Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Ceritakan saat sudah siap


__ADS_3

Abigail duduk kembali di sofa setelah semua pembulu pembulu darah nya terasa panas akibat perbuatan pelakor yang kini tinggal di rumah mereka itu. Tidak tau terbuat dari apa manusia itu seperti tidak punya rasa malu. Abigail Menenangkan dirinya. Ia melirik jam di dinding kamar sudah menunjukan pukul 19:00. Reichel belum pulang seharian ini. ia mengambil ponselnya mencoba menghubungi ponsel Reichel.


****


Matthew sedang duduk berdiskusi dengan Reichel. ponsel Reichel berdering tertera namanya disana Kenalpot racing mata Matthew kaget melihat nama itu ia sedikit tersenyum. Reichel mematikan ponselnya itu.


"Kenapa lu matikan?" tanya Matthew


"Gue gak tau harus jawab apa. pasti banyak pertanyaan yang keluar dari mulutnya nanti gue gak tau mau jawab apa gue pusing" jawab Reichel


"Mungkin saja dia kawatir sama lu, udah jawab aja dulu atau kirim pesan bilang lu baik-baik aja sama gue" Usul Matthew


Anna membuat makanan untuk mereka. ia sedikit canggung dengan Reichel yang datang ke apartemen Matthew dan melihat dirinya disana.


"Ayok makan dulu, kalian dari tadi ngobrol terus" Anna menyiapkan makan malam


"Btw lu berdua" Tanya Reichel


"Ah bukan seperti yang lu pikirkan, gue sengaja nyuruh dia tinggal disini biar bisa dekat sama Abigail" jelas Matthew


"Modus banget lu, lebih dekat dengan Abi atau dengan elu" ucap Reichel


Drett.....dretttt


ponsel Anna berdering. Abigail menelfonya ia memberitahu Matthew bahwa Abigail menelfon.


"Abi" ucap Anna


"Jawab saja, bilang saya ngak ada disini" ucap Reichel


Via Call


📞Anna


Halo Bi


📞Abigail


hai Ann, coba nanya Matthew tuan lagi sama dia gak? soalnya ponselnya dari tadi mati.


📞Anna


Gak ada Bi, mungkin ke tempat lain kali


📞Abigail


gak ada? kamu kok bisa tau? kamu dimana ini?


📞Anna


Eh soalnya aku lagi di luar sama Matthew. ia lagi makan diluar


📞Abigail


oh, benar ka? maaf ya menggangu kalian.ya sudah ku tutup telfonya semoga lancar.

__ADS_1


Abigail mematikan ponselnya. Ia terus berpikir kemana Reichel. Artnya mengetuk pintu kamar dan menyuruh nya untuk turun makan malam.


"Nona" Ucap Artnya


"Masuk" suruh Abigail


"Nona, makan malam sudah siap. Nyonya besar sudah menunggu dibawah untuk makan malam bersama"


"Apa tuan sudah pulang?" Tanya Abigail


"Belum Nona"


"Ya sudah kamu turun nanti saya turun" pinta Abigail


Abigail turun makan malam, semua orang duduk di meja makan menunggu nya.


"Akhirnya Nyonya rumah ini sudah turun. seharian didalam kamar terus, Bahkan kita makan juga harus nunggu dia" Kirana


"Maaf Ma nunggu terlalu lama" ucap Abigail pada mertuanya


"Ngak papa sayang, ayok kita makan. oh ya Suamimu belum pulang Nak?" tanya mama Shinta


"Belum Ma, mungkin lagi sama Matthew" bohong Abigail


" Mereka itu memang dari kecil selalu bersama-sama jadi jangan heran kalau dia keluar itu pasti ke apartemen Matthew" ucap mertuanya


"Oh iya Rachel, mama juga sudah bicara sama Aron katanya secepatnya dia akan jemput kamu. dia lagi keluar kota katanya"


"Ia Ma ngak papa ko, aku juga lagi tenangin diri dulu" Jawab Rachel


"kenapa sayang?" tanya Mama Shinta


"Ngak ada Ma, cuma ingat sama teman ku dulu. lagi berantem sama suaminya bukanya kerumah orang tuanya malah pergi kerumah mantan pacar kan jadi aneh ya Ma" ejek Abigail


"Ya begitulah anak mudah sayang. padahal itu hal yang paling memalukan menurut mama. apa lagi kalau sudah meninggalkan demi yang lebih kaya" Abigail paham sekali siapa yang di sindir mertuanya itu.


"(Rasakan kamu)" Batin Abigail


Makan malam telah usai. Abigail sengaja kembali lebih dahulu ke kamarnya mengambil ponselnya dan menelfon Reichel kembali.


satu pesan masuk di ponsel Abigail.


... -Tuan kaku- ...


Saya baik-baik saja jangan kawatir


"Hanya ini? dari pagi sampai malam saya kawatir dengan tuan jawaban tuan hanya ini? benar-benar orang ini😠" gumam Abigail


"Sebenarnya yang ketakutan siapa yang pergi dari rumah siapa si? kenapa orang ini begitu aneh" lanjuta Abigail.


"Pusing kalau mikirin dia terus, lebih baik nonton tv aja" Abigail


"Apa-an ini, penyelundupan batu bara ilegal seorang ditangkap ternyata anggota geng mafia. jaman sekarang masih ada mafia-mafia kek gini? terus kenapa polisi gak tangkap saja orang-orang seperti itu menyusahkan negara saja" ucap Abigail


"Hanya orang-orang bodoh yang masuk geng seperti itu, apa gunanya mereka seperti itu ingin merampas hak orang lain? mereka pikir seperti itu menjadi sangat keren? dasar manusia-manusia rakus tidak ingin bekerja dengan benar, taunya merampas milik orang lain" Abigail terus mengoce depan tv itu

__ADS_1


lelah dengan ocehanya sendiri akhirnya dia tidur.


****


Abigail bangun dari tempat tidur nya ia merasakan deruan nafas seseorang yang mengenai wajah nya. membuka matanya perlahan. waja dengan pahatan yang sangat rapi hidung mancung dengan bibir ranum itu sangat dekat dengan dirinya. rupanya dirinya tidur dalam dekapan pria kaku itu. Abigail hampir tidak percaya saat ini ia bangun tidur dengan pemandangan yang begitu indah tangan kekar itu menjadi bantal Abigail tidur semalam tangan satunya berada di pinggang Abigail membuat mereka dekat tanpa ada jarak. Abigail mengangkat tanganya dan mencolek hidung mancung yang ada dihadapanya.


"Ternyata bukan mimpi, ini benaran tuan" gumam Abigail lalu tersenyum.


Reichel bergerak membuat Abigail menahan nafasnya agar Reichel tidak terbangun. Reichel menarik Abigail menjadi lebih dekat lagi denganya.


"Biakan seperti ini dulu" ucap Reichel


Abigail pasrah dengan keadaan sekarang. saat Abigail ingin bangun dari tempat tidurnya tiba-tiba Reichel memeluk nya dan tidur di dadanya. mata Abigail membulat sempurna tidak bisa berkata apa-apa. ia berusaha bernafas dengan pelan agar tidak membangunkan Reichel.


"Bagaimana jika tuan mendengar setang jantung ku, bagaimana ini?" Abigail tidak bisa tenang membuat jantungnya terus berdetak kencang


sementara Reichel terlelap tidur disana. menjadi nyaman dan tidur dengan pulas membuat Abigail juga terlelap kembali.


jam sudah menunjukan pukul 08:00 Reichel pun bangun dan melihat Abigail yang tidur dengan setengah duduk dengan tangan di wajahnya dan satu lagi di kepala Reichel. ia refleks dan bangun membuat Abigail kaget


"Ada apa tuan?" tanya Abigail


"apa yang terjadi?" tanya Reichel


Kirana mencium bau alkohol dari nafas Reichel


"Kenapa saya tidur memeluk kamu? apa yang terjadi? tanya Reichel lagi


"Harusnya saya yang tanya tuan, kenapa tadi pagi tuan tiba-tiba tidur disamping saya terus memeluk saya? bukanya tuan dari kemarin tidak pulang?" jawab Abigail


"Mungkin saya terlalu mambuk semalam makanya tidak ingat apa-apa" jawab Reichel


Kemudian ia masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya berendam di air dingin.


setelah beberapa lama Reichel keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil bertelanjang dada. Abigail segera masuk kedalam kamar mandi.


"Maaf" ucap nya


" untuk apa taun?" tanya Abigail


"kejadian kemarin. saya tidak bisa mengontrol emosi saya saat itu. pikiran saya lagi kacau" ungkap Reichel


"tidak apa-apa tuan, saya sudah lupa kok soal itu" jawab Abigail


"Memangnya masalah apa tuan, sehingga tuan begitu emosi dan marah besar kemarin?" tanya Abigail


Reichel tidak menjawab Abigail dan hanya terdiam.


"tidak apa-apa kalau tuan belum mau cerita. saya tidak akan memaksa, kalau sudah siap saya mau kok dengarin semua keluh kesah tuan" lalu Abigail masuk kedalam kamar mandi.


Reichel menatap punggung kecil itu sampai dia masuk kedalam kamar mandi.


-happy reading ya gyus-☘️☘️☘️


maaf ya jika banyak typo

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2