
lanjut di cerita saya..
oke next😂
________###_______
"Ah iya, Kak Bao mana kelinci putih itu?" Tanya ku teringat dengan kelinci yayng belum lama kutangkap.
"Maafkan saya, tadi saat ada pergi bersama Drago dan Phoenik. Kelinci itu memberontak dan terlepas" jawab Bao menunduk.
"Yahh.." gerutuku sedih.
"Maaf.." ujar Bao tertunduk.
"Sudahlah gak masalah, suatu saat bakal ketemu lagi kok. Ah ini udah malem, kalian beristirahatlah." Cetusku mengakhiri, kemudian beranjak pergi menaiki salah satu pohon yang memilik cabang ranting besar.
"Aku mau tidur dulu, selamat malam" pekikku merebahkan tubuh diantara dua cabang ranting besar itu.
_______-_______
Semua telah terbangun dan menyiapkan diri untuk melanjutkan perjalan, namun tidak dengan Xiang yang masih terlelap lelah diatas cabang ranting besar.
Melihat itu terbasit ide konyol didalam otak Drago dan Phoenik, Dengan Penuh dendam mereka bergegas mengerjai tuan nya yang masih tertidur.
Bao yang melihat itu hanya geleng kepala, begitu dengan Vamp yang masih terdiam menghangatkan diri didekat perapain.
"Ahh.. rasakan pembalasan kami.." batin Drago dan Phoenik tersenyum kemenangan. Tangannya masih asik melukis gambar- gambar aneh bertintakan hitam diwajah cantik Xiang.
Ao yang melihat itu hanya menyidik bahu acuh, hatinya lega karna ia tak mendapatkan balas dendam dari kedua moster peliharaan Xiang itu.
Sedangkan Kui Zio dan para prajuritnya hanya menatap bingung kearah mereka dan lebih memilih untuk menyiapkan kebutuhan diperjalanan.
Setelah selesai melukis gambar abstraknya,Drago dan Phoenik menyiapkan aksinya yang kedua. Dengan menggunakan mana berelemen air dan tanah, mereka menciptakan lumpur tepat dibawa ranting dimana Xiang berada.
Kini tinggal aksi yang terakhir..
Drago dan Phoenik menyiapkan mana air dan petir untuk menciptakan hujan petir berukuran kecil yang berada tepat diatas wajah Xiang berada. Semua yang disiapkan tentu dilakukan secara tersembunyi, hanya Bao, Vamp dan Ao yang melihat itu. Sedangkan Kui Zio dan para prajuritnya sama sekali tak mengetahui asal dari semua itu.
"Kini waktunya pembalasan.." gumam keduanya memberi intruksi.
Seketika hujan disertai petir menyambar disamping area wajah Xiang, karna tersentak kaget, Xiang pun bergerak reflek tanpa menyadari keberadaan nya sekarang. Tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan dan..
BRUUKKKK !!!!!!
Xiang terjauh keras masuk kedalam lumpur buatan Drago dan Phoenik. Tubuhnya yang awalnya bersih seketika kotor karna balutan lumpur basah yang menempel dikain dan tubuhnya.
Tak lupa cipratan lumpur yang dihasilkan saat pendaratan Xiang membuat area sekitar langsung kotor.
Cekikikan tawa keras terdengar jelas digendang telinga Xiang, dengan wajah kesal ia mengelap wajah kotornya dan menatap tajam asal suara itu.
__ADS_1
"Siall.. ini pasti perbuatan mereka" gumamku menatap kearah Drago dan Phoenik yang sedari tadi masih tertawa kencang memegang perutnya.
"Drago!!! Phoenik!!! " pekikku penuh penekanan. Mereka yang namanya ku triaki seketika bungkam, tak ada lagi suara tawa menggema.
Dengan penuh kekesalan aku berlari pergi mengejar mereka menggunakan mana bereleman Angin, kejar-kejaran pun tak bisa dihindari.
Xiang tertawa cekikikan seraya mengejar hewan kontraknya yang jail itu, pekikan dan tawa dari Xiang membuat Bao tersenyum senang. Karna baginya melihat junjungannya bahagia ia ikut merasakan kebahagiaan itu, begitu pun sebaliknya.
______-______-
"Sebentar lagi kita memasuki kota raja kerajaan Lan, hanya tinggal beberapa langkah kita akan memasuki perbatasan itu.." terang Kui Zio yang dibalas dengan anggukan dari Xiang dan yang lain.
"Yasudah.. ayo kita lanjutkan.." ujar Xiang.
Mereka pun melanjutkan perjalanan...
Setibanya di perbatasan kota raja, nampak sebuah gapura besar yang nampak indah dan berdiri kokoh,gapura itu adalah tanda dari perbatasan menuju kota raja.
"Permisi.." ujar Kui Zio
Seorang prajurit penjaga perbatasan pun mendekat.
"Selamat datang panglima besar Kui Zio.." ujarnya memberi hormat.
"Apa kau tak memberi hormat dapa tuan Putri !?" Tegas Kui Zio menatap prajurit itu tajam.
"Maaf panglima, saya tadi tidak sempat melihatnya jadi.. jadi saya tak mengetahui bahwa gadis yang bersama panglima itu adalah tuan putri." Balas prajurit itu menunduk.
"Maaf tuan putri, hamba memberi hormat" ujarnya kembali memberi hormat.
"Trimakasih atas hormatnya. Lain kali Tak usah sungkan, lagian tadi udah terlambat. Anggap saja aku tak ada.." cetusku berjalan mendahului mereka semua.
"Siall, dasar putri sampah.. sungguh jika bukan karna pinta panglima, mana mau aku memberi hormat kepada sampah masyarakat yang seharusnya tak pantas menjadi tuan putri kerajaan" batin prajutri perbatasan muak.
Seakan paham dengan isi pikiran prajurit itu Drago dan Phoenik menatap tajam kearahnya. Mendapatkan itu sang prajurit kembali tertunduk takut.
"Sungguh aku sangat ingin mencabik-cabik tubuh sampahnya yang kurang aja itu" batin Drago yang diangguki oleh Phoenik.
"Bahkan aku akan menjadikannya cemilan untuk cacing saljuku" ujar Phoenik membatin.
"Aku setuju.." balas Drago berjalan mulai berjalan menjauh.
"Yahh.. tapi sayang itu tak akan terjadi" ujar Phoenik menepuk pundak drago kemudian merangkul bahu itu.
"Heyy.. kalian lambat" pekik Xiang membuat Drago dan Phoenik tersentak kemudain berlari mendekatinya.
"Kalian ngapain aja, lagi cosplay siput he??"
Meraka berdua hanya saling pandang. Lalu menyidikan bahu tanpa membalas ucapan itu.
__ADS_1
_________-______
Perjalanan terus berlanjut hingga akhirnya sampai di kerajaan Lan, dimana sebuah bangunan besar berdiri kokoh dengan arsitektur cina kuno melekat indah, nampak sebuah gapura yang besar dengan benteng pertahanan melingkar melindungi istanah yang ada didalamnya.
Ada beberapa prajurit yang berjaga diluar gapura itu, mereka mengunakan tombak dan menyilangkan tombak itu guna menutup gapura yang yang terbuka lebar.
"Selamat datang Panglima Kui Zio, tuan Putri Lan Xiang.." Hormat mereka menegakkan tombak yang awalnya menyilang.
"Bagaimana keadaan kerajaan sekarang ini??!" Ujar Kui Zio basa basi.
"Sampai sekarang kerajaan masih aman terkendali panglima kui Zio, walau ada beberapa pemberontak yang datang menyerang dan yang saya dengar semua pemberontakan itu tengah dihadapi.." jawab salah satu prajurit disana.
"Ah.. baiklah"
"Ya sudah, saya dan tuan putri akan masuk kedalam. Beritahukan ini pada kaisar Lan.."
"Baik panglima" tunduk salah satu prajurit kemudian masuk kedalam istanah memberitahukan hal itu.
_______-_______
Seorang prajurit berjalan melewati lorong-lorong istana dan berhenti didepan sebuah pintu kayu jati yang terbalutkan emas mulia. Pintu itu nampak indah dengan ukiran-ukiran kuno dengan gambar naga besar yang berada tepat ditengah pintu.
Perlahan prajurit itu mengetuk pelan pintu tersebut.
Tokk..
tokkk..
tokkk...
Suara ketukan pintu terdengar ditengah keheningan.
"Masuk!!" Balas seseorang dari dalam tegas.
_______-_______
Bersambung...
Jangan lupa like dan coment pendukungnya oke😉😉
Dadah..👋👋
Sampai ketemu dipart selanjutnya..🙋♀️🙋♀️🙋♀️
oke yang diatas☝️👆 itu Lan Xiang..
untuk yang lain besok author buat part khusus tapi tunggu aja..
__ADS_1
jangan lupa coment ya oke😉😉