Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Cintaku


__ADS_3

~~"Apa kita akan ketemu atau tidak


Apa kau akan menjadi pendamping ku ataupun tidak.


Aku telah memberimu nama dihatiku"~~


Dalam perjalanan dari rumah sakit Abigail tidak berbicara sedikit pun dengan Reichel.


agar sesak di dadanya sedikit berkurang Ia


membuka kaca mobil membiarkan angin


masuk untuk membuatnya sedikit lebih


tenang. matanya terus memandang keluar jendela mobil. matanya mulai sembab lagi


dan cairan bening itu turun membasahi pipi nya sesekali ia menghapusnya tapi air mata itu terus turun dan semakin derasnya.


Sementara Pria yang ada di sampingnya terus


mengengam stir mobil dengan kuat berharap


mendapatkan tenaga dari sana untuk bisa menahan rasa sesak di dadanya melihat Abigail yang hanya menangis dan tak berbicara padanya. Ia melajukan kendaraannya dengan cepat berharap bisa


cepat sampai kerumah mereka. menatap Abigail sesekali melihat bahu kecil istrinya


yang ternyata sudah tidur sejak tadi ia mengelus rambutnya.


"Maafkan Saya sudah membawahmu dalam keadaan ini. tapi percayalah setelah semuanya selesai saya berjanji akan menjemputmu kembali dan kita akan hidup bahagia selamanya. banyak orang yang akan mengancamu jika terus bersamaku sayang" gumam Reichel dengan sedikit menahan sesaki didadanya


Ia sampai di kediaman mereka, Reichel melihat Abigail tidur dengan terlelap. ia tidak


membangunkannya dia terus menatap Abigail


melihat wajanya yang mulus dengan mata yang sedikit bengkak dan matanya menuju ke bibir nya lalu ia mencium bibirnya lalu keningnya sebelum ia membangunkan Abigail.


"Abi, bangun" Reichel mengoyangkan lengan Abigail


Abigail tersadar dan bangun.


"Apa kita sudah sampai?" tanya Abigail


"Ia, ayok turun" Reichel


Reichel terlebih dahulu turun dan mengambil barang mereka dan di ikuti oleh Abigail


didalam rumah Ibu nya sudah menunggu


kedatangan mereka.


"Sayang" mertuanya memeluknya


"Mama" ia memeluknya dan menangis


"Kenapa? kamu kok nangis Reichel nyakitin kamu lagi ya?" kawatir sang mertua

__ADS_1


"Gak Ma, aku hanya kangen saja sama mama" bohong Abigail


Reichel yang sedari tadi langsung naik kekamar mereka belum juga turun dan Abigail


mengikuti Reichel ke kamar setelah ia bertemu dengan mertuanya itu. nampak curiga mertuanya melihat nya seperti ada sesuatu.


Matthew dan Anna yang baru saja sampai bertemu dengan Kirana yang berjalan dari


dalam garasi mobil memegang tang ditanganya. Matthew mencurigai nya


"Apa yang kamu lakukan" tanya Matthew membuat Kirana kaget


"Ahh kak Matthew bikin kaget saja" ucap Kirana


"Kamu abis ngapain disana?" tanya Matthew penuh kecurigaan


"Tidak ada, aku habis dari luar terus pas parkir mobil nemu ini" jelas nya bohong


Anna mencurigai nya.


"Kau lihat apa?" ketus Kirana


"Dih sensi amat di lihat doang" Anna


"Kak Matthew, ayok masuk" Kirana mengandeng lengan Matthew


Anna memukul tanya Kirana


"Jalan sendiri saja, bukan muhrim kalian" Anna mengandeng tangan Matthew masuk kedalam rumah.


Mereka datang dan bertemu dengan mama Shinta.


"Iya ma, tanya apa?" jawab Matthew yang sudah tau pasti apa pertanyaan dari Ibu Shinta itu


sementara itu didalam kamar Reichel


Abigail memasukan semua bajunya kedalam koper nya air matanya terus mengalir tidak berhenti. Ia mengingat kembali saat ia pertama kali masuk kesini dan semua tentang dia dan Reichel terputar sempurna di kepalanya. setelah semuanya selesai ia berdiri dan berjalan ke sofa tempat Reichel duduk.


"Kenapa Tuan lakukan semua ini padaku? apa tuan ingin balas dendam padaku?" tanya Abigail


"Kenapa Tuan tidak melihat kesini? Tuan lihat kesini coba jawab saya kenapa? apa selama ini saya buat salah ke Tuan hingga tuan menghukum saya seperti ini? apa karena saya yang awalnya ingin balas dendam untuk ayah saya makanya Tuan lakukan semua ini dengan melukai hati saya? jawab saya Tuan jawab!!!!" Abigail berteriak kepadanya


namun dia tetap tak bergeming


"Baik lah Tuan ingin balas dendam kan? baiklah" Abigail mengambil pisau di tempat buah di meja sofa itu. Reichel yang melihatnya langsung mengambil pisau itu dari tangan Abigail.


"Apa yang kau lakukan?!!! apa kau sudah tidak waras ha? apa yang akan kamu lakukan? apa kau ingin mati? jangan mati dihadapan ku" ucap Reichel dengan amarah


"Jadi, begitu bencinya anda dengan saya sehingga anda kembalikan saya pada orang tua saya tuan? bahkan jika saya bilang saya sudah jatuh cinta dengan tuan" lirih Abigail


"ini menyakiti saya tuan, kau tau ini menyakitkan saya" lirih Abigail dengan tangisan


"Apa tuan ingat, tuan pernah bilang padaku Abigail bagaimana pun awanya pernikahan kita aku akan tetap bertanggung jawab untuk dirimu, ayok kita mulai lagi kita mulai dari awal dan tolong buat saya jatuh cinta padamu apa tuan ingat? bahkan sebelum saya bisa membuat tuan jatuh cinta dengan saya tuan sudah membuang saya jauh dari tuan bahkan saya yang begitu sangat mencintai tuan, setelah ini saya tidak tau harus bagaimana lagi tuan kau sudah mengambil sebagian jiwaku tuan. kau sudah mengambil sebagian jiwa ku" lirih Abigail


Mendengar semua yang telah Abigail ucapkan membuat Reichel semakin bersalah

__ADS_1


"Saat ini kami tidak akan paham Abigail" hanya itu yang dia ucapkan


Abigail menghapus air matanya. ia berdiri dan menghapus air mata Reichel dan mengelus Wajah suaminya itu. membuat Reichel semakin terluka dan menangis


"Tuan, meskipun saat ini tuan tidak mencintaiku tapi suatu saat tuan akan mengatakan kalau tuan mencintai ku juga. untuk itu aku akan menunggu sampai tuan datang kembali padaku dan memintaku dengan cinta pada ibuku. tuan harus tau meskipun kita terpisah tapi rasa cintaku pada tuan tidak akan pudar karena dalam hati ku aku sudah memberikan tuan nama disana


aku tidak bisa melihat orang lain lagi selain tuan bibiku pun juga hanya menyebutkan nama tuan dalam semua doa ku dan kamu akan selalu menjadi detak jantungku dimana pun kamu melangkah aku akan terus bersama mu" ucap Abigail pada Reichel setelah itu mencium kening Reichel membuat Reichel membawanya dalam pelukan yang begitu erat. mereka larut dalam tangisan


"(Kenapa taun harus menahannya? kenapa tuan menyembunyikan dariku.)" batin Abigail


"(Maafkan aku Abigail, bukanya tidak ingin tapi saya terlalu takut untuk kehilangan mu selamanya. saya takut untuk jatuh kedua kalinya)" batin Reichel


Abigail melepaskan pelukan nya dengan Reichel.


"Sudah jangan nangis lagi. sampai kapan pun saya akan terus jadi sahabat tuan kan? jadi jangan menangi" ucap Abigail menahan tangisannya


Reichel hanya menganguk. ia mengelus pipi Abigail dan menghapus air matanya


"Ayok kita turun, sopir akan menghantar kamu pulang" ucap Reichel


"(Bahkan tuan pun tidak ingin mengantar ku?)" batin Abigail


Abigail turun dari sana dengan menbawah kopir nya. Mertua nya yang melihat nya menangis.


"Apa ini? kenapa kamu pergi sayang? kasih tau mama apa Reichel menyakitimu? tunggu disini mama akan memukulnya biar dia tau rasa karena mengusir menantu kesayangan mama kamu tunggu disi--" ucapan mertuanya di potong oleh Abigail


"Ma, jangan mungkin ini kemauan tuan" Abigail menggeleng kepalanya


"Anak itu kurang ajar, dia mau cari wanita seperti apa lagi sekarang mama akan beri dia pelajaran" mertuanya


"Ma tidak usa, Abigail baik-baik saja". lirih Abigail


sementara itu Rachel dan Kirana tertawa puas melihat ini


"Lihat, benar kan kataku kakak tidak mencintai dia sudah ku bilang kamu tenang saja" ucap Kirana


"Kamu benar, sekarang tinggal nyuru orang-orang ku untuk menghabisinya biar dia pergi kesurga sekalian" ucap Rachel


"Tumben otak mu berjalan" Kirana


Abigail pamit kesemua orang dirumah Reichel termasuk dengan semua pekerja disana.


"Nona, kalau Nona kembali ke desa Nona rumah ini akan kembali gelap dan tuan akan kembali menjadi orang kaku dan keras lagi kenapa Nona tidak minta tuan untuk tetap tinggal disini. tuan hanya marah sedikit mungkin jika Nona membujuk pasti dia mau" ucap kepala asisten rumah tangga nya


"Tidak Bi, tuan sudah mengambil keputusan nya siapa yang bisa mencega dia? aku pun sudah tidak bisa lagi saat ini jaga diri kalian semua tetap patu pada tuan ya aku titip tuan pada kalian banyak orang yang ingin jahat padanya kalian harus bisa menjaga dia" ucap Abigail


Abigail berjalan keluar rumah nya. tiba-tiba suara itu membuatnya menghentikan langkah


nya.


"Tunggu, biar saya menghantar kamu sampai ke rumah mu" pinta Reichel


Abigail tidak menolak. Ia mengiyakan nya.


"(Ini mungkin akan menjadi pertemuan dan juga perpisahan kita yang terakir. terimah kasih karena masih perduli padaku)" batin Abigail

__ADS_1


"(Bagus sekali, dalam satu kali tepuk dua lalat akan mati. hebat kamu Kirana selamat jalan kakak ku dan Kakak ipar ku sayang sampai ketemu di surga nanti)" batin Kirana


Reichel mengeluarkan mobil nya dan membawah Abigail kekuar dari pekarangan rumah mereka.


__ADS_2