
"Yah.. sedikit lagi" gumam Xiang lirih menatap anak panah yang tertancap di lingkar sembilan dan satu cm lagi masuk lingkar sempurna.
"Ahh..Tapi siapa yang memberiku petunjuk? Aku baru sadar, dan sepertinya dia bukan phoenik maupun drago." Tanpa sengaja mata xiang ia kearah singasana dimana kaisar bulan berada.
Tatapan tajam yang menawan tersajikan indah.
Degg..
"Apa tak mungkin" elak Xiang tak percaya dengan apa yang dilihat. Sedangkan pria itu tersenyum miring melihat ekpresi gadis kecilnya.
____*__*____
Xiang masih membelahak menatap sosok yang tengah duduk manis di singgahsananya. Berulang kali ia mengosok kasar kedua kelopak matanya. Berharap apa yang tengah dilihat hanyalah sebuah ilusi semata, namun sayang beribu sayang. Sosok itu terpampang begitu nyata, bahkan matanya saling beradu pandang dengan raut datarnya.
"Maaf putri lan, silahkan anda menempatkan posisi. Babag final akan segera dimulai.." ujar pemandu itu menarik jiwa xiang kembali kealam bawah sadarnya.
"Ahh.. baiklah.."
"Apa aku begitu memukau? Hingga membuatmu keluar dari alam bawah sadar" lagi-lagi suara lembut seorang pria melayang kembali melintas diotak xiang.
Sontak xiang menatap sebal kearah pria itu. Yang dibalas dengan seringaian datar yang nampak memukau di wajah tampannya.
"Terserah, bodo amat!! Sekarang waktunya fokus ke perlombaan. Bukan waktunya mikirin orang gaje yang gak penting untuk saat ini" Batin xiang sembari memutar bola matanya malas kembali menatap arena. Tapi sayangnya itu tak semudah yang ia kira, bayangan wajah itu masih berputar-putar indah di otaknya.
Pria itu hanya tersenyum tipis mendengar ucapan batin xiang. Bahkan sosok pria yang selalu berada disampingnya hanya diam melihat junjungannya. Ia seakan tahu akan apa yang tengah terjadi, apalagi saat junjunganya menatap tubuh mungil nona kelak.
"Baik tiga peserta babag final telah mamasuki arena dan siap diposisi masing-masing, sekarang saya akan memberikan sedikit informasi tentang peraturan babag final" pemandu itu mengambil napas sebentar dan mengeluarkan pelan.
"Jadi dibabag ini memiliki jarak yang tentunya lebih panjang, sekitar 100 meter. Selain itu terdapat 3 gabus yang menghalangi papan sasaran. Gabus itu berada dimeter ke 50, 75 dan 90. Para peserta diharap mampu melesatkan anak panah melintasi ketiga gabus itu hingga mencapai papan sasaran dilingkar sempurna. Dan siapa yang mencapai papan sasaran dengan skor tertinggi mendapatkan gelar pemenang. Satu peraturan lagi, dilarang keras mengunakan mana ataupun eleman apapun saat babag ini berlangsung, paham??!"
Ketiga peserta itu menanguk paham. Kemudian mereka menarik busur yang ada dipegangan masing-masih kuat, hingga sebuah suara peliut panjang melengking memberi aba-aba.
Syatttt...
Satu persatu anak panah melesat begitu cepat.
Setelah melesatkan anak panahnya xiang mengambil posisi santai sambil memantau lesat anak panahnya itu. Namun berbeda dengan pikiranya yang entah melayang kemana. Satu demi satu gabus ditembusnya rapi. Dan..
Clappp...
__ADS_1
Anak panah itu berhenti saat berhasil menancap papan sasaran.
Suara gemuruh dari penonton mengema saat ketiga anak panah itu berhasil menancap masing-masing papan sasaran.
"Baik saya akan mengecek terlebih dahulu untuk mengetahui siapa pemenangnya.." pemandu itu berlari mendekati satu demi satu papan sasaran dimana ada satu anak panah disetiap papan.
Ia tersenyum melihat dua anak panah yang menancap gagah dipapan sasaran. Selisih keduanya sangat tipis hanya hitungan mm(milimeter). Kemudian ia berteriak menemberi tahu siapa pemenang yang sebenarnya.
"Baik!! Saya akan memberi tahukan pemenang nya.."
Semua penonton berbisik-bisik mengutarakan komentarnya, mereka sangat penasaran akan hasilnya.
"Aku pikir pemenangnya masih sama dengan tahun lalu, siapa lagi kalo bukan Putri Zua Cian."
"Entah mengapa aku berpendapat putri Lan Xiang lah yang mememangkan. Saat kulihat tadi, lesatan anak panah itu sangat cepat dan akurat."
"Tidak, itu tidak mungkin.. dia adalah sampah masyarakat yang beruntung hidup menjadi putri raja dari kerajaan Lan" sinis seorang bangsawan yang terduduk manis diantara penonton lainnya.
"Apa maksudmu? Apa kau tak lihat kehebatan putri Lan Xiang bahkan sampai masuk babag final" protes penonton yang berada dipihak Xiang.
"Itu hanya keberuntungan semata" lecehnya menatap kembali kearah arena.
"Baik saya akan mengumumkan pemenang perlombaan ketangkasan cabang panah yaituu.."
Xiang menutup kedua telinganya perlahan dengan kedua tanganya. Ia sedikit ragu dengan hasil yang ia lesatkan. Apalagi konsentrasinya sedikit terganggu akibat wajah pria itu tiba-tiba melintas lagi disaat-saat pelepasan anak panah.
"Putri kerajaan Zua.. Putri Zua Cian dengan memperoleh skor hampir sampurna tepat pada lingkar 9 yang sedikit lagi masuk ke lingkar sempurna." Terang pemandu membuat penonton yang mendukung putri kerajaan Zua bersorak senang mendengar itu.
Wajah angkuhnya tercipta sempurna diwajah Cian. Ia menatap remeh kearah xiang.
"Aku tak yakin kau yang membunuh para pembunuh bayaran yang kukirim" ujar Cian membisikannya ditelinga xiang yang masih terdiam.
"Ayolah permainan baru dimulai, bukankah kalah itu biasa dalam perlombaan" balas Xiang masih tenang tanpa sedikitpun terpancing emosi.
"Dan untuk peserta dari kerajaan Lan, putri Lan Xiang hanya berbeda beberapa milimeter saja, sangat disayang .." ujar pemandu menambah pengumuman.
"Kau dengar bukan?¿, aku bukanlah tipikal orang yang suka pamer. Lagi pula rasanya senang menghadapi lawan yang kuat sepertimu. Dan sepertinya akan kutunjukan dicabang tanding nanti.." cetus Xiang sebelum meningalkan arena.
Wajah Xiang seketika berubah saat sudah berada jauh dari Cian. Terlihat mimik cemberut saat dewi fortuna tengah memihak pada lawannya.
__ADS_1
"Sial, sudah dua kali aku mendapatkan kesialan, menyebalkan!! Ini pasti gara-gara pria itu" diliriknya tajam kearah singgahsana.
Dan dengan rauh wajah kesal Xiang menarik busurnya kuat dan mengarahkannya pada sosok itu.
Slahhhtttt!!..
Semua penonton membelahak melihat kejadian itu.
Para prajurit langsung berlari mengamankan sang kaisar.
Sedangkan kaisar itu hanya menampakan senyumannya menatap anak panah yang berhenti tepat didepan matanya.
"Waww.. hebat!!" Cetus Xiang terngaga tanpa memerdulikan prajurit yang tengah mengepungnya.
"Apa ini didikan seorang raja besar kerajaan lan?!" Geram para bangsawan yang melihat tingkah Xiang yang menentang peraturan kekaisaran.
"Ayolah tadi aku hanya kesal" cetus xiang dengan wajah santainya "lagi pula ia baik baik saja bukan"
"Xiang perhatikan ucapanmu" bentak kaisar lan Bio menatap tajam Xiang.
"Ayolah, kubilang dia tak apa-apa.." xiang melesat menembus para prajurit yang mengepungnya. Ia mendekat ke singgasana lalu mengambil anak panah itu tanpa takut.
"Mengapa aku harus bertemu dengan mu lagi, menyebalkan!! Ini sangat menggangu konsentrasiku! Dan tak kusangka kau menjadi kaisar bulan di dinasti cina" gumam xiang berbisik dan sepertinya hanya didengarkan oleh kaisar bulan.
Para bangsawan semakin geram dengan tindakan Xiang. Mereka mencoba mengeluarkan kekuatan untuk membunuh gadis tak tahu diri itu.
"Jika kalian berani melukainya ku jamin kerajaan kalian hancur rata dengan tanah." Tegas Kaisar bulan membuat mereka semua mengurungkan niatnya.
Sedangkan Xiang hanya mengangkat sebelah alisnya mendengar penuturan kaisar bulan itu.
____-__-____
Bersambung..
Jangan lupa like dan coment pendukungnya guys😋
And baca juga crita Author yng berjudul "married with mr. Bottom"
Dah..🖐
__ADS_1