Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Kejutan yang gagal


__ADS_3

Abigail telah selesai mandi. ia mencari Reichel yang ternyata dari tadi sudah pergi dengan Matthew.


Ia menganti pakainya lalu dudu di meja rias mengeringkan rambut nya yang basah melirik kalender dekat meja riasnya.


"Sudah sebulan" Gumam Abigail


"Apa beri kejutan saja? atau membuat kue untuk merayakan" lanjutnya


Abigail segerah menyelesaikan kegiatanya, ia turun kelantai bawah untuk membuatkan kue untuk suprise satu bulanan mereka menikah.


ya meskipun Reichel tidak mengganggap sebagai Ia istrinya setidaknya ini untuk pertemanan mereka yang sudah satu bulan.


Saat Abigail membuka pintu kamarnya ia terkaget dengan Rachel yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Abigail


"Tidak ada, hanya ingin melihat-lihat saja" jawab Rachel santai


"Rupanya sekarang kamu mulai mengintai rumah ini ya, apa yang sedang kamu rencanakan?" tanya Abigail


"Aku tidak merencanakan apapun, lagi pula memangnya tidak boleh saya berjalan di rumah ini? saya hanya ingin lihat bagaimana keadaan rumah ini setelah kepergian saya" ucap nya percaya diri.


"Oh iya, aku dengar-dengar kamu tidur sekamar kan sama Reichel tapi dia belum juga menyentuh kamu ya? aku turut prihatin sama kamu. sabar ya dia memang begitu orangnya, kalau dengan orang yang dia tidak suka memang tidak akan menyentu sedikit pun meskipun hanya mecium atau memeluk" ucap Rachel mengejek


"Bukan urusan kamu, dan lagi tolong jaga sikap di rumah saya. jika sekali lagi kamu seperti itu saya tidak akan segan-segan menendang kamu keluar dari sini, sudah numpang banyak gaya lagi" Balas Abigail


Abigail turun kelantai bawah, Ia terus kedapur memanggil beberapa pelayanya dan menyuruh mereka menyiapkan bahan-bahan yang akan ia gunakan untuk membuat kue anniversary mereka.


"Nona, siapa yang akan ulang tahun?" tanya pelayan nya


"Ini hari spesial saya dan Tuan bi, jadi saya mau ngasih kejutan untuk Dia" jawab Abigail


"Wah, ternyata hari jadi Nona dan Tuan yang ke satu bulan" ceplos nya


"Husss jangan kencang-kencang, nanti yang lain dengar ini kejutan bi" ucap Abigail


Pelayannya reflek menutup mulutnya. Abigail tengah fokus membuat kue itu berharap dengan kejutan ini Reichel bisa sedikit membuka hatinya untuknya. mengingat dirinya yang ternyata sudah menyukainya bahkan telah mencintainya. Kesibukannya membuat mertuanya ikut memperhatikan apa yang dilakukan oleh menantunya itu. Kirana juga Rachel tidak mau ketinggalan untuk melihat.


"Sayang, apa yang kau lakukan pagi-pagi begini didapur? sibuk sekali mama lihat". tanya Mertuanya


"Lagi buat kue Ma, kejutan untuk Tuan" jawab Abigail dengan senyum manisnya


"Kue? Suami mu kan sudah ulang tahun Sayang" ucam Mertuanya sambil membantu menantinya membuat kue


"Hari ini hari jadian kami yang ke satu bulan Ma, aku mau kasih kejutan ke Tuan" Bisik Abigail


Kirana dan Rachel melihat Abigail dengan semangat membuat kejutan untuk Reichel.


"Kamu sebenarnya masih menyayangi kak Rei kan?" Tanya Kirana pada Rachel


"Aku tu masih sayang banget sama dia. bahkan masih cinta banget" jawab nya


"Terus, kenapa masih diam. sana bantuin mama bikin kue nya sekalian ngambil hati mama lagi" Ucap Kirana


"Tapi bagaimana kalau mama kamu tidak izinkan" jawab Rachel


"Coba aja dulu" suruh Kirana


Rachel berjalan pelan kesamping Mama Shinta dan menawarkan bantuan.


"Ma, ah maksudku Tante Rachel bantuin ya buat kuenya" Ucap Rachel


"Gak boleh, ini kejutan untuk Tuan jadi orang luar gak usa ikut campur" larang Abigail


"Tapi kak, kan ngak papa lagian cuma bantuin" Ucap Kirana


"Ini juga udah selesai, jadi biarin Abigail aja yang selesain" Ucap Mama Shinta


****

__ADS_1


Reichel terus memikirkan perkataan Rachel tadi pagi padanya. Ia mencoba menyakinkan dirinya bahwa ia tidak mencintainya lagi.


**flashback On **


Reichel keluar dari kamarnya bersiap ke kantor pagi ini. di depan kamar nya ia berpapasan dengan Rachel. Reichel segera menutup pintu kamarnya cepat takut Rachel melihat keadaan mereka yang tidur terpisah didalam kamar.


"Tidak usa ditutupi, aku tau kok kamu belum menyentuh dia kan? kamu masih mencintai Aku kan?" tanya Rachel padanya


Reichel tidak menjawab. ia tidak memandang kearah nya sedikitpun


"Lihat Aku, kalau memang benar sudah tidak mencintaiku lagi" katanya lagi membuat Reichel terpaksa menghadap dirinya.


"Apa lagi? sudah cukup? sekarang saya ingin ke kantor tolong minggir" Ucap Reichel ketus


"Kenapa? harus ka menyiksa diri dengan menikahi orang lain untuk membuatku tersiksa? hanya dengan satu kesalahan kau berusaha melupakan cintamu ini?" lirih nya


Reichel tidak tahan lagi dengan perkataan Rachel. Ia pergi


"Aku tau kamu masih sangat mencintaiku itu makanya kamu tidak menyentuh atau membiarkan menjadi istrimu kan? tolong jangan menyiksa diri seperti ini Reichel" liri Rachel


Reichel mengepalkan tanganya berbalik menatap Rachel dengan mata tajam nya. tidak ada tatapan cinta yang terlihat hanya tatapan amarah yang membara di matanya.


**flashback Off**


Matthew mengoyangkan lengan Reichel membuat Ia kaget.


"Kenapa?" tanya nya


"Lu yang kenapa. ditanya balik nanya." ketus Matthew


"Bagaimana lu sudah dapat info mengenai masalah itu?" tanya Reichel


"Sudah. dan benar dugaan lu, ini itu perbuatan Aron Ia sengaja melibatkan polisi dalam hal ini dan membayar beberapa orang untuk mengaku dan kalau elu yang ada di balik penyelundupan ini. dan dia mengambil semua permata dan berlian itu di sembunyikan di suatu tempat" Jelas Matthew


"Lu yakin?" tanya Reichel memastikan


"Sudah cukup, tidak ada lagi belas kasihan pada nya. sudah cukup saya mengalah selama enam belas tahun ini karena berharap dia akan berubah tapi ternyata tidak sama sekali siapkan semua anggota kita kita akan menyerang mereka" Perintah Reichel


"Baik" Matthew pergi meninggalkan Reichel


"Tidak akan saya biarkan kamu lolos lagi kali ini Aron, sudah cukup kau membuat Aku,ibu dan Kirana sengsara selama ini. kau akan lihat siapa saya sebenarnya sekarang" Gumam Reichel


Tiba-tiba wajah Abigail melintas di pikirannya


senyuman manisnya dan juga celotehan-celotehanya memenuhi isi kepala Reichel saat ini. ia mengingatkan kata-kata Abigail yang menunggunya jujur untuk menceritakan apa yang sebenarnya.


"Andaikan kamu datang lebih dahulu mungkin tidak jadi seperti ini" gumam Reichel


"Apa kamu akan meninggalkan saya ketika kamu tau saya yang sebenarnya Abigail? apa kamu akan membenci saya juga sama seperti mereka?" lanjutnya


****


Setelah selesai membuat kue, Abigail menghias rumah itu dengan dekorasi yang cantik. menata bunga dan juga pernak pernik yang menjadi warna favorit mereka berdua.


Ia melirik jam tangan nya sudah menunjukan pukul 17:00 ia menyelesaikan pekerjaan dengan cepat lalu pergi membersihkan dirinya. beberapa saat kemudian ia selsai dengan memakai gaun putih yang cantik dan berdandan sedikit untuk menyambut kedatangan Tuanya itu. Ia mematikan lampu ruang tamu semua orang berada di posisi nya masing-masing.


Reichel akhirnya pulang, ia membuat pintu rumah sedikit heran biasanya orang-orang akan membuka pintu rumah saat dia pulang.


"Kenapa gelap begini? ada orang? kalian semua kemana cepat nyalakan lampunya atau kalian semua saya pecat kerjaan tidak bec....." belum selesai bicara ia di kaget kan dengan semua orang meneriakinya dan menyalakan lampu. ruangannya mejadi begitu cantik dan indah.


"Kejutaaaaan" Ucap semua orang disana


Abigail maju kedepan Reichel dan memberikan kue juga Hadia untuk nya.


"Selamat satu bulan pernikah Tuan, saya sengata memberi kejutan untuk Tuan. apa taun suka?" tanya Abigail dengan senyuman bahagia berharap Reichel menyukai nya


Reichel mengepalkan tangannya.


"Sudah cukup." Suara itu bergema di seluruh ruangan

__ADS_1


"Saya membiarkan kamu melakukan apapun dirumah ini bukan berarti kamu bisa bebas melakukan apapun Abigail. dan ini semua apa ini saya tidak menyukai ini sedikit pun. saya tidak menyukai mu Abigail jangan menganggap lebih perhatian yang saya berikan selama ini padamu." ucap Reichel


ia menghancurkan semua dekorasi yang sudah Abigail kerjakan dengan susah paya dari tadi siang. Abigail melihat Reichel mengahncurkan semuanya dengan tanganya sendiri tanpa sisa satu dekorasipun ia hancurkan semuanya dan terakir kue itu pun dia buang kelantai. Abigail hanya terdiam melihat itu semua, harapanya untuk membuat Reichel terkejut dan bahagian ternyata gagal,


kejutanya gagal. Reichel pergi kekamar nya tidak menghiraukan Abigail yang sudah duduk di lantai melihat sikapnya yang begitu tidak menghargai nya hari ini bahkan dihadapan semua orang.


Kirana dan Rachel menghampiri Abigail dan mengambil kue yang sudah jatuh dilantai dan memasukan paksa kedalam mulut Abigail.


"Ayo kak Bi, makan kue nya. makan sekarang" Kirana sambil tertawa


"Lihat kan, dia bahkan masih begitu mencintaiku Abigail. jadi berhentilah berharap" Ledek Rachel


"Abigail, bangun sayang. sabar ya Nak mama juga tidak tau kenapa anak itu seperti ini sekarang maakan dia ya nak" ucap mertuanya sambil memeluknya yang sedang menangis itu.


Didalam Kamar. Reichel terus mengepalkan tanganya matanya tajam bayangan itu terus berputar di memorinya. saat ia pertama kali membuat kue untuk merayakan hari jadinya yang ke satu tahun itu.


***Flashback on***


Reichel sedang membawa kotak kue kecil untuk merayakan hari jadian bersama kekasih nya yaitu Rachel. ia sengaja membuatnya sendiri untuk menyenangkan orang yang sangat dicintainya itu. meskipun ia tidak tau rasanya seperti apa. ia mengayuh sepedanya dengan cepat menuju kerumah sang pujaan hati beberapa jam berlalu ia sampai di rumah sang kekasih. karena terbiasa datang kesini ia pun masuk begitu saja dan mendapati sang kekasih sedang bercumbu dengan pria lain yang ternyata adalah saudara tirinya yaitu Aron. Reichel marah lalu memukul Aron hingga babak belur. ia tak habis pikir kekasih yang sangat ia cintai bisa menghianatinya.


"Apa yang kau lakukan? kenapa memukulinya seperti ini?". tanya Kekasih nya


"Kau bertanya seperti ini? Saya ini pacar kamu sudah pantas saya memukulinya masih untung saya tidak membunuhnya" jawab Reichel


"Lihat saya sudah bawahkan kue untuk mu ini hari jadian kita sayang" ucap nya lagi


"Bawah pergi saja kue mu itu, saya tidak butuh. siapa yang ingin menikahi orang miskin sepertimu pergi sana" ucap kekasih nya itu


Reichel berdiri meninggalkan mereka dan pergi dari sana.


***Flashback Off***


Abigail membuka pintu kamar, ia tidak sanggup untuk berjalan wajah nya dipenuhi oleh kue akibat dari perbuatan Kirana dan Rachel padanya. Reichel yang melihat Abigail merasa kasian dan menghampiri nya memegang tanganya.


"Lepas kan saya!!!" bentak Abigail


"Apa yang terjadi? kenapa seperti ini?" tanya Reichel memastikan


"Apa peduli Tuan? menjauh dari saya" pinta Abigail dengan tangisan


"Kenapa kamu seperti ini, tolong jangan buat saya kawatir" Ucap Reichel lirih


"Kawatir kata mu? saat tuan datang marah dengan menghancurkan semua kejutan yang saya siapkan untuk tuan dan berharap tuan akan senang apa tuan kawatir? apa tuan memikirkan saya saat itu? saya hanya mencoba untuk menyenangkan tuan mencoba untuk menjadi istri yang terbaik agar tuan juga bisa melihat dan bisa mencintai saya..tapi apa semuanya dihancurkan oleh tuan sendiri kenapa tuan begitu jahat padaku katakan tuan apa salah saya pada tuan?" Lirih Abigail


Reichel terdiam saat Abigail meluapkan semuanya kepadanya. Ia tidak bisa berkata apa-apa memang ini kesalahannya.


Abigail masuk kedalam kamar mandi dan mengurung dirinya disana. Reichel duduk di sofa kamar dengan tertegun. beberapa jam berlalu Abigail tak kunjung keluar dari kamar mandi. Reichel meliirk jam di tanganya


"Sudah beberapa jam, kenapa Abigail tidak keluar juga dari kamar mandi" pikir Reichel


Ia mencoba mengetuk kamar mandi tapi tak ada jawaban dari sana. mecoba mendobrak juga tidak bisa. ia duduk di depan kamar mandi dengan penyesalan


"Maafkan saya Abigail, tolong maafkan saya" Lirih nya. dia terus bersandar di depan kamar mandi menunggu Abigail keluar. teryata Abigail juga sedang di dalam pintu kamar mandi menangis dan mendengar perkataan Reichel yang membuatnya menangis tersedu-sedu.


"Kenapa tuan lakukan ini padaku" liri Abigail


-happy reading ya gyus-☘️☘️☘️


jangan bosan-bosan untuk baca.


kasih


like


komen


dan juga ❤️❤️


luph 💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2