
Apa itu ada hubunganya dengan kelinci putih yang pernah kita tangkap? Rasanya kelinci itu bukan kelinci biasa"
"Entahlah, kami pun belum bisa memastikan"
"Ya sudahlah.. biar waktu yang menguaknya sendiri, kita ikuti alurnya"
"Ada benarnya.." angguk keduanya setuju.
"Sudah sana istirahat, aku mau bermeditasi buat persiapan besok lagi."
"Baiklah kita akan menjaga tuan disini."
"Terserah kalian, gunakan saja ranjang ini jikalau kalian istirahat. Aku ingin masuk dimensiku terlebih dahulu.." xiang pun lenyap menghilang masuk kedalam dimensinya sedangkan drago dan Phoenik memilih merebahkan tubuhnya dalam wujud hewan kecil.
Dan apa yang mereka lakukan tak luput dari pengawasan hewan spiritual tingkat atas.
"Mereka aman dipenginapan, apakah tuan yang melakukannya?" Batinnya mencoba berkomunikasi.
"Tentu saja" mereka pun mengangguk paham.
______-___-______
Hari pertama perlombaan tahunan yang diadakan dikekaisaran akan segera dibuka. Satu demi satu para bangsawan kerajaan berserta keluarganya berdatangan memasuki area aula istana kekaisaran. Sedangkan para rakyat yang akan menonton perlombaan baru diperjanjikan masuk saat perlombaan dimulai.
Hampir semua kaum bangsawan memasuki area aula kekaisaran. Dimana aula itu disulap menjadi aula penuh keeleganan dan identik dengan gold and black. Ergg.. rasanya sedikit kurang pas.
"Kaisar Bulan, Zheang li memasuki aula" pekik prajurit membuat mereka yang tengah terduduk langsung berdiri memberi hormat.
Sedangkan pria berpelawakan angkuh dengan mata setajam elang rajawali menatap kedepan tanpa memperdulikan para bangsawan yang memberi hormat.
Ia berjalan tegak dengan posisi tangan lurus disamping tubuhnya, kabasara merah kehitaman yang ia pakai menyentuh lantai membawa kesan arogan dan dingin.
Kini ia berhenti menghadap para bangsawan yang ada dihadapannya.
"Hormat kami yang mulia kaisar Bulan, semoga anda diberi umur panjang dan selalu dilindungi oleh para dewa.." seru mereka serempak memberi hormat.
Sosok pria yang dipanggil kaisar bulan pun duduk ditahtanya.
"Duduklah.." serunya datar.
__ADS_1
Setelah itu acara sambutan dimulai, berbagai pertunjukkan menjadi pengisi acara sambutan. Hingga akhirnya semua bubar menuju kediaman yang disiapkan. Sama halnya dengan para peserta yang akan mengikuti perlombaan, mereka menyiapkan diri untuk perlombaan yang akan diikuti.
Sekarang semua kembali keaula, tepat pukul 1 siang.
Semua bangsawan beserta kaisar bulan sudah terduduk ditempat masing-masing. Sedangkan rakyat yang menonton tengah memenuhi area yang telah disiapkan.
"Dimana xiang'er?? Apakah dia belum sampai?" Gumam Gio mencari sang adik bungsunya.
"Buat apa mencarinya? ku kira ia tak akan kabur dari perlombaan ini, kecuali ia memang ingin menyerahkan kepalanya dengan percuma.." balas Reo yang mendengar gumaman sang kakak.
"Diam kau Reo, aku tak butuh opinimu.." sentaknya menatap Reo tajam.
"Hallo kak Gio, tenanglah aku disini.. makasih udah khawatir" seringai Xiang yang baru saja memasuki area istana.
"Xiang?! Maafin kakak ya.. kakak gk bisa berangkat bareng kamu"
Xiang hanya memiringkan kepalanya, mata nya kini memindai mata elang sang kakak. Mencari sesuatu yang ingin ia ketahui sekarang.
"Tenang kak, aku nih bukan anak manja.. lagi pula aku punya pengawal setia yang membantuku diperjalanan.." balasnya mencoba tersenyum.
"Eh kak, lihat keknya ada yang cemburu sama kedekatan kita.. lihat kak mukanya, asem banget hihihi.."ledek Xiang tiba tiba seraya menatap Reo yang terlihat menahan marah.
Disisi lain perlombaan dimulai, satu persatu perlombaan diadakan.
"Maaf kami telat.." ujar Gio kemudian duduk dibangkunya begitu juga dengan Reo dan Xiang.
"Baik.. peserta dari kerajaan lan, silahkan memilih terlebih dahulu perlombaan yang akan diikuti, karna dari kerajaan lain sudah memulai perlombaan..."
Gio berserta adiknya pun mendekat ke asal suara dan memilih perlombaan yang akan diikuti.
"Xiang apa kamu yakin akan mengikuti perlombaan itu?"
"Tentu saja.. lagian aku gk bisa untuk lomba kesenian kak.. "
"Baiklah.. tapi kak ingin kamu berhati-hati jangan sampai terluka lagi, udah cukup kakak yang lukain kamu jangan yang lain lagi.." lirihnya mengelus pelan rambut Xiang yang dibalas dengan anggukan pelan.
"Jika bukan karena keinginan kak Xiang aku tak mungkin menjadi seperti ini, ahh.. bagaimana jika Gio tahu kalo aku bukan xiang tapi adik satu bungsuhnya yang belum pernah ia temui sebelumnya" batinnya tertunduk menikmati elusan dikepalanya.
"Peserta kerajaan lan, Lan Xiang mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan ketangkasan," seru seorang prajurit pemandu acara lantang.
__ADS_1
Membuat para bangsawan lain berserta rakyat yang menonton menoleh arah suara.
"Apa tak salah dengar? Putri satu-satunya kerajaan lan mengikuti perlombaan seperti ini?" Bisik para bangsawan yang menatap kearah Xiang berada.
"Baru pertama kali aku melihatnya, sebelumnya hanya putra mahkota Lan Gio dan pangeran Lan Reo yang datang mengikuti perlombaan tahunan ini"
"Benar sekali, ku dengar ia ikut karena mendapatkan titah langsung dari kaisar bulan. Mungkin jika tidak ia tak akan mengikuti perlombaan atau bahkan datang kesini "
"Ternyata rupanya tak seburuk yang kukira, ku pikir ia buruk rupa jadi enggan jika mengikuti acara seperti ini"
"Itu tidak benar, putri Lan Xiang memiliki rupa yang hampir mirip dengan Kaisar Lan. Jadi tak mungkin buruk rupa.."
"Dan yang ku tahu, sang putri diasingkan dikediamannya sediri karna dianggap membunuh permaisuri Lan Xi."
"Benarkah??"
"Ya aku tak mungkin berbohong, karna aku pernah melihat kejadian penyiksaan yang dilakukan putra mahkota Gio dan pangeran Reo terhadap putri Xiang"
Sedangkan Xiang yang mendengar bisikan-bisikan para bangsawan hanya acuh tak memperdulikan. Baginya itu hal biasa, bukankah mereka bebas berpendapat' pikirnya dalam hati lalu beranjak setelah mengenakan perlengkapan yang diberikan.
"Baik, karna semua peserta yang mengikuti perlombaan ketangkasan telah siap, sekarang adalah cabang panahan.. silahlan ambil busur panah masing-masing dan ambilah salah satu kertas yang ada didalam kubik kaca ini untuk mengetahui pembagian kelompok" satu persatu purti bangsawan kerajaan mengambil kertas sesuai intruksi. Tertera tulisan angka didalamnya.
"Jika sudah saya akan memberi sedikit penjelas. Dikertas terdapat angka yang menujukan kelompok kalian. Terdapat 7 kelompok dengan 8 anggota, maka setiap kelompok akan menyisihkan 1 perserta yang mendapat poin terbanyak untuk mengikuti perlombaan tingkat selanjutnya hingga terdapat 3 anggota terbaik yang akan mengikuti perlombaan tingkat final untuk menunjukan siapa yang berhak mendapat juara pertama.. apakah sudah paham??"
Mereka pun mengangguk pelan, berbeda dengan Xiang yang masih terfokuskan pada angka yang tertoreh dikertasnya.
"Lima?" Gumamnya pelan sambil mengembuskan napas.
"Baik silahkan menuju kelompok masing masing.. " seru prajurit pembimbing perlombaan.
Dengan langkah gontai Xiang berjalan malas menuju kelompoknya.
"Ah, jadi dia ada di kelompok lima, aku tak sabar menghadapinya. Apakah dia mampu mengalah anggota kelompoknya? Tapi ku pikir dia tak sebodoh itu" cetus seorang putri kerajaan Zua menyeringai saat mendapatkan musuh yang serasa seimbang.
"Aku tak sabar melihat aksinya," seringai seorang pria menatap intens kearah Xiang.
_________-_________
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment pendukung😦😞
See you good bye😔☺