Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Manusia aneh


__ADS_3

Abigail sampai di kamar Reichel, gelap itulah yang terlihat di dikamar seorang Reichel Adiwigoena siang atau pun malam sama saya. kamar itu seperti gua hantu namun dengan versi yang berbeda ia melihat sekelilingnya.


"Kamar seperti apa ini? kamar vampir kalah seram sama kamar ini" gumam Abigail


"cepat ganti pakaian mu lalu mandi, saya keluar dulu mau cari angin" ucap Reichel


menutup pintu kamar.


"apa-apaan dia? menyuru ganti baju, koper ku saja masih di rumah bahkan dia tidak memberikan kesempatan padaku untuk mengemas barang-barang ku" Abigail terus mengomel lalu bagaimana caranya dia melepaskan bajunya. ia keluar dan berharap ada orang diluar sana untuk di mintai bantuan


ia berjalan mendekati pintu, kagetnya ternyata seseorang ingin masuk. Abigail kaget dan mundur beberapa langkah


"Kamu, bikin kaget aja" Ucap Abigail


Reichel hanya melirik kearahnya dan terus berjalan kearah kamar tidur dan mengambil ponsel yang ia tinggalkan.


"mau kemana? bukanya tadi saya suruh ganti baju?" ucap Reichel


"bagaimana cara buka nya, kan tidak bisa sendiri bisa bantu buka kan?" pinta Abigail


"apa maksudmu? mau menggodaku dengan menyuruh ku membuka bajumu?" ucap Reichel tak terimah


"kalau saya bisa buka sendiri saya tidak akan minta bantuan pada anda tuan Reichel Adiwigoena " balas Abigail


"lalu?"


"Tolong tarik tali bagian atas bajunya, biar nanti seterunya saya yang buka sendiri, tapi tunggu dulu" ucap Abigail


iya mencari sesuatu.


"dapat, balik badan tuan" pinta Abigail


"apa yang akan kau lakukan? " Reichel


"sudah diam, menurut saja padaku" ucap Abigail


"Apa kau ingin meng....." Reichel


Abigail menutup mulut Reichel.


"tuan terlalu berisik, cepat lakukan" pinta Abigail


"Saya akan lakukan apa? ingat perjanjian kita, apa kamu lupa Abigail" Reichel mengingatkan Abigail


"Memangnya apa lagi? cepat buka tali bajunya" pinta Abigail


"oh, kenapa mata harus di tutup?" Tanya Reichel


"biar tuan tidak melihat sembarang" jawab Abigail


Reichel merabah baju Abigail mendapati pundak Abigail yang sangat lembut membuat Abigail reflekx menjauh.

__ADS_1


"tidak sengaja, siapa yang suruh kau menutup mataku" Reichel membelah diri


ia melanjutkan dan membuka tali bajunya setelah itu ia keluar dan melepaskan kain yang terikat di wajahnya.


Abigail segerah melepaskan bajing yang menyiksanya sepanjang hari itu lalu masuk ke kamar mandi. matanya tidak bisa bekedip melihat apa yang ada disana.


"benar-benar sultan si tuan kaku ini. luar kamar mandinya saja seluas kamar ku dan kamar mandi ku wow" Abigai tidak berhenti berdecak kagum ia membesih kan dirinya.selang beberapa menit ia selesai mandi dan keluar dari sana. sebelum ia keluar ia melihat terlebih dahulu apakah diluar si tuan kakunya sudah pulang atau belum ia tidak melihat dengan jelas lampu disana remang-remang siapapun pasti tidak dapat melihat dengan jelas entah bagaiman Reichel bisa bernafas dalam ruangan gelap seperti ini.



"Syukur lah tuan kaku tidak ada, hufff benar-benar manusia aneh. sudah macam kelelawar saja tidak bisa kena sinar matahari, atau jangan-jangan dia sebenarnya itu vampir astaga ini bahaya, bagiamana kalau dia benaran vampir terus pas tidur malam dia akan menghisap darahku terus dia jadi lebih kuat dan aku mati oh ini sangat tragis aku tidak bisa membayangkan" pikiran Kirana menjadi tak karuan


ia duduk di kursi dan mendengar apa yang dikatakan gadis itu tentangnya.


"memangnya kenapa kalau saya vampir? kamu mau saya makan?" ucapnya mengerjai Abigail



melihat Reichel dibawah sinar lampu yang suram menambah kesan horor yang baru saja Abigail ciptakan dalam pikirannya. ia terperanjat kaget mendengar suaranya


"Yakkk!!! apa yang tuan lakukan disana? bukanya tadi izin cari angin?" tanya Abigail


"sudah pulang" jawabnya sambil berjalan menuju Abigail. Abigail yang melihat itu mundur kebelakang sampai ia ter sandari di dinding Reichel terus mendekat dan menunjukan taringnya yang panjang membuat Abigail teriak ketakutan.


"pergi, jangan makan saya jangan gangu saya saya baru saja menikah belum juga anu.. masa sudah mau di hisap daranya. belum juga bahagia eh sudah mau mati aja" ucap Abigail membuat Reichel bingunga.


"Bodoh. apa yang kau bayangkan hah?" Reichel menyadarkan Abigail


"oh astaga ternyata cuma hayalan saya, untung saja tidak benar terjadi" gumam Abigail


"dan lagi, siapa yang memberimu izin untuk mengenakan baju ini? apa hak kamu untuk memakai baju ini? apa saya menyuru kamu untuk memakainya? kenapa!!!" Reichel membentak Abigail


"saya menemukan baju ini di lemari pakaian tuan, saya tidak membawah baju dari rumah tuan sendiri kan yang tidak memberi waktu untuk saya berkemas lalu kesalahan saya dimana sehingga tuan membentak saya hanya karena baju ini" jelas Abigail dengan menahan tangisan


"kamu bertanya dimana kesalahan kamu? kamu membuka lemari pakaian saya menyentu bah kan memakai pakaian yang ada didalam nya Tanpa seizin saya kamu masih bisa bertanya salah kamu dimana?" Reichel terus memarahinya padahal itu hanya sebuah baju. lagi pula baju seorang wanita kenapa bisa ada didalam lemarinya dan hanya ada satu saja, itupun label harganya masih ada.


"Saya sudah katakan apapun yang mejadi kepunyaan saya jangan pernah kamu sentuh tanpa seizin saya Abigail apa kamu paham?" lanjutnya


"lalu bagaimana? apa saya harus telanjang begitu? baik lah jika itu mau mu. saya akan melepaskan pakaian ini di hadapan anda tuan" Abigail menarik selimut di kasur menutupi tubuhnya dan mengembalikan baju yang ia kenakan kepada Reichel. Abigail pergi duduk di sofa kamar Reichel ia tidak ingin melihat wajah Reichel. Reichel berdiri mengambil baju kemeja yang menurutnya pas dengan Abigail dan memberikannya pada Abigail.


"pakai ini" Reichel


"tidak mau" tolak Abigail


"kenapa sangat keras kepala" ucap Reichel


"memang nya kenapa? biarkan saja begini sampai besok bajuku datang" jawab Abigail


"pakai baju itu atau saya akan membuat mu tidak bisa tidur malam ini" ancam Reichel


otak Abigail yang paham dan langsung terkoneksi membuat dia mengambil baju itu dengan cepat menyuruh Reichel berbalik jangan menatapnya sebelum ia selesai memakai baju.

__ADS_1


"tuan balik badan" suruh Abigail


"untuk?" tanya Reichel


"lakukan saja" ucap Abigail


Reichel berbalik menuruti Abigail.


"sudah selesai tuan bisa berbalik" ucap Abigail


"Aku lapar, tolong buatkan makanan seperti yang kau buat waktu itu" pinta Reichel


"waktu kapan? memangnya saya pernah masak untuk tuan? tidak pernah kan?" ucap Abigail


"di rumah mu, saya ingin makan" lanjut nya


Abigail memintanya menujukan dapur dimana


"tuan ikutlah dengan ku, tunjukan dapur Tuan bagian mana" Abigail


Reichel membuka sebuah pintu dengan remote. Abigail terkejut untuk kesekian kalinya ia melihat dapur lengkap dengan meja makan tapi mejanya hanya 2 kursi mungkin ia sengaja membuat kursinya hanya dua karena ini dapur khusus ia dengan istrinya nanti.


"Ini, silahkan" ucap Reichel"


"😱" Abigail


"sudah biasa saja muka nya" tegur Reichel


"Tuan benar-benar sultan, boleh tau apa tuan pernah makan emas?" tanya Abigail, ia penasaran soalnya ia sering melihat orang-orang di sosial media ya bisa makan emas.


"pertanyaan bodoh macam apa ini, tidak pernah lah" jawab Reichel


"tinggal jawab enggak saja susah, harus ngumpat dulu. dasar manusia aneh" gumama Abigail


"apa kau mengatakan sesuatu?" tanya Reichel


" tidak tuan, lebih baik saya masak saja bahaya soalnya kalau tuan lapar nanti saya bisa-bisa Tuan telan juga" ucap Abigail lalu lari kedapur mini dalam kamar mereka.


Ayokkk kira-kira Reichel di masakin apa sama Abigail ayok tebak.😁


sampai sini dulu ya semoga suka membaca nya


jangan lupa


like


komen yang membangun biar aku semangat up nya


jangan lupa favorit kan


dan hadianya kalau ada seiklasnya saja

__ADS_1


terimah kasih😇


luph💜


__ADS_2