Reîncarnarea În Trecut

Reîncarnarea În Trecut
empat puluh tiga


__ADS_3

"Jika sudah saya akan memberi sedikit penjelas. Dikertas terdapat angka yang menujukan kelompok kalian. Terdapat 7 kelompok dengan 8 anggota, maka setiap kelompok akan menyisihkan 1 perserta yang mendapat poin terbanyak untuk mengikuti perlombaan babag selanjutnya hingga terdapat 3 anggota terbaik yang akan mengikuti perlombaan babag final untuk menunjukan siapa yang berhak mendapat juara pertama.. apakah sudah paham??"


Mereka pun mengangguk pelan, berbeda dengan Xiang yang masih terfokuskan pada angka yang tertoreh dikertasnya.


"Lima?" Gumamnya pelan sambil mengembuskan napas.


"Baik silahkan menuju kelompok masing masing.. " seru prajurit pembimbing perlombaan.


Dengan langkah gontai Xiang berjalan malas menuju kelompoknya.


"Ah, jadi dia ada di kelompok lima, aku tak sabar menghadapinya. Apakah dia mampu mengalah anggota kelompoknya? Tapi ku pikir dia tak sebodoh itu" cetus seorang putri kerajaan Zua menyeringai saat mendapatkan musuh yang serasa seimbang.


"Aku tak sabar melihat aksinya," seringai seorang pria menatap intens kearah Xiang.


_____*_*_____


Satu demi satu kelompok melayangkan 3 anak panah untuk setiap orangnya. Jumlah tertinggi akan lanjut kebabag selanjutnya.


"Anggota kelompok lima silahkan masuk kedalam arena" pekik pemandu perlombaan.


Xiang yang mendengar itu hanya melangkah malas.


"Baik, lakukanlah sesuai peraturan.. silahkan bidik sasaran mengunakan 3 anak panah.."


Para putri bangsawan segera menarik busurnya dan melesatkan anak panah itu satu persatu.


Sedang xiang masih terdiam ditempat menatap sekitar.


"Semua sudah melesatkan anak panah, mengapa tuan putri belum melakukan? Apakah anda ingin didiskualifikasi??" Ujar pemandu perlombaan memberi peringatan.


Xiang  menatapnya sebentar.


"Sungguh kelompok yang buruk, rata-rata sasaran tepat pada  angka 6-7. Dan sepertinya kelompok inilah yang paling buruk dari pada empat kelompok sebelumnya. Ah apakah ini suatu keberuntungan atau kesialan" batinnya bergumam.


Sedangkan para bangsawan dan rakyat yang menonton hanya berbisik-bisik melihat itu.

__ADS_1


"Maaf.. saya tadi melamun" balasnya menutupi kebenaran. Kemudian ditarik bujur dan dilesatkan anak panah satu persatu dengan kecepatan yang rendah. Namun siapa sangka ketiga panah itu mengenai sasaran lingkar  8.


"Apakah ia beruntung?? Bagaimana bisa anak panah berkecepatan rendah mampu mengenai lingkar 8," bisik mereka seakan tak percaya.


"Untuk kelompok lima kita sudah memutuskan putri lan Xiang dengan skor 24 berhak maju dibabag selanjutnya"


"Baiklah, sekarang kelompok lima boleh kembali. Dan untuk tuan putri Lan Xiang dipersilahkan menunggu babag selanjutnya bersama peserta lain disana." Ujar pemandu perlombaan yang hanya diangguki pelan oleh Xiang. Dia pun berjalan santai  menuju tempat yang telah ditunjukan.


Dari arah lain Gio menatap adiknya senang, tak menyaka adik bungsunya itu benar-benar bisa bersaing dengan peserta lain. Karna setahunya dulu, xiang hanya gadis yang lemah dan tidak mempunyai daya melawan siapa pun.


"Kau sangat mengerti situasi, dan kau selalu menampilkan sesuatu yang natural tanpa menonjolkan nya. Strategi yang bagus, gadis kecilku" batin pria tampan diatas singgahsananya.


"Apakah ini sesuatu rencana atau memang kemampuannya?? Ah tidak mungkin, jika hanya segitu kemampuannya maka apa arti pembunuh bayaranku lenyap tanpa sisa" tajamnya menatap Xaing sebentar.


"Kelompok selanjutnya silahkan masuk ke arena.."


"Hei bukankah itu putri dari kerajaan Zua??" Pekik penonton menujuk kearah seorang gadis cantik yang tengah memasuki arena.


"Benar, putri terkuat yang masih belum tertandingi" sorak mereka mengelegar melihat Zua Cian.


Mendengar itu Xiang mengalihkan pandangannya, menatap gadis yang tengah diagung-angungkan itu.


Kelompok enam langsung melesatkan panahnya satu persatu. Dan sesuai prediksi para penonton, putri Zua Ciang memperoleh kadidat terbaik dengan skor sempurna.


"Sungguh sangat hebat, aku senang melihat bakatnya yang seimbang dengan sifat angkuh itu. Tapi kita lihat seberapa lamanya bakat itu menyamai keangkuhanya"


Kelompok selanjutnya bergantian, setelah semua kelompok mendapat satu peserta terbaik, babag selanjutnya akan segerah dimulai. Semua mata menatap arena yang telah berisikan 7 peserta terbaik dari setiap kelompoknya.


"Baik.. saya akan mengumumkan bahwa peraturan akan sedikit dirombak dibabag ini.. jadi setiap peserta mendapatkan satu anak panah untuk dilesatkan dalam kondisi mata tertutup. 3 terbaik akan lanjut babag final, dan apabila terjadi skor sama yang ada diurutan atas melebihi 3 peserta maka akan akan dilakukan tanding ulang menentukan peserta yang akan melanjutkan babag selanjutnya. Apakah ada yang ingin ditanyakan lagi sebelum perlombaan dimulai?"


"Tidakkk.." balas para peserta serempak.


"Baiklah, semua silahkan menyiapkan dari diposisi masing masing," pemandu itu memberikan aba-aba pada para bawahannya untuk menutup mata para perserta dengan kain hitam. Setelah terpasang, pemandu itu mengeceknya satu persatu.


"Satu lagi, para peserta dilarang keras menyentuh kain pengikat mata itu sebelum mendapat aba-aba dari saya. Jika itu terjadi maka kalian akan didiskualifikasi." Para peserta hanya mengganguk sebagai tanda mengerti.

__ADS_1


"Baik.. Setelah saya memberi aba-aba silakan lesatkan anak panah itu dengan sebaik mungkin!!"


'Huh.. menyebalkan!! ini baru pertama kali aku melakukan ini, sial tahu akan begini aku pasti berlatih terlebih dahulu" ujar xiang membatin.


'Tenang saja gadis kecilku, ini mudah sekali kau tinggal ikuti arah datangnya angin, fokuskan pandangan satu titik lalu lesatkan penuh tekad tanpa ragu yang terselip, karna hal itulah yang paling fatal." Suara lembut seorang pria tiba-tiba terlintas dipikiranku, dan entah mengapa seakan terlana aku mengikuti arahan itu tanpa protes.


"Siapp!!" Semua peserta mulai menarik tali busur mereka masing-masing.


"Priiitttttt" suara peluit melengking bersamaan dengan melesatnya ketujuh anak panah kearah sasaran.


Semua mata menatap takjub kearah dua anak panah yang menancap sempurna. Pekikan dan seruan semua penonton mengema memenuhi arena perlombaan. Berbeda dengan arena kesenian yang terlihat sedikit sepi penonton, hanya berisikan penampilan para putri yang anggun dan gemulai dengan alunan alat musik yang mengiringi.


"Aku tak pernah kecewa untuk  berjalan berhari hari melihat ini."


"Benar, tontonan perlombaan ketangkasan memang sangat indah melebihi perlombaan kesenian. Bahkan aku tak sabar menantikan perlombaan ketangkasan cabang tanding dan bela diri."


"Benar, para pangeran dan putri terkuat dari setiap kerajaan akan mengikutinya, dan kita akan melihat apakah ada yang menandingi putri Zua Cian dari kerajaan Zua dan putra mahkota Lian Ho kerajaan Hoang"


"Hey buat apa membahas itu, perlombaan panah ini masih belum selesai. Lihat kadidat yang akan mengikuti babag final. Dan seperti biasa putri Zua Cian mendapat skor sempurna."


"Ah.. aku baru sadar bahwa putri kerajaan Lan berhasil masuk kadidat final." Mereka menatap kembali arena. Dan semua peserta sudah diperbolehkan membuka penutup matanya.


"Ah.. sedikit lagi" gumam Xiang lirih menatap anak panah yang tertancap di lingkar sembilan dan satu cm lagi masuk lingkar sempurna.


"Ahh..Tapi siapa yang memberiku petunjuk? Aku baru sadar, dan sepertinya dia bukan phoenik maupun drago." Tanpa sengaja mata xiang ia kearah singasana dimana kaisar bulan berada.


Tatapan tajam yang menawan tersajikan indah.


Degg..


"Apa tak mungkin" elak Xiang tak percaya dengan apa yang dilihat. Sedangkan pria itu tersenyum miring melihat ekpresi gadis kecilnya.


____-___-____


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like and koment guys..


See you..😋😙


__ADS_2