
Reichel dan Abigail berangkat berdua saja tanpa di kawal oleh Ajudanya. mereka menyusuri jalan perkotaan yang masih pagi
untung saja pagi ini kendaraan tidak ramai sehingga Reichel mengendarai mobil sedanya dengan kencang agar bisa sampai di
rumah Abigail.
Dalam perjalanan beberapa ada 3 mobil yang mengikuti mereka. Reichel tidak mencuri mereka karena dia menganggap bukan ancaman. sebuah mobil menembak kaca mobil bagian belakang membuat Abigail kaget mendengarnya.
Peluru itu hampir saja mengenai Abigail
"Apa itu?" kaget Abigail
"Abigail kamu tidak apa-apa?" tanya Reichel
"Tidak tuan, ada apa kenapa mereka menebak kita?" tanya Abigail tidak mengerti
"Turun kan kursi mu." pinta Reichel
Abigail menurunkan kursinya mengikuti peritan Reichel. Reichel menelfon Matthew agar membawah Ajudanya untuk menyelamatkan mereka.
"Tuan saya takut" lirih Abigail
tubuhnya gemetar karena ketakutan. Reichel melihat Abigail segerah menenang kan nya
"Kau jangan takut ada aku disini ya, tenang saja sekarang kamu seperti itu dulu jangan bergerak" ucap Reichel menenangkan Abigail
Abigail berfikir bagaimana caranya membantu Reichel agar keluar dari incaran mereka.
"Tuan, punya pistol?" tanya Abigail
"Punya? mau kamu apakan?" tanya Reichel
"Berikan padaku" pinta Abigail
"Jangan ngada-ngada kamu ya, kamu tidak tau memakai pistol Abigail jangan main-main" jelas Reichel
"Tuan sini kan saja dulu, percaya padaku aku akan lakukan yang terbaik" Abigail meyakinkan Reichel
"Tidak. itu berbahaya untuk kamu" larang Reichel
Abigail mengeleda badan Reichel, Ia menemukan pistiol di pinggang Reichel mengeluarkan pistol itu dan memerintahkan Reichel untuk membuka atap mobil di bagian tengah Ia menarik pelatuk pistol nya terlebih dahulu. Ia menuju kursi bagian tengah mobil
"Tuan buka atap mobilnya" pinta Abigail
"Bi, tolong jangan lakukan ini kamu belum mahir pegang pistol" bujuk Reichel
"Lakukan saja tuan, buka atap nya" pinta Abigail
Reichel membukanya denga pelan.
"Bi hati-hati" kawatir Reichel
"Percaya padaku Tuan" ucap Abigail penuh semangat
Abigail mengarahkan pistolnya kepada sopir mobil nya dan berhasil membuat mobil itu tidak terkendali. Abigail melompat dengan girang
"Tuan kena, kita berhasil tuan liat kan !!!". girang Abigail
Reichel yang melihatnya tersenyum lebar mentap Abigail dengan bangga. Namu tiba-tiba
"Auuwwww" suara Abigail menjerit
__ADS_1
Ia tertembak dan peluruh nya mengenai lenganya membuat Abigail melepaskan pistolnya dan terjatuh. Reichel yang begitu kawatir menghentikan mobilnya namun rem mobil blong dan tidak bisa berhenti.
"Abigai apa yang terjadi?" tanya Reichel
"Tidak apa-apa tuan, terus kan jalanya" jawab Abigail
"Tapi mobilnya tidak bisa berhenti, rem nya blong" ucap Reichel
Abigail suda tidak bisa menahan sakit di lenganya. Ia sudah tidak sadarkan diri lagi sekarang Reichel yang panik tidak bisa mengendalikan mobil itu sehingga mereka terjun kejurang.
Matthew dan Anna yang melihat mobil Reichel masuk kejurang segera mengejar namun saat mereka tibah mobil itu sudah terbakar.
"Abigailllll !!!!!" teriak Anna
Mereka segerah kembali dan mencari rute perjalanan untuk bisa mencapai kejurang sana.
***
Matthew kembali kerumah Reichel dan memberitahu kepada mamanya tentang kejadian yang menimpah Reichel dan juga Abigail.
"Mana Reichel dan Abigail?" tanya mamanya
"M- me- mereka...." Matthew
"Iya mereka kenapa? bicara yang jelas" tanah mama Shinta
"Mobil mereka masuk kejurang Tante dan terbakar" jelas Anna
"Tidak mungkin, kalian pasti bohong. tidakkkkkk" teriak mama Shinta
"Matthew cepat kalian cari anak saya, anak saya tidak mungkin kecelakaan dia tidak mungkin mati" tangis mama Shinta
Matthew memerintahkan pengawal untuk mengikuti nya dan beberapa berjaga-jaga dirumah mereka. Ia takut saat dia tidak ada Aron akan menyerang rumah Reichel Ia meminta semua orang merahasiakan ini semua agar media dan wartawan tidak tau keadaan Reichel saat ini.
***
"Apa yang terjadi, kenapa saya disini. Tuan dimana tuan" gumam Abigail
Ia mencari keberadaan Reichel yang ternyata tak jauh dari tempatnya berbaring. Ia melihat beberapa orang membawah senjata didalam hutan itu.
"Cepat cari mereka, jangan sampai mereka lolos tuan akan membunuh kita jika ia masih hidup" ucap orang itu
"Mereka pasti belum jauh dari sini, ayok cari mereka" ucap orang satunya
"Mereka masih mencari tuan sampai disini? tidak ini tidak boleh terjadi saya harus mencari tuan diaman" ucap Abigail
Ia mencari keberadaan Reichel disana. Ia ingin memanggil namanya tapi takut kedengaran oleh mereka terpaksa ia mencari dengan diam. Ia melihat orang bawah senjata itu berada di dekat Reichel.
"Apa yang harus saya lakukan, tuan ada disana bagimana ini. ayok Abigail cari ide" ia memikirkan bagaimana membuat orang itu pergi dari sana agar Ia bisa menyelamatkan Reichel.
Ia mengambil batu dan melemparkan ke sembara arah membuat orang-orang itu mengirah mereka disana. mereka segera mencari sumber keributan itu lalu Abigail menarik Reichel yang masih dalam keadaan pingsan dan bersembunyi dibalik pohon besar. Ia menyandarkan kepala Reichel pada pohon itu lalu ia duduk disamping nya.
Abigail Mengoyangkan kan badan Reichel
agar dia bangun dari pingsannya.
"Tuan, bangun tuan tuan" panggil Abigail
Reichel kemudian membuka matanya
"Syukurlah lah tuan akhirnya bangun" ucap Abigail
__ADS_1
Reichel yang melihat Abigail disampingnya langsung memeluk nya.
"Bagaimana keadaan mu? ada yang luka kan mana lihat dulu lengan mu" kawatir Reichel
"Tuan, aku baik-baik saja. tadi pelurunya hanya mengores lenganku saja tidak apa-apa" ucap Abigail
"Syukurlah lah, kita dimana ini?" tanya Reichel
"Kita di tengah hutan ini tuan, mobil juga terbakar dan tidak ada sisa nya" Abigail
"Kita harus cari jalan keluar dari sini ayok" aja Reichel
"Baiklah tuan" jawab Abigail
Mereka menyusuri hutan itu untuk mencari jalan keluar. beberapa jam mereka menyusuri hutan itu tak dapat jalan keluar nya Abigail sangat lemas dan tidak sanggup lagi berjalan
"Tuan, aku capek bisa kita istrahat sebentar? hari juga sudah sore" keluh Abigail
Reichel melihat Abigail menyandarkan diri di bawah pohon ia pergi mencari kayu dan beberapa dedaunan. setelah kembali ia membuat gubuk kecil agar mereka bisa istrahat disana malam itu sebelum besok nya mereka kembali jalan menyusuri hutan.
Abigail sangat kelaparan hingga suara bunyi di perutnya terdengar oleh Reichel. Reichel berencana mencari makanan
"Tuan mau kemana?" tanya Abigail
"mau mencari makanan" jawab Reichel
"Saya ikut" pinta Abigail
"Kau disini saja, saya tidak lama" jawab Reichel
Abigail menunjukan ekspresi ketakutan.
Reichel berjalan menggunpulkan ranting pohon lalu membuat garis bentuk lingkaran
setelah itu ia membakar ranting pohon itu untuk memberikan cahaya pada Abigail saat dia pergi mencari makanan didalam hutan.
"Aku akan kembali secepatnya. jangan kemana-mana dan pakai obor ini kalau ada apa-apa ya" jelas Reichel
"Tuan jangan lama-lama saya takut" Abigail
"Tunggulah disini" Reichel pergi kedalam hutan mencari makanan untuk mereka.
beberapa menit berlalu ia kembali dengan membawa buah-buahan yang banyak di bajunya.
"Wah banyak sekali tuan buahnya" ucap Abigail saat Reichel Kemabli dari dalam hutan membawa jambu dari dalam hutan
"Makanlah, kamu laparkan?" ucap Reichel
"Baiklah" Abigail
Abigail mengambil buah yang paling masak disana dan memakanya tapi sebelum ia makan ia memberikan terlebih dahulu pada Reichel.
"Tuan makanlah" kata Abigail
Reichel memakan buah jambu itu lalu Abigail memakanya.
setelah selesai makan mereka menyandarkan bada mereka pada podoh sebagai tumpuhan
Abigail mengantuk.
"Tidaurlah disini" pinta Reichel
__ADS_1
Abigail bersandar didada bidang Reichel dan tertidur disana. Reichel memandang wajah Abigail yang terlelap dalam pelukanya itu dan tersenyum.