
Semua yang ada di dalam seketika beralih menatap tatakan yang ada ditangan Bao.
"Ah.. sudah siap nih makanannya.." cetusku beralih bahasan.
"Kak bao bawa sini ayo.." ujar Vamp dengan tatapan laparnya.
"Kalian sabar dulu, saya belum membawa semua makanannya.. masih banyak makanan yang tertinggal didapur." Balas Bao meletakan makanan tepat dimeja patri yang tersedia.
"Hey yang mau cepet makan sana bantu kak Bao!!"
Seketika semua berbergegas bangkit dan berjalan mengikuti langkah Bao.
"Kak kok kakak gak bantu?" Tanya Vamp yang tengah berhenti tepat disamping pintu.
"Gak dong, putri mah bebas.." balasku merebahkan tubuhku.
Mendengar itu semua hanya geleng-geleng dan melanjutkan langkahnya.
_____-_____
Di ruang kerja Kaisar Lan Bio..
Kriettt...
Suara terbukanya pintu kayu membuat seorang paru baya yang tengah singgah manis diruangannya pun menatap arah pintu berada.
"Salam hormat ayahanda.." sapa sang putra mahkota menundukan wajahnya.
"Ah ternyata kau putraku." Balas Lan Bio tersenyum hangat. "Apa gerangan yang membuatmu datang kesini??"
"Maaf ayahanda, ananda tak ada niatan mengganggu aktivitas ayah. Hanya saja ananda ingin mengetahui apakah kabar kedatangan nya(putri Lan Xiang) memang benar??" Tanya Lan Gio sopan.
"Ahh.. kau sudah mendengarnya??" Ujar Lan Bio yang kemudian diangguki Lan Gio.
"Jika kau ingin mengetahuinya maka dengan berat hati ayahanda mengiyakan ucapan mu.."
"Hahaha.. ayah, kau bisa saja. Tapi jujur ananda ini pun berat hati jikalau harus didalam satu istanah denganya. Apa lagi wajahnya mengingatkanku akan berderadaan ibunda permaisuri." Gio tertunduk, banyangan kebersamaan nya bersama permaisuri kini berputar dalam memorinya.
"Sudahlah, jangan bahas itu!! Sebaiknya kamu beristirahatlah dan untuk keberadaan nya jangan kau pikirkan, anggap saja ia tak ada" seru Lan Bio mencoba tersenyum kearah sang putra pertamanya.
Gio pun berpamit dan pergi meninggalkan sang kaisar yang masih singgah dikabasaranya.
Kini tinggal Lan Bio yang tengah termangu, alam sadarnya membawa ke masalalu dimana kebahagian selalu menghampirinya. Kemudian hatinya terasa teriris jikalau mengingat kepergian sang permaisuri yang membawa separuh jiwanya pergi.
"Xixi apakah kau bahagia diatas sana?? Kenapa-kenapa kau pergi begitu saja? Sungguh ku tak rela kau tinggal pergi " seru Lan Bio tergagap hingga matanya mulai meneteskan air matanya. Namun tak bertahan lama, ia segerah menghapus tetesan air mata sambil berkata"maaf karna kahilanganmu, sampai saat ini aku belum bisa menerimanya sebagai putri kita" desahnya lirih membayangkan putri satu-satunya.
_____-_____
Flash back..
Seorang wanita cantik tengah terduduk manis disalah satu tempat duduk yang telah tersedia. Mata nya tak henti-henti memandang seseorang dengan penuh cinta. Senyum tak pernah pudar dari wajah ayu nya.
Wanita itu masih enggan melepas pandangannya.
__ADS_1
Nampak seorang pria tampan dengan balutan kabasara tengah berlari lari kecil mengejar pangerannya.
"Gio..!! Awas ya, ayah akan mengejarmu" seru pria itu berlari sembari tersenyum hangat.
"Blekkk.. "
Sambil menjulurkan lidah anak itu terus berlari menjauhi ayahnya.
"Ahh.. ayah cemen, masa gak bisa menangkapku. " ejek sang anak.
Sembari tersenyum terbasit ide jahil diotaknya. Ia pun mengunakan energi mana untuk memperingan tubuh kemudian mengunakan elemen angin andalan nya. Dengan secepat sepoi angin ia berhasil menangkap sang anak lalu tanganya bergerilya dipinggang anak laki-laki itu sambil mengitik-ngitikinya.
"Haha..Am am pun ayahh.. hahaha.." ujar anak itu seraya tertawa kegelian.
"Mamahh.. hahaa.. bantu gio maaa.. hahaha" seru sang anak meminta batuan.
"Cemen.. masa minta bantuan sama perempuan.." ujar sang pria membalas ejekan anaknya.
"Sayang.. gak usah dibantu, biarkan aku menghukum anak nakal ini!!" Lanjutnya menatap wanita yang masih terduduk manis ditempatnya.
"Apaan?? Gio gk nakal ya!!" Balasnya tak trima.
"Lah trus siapa yang nakal??"
"Ayahh!!" Seru sang anak yang dibalas gelikikan lagi dari sang pria itu.
"Hahaha...haha..." suara kegelian pun kembali mengelegar.
Wanita itu hanya geleng-geleng melihat interaksi ayah dan anak itu.
Pria itu pun menurut dan menghentikan kegiatan menggelitik sang anak.
Sedangkan sang anak hanya manyun mendengarkan ucapannya.
"Apaan sih ma!!, mana ada.." manyunnya sembari memalingkan wajahnya.
Mereka yang melihat itu hanya tertawa.
Tiba tiba seorang bocah laki-laki berlari seraya menangis segukan, dibelakangnya nampak para pelayan yang tengah berusaha mengejar sang bocah.
"Hikss Maama.. hikss..kenapa tingalin Reo!! Huaa.." Seru sang bocah menangis seraya berlari kepangkuan sang wanita itu.
Para pelayan seketika memberhentikan langkahnya.
"Loh.. anak laki-laki mama, kok cengeng hayo.." lembutnya sebari mengangkat tubuh anak laki-kakinya yang kini telah berusia 3 tahun. Dilekatkan sang anak dipangkuanya, tangan lembutnya mengusap air mata yang meleleh dipipi cabbynya.
"Adek udah bangun??" Sela Gio mendekat, wajah manyunnya kini berubah tersenyum manis menatap sang adik.
"Kakakk Gio.." pekiknya berseru, bocah bernama Reo itu telah berhenti dari tangisnya.
"Sini mau main sama kak gak??' Sembut gio mengangkat Reo dari pangkuan mamanya.
"Mau kak.. mau.." balas Reo antusias.
__ADS_1
Interaksi manis antara kakak beradik pun terjadi. Mulai dari kikikan tawa, sifat manja sang adik hingga perubahan sikap sang kakak dari manja menjadi pemomong membuat siapa pun yang melihatnya ikut tersenyum bahagia.
Sang wanita itu pun tak terkecuali.
"Sayang.. " panggil wanita itu pada pria yang ada disampingnya.
"Ah.. ada apa??"
"Sini, mendekatlah" ujarnya membuat pria itu tersenyum sembari mendekatkan tubuhnya.
"Kalo mau itu jangan disini sayang.." jawabnya ambigu.
"Apa an sihh.." balas wanita itu memerah. Tanganya yang sudah tak sabar menarik pria itu lebih dekat.
"Jangan disini sayang, ada anak-anak loh.."
"Dasar mesum!!" Pekik sang wanita membuat semua menoleh.
"Ada apa ma??" Tanya Gio bingung.
Sedangkan Reo hanya terdiam karna pertanyaanya sudah diwakilkan sang kakak.
"Gak ada apa sayang, sudah sana lanjut main" balasnya dengan wajah tomat. Sedangkan pria yang ada disampingnya hanya bisa menahan tawa melihat reaksi yang tengah terjadi.
Karna kesal, wanita itu menginjak keras kaki sang pria hingga menahan pekikan kesakitan. Ia tak mau mendapat pertanyaan sama dari sang anak.
"Maaf sayang tak sengaja.." ujar nya lembut sembari tersenyum kemenangan.
"Ahh.. sakit banget, kok bisa-bisanya aku punya permaisuri bar-bar didalam lembutnya diluar doang" gerutunya menahan sakit.
"Kamu ngumpatin aku ya.." sarkas wanita itu seakan paham apa yang dikatakan.
"Enggak kok sayang.." balasnya tersenyum palsu.
Mendengar itu hanya mendapatkan angkatan bahu dari sang wanita itu. Seakan ingat tujuan awalnya. Ia pun menangkap dan membingkai wajah suaminya dengan kedua tangannya kemudian menariknya hingga berhenti tepat dihadapan nya.
"Cup.."
Kecupan manis mendarat di bibir tipis sang pria.
"Aku ada sesuatu yang ingin ku ucapakan.." bisiknya lirih seraya mengigit gemas telinga sang pria.
"Aku...."
_______-_______
Sampai sini dulu ya😊
Maaf gak bisa updet tiap hari😮
Tapi insyaallah bisa berlanjut sampai tamat dan gak macet dijalan. Doa kan oke😉 tanpa dukungan dari kalian cerita ini gk akan bisa berlajut..
Dah..👋
__ADS_1
Jangan lupa vote, coment dukungan nya.. 😚