
Abigail ingin jalan sendiri mencari jalan keluar di hutan yang lebat itu. Ia melihat Reichel yang mengikutinya dari belakang.
Reichel yang sedang melamun memikirkan perkataan Abigail tadi membuatnya berhenti sejenak tiba-tiba bayangan Rachel ada di hutan itu dan tertawa kearahnya.
"Hahhhahaha, kenapa? Masih bingung dengan perasaanmu?" bayangan itu bertanya padanya seakan saat ini Rachel benar-benar ada di hutan itu.
"Apa yang kamu lakukan disini? Pergi dari sini saya tidak membutuhkan mu" ucap Reichel
"Kenapa? Apa kamu masih mencintaiku? Kamu belum move on dariku?" ucap nya
"Saya sudah tidak mencintaimu, saya mencintai orang lain bukan kamu lagi" jawabnya
"Lalu kenapa tidak mengatakan padanya, jangan sampai kamu kehilangan dia lagi setelah ini karena jalan keluar dari sini sudah dekat jika kamu tidak mengatakan nya maka kamu akan kehilangan dia selamanya" ucap nya
"Jangan ikut campur dengan urusan saya sekarang kamu pergi dari sini !!!!" Reichel menyuruh nya pergi. Ia melihat sekeliling tidak ada orang ia menutup telinganya suara yang menertawakanya terdengar Ia frustasi sehingga duduk dan menutup telinganya.
Abigail menyadari Reichel tidak mengikutinya kembali menyusuri jalan itu dan mendapati Reichel yang sedang duduk dibawah pohon dengan menutup telinga nya. Ia menghampirinya
"Tuan, ada apa kenapa tuan masih disini?" tanya Abigail
"Pergi jangan gangu saya, saya tidak mencintai kamu lagi. Pergi saya mencintai gadis lain pergi kamu !!!!" ucap Reichel membuat Abigail semakin kawatir padanya
"Tuan, jangan kawatir ada aku disini tidak akan terjadi sesuatu padamu" Ucap Abigail
Lalu ia memeluk Reichel dan menenangkanya
Mereka duduk bersandar di Pohon setelah Reichel tenang mereka berdiri dan melanjutkan perjalanan mereka. Tangan Reichel menahan tangan Abigail dan menariknya hingga jarak mereka begitu dekat
Reichel menarik tangan Abigail dan meletakanya di dadanya.
"Apa kau merasakanya?" tanya Reichel pada Abigail
Abigail yang merasakan detak jantung Reichel yang begitu kencang tak ingin menyalah artikan dan bertanya.
"Iya Tuan, tapi apa maksudnya dari ini?" tanya Abigail
"Aku mencintaimu, iya Aku jatuh cinta bahkan sejak pertama kali kita bertemu Aku sudah jatuh cinta padamu Abigail" ucap Reichel
"Aku tau kamu tidak akan percaya tapi ini kenyataan ya kalau aku ja---" kata nya terhenti
__ADS_1
"Aku tau, aku tau semuanya bahkan tuan tidak bicara pun aku tau. Dari cara tuan memperlakukan ku aku sudah tau" ucap Abigail
Reichel memeluk Abigail dengan erat lalu menciumi keningnya dengan sangat lama
Lalu ia mencium bibirnya sekilas membuat Abigail merona. setelah semuanya itu mereka berjanji satu sama lain untuk saling menjaga dan melindungi apapun kejadian nua kedepan mereka akan selalu bersama selamanya.
Reichel mengengam tangan Abigail dan mencari jalan untuk keluar dari hutan itu.
Sampailah mereka di pinggir hutan dan menemukan jalan dimana mereka pertama kali terjatuh. Mereka dengan begitu heranya
Padahal jalannya tidak jauh tapi kejadian mereka didalam hutan sama seperti sedang mengelilingi hutan yang sangat lebat.
"Sepertinya Tuhan memang ingin tuan mengungkapkan cinta tuan harus melewati rintangan ini" ejek Abigail
"Apa kau baru saja mengejek ku hah?" Reichel memeluk Abigail dari belakang membuat dia geli dan berusaha untuk lari
"Tuan lepaskan, ini geli jangan lakukan ini" ucap Abigail
"Siapa suruh mengejekku" jawab Reichel
Reichel dan Abigail berjalan untuk kembali kerumah. Mereka berusahan menghentikan mobil untuk menumpang kembali kerumah mereka. Abigail berusaha membuat mobil berhenti dilain sisi Reichel justru tertawa melihat tingkah istrinya yang menurutnya begitu unik dan lucu.
"Dari mana kau menemukan gadis ini Reichel" gumamnya sambil tertawa
"Kenapa Tuan tsrtawa?" tanya nya
"Kamu sangat lucu dan msngemaskan" jawab Reichel
"Aku bersusah paya menahan mobil disana kamu disini malah tertawa dan bilang ini lucu? Tuan!!" Abigail memarahinya
"Iya maafkan saya sayang. Ya sudah biar Mas saja yang menunggu mobil nya" ucap Reichel
Yang membuat Abigail duduk menatung tak bergeming sedikitpun. Ia melihat punggung Reichel yang begitu kekar dan lebar berjalan menuju jalan raya.
"Apa baru saja ia memangil ku sayang? Benarkah Sayang? Oh astaga" Abigail melompat kegirangan disana.
Reichel dan Abigail akhirnya mendapati mobil yang mau memberi tumpangan kepada mereka. Ia pun memanggil Abigail dan naik di belakang mobil ya meskipun mereka bersama dengan kambing dibelakang yang terpenting mereka sampai di rumah mereka.
"Tuan, bagaimana caranya tadi tuan bisa dapat tumpangan ini?" tanya Abigail
__ADS_1
"Jangan panggil taun, panggil Mas aja sayang" kata-kata Reichel membuat Abigail semakin melayang terbang
"Iya tadi Mas ngomong apa memangnya" ucap Abigail lembut
"Tadi Mas bilang istri saya lagi hamil muda bang jadi tolong beri tumpangan kami habis kemalingan" ucap Reichel
"Apa? Mas bilang aku lagi hamil?" ucap Abigail
Reichel menutup mulutnya
"Jangan berisik, kamu mau mereka nurunin kita di tengah jalan?" ucap Reichel
"Ya tapi gak gitu juga Mas, belum juga nganu udah hamil aja" gerutu Abigail
"Nganu apaan?" tanya Reichel
"Astaga Mas, itu loh ya kek gitu" jelas Abigail
Reichel paham dan tertawa melihat Abigail yang begitu polosnya menjelaskan.
"Tapi nanti kan kita pulang udah bisa dong ya kan" goda Reichel
"Apa sih Mas ih sana kamu ih" Abigail mendorong Reichel menjauhi nya
Wajah nya memerah membuat Reichel semakin gemas dibuat Abigail.
****
Matthew membawah Mama shinta dan semua orang untuk mencari keberadaan Reichel dan Abigail. Mereka menelusuri tempat kejadian berharap mereka menemukan petunjuk tentang keberadaan Reichel dan Abigail disana.
Ia melihat dari atas mobil yang mereka tumpangi beberapa minggu yang lalu hangus terbakar tampa sisa. Ia menagis lagi melihat mobil itu. Matthew menatap Kirana yang terlihat sangat senang dengan kejadian ini ingin sekali ia mengatakan pada ibunya bahwa ini perbuatan Kirana tapi ia memerlukan bukti untuk ini.
"Ma, kita berdoa saja supaya Rei dan Abi bisa segera kembali. Saya tau betul Reichel akan kembali Ia tidak akan membiarkan orang yang membuat nya seperti ini hidup bahagia percayalah dia akan kembali untuk membalas semuanya" ucap Matthew sekali ia melirik Pada Kirana dan Rachel
Melihat itu Kirana berpura-pura menangis dan mendekati Mamanya.
"Ma, Kak Matt benar. Kakak pasti akan kembali lihat saja dia akan kembali" ucap nya
"(Tapi ia kembali tersisa mayat saja mama karena ia sudah mati dan sudah di surga)" batinya
__ADS_1
"Banyak yang medoakan kalian untuk segera kembali. Saya juga yakin kalian berdua akan kembali dan membalas perbuatan orang-orang yang ingin menghancurkan kalian. Cepat kembali Bi" ucap Anna
Matthew pergi memeluk Anna dari samping dan Anna membalas pelukan Matthew membuat Kirana curiga dan menatap Anna dengan tajam. Karena tidak suka dengan kedekatan mereka akhirnya ia pergi ke Matthew dan pura-pura menangis langsung memeluk Matthew.