Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Manusia Pelit


__ADS_3

Abigail melanjutkan rutinitasnya, menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan nya dalam memasak malam ini. memasak menjadi salah satu hobi nya. Dia adalah gadis yang tumbuh dan berkembang di keluarga yang cukup mampu jadi bukan hal biasa baginya memasak menggunakan kompor modern seperti milik Reichel ini. hanya saja model dan cara pakainya yang berbeda, jika dirumahnya Ia menggunakan kompor gas di rumah Reichel ia menggunakan kompor listrik yang berukuran kecil. Abigail sibuk memasak makanan untuk tuan angkunya itu. sementara Reichel yang berada di kamar sedang sibuk berbicara dengan seseorang di ponsel nya.


"Saya tidak mau ambil resiko lagi, jebloskan dia ke penjara sudah cukup saya mengasihani dia, bisa-bisanya dia menghianati saya sekali lagi!! bedebah cepat kau urus dia besok saya ke kantor bawah dia ke hadapan saya" ucap Reichel dengan amarah ia mematikan ponselnya secara sepihak


ponsel nya kembali berdering. tanpa nama disana.


"Hallo" jawabnya ketus


"Hallo Reichel, bagaimana kabarmu adik kesayanganku?" suara dibalik ponsel


"Kau !!!" Reichel sepertinya mendengar suara yang tak asing baginya itu


"kamu ini sepertinya sangat membenci kakak mu ini ya, sehingga pada saat pesta pernikahan mu tidak mengundang kakakmu ini" suara dibalik ponsel


"ini tidak penting bagi mu, untuk apa kamu diundang" jawab Reichel


"oh, apa adik ku ini masih marah padaku? jangan seperti itu-----"


"hentikan omong kosong mu itu!!! jangan pernah menyebut nama saya dengan mulut kotormu itu bajingan" Reichel memotong pembicaraan nya


"Oh sayang jangan seperti itu, kamu terlalu naif Reichel. jangan selalu marah-marah nanti keriput di wajahmu makin bertambah" ledeknya lagi.


Abigail selesai menyiapkan makanan, ia membuat nasi goreng untuk makan malam mereka berdua. ia menaruhnya di mangkuk dan mengambil dua buah piring membawah masuk ke kamar menaruh diatas meja. ia melihat wajah Reichel memerah dengan tatapan tajam tangan nya mengepal. dengan sedikit ketakutan ia memangil Reichel untuk makan.


"Tuan, makanannya sudah siap mari makan" Abigail berbicara dengan sedikit ragu berharap orang di hadapannya tidak langsung memuntahkan amarahnya padanya


"Oh apa sekarang adikku ini sudah mulai menyewa perempuan ya, sekarang sudah tidak takut lagi dengan perempuan? " ledeknya


"Hentikan omong kosong mu, dia bukan perempuan sewaan atau pembantu dirumah ini dia-----"


"oh apa dia adik ipar ku? ini sangat menyenangkan mendengar suara adik ipar yang sangat merdu dan sexy itu" ucapnya memancing amarah Reichel


Reichel mengepal tangannya dan mengeratkan giginya lalu menutup matanya


"Hentikan kata-kata kotormu itu atau aku akan pergi memengal kepalamu" ucap Reichel


Abigail yang mendengar perkataan Reichel bergidik merinding, seakan tak percaya apa yang dia dengar kan dari mulut Reichel itu


Reichel mematikan ponselnya menghela nafas sejenak lalu duduk dan menyantap makanan didepanya. Abigail yang tertegun dengar ucapan Reichel masih berdiri dengan tatapan bengong.


"(oh Tuhan dia benar-benar sikopat😭 kenapa saya harus menikah dengan orang seperti dia Tuhan😑)" batin Abigail

__ADS_1


Reichel melihat Abigail tanpa menawarkan makan. dia masa bodoh dengan gadis dihadapanya itu setelah menghabiskan tenaganya berbicara dengan kakaknya ia memerlukan energi dan ia haru makan. Abigail melihat nasi goreng yang di buatnya perlahan habis sedikit demi sedikit Reichel menghabisinya.


"eh..eh .ehh apa-apaan ini? kenapa tuan makan semua nasinya?" tanya Abigail


"Memangnya kenapa?" tanya Reichel


"hah😳 Masih nanya memangnya kenapa? tuan tau tidak saya buat ini untuk porsi dua orang" jawab Abigail


"lah terus?" tanya Reichel


"😭 terus bagian saya mana?" Abigail


Reichel melirik mangkuk yang ada dihadapanya.


"sudah habis, enak si makanya saya makan semua" jawab Reichel enteng


"lagian dari tadi bukanya duduk makan Mala bengong, saya kira kamu ngak mau makan makanya saya habisin saja" lanjut Reichel


"tapi kan tuan punya mulut, bicara gitu nanya kesaya kamu gak mau makan Abigail gitu lo ini ma ngak. boro-boro nanya.yang ada dihabisin tau ah kesel saya😏" Oceh Abigail


Reichel masa bodoh dengan ocehan Abigail. Reichel masuk ke kamar mandi membersikan badanya sejenak tak lama kemudian dia kembali, Abigail yang tidak bisa tidur jika perutnya masih kosong duduk di tempat tidur memegangi perutnya yang sedari tadi terus berbunyi. ia menatap Reichel sebentar lalu berpaling ke arah lain, Reichel melihat dia sekilas lalu menghela nafas.


"berikan satu guling dan bantal kepala padaku" pintanya


Reichel berjalan kearah Abigail, Abigail masa bodoh dengan Reichel saat ini yang ia butuhkan hanyalah makanan agar perutnya tak lagi berbunyi. Reichel terus mendekat dengan Abigail sehingga tatapan mereka bertemu jarak mereka hanya 2 centi meter sekarang. Abigail reflekx menyilang kan tanganya didada membuat Reichel bingung ia mendorong sedikit kepala Abigail lalu mengambil guling dan bantal kepala membuat Abigail sedikit bergeser. tiba-tiba perut Abigail bunyi membuat Reichel kaget dan Abigail membelalakan matanya.


"(dasar perut, gak bisa diajak kompromi ni pasti di kira saya kentut ni)" batin Abigail


"gak sopan kamu ya kentut sembarangan" ucap Reichel


"mana ada, orang itu suara perut" jawab nya


"ala bohong, jujur saja kalau kamu kentut" ledeknya


"di bilang juga suara perut, saya ini lapar, saya lapar tau😑" Abigail


Abigail malas berdebat dengan Reichel pada saat lapar begini. jangan kan untuk bicara berdiri saja saat ini dia tidak mampu, ia berbaring memegangi perutnya terus.


"(benar-benar manusia rakus😭 kalau tau tadi dia tidak berbagi biar ku habiskan saja sebelum dia makan, biar tau rasa dia😠 lihat saja besok saya kerjain kamu)" batin Abigail


ia terus mengelus perut nya berharap ia bisa tidur dengan cara seperti itu, benar saja ia sedikit terlelap ia menyadari seseorang keluar dari kamar. karena tak cukup energi ia membiarkannya saja beberapa saat kemudian hidungnya mengendus.

__ADS_1


"(Seperti bau Indo*ie") batin Abigail ia terus mengendus dan ternyata baunya semakin pekat.


"bangun lah, makan ini saya tidak tau makanan apa yang kamu sukai, jadi saya buatkan Indo*ie dengan telur ceplok" Reichel membangunkan Abigail. Abigail langsung bangun dan memakanya dengan lahap ia melirik pria yang ada dihadapanya yang duduk tanpa ekspresi menatapnya.


"(ternyata tuan orang nya baik juga😁)" batin Abigail


"cepat makan, jangan menatap ku seperti itu. saya tau saya ini ganteng" Ucap Reichel


Abigail tersendat mendengar ucapan Reichel dengan waja datarnya lalu ia tertawa.


"hahahah🤣 ternyata tuan juga bisa bercanda ya" ucap Abigail


"cepat makan, saya sudah mengantuk ingin istraha" Ucap Reichel


Abigail menyantap Indo*ie nya dengan cepat


beberapa menit kemudian makanannya habis.


"terimakasih tuan, akhirnya saya bisa tidur nyenyak sekarang" ucap Abigail dengan polosnya membuat Reichel sedikit tersenyum melihat tingkah laku Abigail. Abigail kembali ke kasur super empuk king size milik Reichel itu. Reichel melihat Abigail


"(Tidak, tidak boleh seperti ini. Rei ingat kamu itu membenci perempuan ingat, dan Abigail ini.....gak ini hanya rasa kasian ia, lagi pula kamu tidak ingin kan jika wanita mati karena kelaparan di rumah mu ini apa kata orang nanti seorang Reichel Adiwigoena menelantarkan seorang wanita dan membiarkan dia kelaparan ini akan lebih memalukan lagi Reichel. ingat ini hanya rasa kasian)" Reichel bergelut dengan isi kepalanya.


lagi pula perhatian sedikit tidak jadi masalahkan? tapi seorang Reichel Adiwigoena memberikan perhatian kepada seorang wanita yang bahkan dia nikahi dengan keterpaksaan karena ingin memberikan pelajaran pada wanita itu tidak akan mungkin untuk jatuh cinta padanya. Reichel hanya bisa memberikan perhatiannya pada Adik dan juga ibunya selain itu tidak ada wanita beruntung bisa mendapat perhatianya.


baginya wanita hanya butuh belas kasian saja tidak lebih. Abigail tertidur lalu Reichel juga tidur.


-Selamat membaca-☘️☘️


halo guys maaf ya baru update soalnya sibuk banget beberapa hari ini. ini juga update karena ada waktu kosong jadi sempatin ngetik😁😁 maaf ya buat kalian nunggu . makasih ya buat kalian yang masih stay🥰


luph💜💜💜💜


happy reading


jangan lupa


like


komen


dan juga

__ADS_1


favorit kan ya


__ADS_2