
"Kalau tak ingin keluar baiklah, aku yang akan pergi. Dah.." xiang membalikan tubuhnya dan berjalan menjauhi hutan.
Tapi sebuah sepoi angin melesat cepat membuat goresan luka dipipi putih xiang.
"Sudah keluar.." ujar xiang menatap sosok yang ada didepannya. Tangannya mencoba mengusap darah yang mengalir pipinya, diesaplah darah itu pelan.
"Bentuk kalian buruk, buruk sekali.. apa ini bentuk asli kalian? Atau hanya karena aura gelap yang kalian serap?" Sinisnya menatap sosok dihadapannya tajam.
"Ayo bermain.. tapi tenang saja katanya kalian itu hakku, jadi aku tak mungkin membunuh kalian" seringai xiang terangkat seraya mengeluarkan eleman petir dikedua tangannya.
___-____-___
Pertarungan pun terjadi, Xiang nampak bermain main dengan penghuni hutan itu mengunakan eleman petir dan angin. Tapi siapa sangka permainannya bertambah menyenangkan karena para penghuni hutan mulai bermunculan saat mendengar suara perkelahian.
"Hei.. kalian datang tanpa diundang ya.." sapanya seraya melemparkan pusaran mana angin yang membuat lawannya langsung terdorong kebelakang saat jarak mulai terkikis.
Dari arah belakang salah satu dari mereka mencoba melawan xiang, namun, Ia masih kalah cepat dengan gerakan yang xiang lakukan dan itu membuatnya terpental jauh kearah pepohonan hingga tumbang.
"Grrrgghh.." mereka mengeram melihat itu, xiang hanya membalasnya dengan kikik geli.
Karena serangan individu yang dilancarkan penghuni hutan selalu gagal membuat mereka berfikir cara mengalahkan lawan dihadapannya. Mereka pun mencoba menyatukan kekuatan gelapnya hingga membuat lingkaran yang terus bertambah besar.
"Waw.. kalian mencoba bersatu untuk melawanku yang hanya satu orang, sungguh lemah sekali"
Grrrgghh... mereka kembali mengeram tak trima dipermalukan hanya dengan seorang manusia. Tubuh hitamnya yang berbentuk bagaikan monster itu menatap tajam kearah xiang.
Xiang masih tenang menatap lingkaran mana hitam yang semakin besar itu. Tanganya mulai ia tadahkan keatas. Membuat sebuah cahaya disetiap jarinya.
Melihat cahaya itu membuat mata merah para penghuni hutan langsung terbelahak.
Tanpa pikir panjang Mereka langsung melempar mana lingkaran gelap yang tak sempurna kearah xiang.
Diangkatnya sebelah alis mata xiang saat melihat lingkaran itu semakin mendekat. Jaraknya pun semakin terkikis.
Hingga..
BUMMMMM..
Suara dentuman keras membuat para penghuni tersenyum senang. Mereka melihat mana gelap yang mulai menyeruak kemana-mana. Sampai akhirnya mana itu menghilang dan menampakan tubuh xiang yang masih utuh tanpa luka sedikitpun.
"Kejutann.." pekik xiang menyeringai melihat mereka yang nampak syok akan apa yang tengah terjadi.
__ADS_1
"Tidak mungkin.." geram mereka mengeluarkan suara.
"Tidak ada yang tidak mungkin. Dan lagi, apa kalian tak ingin bebas dari mana gelap kalian?? Bukannya mana itu yang membuat kalian lemah dan tak bisa menggunakan mana elemant??" Seru xiang berjalan mendekat.
Mereka mulai berfikir saat mendengarnya.
"Waktuku tak banyak, aku harus segera pergi. Dan tak mungkin menunggu kalian semua menjawab pertanyaan ku jadi.." suara xiang tiba-tiba terpotong.
"Kami ingin kembali seperti semula, mana gelap yang kami serap ini membuat kami tersiksa. Dan dari awal sampai sekarang kami belum bisa melepasnya.." tunduk salah satu penghuni hutan yang memiliki aura cukup kuat. Ah sepertinya ia hewan legenda tinggkat 4.
"Baiklah.. tapi bagaiman pun aku akan memaksa kalian untuk kembali seperti semula. Karna aku yakin ada beberapa diantara kalian yang masih ingin mengunakan mana gelap. Dan yang ku tahu itu karena kekuatan kalian terlalu lemah dan tak sekuat mana gelap" sindir xiang membuat beberapa dari mereka tertunduk.
"Oke karena aku tak ingin memperlambat waktu, antar dong ke gua yang kemarin aku datangi bersama pria paru baya itu."
Mereka menurut dan mengantarkan Xiang sampai gua.
Tanpa pikir panjang ia memasukinya seorang diri. Saat melihat sebuah batu hitam yang nampak sedikit terkikis oleh waktu xiang mencoba menyentuhnya dan mengaliri mana cahaya.
"Ah batu ini rasanya sangat familiar.." gumamnya mengelus batu itu seraya tersenyum.
Ia mencoba duduk diatas batu hitam itu dan mulai menutup matanya dalam posisi meditasi.
Tanpa sadar tubuhnya menyerap mana gelap yang ada di sekitarnya, membuat gempa kecil diarea hutan.
Mana hitam yang terserap semakin banyak. Membuat tubuh xiang semakin dikelilingi kabut hitam yang semakin menebal seiringnya waktu.
"Lihat !!" Pekik salah satu penghuni hutan setelah gempa terhenti, tanganya mengarah kearea hutan yang nampak mulai menghijau dengan hiasan bunga disekitar nya.
"Tubuh kita mulai berubah dan kembali seperti semula.."sorak sosok penghuni hutan lain yang mulai berubah menjadi seorang peri mungil.
"Ya benar, dan.. lihat itu!!" Ditunjuknya gua dimana xiang berada.
Mereka tersentak kaget saat melihat tubuh xiang menyerap mana gelap dari penjuru hutan.
"Emm.. rasanya sedikit menyakitkan" lirih xiang saat perlahan demi perlahan mana itu menyusup kedalam tubuhnya.
Beberapa penghuni hutan yang mendengar suara itu merasa iba, dan mendekat mencoba untuk membantu.
Mereka yang kembali seperti semula mencoba mengeluarkan mana cahaya yang mereka punya, tapi karna tak semua dari mereka memiliki mana itu membuat beberapa dari mereka memilih membantu dengan cara lain.
Dialirkan perlahan kearah selubung mana gelap yang masih tampak tebal. Tubuh xiang merasa lebih baik saat mana cahaya yang mereka alirkan dapat menembus mana gelap dan masuk perlahan memberi energi baru untuk xiang.
__ADS_1
Selang beberapa menit kemudian xiang juga mencoba mengeluarkan mana cahaya menjadi sebuah gumpalan, saat gumpalan itu sempurna..
Pyarrr
Bummmm...
Mana gelap yang terdapat disekitar xiang beradu dengan mana cahaya yang xiang keluarkan. Karna kekuatannya seimbang membuat keduanya sama-sama hancur menjadi percikan bagai kembang api.
Dampaknya cukup kuat membuat beberapa dari penghuni hutan yang membantu ikut terpental karenanya.
"Terima kasih sudah membantu ku.." ujar xiang bangkit dari meditasinya.
"Aku tak mampu membebaskan kalian jika kalian tak membantuku" senyum tercetak indah dikedua sudut bibirnya, membuat para penghuni hutan terpesona melihatnya.
"Nona tak perlu berterima kasih, karna yang kami lakukan itu buat kami sendiri. Yang harusnya berterima kasih adalah kami, karna nona, kami terbebas dari mana gelap ini"
"Ahh.. sudahlah.. lagian ini tugasku, aku mau kembali kekediamanku, kalian jaga diri kalian masing-masing. Dan jangan lupa saling membantu."
"Tentu.."
"Dahhh..." xiang melesat pergi kembali ke kediamannya.
"Nona.."panggil penghuni berwujud elang yang baru saja memasuki gua.
"Ada apa kau memangilnya, nona itu telah pergi.."
"Dia adalah ratu kita, dia yang akan memimpin hutan ini.. tapi ia telah pergi sebelum melepaskan jeratan yang ada pada tuan liang li" tunduknya menyesali keterlambatan yang dilakukan.
"Benarkah?"
"Ya.."lirihnya.
"Tenang saja, ratu pasti datang lagi. Aku yakin itu, lagi pula aku melihatnya tengah terburu-buru jadi walaupun kau datang tepat waktu ia tetap tidak bisa melepaskan tuan liang li sekarang" ujar salah satu dari mereka yang dibalas anggukan oleh penghuni lain.
....*..*....
Bersambung..
jangan lupa like oke,
30 like lanjut next lagi 🤓😞😉
__ADS_1
koment positif jangan lupa😊