Reîncarnarea În Trecut

Reîncarnarea În Trecut
dua puluh sembilan


__ADS_3

"MAMAAHH.. "


"MAMAHH.. JANGAN TINGGALKAN GIO MAH !!" Pekikku berteriak kencang. Sayang tak ada lagi suara mama, semuanya benar benar lenyap kecuali lingkaran memori yang belum kusentuh itu.


Aku mencoba bangkit, dan berjalan mendekati lingkaran itu. Disana nampak wajah mama yang tengah tersenyum kerahku. Melihat itu membuatku tanpa sadar menyentuhnya.


Subuah tarikan yang besar kurasakan. Dan aku masuk kedalam memori yang ingin mama tunjukan padaku.


____-____


Saatku edarkan mataku menatap sekeliling Aku pun kembali tersentak kaget, mataku tak sengaja menatap gadis kecil dengan simbah darah dikepalanya.


Aku mengenali gadis kecil itu, dan dia adalah adik bungsuku, Lan Xiang .


Tap..tap.. tap..


Xiang kecil berlari kearahku, tak ada tatapan rasa sakit yang ditunjukkannya. Tapi aku paham siapa yang melakukankan itu, dan itu adalah diriku sendiri.


Grepp ..


Tangan kecil nya menggapai tanganku.


"Kak, xiang datang kesini untuk menujuk apa yang sebenarnya terjadi kak.." ujarnya mendongak menatap iris mataku dengan mata bulat kecoklatanya.


"Dan aku berharapkan kak percaya padaku.." lirihnya sambil tersenyum lembut, senyuman nya sama persis dengan senyuman mama. Ah tak hanya senyuman bahkan hampir semua anggota tubuhnya sama persis dengan mama, bisa disebut ini miniatur mama.


Aku mencoba menyatarakan tinggiku. Perlahan kuangkat tanganku ragu.


"Maafkan kakak jahatmu ini, dan sepertinya ini ulah kakak kan.." ujarku seraya menyentuh keningnya yang masih mengeluarkan darah.


Xiang kecil hanya tersenyum kemudian mengeleng kepalanya lucu " aku tak menyalahkan kak.. lagian kakak hanya salah paham hehe.."


"Maaf ya.. kakak berjanji kok buat gk jahat lagi sama adik kak yang cantik ini.."


"Ah kak bisa aja.." ujarnya tersipu, bibir mungilnya nampak tersenyum manis lagi.


"Ayo kak.. "


Aku merasakan tangan kecilnya menarikku erat hingga rasanya aku akan terjembang kedepan.


Brukk..


Bagaimana bisa bocah kecil ini begitu kuat hingga membuat Tubuhku seperti jatuh ditanah.


"Aduhh.. kok dapatnya jatuh terus sih.." cibirku mengusap kepalaku yang terasa pusing.


"Ah.. ini dimana??" Kuedarkan mataku menatap sekeliling. Kemudian mataku terkunci akan satu hal yang membuatku tersentak.


"Mamah.. " lirihku menatap seorang wanita yang tengah mempertaruhkan nyawa demi melahirkan sang putri.


Aku harus lebih dekat.. " tekatku mencoba melangkah maju.


Stertt...

__ADS_1


Sebuah tarikan tangan kembali kurasakan, dan mataku menoleh keasal tangan itu.


"Jika, kau mendekat.. maka aku semakin membencimu.. gio" sinis seorang gadis menatapku benci.


"K..kau.." gugup ku kaget saat tanpa sadar aku bertemu dengannya lagi, yah.. dengan adik besarku versi gadis remaja.


"Apa?? Kau kaget wahai putra mahkota?? "


"Kenapa.. kau kembali lagi??" Ujarku masih terkejut dengan kedatangnya kembali.


Sayangnya tak ada lagi jawaban dari Xiang, matanya kini terfokus pada apa yang terjadi didepan matanya.


"Ahh.. aku tak boleh melewatkan memori ini" batinku mencoba mengfokuskan kembali pandangku kedepan.


..........


Flash back..


On...


Suara gelegaran petir kembali menyambar-nyambar diatas bangunan yang terdapat seorang wanita yang tengah menjalani persalinan.


Suara ejangan menambah gemuruh petir.


Hingga akhirnya suara tangisan bayi mengantikan gemuruh petir yang menyambar.


Memang suara petir itu menghilang sekejap saat suara tangis bayi pertama kali keluar. Tak hanya itu malam yang awalanya gelap dan dipenuhi rintikan hujan lebat seketika terang tergantikan bulan purnama penuh.


Bagi orang awam mungkin itu bukanlah hal yang mengejutkan karna itu nampak terjadi biasa saja. Ah bukan begitu, maksudnya semua yang terjadi nampak natural karna disetiap perubahan yang terjadi tak begitu mencolok.


Sayangnya itu dirasakan juga oleh penguasa kegelapan yang menghuni alam bawah tanah, dimana semua mana gelap dibawa pengaruh keburukan.


Oke oke kembali ke wanita dan bayi mungil yang baru saja dilahirkan.


Bayi kecil itu nampak cantik dengan mata terbuka yang merejab-rejab menatap sekeliling. Tubuhnya masih berlumuran darah. Hingga akhirnya ia dibawa oleh wanita paru baya yang membantu persalinan untuk dibersihkan.


....


Disisi lain..


Sosok bayangan hitam mengintai semua kejadian yang tengah berlangsung.


Sosok itu menyeringai, tubuhnya ditutupi aura hitam khas penguasa kegelapan. Dan ia adalah the king of Darkness.


"Dia akan jadi musuh besarku, dan bayi kecil itu mengemaskan sayangnya harus mati mengenaskan ditanganku" gumam sosok itu kemudian lenyap entah kemana.


...


"Permaisuri, putri anda sedang dimandikan. Apa anda menginginkan sesuatu??" Tanya seorang pelayan yang sedari tadi menemani persalinan.


"Ah aku hanya haus.. bisa tolong ambilkan air.." ujar Xixi lirih dengan bibirnya yang masih pucat dan keringat dingin yang tak henti-hentinya keluar.


"Tentu.."

__ADS_1


Tangan xixi terulur mengambil gelas air yang baru saja diambil oleh pelayan nya. Dengan perlahan ia meminumnya.


Tak berlangsung lama seorang wanita paru baya masuk kedalam sambil mengendong bayi didekapannya.


"Permaisuri.." lirihnya menyerahkan bayi mungil itu.


"Ah.. inikah putriku" xixipun mendudukan tubuhnya dibantu oleh sang pelayan. Kini tubuhnya menyender dikepala ranjang. Tanganya mengambil bayi itu dan dibekapnya bayi itu hangat.


"Iya yang mulia, bahkan wajahnya sangat mirip dengan anda. Hanya saja bentuk bibir mungil yang sedikit tebal seperti yang mulia kaisar." Seru pelayan itu tersenyum.


"Ah.. aku jadi teringat dengan suamiku, bahkan anak-anakku tak tahu bahwa ia telah memiliki adik baru lagi." Kekeh Xixi kecil.


"Setahu saya yang mulia kaisar sedang diperjalan pulang dari kerajaan sebelah. Dan mungkin sebentar lagi sampai, sedangkan kedua putra anda sudah terlelap dalam tidurnya. Apa perlu  saya bangunkan??"


"Tak perlu, sebaiknya kalian diam saja untuk hari ini. Karna aku ingin memberi kejutan untuk mereka. Dan kau linlin jangan biarkan siapapun masuk kedalam, kecuali atas ijinku.."


"Baik yang mulai.."


Oekk.. oekk..


Tangis bayi cantik itu membuat semua langsung menoleh kearahnya.


Hal itu membuat xixi terkekeh kecil kemudian dengan  sigap ia memberikan asi untuk bayi mungilnya.


"Sekarang kalian beristirahatlah, pasti kalian lelah bukan"


Semua pun keluar, tinggal xixi dan bayi mungilnya yang masih sibuk meminum air susu.


Tangan xixi mengusap lembut pipi putri nya.


"Sayang.. kau akan hadir sebagai pelengkap keluarga kita. Aku berharap kamu selalu mendapatkan kasih sayang kami. Dan sepertinya mama undah dapet nama untuk mu, gimana kalo mama namai kamu Xing-Xing??"


Bayi kecil itu memberungut, kepalanga mengeleng geleng tanpa menghentikan kegiatan menyusunya.


"Kalo xuxi??"


Bayi itu kembali mengeleng.


"Ah.. gimana kalo Xiang? Lan Xiang?? Mau??"


Bayi itu seperti membalasnya dengan diam tanpa protes. Melihat itu membuat Xixi berpikir bila anaknya menyetujui nama itu, dengan tersenyum lembar xixi berucap " baiklah putri mama yang cantik ini bernama Lan Xiang, ahh.. kau cantik banget si nak. Kek mahh.." kekehnya tertawa geli mendengar pujian yang ia lontarkan untuk dirinya sendiri.


Matanya kini beralih kembali pada bayi yang ada didekapannya. Melihat bayi itu terlelap membuat Xiang tersenyum kembali, perlahan ia bangkit dan meletakan bayinya diranjang kecil yang entah kapan ia letakan dikediamannya.


"Tidur yang lelap putri kecil mamah.. "


Cup..


______-_______


bersambung..


maaf kalo kesannya bagian ini alurnya begitu panjang dan agak berbelit.😣

__ADS_1


tapi jangan lupa like ya guys..😉


dah...


__ADS_2