Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Kabar Baik.


__ADS_3

Matthew sudah menunggu Reichel di depan rumah Reichel untuk ke kantor. Setelah berpamitan dengan Abigail ia Pergi ke kantor.


Abigail tidak suka mencium bauh parfum Reichel terpaksa Ia membawah parfum nya dan memakai di mobil.


Dalam mobil Reichel menyemprotkan parfum kebadannya.


"Rei, kenapa lu pakai parfum di mobil gak kek biasanya?" tanya Matthew


"Biasa Abigail tu sekarang lagi gak mood nyium aroma badan gue dan yang lainya pokoknya dia gak suka nyium wewangian" ucap Reichel


"Hah, seriusan lu?" tanya Matthew memastikan


"Sejak kapan gue bercanda? ya seriusan la" jawab Reichel


Matthew mengingat dirinya saat pertama kali mengetahui Anna sedang mengandung dan sekarang Anna sudah memasuki bulan keempat kehamilannya.


"Apa jangan-jangan Abigail lagi ngisi?" ucap Matthew


"Ngisi apaan si? gue gak paham" ucap Reichel


Matthew mengaruk dahinya saat Reichel bertanya seperti itu padanya.


"Maksud gue tu dia lagi hamil gitu" jawab Matthew


"Hah seriusan lu? gak bohong kan?" tanya Reichel


"Kemungkinan kata gue" jawab Matthew


Mereka terus mengobrol dalam perjalanan tak sadar mereka sampai di kantor dengan cepat pagi ini. Reichel langsung masuk keruangan nya dan terus memikirkan perkataan Matthew padanya.


****


Abigail terus merasa mual dan bolak balik kekamar mandi. Anna yang menyadari sepertinya Abigail sedang hamil menyuruh nya untuk cek ke dokter atau melakukan test kehamilan.


"Bi, coba de kamu tes siapa tau kamu lagi ngisi" ucap Anna


"Gak mungkin lah Na, orang baru sekali juga masa langsung tinggal" jawab Abigail


"Kali aja pas kamu subur-suburnya kan saat itu" ucap Anna


Abigail merasa pusing dan tidak bisa menopang badanya. sebelum menjawab Anna pandangannya mulai buram dan terjatuh kelantai. Anna segerah membawahnya kerumah sakit dan menelfon Reichel untuk segera menyusul mereka kerumah sakit itu. tidak berapa lama Reichel datang dan menemui Anna bertanya bagaimana keadaan Abigail.


"Na bagaimana keadaan Abi? dia baik-baik aja kan?" tanya Reichel kawatir


"Dokter belum keluar, kita tunggu aja dulu ya" jawab Anna


Setelah nya Dokter keluar dan menanyakan mereka.


"Ada keluarga dari pasien?" tanya nya


Reichel maju dan menjawab Dokter itu.


"Saya Suami nya Dok, apa yang terjadi dengan Istri saya?" tanya Reichel


"Saya perlu berbicara dengan Anda, mari ikut saya" pinta Dokter


Reichel mengikuti Dokter itu masuk kedalam ruangan Abigail. Ia melihat Abigail yang duduk di kursi dengan tersenyum menatap Reichel.


"Ada apa Dok?" tanya Reichel


"Untuk Ny Abigail tolong makanya di perhatikan dan istrahat yang banyak" ucap Dokter nya


"Jadi apa yang terjadi pada istri saya dok?" tanya Reichel


"Selamat Tuan, Ny Abigail sedang mengandung dan sudah satu bulan" ucap Dokternya


Reichel melihat Abigail yang tersenyum. Ia memeluk Abigail dan mencium keningnya


Reichel merangkul Abigail keluar dari ruangan pemeriksaan.


"Mas, Aku ini gak sakit kenapa mesti di rangkul " ucap Abigail


"Ngak papa, biar kamu lebih enak aja heheh" jawab Reichel


"Tapi Mas------"

__ADS_1


"Udah diem kamu ngikut aja" potong Reichel


Reichel mengandeng Abigail keluar dari ruangan. Anna dan Matthew melihat mereka keluar.


"Apa yang terjadi Rei? bagaimana kata dokter?" tanya Matthew


Reichel tersenyum kepada Anna dan Matthew


"Abigail sedang mengandung dan sudah 4 Minggu" jawab Reichel


"Seriusan Lo?" tanya Matthew memastikan


Reichel menjawab dengan anggukan. Anna menatap Abigail lalu memeluknya.


"Huaaa ternyata kita samaan" ucap Anna


"Maksudnya?" tanya Abigail


"Aku juga lagi hamil" jawab Anna


"Benar ka?" tanya Abigail memastikan


Setelah mendapat jawaban dari Anna Abigail lompat kegirangan membuat Reichel kawatir dan menatapnya.


"Maaf Mas, Aku terlalu bahagia" liri Abigail


Mereka semua pulang ke kediaman Reichel


bersama-sama. Reichel menyampaikan kabar bahagia ini kepada sang Ibu yang membuat Ibunya senang mendengar nya.


Reichel turun dari mobil membuka kan pintu untuk Abigail dan memapanya kedalam rumah dengan pelan dan lembut.


"Mas uda dong, aku kan gak sakit lagi pula aku bisa jalan sendiri lo" ucap Abigail


"Kamu nurut aja sayang. Mas begini karena ingin memastikan kalian berdua nyaman dan selamat " jawab Reichel


"Ya tapi kalau gini terus akunya jadi risi mas" ucap Abigail lagi


"Ya sudah. ok Mas akan lepas tapi kamu jangan terlalu aktif gerak ya. ingat kata dokter kamu harus makan makanan yang bergizi dan juga istrahat yang banyak okkk" ucap Reichel


"Iya mas, iya bawel banget si ih" ucap Abigail


"Bagaimana sayang? apa yang terjadi dengan Abigail?" tanya Ibu nya


Reichel tersenyum dan memeluk mamanya


"Ini kenapa ni? ada apa?" tanya Ibu Shinta lagi


"Sebentar lagi Mama akan jadi nenek" ucap Reichel


"Benar kan? kalian gak lagi bercandain mama kan?". ucap Ny Shinta memastikan


"Serius lah Ma, emang Rei pernah bohong sama Mama" ucap Reichel


"Baru kemarin mama ngobrol sama Anna biar kamu cepat di kasih momongan juga eh sekarang benaran terjadi terimah kasih ya Allah" ucap Ny Shinta


"Sekarang kamu mau makan apa sayang? biar Mama buatin Hem". ucap Ny Shinta dengan semangat


"Ma, Abi cuma mau istirahat sekarang " ucap Abigail


"Ya sudah ayok kekamar istrahat. Rei anterin kekamar ya pastikan dia baik-baik aja sampai ke kamar" ucap Ny Shinta


Anna lebih dahulu masuk kedalam kamar di temani oleh Matthew dan Reichel juga menghantar Abigail kedalam kamar mereka.


"Sekarang Kamu baring disana ya" ucap Reichel


Reichel mengendong Abigail ketempat tidur lalu membaringkan Abigail di tempat tidur dan menyelimuti Abigail.


Ia duduk di samping tempat tidur Abigail sambil mengelus pucuk kepala Abigail sambil mengelus pipi cabinya.


"Mas balik kantor aja lagi. aku kan udah di rumah jangan kawatir lagi" ucap Abigail


"Mas gak ke kantor lagi hari ini.as mau jagain kamu aja disini ok" jawab Reichel


"Ada mama, Ana dan juga yang lain disini udah aku gak papa" ucap Abigail dengan sedikit kesal

__ADS_1


"Kamu ini gak mau ya Mas temanin?" Reichel


"Bukan gitu Mas, kamu kan bosnya jadi harus ada disana kan setiap hari" Abigail


"Bos juga bisa balik kapan saja Sayang. Apa lagi istri Mas ini lagi ngandung Mas bayi jadi Daddy harus jagain ekstra dong". ucap Reichel membuat Abigail sedikit merinding


"Ekspresi macam apa itu?". tanya Reichel saat melihat Abigail merinding


"Heheheh Maaf Mas" liri Abigail


Abigail mual lagi dan berlari kekamar mandi dengan cepat.


"Eh, mau kemana kamu? Sayang !!!!" ucap Reichel yang melihat Abigail berlari dengan cepat


"Jangan cepat-cepat larinya nanti kamu jato" ucap Reichel


Reichel masuk mengikuti Abigail yang terus muntah didalam kamar mandi. ia mengurungkan tengkuk leher Abigail


Setelah beberapa menit didalam kamar mandi Abigail keluar dari sana.


"Mas " panggil nya


"Hem ada apa sayang? mau makan sesuatu? nanti Mas buatin atau cariin ngomong aja" ucap Reichel


"Mau makan bakso" ucap Abigail


"Bakso doang? gampang itu ma, biar Mas bawain dengan gerobak nya aja asal kamu bisa senang sayang" ucap Reichel


"Makasi Sayang" ucap Abigail.


"Tapi. aku mau bakso nya mas yang buatin ya boleh ya Mas pleasss" Abigail memohon pada Reichel.


"What!!! Mas yang buat? tapi Mas gak bisa bikin bakso nya sayang" ucap Reichel


"Ya tapi aku mau makan bakso buatan Mas aja. gak mau buatan Abang-abang di pinggir jalan" rengek Abigail


"Baiklah, Mas akan coba ini demi Mas Bayi ni ya Daddy buatkan Bakso untuk Mommy kamu" ucap Reichel


"Jadi cuma demi Mas bayi? Mommy nya ngak gitu? jahat banget kamu Mas" ucap Abigail


"Bukan gitu sayang, Maaf deh Mas salah ngomong, ya ampun Bumil emang sensitif ya. maaf sayang ya Mas buatin untuk kalian berdua kok ya" ucap Reichel


Tak ingin lama didalam kamar dan bisa membuat Abigail salah paham Ia keluar dari kamar lalu kedapur dan melihat bahan-bahan pembuat bakso di kulkas.


Tak lama kemudian Matthew datang dari dalam kamar dengan waja memelas menuju dapur. Reichel melihatnya mengerti


"Ngapain lu kesini?" tanya Reichel


"Masak bakso" jawab Matthew singkat


mendengar itu Reichel tertawa dengan keras. Matthew melihat nya hanya diam


"Gue kirain gue doang, ternyata lu juga kenapa si mereka ngidam aja samaan gini" ucap Reichel


"Emang Abi gitu juga?" tanya Matthew


Reichel menganguk.


"Gini aja, kita buat sama-sama aja pas masaknya baru di bedain gimana?". ucap Reichel


Mereka semua sibuk memblender daging dan menyiapkan bahan-bahan lainya. dari kejauhan Ny Shinta melihat kedua anak lelakinya ini sibuk didapur. pasalnya baru kali ini Ia melihat mereka berdua turun di dapur memasak makanan selain mie instan yang biasa mereka buat.


***Sampai disini dulu ya.


Maaf sudah buat kalian nunggu, di kampung aku jaringan Indosat jelek banget kadang sinyalnya ada kadang hilang total jadi update juga jadi jarang😭😭 tolong dimaafin ya atas keterlibatan saya.


jangan lupa likenya


komen


supernya❤️


favorit kan


dan juga Gift

__ADS_1


terimakasih 🙏


Luph💜💜💜💜***


__ADS_2