
Kirana pergi dari sana meninggalkan kediaman Reichel Adiwigoena.
"Aku akan kembali untuk balas dendam" ucap Kirana
"Reichel hentikan adik mu, jangan seperti ini Mama mohon" pinta Ibu nya
"Kirana harus tau siapa Aron sebenarnya Ma" ucap Reichel
"Tapi ini berbahaya bagaimana jika Aron menyakiti Kirana?" ibu nya
"Maka aku akan membunuh nya" ucap Reichel
"Kalau begitu biar Mama ikut juga" pinta Ibunya
"Ma, Aron sangat benci kita berdua ini akan berbahaya" ucap Reichel
"Lalu kau mengorbankan Kirana?"
Ma, Aron juga sangat menyayangi Kirana dia tidak akan bisa melakukan hal buruk padanya".ucap Reichel
"Ini semua gara-gara kamu, kamu pasti menghasut anak ku untuk membiarkan dia melihat Kirana pergi kan ayo ngaku kak Abigail" ucap Ny Shinta
"Ma aku tida------"
"Jangan panggil aku mama dengan mulut licik mu itu mulai sekarang jangan panggil aku mama" ucap nya memotong pembicaraan menantunya itu
Ny Shinta pergi dari sana dan menuju kamarnya. Abigail melihat ke Reichel
"Mas " lirihnya
"Kamu tenang dulu, mama lagi marah sama aku besok pasti akan baik kok dia kamu yang sabar ya sayang" ucap Reichel
"Ehem keknya ada yang udah luluh ni, ada yang udah manggil sayang juga. kamu kapan mas panggil aku sayang" goda Anna
" Aku kan udah sering manggil kamu saya dalam hati gimana si masa kamu gak dengar". tambah Matthew
"Ih jahat. kok didalam hati si kan aku ngak dengar" Anna
"iya deh iya sayang !!!". Matthew
Reichel sadar ternyata mereka sedang mengejek mereka berdua saa ini.
"*Matt------"
"Mas, udah dong jangan marah-marah Mulu ntar cepat tua Lo*" potong Abigail
"Tuh kan Masssss" ledek Matthew
Mereka semua pun tertawa dengan lelucon Matthew dan Anna.
****
Aron melihat Kirana dari arah pintu dengan mata sembab habis menangis ia menghampiri nya dan memeluk nya.
"Siapa yang lakukan ini padamu? kata kan biar Kakak penggal kepalanya kurang ajar berani-beraninya mereka membuat adik kesayangannya ku menangis" ucap Aron dengan Emosi
__ADS_1
"Kak Aron, Kirana sakit hati masa Matthew menikah dengan gadis kampung teman si Abigail itu" rengek Kirana
"Apa? yang bernama Anna itu? tunggu kamu suka Matthew?" tanya Aron
"Iya kak, dari dulu " jawab Kirana
Adu Kirana Adik Kaka yang paling cantik kamu itu cantik kamu bisa dapatin laki-laki yang baik kaya dan ganteng. Matthew apaan cuma kaki tangan Reichel kenapa kamu suka bisa apa dia emang dia bisa ngasi kamu makan nanti? bukan nya kamu yang di nafkahi nanti mala kamu yang nafkahin dia kakak gak setuju kamu Sama dia bagus dia udah sama teman si Abigail" ucap Aron yang membuat Kirana semakin menangis sejadi-jadinya
"Kakak ini bukanya menghibur Mala bikin tambah nangis. aku mau nya Matthew kak bukan yang lain pokonya mau Matthew titik". Kirana versi Kuku untuk tetap bersama Matthew
"Baiklah, kakak berjanji akan membantu kamu dapat kan Matthew. tapi kamu harus terus ada di posisi Kakak ok" pinta Aron
"Iya kak" ucap Kirana
"Maid, bawah Kirana kekamarnya sekarang" s uruh Aron
Kirana masuk kedalam kamar nya sementara Aron pergi keruanganya dan tertawa diruanganya
"Lihatlah Reichel bagaimana adik kesayanganmu ini menjadi begitu benci padamu. aku akan membuat mu hancur hahahahhahahahah" ucap Aron dengan bangga nya
***
Abigail sedang tidur siang saat ini entah kenapa dia sangat pusing hari ini dan sangat lelah. Reichel pergi menemui ibu nya dan menjelaskan semuanya agar tidak salah paham terhadap Abigail dan semuanya.
"Ma tolong percaya sama aku, Kirana akan balik lagi nanti aku janji sama Mama" ucap Reichel
"Tapi kamu janji sama Mama?"
"Iya Ma aku janji sama Mama" Reichel memeluk Ibunya
"Maafin Reichel juga Ma, udah buat mama nangis"
setelah semuanya aman Reichel keluar dari sana dan menemui Abigail yang sedang tidur siang.
"Tumben banget ni anak tidur siang. apa dia sakit?" Reichel mendekat dan memegang dahinya untuk mengecek apa kah dia demam atau tidak.
"Tidak demam, tapi kenapa dia seperti lemas sekali?" gumamnya
"Sayang " panggilnya pelan
"Kamu sakit?" tanya nya
"Ngak kok mas, cuma pusing aja terus lemas semua badan ku" jawab Abigail
"Kamu udah makan?" tanya nya
"Belum mas, dari pagi belum makan aku nya"
"Ya pantas aja lemas orang belum makan. kamu masuk angin tu" kata Reichel
Abigail bagun dan duduk di tempat tidur. ia mendekat dengan Reichel dan mendorongnya menjauh.
"Ih mas, kamu pakai parfum apa si kok bau banget" ucap Abigail sambil tutup hidung
"Eh, ini parfum yang biasa lo sayang. kamu kan suka bau parfum ku ini" ucap Reichel
__ADS_1
"Apaan suka orang bau gitu. sana jangan dekat-dekat nanti aku munta" ucap Abigail
Reichel sangat heran padahal parfum ini Ia yang belikan dan paling dia sukai harum nya.
"Kamu keknya masuk angin de sayang. bentar aku masakin makanan ya" ucap Reichel
Abigail mengangguk dan menunggu Reichel sambil berbaring disana. ia terus saja merasa mual lalu ia berlari kekamar mandi dan munta dan tidak ada yang keluar.
"Haduh kayaknya benar-benar masuk angin ini. perut juga rasanya gak enak gara-gara belum makan" gumam nya
Abigail keluar dari kamar mandi dan menunggu Reichel yang membuatkan makanan untuk nya. ia terus melihat kearah pintu berharap Reichel datang namun sangat lama.
"Mas kok lama banget si bikinin makananya, udah laper banget ini" ucap nya
beberapa jam kemudian Reichel akhirnya masuk juga.
"Mas lama banget masaknya" gerutu Abigail
"Liat, mas masak apa?" tanya Reichel
"Masak apa Mas?" tanya Abigail
"Tadaaaaa ini dia nasi goreng ikan asin kesukaan kamu" ucap Reichel
Abigail melihatnya jijik dan tidak ingin melihat nya. ia ingin muntah mencium baunya lalu lari kekamar mandi. dengan pelan ia berjalan dari kamar mandi sambil memegangi perutnya.
"Mas, kenapa masak nasi goreng ikan asin si, aku mau makan nasi goreng cumi pokonya titik" ucap Abigail
"Heh kamu alergi Abigail gak boleh makan. lagian ini makanan kesukaan kamu Lo" jawab Reichel
"Ngak, aku mau nasi goreng cumi pokonya" Keke Abigail
"Gak, mas gak akan kasih". ucap Reichel
"Mas udah cukup hampir kehilangan kamu ya, jadi gak mau kedua kali lagi" ucap Reichel
Ia keluar dari Kamar dan membawa nasi goreng itu lalu memakanya hingga habis
sementara Abigail menangis seperti anak kecil yang habis di pukul oleh ibunya.
Anna yang mendengar Abigail menangis pergi kemanar nya.
"Ann, mau peluk" ucap Abigail
Anna langsung memeluk Abigail.
"Ada Apa si?" tanya Anna
"Masa Mas larang aku makan nasi goreng cumi" ucap nya
"Ya itu benar Bi, kamu alergi dan itu berbahaya tau" ucap Anna
"Tapi aku mau makan Ann, masa gak boleh" Abigail menangis lagi
Anna yang melihatnya tidak tau harus bagaimana. Abigail sepertinya sensitif sekali hari ini dia terus menangis hingga matanya bengkak. Reichel tidak tau harus berbuat apa ia juga bingung dengan keadaan Abigail saat ini.
__ADS_1