, mata itu nampak begitu mengenali ku, ah sepertinya dia teman dari pemilik tubuh ini" gumam ku menyimpulkan.


"Baiklah.." balasnya dengan senyum paksaan.


"Maaf kan aku, tubuh ini begitu pelit memori. Jadi aku belum bisa mengingatmu." Batinku merasa iba dengan ekspresi wajahnya.


"Tuan Kui Zio sebaiknya kita segerah ke intinya.."ujar salah satu prajurit yang ada disampingnya.


Aku hanya mengangkat sebelah alisku bingung.


"Apa tujuan kalian?" Cetus Drago datar yang membuatku langsung menoleh kearahnya.


"Kami hanya ingin membawa Putri kembali, ini titah langsung dari Kaisar Lan Bio." Balas Kui Zio tegas.


"Maaf kami tak bisa, lagi pula buat apa tuan kami kembali, jika disana tuan kami akan disiksa di kediaman nya sendiri" ketus Phoenik tajam.


"Kami  hanya menjalankan titah. Dan kami harap Putri Lan Xiang bersedia kembali."


"Apa yang membuat kaisar memintaku pulang?!" Tanyaku mencoba meredam emosi yang kini sangat nampak dikedua mata Drago dan Phoenik.


"Maaf saya tak tahu menahu tentang itu, sekali lagi kami hanya menjalankan titah."


"Baiklah aku ikut kalian" putusku mencoba tersenyum.


Drago dan Phoenik yang mendengar itu melotot, matanya nampak ingin loncat dari tempatnya. Mulutnya hendak protes, tapi sebelum sebuah kata terlontar.


"Kita sebaiknya pulang terlebih dahulu, aku ingin tahu dengan apa yang akan terjadi. Dan sekaligus ingin membuat sedikit mainan disana" suara Xiang berputar dikedua kepala mereka.


"Ya sudah sebaiknya kita segerah kembali"


"Emmm.. sebaiknya kita menuju kepenginapanku terlebih dahulu, ada sesuatu yang tertinggal disana" ujarku mengingat Vamp yang masih ada dipenginapan. Dan aku tak mungkin pergi begitu saja meninggalkannya.


"Baiklah, mari.."


Drago dan phonik masih terdiam, otaknya sedikit berpikir keras saat mendengar ucapan tuannya.


"Sebenarnya apa yang direncanakan tuan" batin keduanya.


----_----


............                                      .


........                 🙋‍♀️                    ..


....         bersambung             ....


..    salam dari Author    ........


.                                         ...........

__ADS_1


__ADS_2