Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Akhir pekan


__ADS_3

Abigail bangung sangat pagi. ia tidak lagi menyiap sarapan atau apapun lagi.


habis membersihkan dirinya lalu merangkai bunga dan menaruh nya di beberapa sudut rumah itu, terakir ia menata untuk di simpan nya di kamar mereka. hari ini Reichel bangun agak kesiangan karena tidak masuk kerja hari ini. ia menyerahkan semua pekerjaanya hari ini pada Matthew.


Ia bangung mencari sosok yang baring disampingnya semalam tidak ada. mencari kesemua ruang bah kan tidak mendapati sosok itu. Sekarang ia sudah terbiasa dengan kehadiran Abigail saat ini. bangun dan membuka kain gorden dan mendapati semua pekerja nya sudah bekerja dengan perkejaan mereka. ia melirik jam dinding di kamarnya


jam menunjukan tepat pukul 9:00.


"Saya telat bangun" Reichel


Ia bergegas membersikan dirinya beberapa menit berlalu ia meraih ponselnya mencari nama Matthew lalu menghubunginya.


"Matthew, hari ini gue agak telat ke kantor Lo urus semuanya dulu nanti gue datang baru periksa" ucapnya


"Bukanya lo hari ini gak masuk, lagian telat juga ngak pp kali kan Lo bos nya. lagi pula lo bilang gak masuk hari ini kan dan semuanya sudah gue urus" ucap Matthew


"Oh ok, gue lupa kalau semalam gue nyuru Lo buat handel semuanya. Abigail......."Reichel


"Hah, apanya yang Abigail gue Matthew woii" Balas Matthew


"Ahh maksud gue, itu aaa" Reichel terbata menjawab pertanyaan Matthew


"Udah lanjut aja dulu urusan rumah tangga kalian gue gak ikut campur" Ledek Matthew


Reichel melihat Abigail membawah beberapa bunga dan vas bunga. ia duduk di sofa kamar dan menata bunga itu ke dalam vas. Reichel melihatnya tanpa bertanya apapun, baginya melakukan argumen dengan Abigail akan merusak mood baiknya hari ini mengingat gadis dihadapanya itu sangat keras kepala dan ujung-ujungnya yang mengalah adalah dia. enta dari kapan semenjak Abigail masuk kedalam rumah dan kehidupannya sedikit demi sedikit Reichel berubah itu pun diakuinya didalam hati kecilnya meskipun egonya terus membantah.


Abigail terus sibuk dengan aktivitasnya itu.


bahkan ia tidak menatap Reichel yang sedari tadi mencoba menarik perhatianya dengan melakukan keributan kecil. namun Abigail tidak perduli dengan tingkah Reichel itu. perkara ingin di lihat saja mesti seperti anak kecil. punya mulut tapi tidak di gunakan untuk bicara. memang pasangan aneh lah mereka ini.


"(Dasar manusia kaku, tidak bisa apa memulai pembicaraan)" batin Abigail


"(Apa-apaan ini, biasanya seperti burung beo kenapa sekarang diam seribuh bahasa seperti ini)" batin Reichel


"(Mungkin tuan pikir saya akan mulai pembicaraan? tidak. tidak akan)" batin Abigail


Reichel mencoba membuat suara deheman. ia sedikit berbatuk, agar Abigail melihat kearah nya.


"Sudah cukup, apa kamu tidak punya mulut untuk bicara?" Akhirnya ia yang mengeluarkan suara. Abigail tersenyum melihat tingkah Reichel


"Tuan kenapa?" tanya Abigail


Reichel menatap Abigail dan memalingkan wajah nya ia sangat malu pada dirinya saat ini.


"(Dasar bodoh kamu Rei, apa yang kamu lakukan barusan?)" Reichel membatin

__ADS_1


Sepertinya Reichel tidak bisa jika tidak mendengarkan Abigail mengoce sehari saja.


"Tuan, lihat lah bunganya cantik kan? benar benar-benar indah" Abigail mencoba memecahkan keheningan lagi.


dibalas anggukan kecil oleh Reichel


"Bagaimana tangan dan leher mu?" tanya Reichel ketus


"Sudah baikan, cuma masih sedikit sakit di leher. makanya tadi sarapan bubur soalnya masih sakit telan makanan kasar" jawab Abigail


Reichel langsung memegang leher Abigail mengecek apa kah ada yang fatal akibat dari perbuatannya. ia menatap Abigail


"(Maaf kan saya Abigail, saya sudah membuat kamu terluka. saya berjanji padamu Abigail tidak akan menyakiti kamu apapun masalahnya jika kamu benar aku akan bersama kamu)" Reichel membatin. ia mengedip kan tatapanya saat Abigail menyenggol lenganya.


"Tuan, saya tidak apa-apa. ini sudah terbiasa lagi pula jangan kawatir ini bukan karena perbuatan tuan kok" ucap Abigail


"Memang nya siapa yang kawatir padamu?" ucap Reichel


Abigail menatap matanya lalu pergi dari kamar menujuh ruang tamu.


"Dasar tuan keras kepala🙂" ucap Abigail


Reichel mengikuti Abigail dari belakang menuju keruang tamu. melihat suasana rumah sedikit berbedah menjadi lebih berwarna dan cerah.


"Abang mu Aron akan datang berkunjung, katanya setelah kamu nikah dia belum datang memberikan ucapan selamat pada kalian berdua" ucap Mamanya


Tangan Reichel mengepal, ia mengeratkan giginya matanya tajam. Abigail melihatnya menjadi aneh, banyak pertanyaan dibenaknya.


Pria tinggi berkulit putih dengan hidung mancung itu masuk kedalam rumah berjalan santai memasuki ruang tamu. mata Abigail menatapnya dan pandangan mereka bertemu ia tersenyum pada Abigail. Abigail mengingat bahwa pria itu yang ia lihat bersama Kirana di mobil tempo hari lalu. Abigail sedikit mundur kebelakang Reichel dan berlindung disana entah kenapa Ia sangat takut menatap mata dan melihat wajah orang itu. Reichel mengerti dengan katakutan Abigail mengengam tangan Abigail dengan erat seakan memberi isyarat padanya untuk tenang ada dia yang bisa menjaganya. perasaan Abigail sedikit tenang rasa hangat dari gengaman Reichel membuat ia nyaman.


"Halo Mom, halo adik kesayangannya Abang" Aron memeluk Mama dan juga Adiknya Kirana lalu matanya melihat kearah Abigail dan Reichel


"Halo adik kesayangannya kakak" ucap Aron dan berniat memeluk Reichel namun di tahan oleh tangannya.


"Kamu selalu seperti ini Reichel, selalu menganggapku musuh?" ucap Aron


Ia melirik kearah Abigail. Reichel mengengam tangan Abigail sangat erat.


"Oh adik ipar, halo kenapa bersembunyi disana?" ucapnya


"Hallo kak" balas Abigail


Reichel sengaja memanggil Matthew untuk datang kerumah nya dan menyuruh nya menjemput sahabat Abi yaitu Anna.


Matthew dari luar memberikan salam dan membuat Kirana langsung menyambut kedatangan nya. Di belakang Matthew muncul Anna yang membuat Kirana berhenti tersenyum. Matthew melihat Aron tatapanya biasa saja datar.

__ADS_1


Mereka semua makan bersama di rumah Reichel. Abigail yang duduk dekat dengan Reichel Anna dengan Matthew dan Aron duduk berhadapan dengan Abigail.


Kirana melihat Matthew dan Anna terlihat menikmati makananya sesekali Matthew mengambil lauk untuk Anna membuat Kirana bete. Aron yang melihat adiknya itu pun ikut marah. Aron menatap Abigail dan kebetulan mata abigail juga menatapnya senyuman smirk disana terlihat jelas oleh Abigail.


"Tuan, ternyata selain tuan kaku masih ada yg lebih kaku dan lebih Sikopat dari tuan" bisik Abigail pada Reichel membuat Reichel tersenyum.


"Jadi anggapanmu selama ini saya ini kaku dan sikopat gitu?" suara Reichel membuat Abigail ketakutan di dengar oleh orang dihadapanya itu.


Ia mencubit perut Reichel membuat Reichel mengerang kesakitan. Mamanya melihat anaknya yang terbiasa dengan kaku dan ketegasannya tersenyum, belum pernah ia melihat anak kesayanganya ini tersenyum dan bahagia seperti saat ini. beda lagi dengan orang yang ada dihadapanya itu yang memperlihatkan ketidak bahagianya itu.


"Adikku sangat bahagia setelah menikah. semoga terus bahagia kalian" ucap Aron


"(Karena saya akan menjadi penghalang untuk kalian dan kamu akan merasakan bagaimana kehilangan orang kesayanganmu untuk keduakalinya Reichel Adiwigoena)" batin Aron.


Mereka semua selesai makan dan duduk di ruang tamu.


"Saya punya Hadia untuk kalian. semoga kalian menyukai nya" Aron memerintahkan pegawai Reichel mengambil kadonya itu.


"Ini, untuk adik ipar ku. kamu pasti menyukainya kan?" Abigail melihat karangan bunga itu. ia kaget melihat Bunga Delphinium bunga kesukaanya itu. Anna melihat nya kaget, hanya Anna saja yang tau Abigail sangat menyukai bunga itu. dan mungkin juga Reichel tau saat ini.


"Bagaimana bisa tau saya menyukai bunga ini? sementara kita baru bertemu?" tanya Abigail mencurigai membuat Aron terkejut


"Ah, Aku yang memberi tau kak Aron kalau kak Abi menyukai bunga ini" Ucap Kirana


Abigail menatap Kirana penuh pertanyaan. ia tak pernah menceritakan pada Kirana bahwa ia menyukai bunga itu. ia menatap Anna tapi Anna menggelengkan kepalanya menandakan bukan dia yang beritau. ia bingung dengan semua ini.


"Sudah tidak peduli siapa yang beritau yang pasti Mama senang hari ini kedua putra Mama ada di rumah ini, dan itu berkat kamu sayang" Mertua Abigail memeluknya. dibalas Abigail dengan senyuman.


mereka semua merencanakan akan membuat pesta Kecil-kecilan di taman belakang rumah malam ini. sebagai perayaan pernikahan Reichel dan Abigail yang sudah masuk 1 bulan dan kedatangan Aron. ideh ini di usulkan oleh Aron sendiri Reichel menaruh curiga pada nya, untuk apa ia melakukan semua ini. Mereka semua pergi membeli ikan di Super market terdekat ideh ini juga di usulkan oleh Aron. lagi-lagi Aron entah apa yang akan ia rencanakan.


Reichel dan Abigail, Matthew dan Anna dalam satu mobil untuk ke supermarket. Kirana terlihat tidak senang, ia ingin pergi bersama dengan Matthew tapi Abigail menyuru Reichel untuk bersama dengan Anna juga Matthew dimobil bersama mereka. jadi mereka seperti double date saat ini.


-Happy reading ya gyus-☘️☘️☘️


jangan lupa


like


Komen


dan Favorit kan ya


luph💜💜


semoga kalian suka baca nya

__ADS_1


__ADS_2