Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Rich Group


__ADS_3

Reichel sampai di parkiran kantor khusus untuk CEO disana. ia turun dari mobil sedikit merapihkan jasnya lalu berjalan kedalam bersama Matthew di sampingnya. meskipun sikap dingin dan coolnya itu selalu terpancar di wajahnya tidak membuat karyawan wanita disana berhenti untuk menyukainya bahkan tak sedikit dari mereka sengaja berteriak untuk mendapat sedikit perhatian dari bos mereka itu.


Tapi Reichel tetap lah Reichel, wajah itu tidak sedikitpun menoleh dan menatap mereka. berbeda dengan lelaki yang berjalan disampingnya sibuk menebar pesonanya kepada perempuan yang mencoba mencari perhatian disana.


Ruangan Reichel


Seorang pria paru baya sedang berlutut dengan tangan di ikat kebelakang. Ia menundukkan kepala nya kelantai


Reichel menatap nya tajam mengintimidasi nya.


"Apa kurang uang yang saya berikan kepadamu? sebegitu serahkan nya kamu sehingga melakukanya lagi dan lagi Anton?" tanya Reichel


"Apa yang membuatmu kurang? katakan? ah atau kamu ingin duduk diam saja tanpa bekerja dan uang akan datang padamu? baiklah untuk hal itu tentunya kamu tidak memerlukan tangan dan kaki mu bukan?" ucap Reichel lagi


semua orang disana terdiam, sebab mereka tau ketika kata itu sudah keluar dari mulut seorang Reichel maka itu yang akan terjadi.


"Atau kamu sudah tidak ingin lagi bekerja dengan ku hah?" tanya Reichel pada nya mengangkat dagu Anton dengan tangan nya.


Anton sangat ketakutan dan berlutut meminta ampun pada Reichel.


"Tolong ampuni saya tuan, saya sangat menyesal saya membutuhkan uang karena ibu........"


"Bohong !!! kamu ingin berbohong padaku dengan membawah nama Ibu untuk melindungi diri mu itu? kamu pikir saya tidak memperhatikan gerak gerik kamu selama ini? Kamu tau kan dia itu musuh Rich Group. musuh saya tapi kenapa kamu menghianati saya?" Reichel memotong pembicaraan Anton


"Matthew, kirim orang ini ke penjara, buat dia tidak bisa bebas" perintah Reichel


Matthew mengangguk.


\*\*\*


sementara itu di rumah Abigail tengah mempersiapkan bekal makan siang hari ini


ia ingin membawah kan Reichel makan siang hari ini.


"Ma, aku akan bawahkan tuan makan siang boleh?" tanya Abigail


"Tuan? siapa tuan?" tanya Mama mertuanya


"Maksudnya Reichel ia Reichel" jawab Abigail terbatah


"Boleh sayang, masa ngak boleh kamu kan istrinya" jawab ibu mertuanya


"Tapi Ma, Aku gak mau kalau di kawal sama mereka, maunya naik motor aja" bisik Abigail


"Sayang diluar sana berbahaya, kamu harus di kawal sama mereka. tidak boleh jalan sendiri sangat berbahaya buat kamu" jelas mertuanya


"Berbahaya? kenapa Ma?" tanya Abigail


"Turuti saja perintah Mama dan Kakak. ini juga demi kebaikan kita semua kok" timpal Kirana yang baru saja turun dari kamar hendak keluar.


"Tapi kami kok pergi sendirian? kenapa gak pake ajudan juga?" tanya Abigail


"Aku mau pergi sama Abangku, jadi aman saja" jawab Kirana


"Abang? bukanya......." Abigail


"Sudah, kalau Abi mau naik motor gak papa yang penting di ikutin sama mereka ya?" pinta Mama mertuanya.


Kirana pergi mendahului Abigail dengan mobilnya sendiri. Abigail yang mencari alasan untuk bisa mengelabui para penjaga untuk keluar sendirian dengan motor menanyakan dimana garasinya. seorang mengantarnya ia melihat mobil dan motor berparkir rapi disana, matanya bulat sempurna.


"Ini semua mobil milik Tuan?" tanya Abigail


dibalas anggukan oleh penjaga itu.


"Gila, tuan ternyata benar-benar sultan sesungguhnya" ucap Abigail


matanya melirik-lirik ke bagian parkiran motor semua motor besar disana.


"Semua motor besar. aku yang tingginya segini mana bisa mengendarai motor sebesar ituπŸ˜‘" keluh Abigail


matanya berhenti di sebuah motor Sco*py di dekat pintu keluar, ia melihat penjaga yang dari tadi tidak pernah jauh darinya dan memikirkan ide apa yang harus ia buat agar dia pergi.


"Pak, handphone saya ketinggalan di meja dapur tolong ambilkan ya" pintah Abigail


"Tapi nona jangan kemana-mana, nanti saya dimarahi sama Bos tunggu disini" Pinta nya

__ADS_1


dibalas anggukan Abigail. ia melihat penjaga di luar sana terlalu banyak ia pelan-pelan mendorong motor itu bersembunyi di samping mobil Kirana yang akan keluar. Kirana melihat dari spion menggelengkan kepalanya dan mengerjai Abigail dengan melajukan kendaraanya membuat Abigail serentak gas motornya dan melaju cepat keluar gerbang. penjaga yang melihatnya segera berlari mengambil motor dan mengejar Abigai.


"Nona kabur, cepat kejar atau kita akan mati di penggal sama Bos" perintah penjaga1


Mereka mengejar Abigail dengan menggunakan motor. untung saja Abigail mahir mengendarai motor Sco*py meskipun masih takut dan trauma karena saat kecil sempat menabrak pagar tetangga yang baru di bangun saat latih mengendarai motor.


Mereka semua mengelilingi Abigail dua motor di depan dan dua motor di belakang


"Nona berhenti, biar saya yang membonceng nona kalau tidak Bos akan marah pada kami" ucap pengawal1


"Tidak, tenang saja Bos kalian tidak akan berani memarahi saya" jawab Abigail


"Dia tidak marahi nona, tapi dia akan memecat kami nona!!!" ucap pengawal2


"Saya jamin kalian tidak akan di pecat. tunjukan saja jalan kekantor nya" pinta Abigail


Mereka semua mengawal Abigail ke kantor Reichel. tanpa mereka ketahui mobil putih yang tempo hari memperhatikan Abigail kembali mengikuti mereka.


"Lihat, dia bah kan begitu bar-bar. aku yakin tidak akan lama dia akan di tendang dari rumah Reichel" ucap yang Satu di dalam mobil itu.


"Menurut ku tidak. Reichel bukanlah orang yang sembarang, pasti ada sesuatu yang istimewa dari gadis itu makanya dia menginginkannya. bahkan dengan pemaksaan" ucap seorang lagi.


Mereka sampai di gedung besar itu, Abigail memarkirkan motornya di parkiran umum.


"Nona, disana" pengawal1 menunjukan parkiran khusus kepada Abigail


ia mengikuti arahan pengawal nya. lalu masuk dengan menenteng kotak makanan ditanganya. ia pergi menemui karyawan perempuan disana


"Permisi, Tuan ada di ruangannya?" tanya Abigail


"Maaf Nona, tuan siapa? disini tidak ada yang namanya tuan." jawab sala satu karyawan disana


"Eh, maksud saya Reichel." jawab Abigail


Semua orang menatap Abigail. melirik dari atas sampai bawah dan dari bawah sampai atas.


"Maaf, Bos sedang sibuk dan tidak ingin digangu" jawab nya lagi


"Kalau bibi mau titipkan makan siang Pak Bos biar saya antarkan nanti" lanjutnya


"Jadi kamu kira saya ini pembantu? apa kamu tidak tau kalau saya ini ........" Abigail


Matthew segera berlari menujuh Abigail sedikit membungkuk.


"Nona, Mari saya antar keruangan Bos" Ucap Matthew membuat karyawan wanita itu kaget


Abigail melihat kearah karyawan wanita itu dengan tajam dan mengarah kan kedua tanganya ke matanya lalu ke arah karyawan itu. karyawan itu kaget ketakutan Abigail pergi dengan Matthew keruangan Reichel.


Ia membawah kotak makanan itu meletaknya di meja.


"Saya membuat makan siang untuk tuan, jadi makan lah tidak ada penolakan." ucap Abigail


"Ada apa ini? kenapa tiba-tiba kamu seperti ini apa yang membuat mu berubah? apa kamu merencanakan sesuatu?" Reichel curiga dengan sikap Abigail yang beberapa hari ini berubah tidak seperti biasanya.


"Kenapa? memangnya tuan suka kalau saya ini bar-bar begitu? tidak, tidak lagi saya ini sudah menjadi istri seorang pengusaha dan juga CEO dari perusahan terkaya di kota ini jadi saya harus menunjukan sikap yang sebagaimana mestinya" ucap Abigail dengan lantang membuat Matthew tertawa.


"Apa yang lucu? kamu mau saya pecat?" bentak Abigail


Reichel maju kehadapan Abigail lalu meraba bagian depan kepalanya.


"Tidak panas, tapi kenapa manusia ini seperti sedang kerasukan roh halus" Reichel


"Saya serius tuan......." Abigail kata-katanya terputus saat melihat seorang di lantai dekat meja Reichel berlutut dengan tangan diikat.


"Bapak !!!" tegur Reichel


"Kenapa Bapak di ikat tanganya?" tanya Abigail pada Reichel


"Harusnya kamu tanya kepada dia" jawab Reichel


"Saya bertanya pada tuan, kenapa tuan lakukan ini ke bapak? apa belum cukup tuan menyusahkan keluarga saya hah?" bentak Abigail


"Kamu tanyakan kepada dia apa yang telah ia lakukan di belakang saya?" Reichel


Abigail dan Reichel berargumen didalam untung saja ruangan Reichel didesain khusus agar suara mereka tidak kedengaran sampai di luar sehingga yang di luar tidak bisa mendengarkan pertengkaran mereka.

__ADS_1


"Anda benar-benar tidak punya hati. baru saja saya ingin berbaik hati kepada anda tuan tapi sekarang tuan lagi-lagi melakukan ini kepada keluarga saya apa salah kami tuan apa?" tanya Abigail


"Bukan kamu yang salah atau ibu mu, tapi yang salah adalah Dia yang begitu serakah akan uang ia menjual informasi pribadi saya kepada musuh saya dengan bayaran yang sangat mahal. dia sengaja menjadi mata-mata di kubu saya untuk membuat musuh saya menang melawan saya lalu kamu tanya apa salah dia. sekarang saya tanya yang ke kamu. saya kejam untuk melindungi diri dan orang-orang yang saya sayangi apa saya salah? hah jawab saya Abigail apa saya salah? orang ini sudah membuat nyawa orang-orang yang dekat dengan saya terancam apa saya salah?" Reichel dengan amarah nya membentak Abigail membuat Abigail menangis.


"Matthew suruh orang-orang kita bawah dia kepenjara. jangan biarkan dia bebas dia harus bertanggung jawab untuk perbuatanya. jangan sisa kan apapun pada dirinya sita semua" Pinta Reichel


Matthew mengangguk dan memanggil beberapa orang untuk membawah Anton pergi.


Abigail kekuar dari ruangan Reichel dan kembali kerumah.


"Dengan siapa dia datang kesini?" tanya Reichel pada Matthew


"Ada beberapa pengawal dari rumah, tapi dia naik motor sendiri" jawab Matthew


"Apa!!! naik motor?😠" Matthew kaget dengan reaksi Reichel.


Reichel mengambil jas dan kotak makanan nya dan turun mengejar Abigail yang sudah sampai di lobi. ia mengambil kunci motor dari tangan Abigail membuat Abigail kaget.


"Kalian pulang lah, Nona biar saya yang hantar pulang" ucap Reichel


Mereka menganguk lalu pergi meninggalkan mereka berdua di lobi khusus parkiran pemilik perusahaan itu.


"Saya mau pulang tuan, kembalikan kunci motornya" Pinta Abigail


"Ngak, saya yang mengendari motor" Ucap Reichel.


Ia menyalakan motornya dan menyuruh Abigail naik di belakang.


"Naik" pinta Reichel


"Gak mau" Tolak Abigail


"Naik atau saya....."


"Iya, iya saya naik" Abigail buru-buru naik dibelakang Reichel.


Terik matahari sangat panas. Reichel menepih dan membuka jasnya memberikan pada Abigail untuk dipakai agar tidak terlalu terkena sinar matahari yang panas. lalu melanjutkan perjalanan mereka, Abigail sadar jalan ini bukan jalan pulang kerumah.


"Mau kemana kita Tuan?" tanya Abigail


"Kesesuatu tempat" jawab Reichel


"Kemana?" tanya nya lagi


"Kesuatu tempat" jawab Reichel


"*Hah?"


"Kesuatu tempat"


"Hah?"


"Ha ho ha ho ha ho, budek ya kamu*?" Reichel


"Hah?" tanya Abigail lagi


"πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘"


Reichel tidak lagi menjawab pertanyaan Abigail. sama saja jika ia menjawab juga percuma.


-Happy reading ya gyus-☘️☘️☘️


Kira-kira mereka kemana ya?


semoga suka


jangan lupa


like


komen


favorit kan


dan juga kalau ada Hadia bisa di kasih😘

__ADS_1


luphπŸ’œ


__ADS_2