Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Rumah Sakit


__ADS_3

Reichel Masuk kedalam ruangan Abigail di rawat. Ia masih berbaring dengan mata tertutup, hatinya begitu perih saat menatap wajah Abigail yang pucat dan bintik merah masih memenuhi wajah dan tubuh gadis itu.


Perlahan Ia melangkah menujuh gadis itu. di genggam tangan kecil dan mulus itu.



"Maafkan saya Abigail, saya benar-benar tidak berguna untuk hal kecil seperti ini pun saya tidak bisa menjaga kamu. sekali lagi kamu tersakiti karena kelalaian saya tolong maafkan saya" Gumam Reichel sambil menggenggam erat tangan Abigail.


"Kamu begitu terluka jika berada di dekatku, tapi setelah kamu sembuh tidak lagi. kamu tidak akan terluka lagi saya janji padamu" sambungnya


Reichel terus duduk di samping tempat tidur rumah sakit menunggu Abigail bangung. beberapa jam telah berlalu Abigail belum juga sadar. Reichel yang panik lagsung memanggil dokter. Dokter pun langsung datang dan memeriksa keadaan Abigail.


"Katamu, tidak lama Dia akan sadar. tapi kenapa sampai saat ini Dia belum sadar? lakukan apapun agar Dia sadar, jika tidak maka pekerjaan mu jadi taruhannya" ancam Reichel


"Tuan Muda tenang saja, ini pengaruh dari obatnya memang agak lama soalnya dia terlalu banyak memakannya jadi efeknya jadi lambat" jawab sang Dokter


Abigail tersadar dan langsung mencari kamar mandi.


"Kamar mandi, diamana kamar mandi?" lirih Abigail


Reichel menghampiri Abigail di tempat tidur nya


"Kamu sudah sadar? mau apa?" tanya Reichel kawatir


"Kamar mandi, saya mau....." Abigail belum menyelesaikan perkataanya ia muntah di baju Reichel.


Reichel ingin marah tapi melihat kondisi Abigail tidak mungkin ia marah dan lagi ini di rumah sakit. Ia terpaksa mengelap muntah Abigail di bajunya dengan tissue basah.


setelah itu Abigail kembali berbaring. ia memegang perut nya yang terasa sangat keram dan sakit.


Reichel keluar meninggalkan Abigail dengan dokter.


"Saya dimana ini?" tanya Abigail


"Nona dirumah sakit" jawab Dokter itu


"Lagi?" tanya Abigail


"Iya, Nona hampir saja saya kehilangan pekerjaan saya jika Nona tidak segera sadar" ucap Dokter itu


"Hah, kenapa bisa?" tanya Abigail


"Saya mau di pecat sama Tuan muda jika Nona tidak sadarkan diri" jawab Dokter


"Maafkan Suami saya ya Dok. duh tu orang ngak bisa apa kalau ngak ngacam orang lain demi kepentingan dia sendiri. beraninya ngancam bagaimana kalau dia di tuntut sama Dokter karena mengancam begini" gumam Abigail


"Gimana mau nuntut Nona, rumah sakit ini kan punya Tuan" Jawab Dokter nya


"Apa?" kaget Abigail


Reichel masuk setelah Menganti bajunya beberapa menit yang lalu. Ia membawa buah-buahan untuk Abigail

__ADS_1


"Tuan, jangan lupa biarkan Nona istraha dan minum air putih yang banyak soalnya keracunan seafood itu membuat dehidrasi lebih tinggi" Ucap Dokter


Reichel memberi beberapa uang kerta merah pada Dokter itu lalu pergi.


Abigail tidak menatap atau pun berbicara dengan Reichel. Ia tidak habis pikir dengan perilaku seorang dihadapanya itu.


"Kenapa?" tanya Reichel



Abigail tidak menjawab. Ia terus membelakangi Reichel yang duduk di sofa rumah sakit. Reichel duduk terus memandang punggung Abigail yang tidak bergerak sedikitpun. ia berdiri menghampiri Abigail


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Reichel


Abigail mau tak mau berbalik menatap mendengar suara itu mendekat.


"Kenapa?" tanya Abigail


Reichel mengupas jeruk untuk Abigail


"Mengapa apanya?" Reichel balik bertanya


"Kenapa Tuan selalu menyisakan orang yang tidak bersalah?" ucap Abigail


Reichel tidak menjawab pertanyaan Abigail


ia terus mengupas jeruk.


"Sudah cukup tuan" bentak Abigail


"Tuan Bahkan belum menjawab pertanyaanku." sambung Abigail


"Mereka semua bekerja tidak benar, jadi untuk apa berbaik pada mereka" jawab Reichel


"Sudah cukup, saya tidak ingin berdebat. jika kamu sudah baikan kita pulang" sambung Reichel


"Saya mau disini, saya tidak mau pulang kerumah." ngambek Abigail


"Ya sudah. tinggalah disini sesuka mu" jawab Reichel


Abigail begitu kesal dengan jawaban Reichel yang begitu tidak peduli padanya. padahal sebenarnya Abigail tidak ingin pulang jika Rachel masih ada dirumah mereka. Ia mengingatkan kejadian di restoran yang menimpahnya.


"Tuan ini benar-benar ngak peka ya. masa aku ngomong gitu aja di iyakan😠" Abigail


"Terus mau kamu gimana? saya malas berdebat Abigail saya lagi banyak pikiran" jawab Reichel


"Tuan juga belum minta maaf sama saya" ucap Abigail


"Ok saya minta maaf Abigail, gimana sudah puas? ayok pulang"


"Minta maaf untuk apa Tuan?". tanya Abigail

__ADS_1


"Kamu yang bilang saya tidak minta maaf. jadi saya minta maaf terus kamu tanya lagi untuk apa? sebenarnya mau kamu ini apa? saya tidak ada waktu berdebat untuk hal seperti ini Abigail" Reichel meninggalkan Abigail dan berjalan keluar kamar. Abigail mengikuti dari belakang sampai di mobil


Reichel melanjutkan kereta besi itu dengan cepat. Abigail menatap ke Reichel.


"(Dia benar-benar tidak ingat tingka lakunya di restoran itu? bahkan minta maaf pun tidak tau untuk apa, terbuat dari apa otak dan hati nya si tuan kaku ini😠 benar-benar membuat ku emosi tidak ada rasa bersalah sedikitpun)" batin Abigail


"Arrggggg..." teriak Abigail


Reichel kaget dan mengerem mobilnya


"Ada apa?" tanya nya


Abigail kaget dengan pertanyaan Reichel


"😁tidak ada tuan," elak Abigail


Mereka kembali jalan. tidak ada perbincangan diantara mereka entah kenapa Reichel menjadi diam saat ini. ia mengingat kembali saat ia pulang untuk ganti baju habis kena muntah Abigail.


flashback On


Reichel meninggalkan Abigail dan kembali kerumah untuk berganti pakaian. ia sampai di rumah dan kaget melihat Rachel sedang menangis duduk dengan Mamanya di ruang tamu.


"Ada apa ini?" tanya Reichel


Kirana menjelaskan semua kejadian tentang Rachel pada Reichel. ia memohon pada Reichel untuk membiarkan Rachel tinggal di rumah mereka untuk sementara waktu.


"Kak, tolong lah untuk sementara waktu saja kok plisss" mohon Kirana


"Nak, tidak salahnya menolong orang lain. Mama akan mencoba bicara pada Aron supaya ia minta maaf sama Rachel tapi untuk saat ini biarkan dia disini dulu" Pinta sang Mama


Reichel yang tak bisa menolak permintaan Mama dan Adiknya menyetujuinya.


"Untuk sementara saja, saya ingin balik kerumah sakit menjemput istri saya" Sengaja ia menekan kata Istri didepan Rachel agar wanita itu sadar Dia sudah beristri.


flashback Off.


Reichel memasuki gerbang rumah nya lalu turun memberikan kunci mobil pada sopir untuk memarkir kan mobil di garasi.


mereka masuk kedalam rumah di sambut oleh orang-orang banyak. semua ada disana dan lagi Rachel juga ada disana. tatapan Abi berhenti di wanita itu.


"Sayang, kemarilah. duduk disini " ajak Mertuanya


"Ada apa ini mah? kok pada kumpul terus banyak makanan" tanya Abigail


"Kita adakan Sukuran kecil karena kamu sudah sembuh" ucap mertuanya


Reichel menyuruh Artnya untuk membawah barang-barang Abigail kekamar mereka.


Abigail dan Anna melihat keakraban Rachel dan Kirana menjadi lebih curiga.


jangan bosan-bosan baca ya

__ADS_1


terimakasih kasih🙏🙏


__ADS_2