
Byarrrr...!!!
Kedua mana gelap saling bergempuran hingga akhirnya meledak menghilangkan penghalang yang tercipta.
Dinding itu ikut hancur berkeping keping. Tubuhnya yang hampir kehabisan mana hanya bisa terpental ke belakang tanpa mampun menahan.
Pria tampan berpakaian hijau daun dengan rambut coklat dan mata biru laut, langsung berlari menangkap tubuh tuannya.
"Sial, tuanku hampir kehabisan mananya. Dan aku tak cukup kuat untuk melawan mereka yang tengah menghadang jalan keluar." Mata biru lautnya merejab cemas dengan keadaan sang tuan.
Ia mendudukan tubuh rapuh xiang pelan. Tanganya lembutnya menyentuh dahi sang tuan dan sambil mengeluarkan sesuatu yang ada didalam tubuhnya.
"Aku masih belum bisa memberikan manaku untuk menyembuhkan tuan sepenuhnya. Dan aku pun masih belum cukup kuat untuk membawa tuanku kembali keatas."
"Tuanku cepatlah sadar" ujarnya menekan dahi Xiang sambil tersengal sengal.
"Maaf tuanku, aku hanya bisa memberikan ini karna manaku masih belum pulih seutuhnya."
Perlahan sinar berwarna hijau merambat ketubuh bagian atas Xiang. Sinar itu berputar putar tepat disekitar rambut hitam xiang yang mulai berubah menjadi merah.
Percikan serpihan cahya yang mulai membentuk sebuah mahkota kecil yang bersinggah dikepala Xiang. Namun sayang saat mahkota itu mulai membentuk mata berlian tiba-tiba tubuh pria itu ambruk. Sepertinya tenaga yang disalurkan masih belum cukup.
Mereka pun terkapar ditempat yang sama. Sedangkan mahkota itu ikut menghilang masuk ketubuh xiang dalam bentuk yang belum sempurna.
....
"Arrghh.." suara geraman kesakitan mengalun, gadis cantik dengan rambut hitam legam diikuti helaian rambut berwarna merah darah mulai merejap-rejap pelan seraya memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.
"Nanti dulu, aku masih disini?!" Batinnya bergumam. Ia mencoba menghilangkan rasa pusing yang menyiksa. Setelah itu pandanganya mengedar ke sekeliling, menatap tajam pria asing yang masih terbaring didekatnya.
"Hey bangun!!" Pekik Xiang menyenggol tubuh pria itu kasar. Sayangnya tak ada respon.
"Hey pria asing bangun!! Kalau tidak kau akan ku siram air dingin!!"
"Shitt!!" Xiang mengumpat melihat tak ada respon yang diberikan. Tangan mulai mengumpulkan mana dan dengan tega ia langsung menyiram pria itu.
Tubuh pria itu menjadi basah kuyup, mana bereleman air itu masih mengucur. Namun debit yang dikeluarkan perlahan mengecil.
"Nih orang masih hidup atau mati sihh!!" Dengan terpaksa tanganya mengulur menyentuh area leher, terasa alunan detak nadinya lemah dan rasa dingin menyengat kulitnya.
"Astaga!! Suhunya dingin, dan dengan bodohnya aku menyiram pria malang ini"
__ADS_1
Dengan segerah Xiang melakukan tindakan cepat. Tangannya mengeluarkan angin dan api untuk mengeringkan pakaian dan menghangatkan tubuhnya.
Saat dirasa suhunya mulai membaik, ia segera mengeluarkan mana cahaya untuk penyembuhan. Bahkan kantong mana pria itu terasa begitu lama dibiarkan lemah, hingga menyebabkan kerusakan inti dalam mana.
Tak berselang lama suara lenguhan pelan itu terdengar, membuat xiang bernapas lega tanpa berhenti menyalurkan mana cahaya ketubuh pria itu.
"Kau tak apa?"
Pria itu masih belum menjawab, ia hanya berusaha mendudukan tubuhnya.
"Hey, jangan memaksakan tubuhmu. Kau masih terlalu lemah, dan kantong manamu sedikit bermasalah." Tangan xiang mulai turun dari posisinya. Mana cahaya mulai mengurai tersendirinya.
"Syukurlah, anda telah sadar tuan" Lirih pria itu.
"kau siapa huh!! hingga memanggilku tuan?! Atau jangan-jangan kau yang berulang-ulang meminta tolong dilepaskan itu?"
Pria itu menganguk lemah mengiyakan ucapan xiang. "aku Liang Li tuan, dan tugas ku disini adalah menjaga hutan timur ini"
"Liang li?!" Beo xiang mengulang kalimat pria itu.
Pria yang mengaku bernama Liang Li hanya menganguk mengiyakan.
"Jadi seperti ini rupa penjaga hutan ini.."
"Sejujurnya dulu aku hanya sebuah pohon ek biru. Hingga tuanku merubah diriku menjadi manusia." Ungkap Li membuat xiang merejabkan mata bingung.
"Ek biru?? apakah ada pohon ek dengan buah berwarna biru?, lalu siapa tuanmu yang kau maksud??"
Li hanya mengulum senyum tipis, lalu mulai berkata.
"Tentu ada tuan, dan buktinya adalah diri ku sendiri. "
"Aku masih tak percaya.." elakan xiang masih yang memang belum percaya.
Li pun kembali mencoba bangkit. Tenaganya yang masih lemah membuat kedua tangannya bergetar.
"Sudah kubilang jangan paksakan dirimu.." omelnya mencegah li bangun.
"Aku sudah tak apa tuan, dan aku akan membuktikan ucapan ku.." ujar li membuat kedua tangan xiang yang sedari tadi mencegahnya bangun kembali semula. Dengan sedikit tertita, li berjalan memberi jarak. Tangan lemahnya melakukan gerakan cepat, membuat xiang teringat salah satu anime jepang yang pernah ia tonton.
"Sudah lah, aku percaya dan kau tak perlu membuktikan. Lagi pula kantong mana mu lemah, aku takut yang kau lakukan itu bisa melukaimu" bujuk xiang mencegah li, namun hal itu tak diperdulikan sama sekali.
__ADS_1
Hingga sebuah gempa kecil mengetarkan tempat itu. Sebuah akar pohon membeledak keluar dari bawah tanah. Dan anehnya akar itu memunculkan tunas pohon ek dengan daun hijau indah berhiaskan warna biru diujungnya. Pohon itu terus bertumbuh dengan begitu cepat, hingga dalam hitungan menit tingginya menyetarai tinggi li dengan biji ek berwarna biru terang.
"Woww.. baru pertama kali aku melihat pohon ek secara langsung. Dan yang paling istimewah adalah warna biru ini" takjub xiang berjalan mendekati pohon ek itu. Tanya terangkat menyentuh daun bergradasi biru, kemudian beralih menyentuh biji ek berwarna biru.
"Boleh aku memetiknya?"
"Tentu tuan, biji ek itu dapat berguna untuk menyembuhkan berbagai luka maupun menyakit"
"Benarkah?" Toleh xiang tak percaya.
"Tentu saja , bahkan semua bagiannya memiliki kegunaan yang masing-masing."
"Wah.. Benar-benar istimewah," xiang yang masih terpukau kembali berjalan memutari pohon itu, tanganya sesekali memetik biji ek lalu meletakan dilipatan tangan yang satunya.
"Ah,sepertinya aku terlalu serakah mengambil banyak biji ek ini. Ini sebagian kukembalikan" li hanya tersenyum melihat Xiang mendekat.
"Tuanku bahkan bisa memiliki pohon ini.." li berjalan sedikit tertitah mendekati pohon itu, membiarkan xiang menghentikan langkahnya. Lalu tanganya ia gerakan menyentuh salah satu daun itu. Dan ajaibnya pohon itu dalam sekejap menghilang layaknya tertelan bumi.
"Tuan bisakah kau mendekat, sepertinya aku tak kuat lagi kalau berjalan." Xiang pun terdiam tak bicara, ia masih menatap kosong kearah pohon ek yang sudah lenyap.
"Tuan??"
"Ah ya.." kakinya pun berlari mendekat. Li yang menatap xiang dihadapannya langsung menyentuh lengan sang tuan tanpa ijin. Hingga sebuah ukiran pohon ek nampak dibagian lengan itu.
"Sudah selesai.." li tersenyum menatap xiang yang masih terbengong bingung.
"Ini?? Cuma gini caranya?"
"Emang tuan mau bagaimana?"
"Ku kira akan ada kontram darah.."
"Ah itu tak perlu tuan, karna pohon ek berhubungan langsung dengan dewa. Dan kontrak darah akan membuat pohon ek menjadi pohon yang tidak suci lagi." Terang li.
"Baiklah.. dan terima kasih."
"Kalau boleh tahu siapa tuanmu yang mengubahmu menjadi manusia?" Tanya xiang masih menatap ukiran baru ditanganya.
"Tuanku dulu..."
....^.......^....
__ADS_1
Bersambung