Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Orang yang sama?


__ADS_3

Reichel memarkirkan motornya di parkiran umum. berjalan beberapa menit dan sampai lah mereka ketujuan.


"Kemari lah" Pinta Reichel


Abigail yang melihatnya sedikit bingung, ia tidak tau bahwa orang yang dianggap tidak memiliki kehidupan ini bisa tau juga tempat yang indah dan bisa membuat kesedihan hilang.


"(Orang ini kadang moodian kadang baik. sebenarnya dia ini orang seperti apa si? susah banget nebak hatinya)" gumam Abigail


"Kenapa diam? mau disana sampai malam?" tanya Reichel


Abigail menghampiri Reichel ia melihat taman dan bunga yang sangat luas dan cantik-cantik. ia tersenyum


"Tuan, cantik banget wahhh indah wahhhh" Abigail kaget melihat taman bunga yang luas itu berbagai macam bunga disana. Reichel membuka kotak bekal yang sedari tadi ia tenteng. memakanya perlahan sembari melihat Abigail seperti gadis remaja yang senang bermain ditaman bunga.


"Tuan, !!!!" panggil Abigail


"Apa ini bisa di petik? aku mau bawah pulang" tanya Abigail


Reichel tersenyum dan menganguk kearah Abigail membuat senyuman manis di bibirnya terus terukir. entah dari kapan bibir Reichel tidak berhenti tersenyum melihat kelakuan istrinya itu.


"Abi !!!!" panggil Reichel


"Hemm " jawab Abigail


"Tidak jadih" jawabnya lagi


Reichel mengambil ponsel nya dan memotret Abigail dari jauh. ini pertama kalinya ia lakukan makanya dia sedikit ragu melakukanya. Reichel melihat mobil putih yang kemarin mengikuti Abigail sampai di rumah mereka. Ia memanggil Abigail dan segera pergi dari sana, Abigail bingung dengan kelakuan tuanya itu.


"Tuan, kita baru datang kenapa sekarang tiba-tiba mau pulang?". tanya Abigail


"Menurut saja, atau mau ku tinggal kamu disini" jawab Reichel


"Gila, benar-benar gila. bisa dia berubah secepat ini?" gumam Abigail


"Tapi Bunga nya?" Ucap Abigail


"Nanti biar ku suruh tukang kebunnya antar kerumah" jawab Reichel


"(Dih, sok iye banget anda ini. emang taman ini punya moyang mu?)" Batin Abigail


Reichel terlihat sangat cemas ia menghubungi Matthew dan mengirimkan lokasi mereka ke Matthew. Karena taman itu tidak terlalu jauh dari kantor Matthew tibah disana dengan cepat. Ia membawah Abigail kedalam mobil dan motor di bawah oleh Ajudanya.


"Ini ada apa si? kenapa kalian panik begini orang-orang di luar sana baik-baik aja kok kalian seperti kemalingan" Abigail terus mengoceh ia bahkan tidak mengerti apa yang terjadi.


Dasarnya Abigail ini adalah orang yang keras kepala, jika tidak mendapatkan jawaban ia akan bertanya sampai ada jawabanya.


"Bagaimana saya bisa mengerti kalau saya tidak paham apa yang terjadi" gerutu Abigail


"Bisa tidak kamu diam sedikit, mulut mu itu seperti kenalpot bocor. dari tadi ribut terus" bentak Reichel


"Ya minimal kasih tau la tuan, bagiaman saya bisa diam jawabanya saja belum ada" Abigail

__ADS_1


"Diam. Saya lagi menyetir kamu mau kita mati disini hah?" Reichel


Matthew sedikit tersenyum melihat wajah Reichel yang panik saat menyetir, selama ia berteman dengan Reichel tidak pernah iaelihat Reichel sepanik ini bahkan dia bisa berargumen dengan perempuan selama itu bahkan tidak mengalah sedikitpun. benar-benar sesuatu yang langkah ia saksikan


"Kenapa kamu tersenyum ada yang lucu?" ucap Reichel dan Abigail ke Matthew yang sedang tertawa melihat mereka.


"๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚" Matthew


Reichel terus melihat kekaca spion. mobil putih itu terus mengikuti mereka meskipun tidak mengejar tapi terus mengikuti. Abigail melihat kebelakang dan kaget melihat mobil yang mengikuti nya itu ada lagi.


"๐Ÿ˜ฑ mobil itu, kemarin dia ngikutin aku sampai rumah" ucap Abigail


"Terus kamu kenal sama dia?" tanya Reichel


"Ya engak lah tuan, saya aja ngira itu mobil pacar tuan atau mobil keluarga tuan" jawab Abigail


"Dasar bodoh, mana mungkin saya punya pacar........" Reichel


"Betul, dia kan sudah menikah sama Nona. mana mungkin selingkuh, dan lagi selain Nona tidak ada yang mau dengan orang ini" ledek Matthew


"Kalian ini, lagi keadaan begini masih aja bercanda" Abigail


Abigail melihat kearah mobil itu lagi ia melihat wajah pria yang mengendarai mobil itu.


"Itu laki-laki yang mengendarai dan disampingnya ada ๐Ÿ˜ฑ" Abigail berhenti berbicara


"Ada siapa Abi?" tanya Reichel


"Ia tapi liat siapa?" Reichel


"Kirana tuan" jawab Abigail pelan


Reichel mengrem mobil itu lalu melihat kebelakang untuk memastikan namun mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi membuat mereka sulit untuk mengejar.


Reichel mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sampai di kediamannya. ia turun dari mobil disusul Abigail dan Matthew


ia memanggil Kirana dengan keras.


"Kirana!!!!" Reichel


"Ada apa ini Nak? kenapa pulang langsung marah seperti ini?" Tanya mamanya


"Kirana mana Ma?" tanya Reichel lagi


"Mama juga baru dari taman belakang. mungkin saja Kirana belum pulang" jawab Mamanya


"Kemana dia Ma? Kirana !!!!!" Suara Reichel semakin keras


Semua orang menjadi takut melihat Reichel marah seperti ini.


"Tuan, mungkin Kirana belum pulang. tadi dia izin pergi kerumah temannya" Abigail berusaha menenangkan Reichel

__ADS_1


Kirana keluar dari kamarnya menggunakan pyama.


"Ada apa kak? kenapa kakak memanggil Kirana dengan suara seperti ini?" tanya Kirana polos


"Kamu habis dari mana? Abigail melihat kamu didalam mobil bersama seorang laki-laki tadi. dari mana kamu hah?" tanya Reichel pada adiknya itu.


"Mama, kenapa kakak tiba-tiba marah. aku dari tadi tidak kemana-mana pas pulang dari teman ku langsung pulang kerumah, kenapa kakak menuduh Kirana jalan sama pria asing Aku bahkan baru bangun tidur" Kirana berlari kepelukan Mamanya dan menangis


Reichel menatap Abigail dengan tajam. Abigail melihat Kirana dengan heran


"(Tapi kok mata Kirana tidak merah, kalau memang dia tidur dari tadi pasti matanya merah ini kok tidak merah apa sebenarnya yang dia coba sembunyikan)" batin Abigail


Ia menatap Reichel yang marah denganya. ia di tarik Reichel ke kamar merak dengan keras pergelangan tanganya sakit karena gengaman Reichel yang sangat keras.


"Tuan, lepaskan tangan saya. sakit" rinti Abigail


Ia melempar Abigail kedalam kamarnya sehingga Abigail terbentur di dinding kamar.


"Sekali lagi kamu berbicara tentang Adik ku yang tidak benar, maka saya akan mencekik leher mu" Ancam Reichel


"Tapi tuan, saya melihatnya sendiri kalau itu Kirana" ucap Abigail


Reichel mendekat kepada Abigail dan mencekik lehernya membuat Abigail tidak bisa berbicara dan hanya menangis.


"Sudah ku bilang jangan pernah kau berbicara yang tidak-tidak tentang Adik dan keluarga ku. atau kamu akan saya cekek, saya tidak suka orang asing ingin memecah belah keluarga saya dan lagi saya sangat percaya dan menyayangi adik saya, seseorang yang bercerita jelek tentang nya sama saja menantang saya dan saya akan pastikan siapa pun yang membuat ia menangis saya tidak segan-segan untuk menghabisi orang itu paham kamu" Reichel melepas tanganya dari leher Abigail.


Abigail gemetar dan terperosok kelantai tubuhnya lemas karena kehabisa energi mencoba untuk melawan saat Reichel mecekik lehernya. ia terus memegangi lehernya yang sakit.


"Kita akan lihat, siapa sebenarnya yang menjadi musuh dalam selimut di dalam rumah ini Reichel. Kamu terlalu buta dengan kasih sayang mu pada adik mu itu sehingga tidak melihat kebencian yang ada pada matanya kepadamu๐Ÿ˜ Aku akan tertawa lepas jika kamu disakiti oleh adik kesayangan mu itu nangis" gumam Abigail


Abigail berdiri dari tempat duduknya dan pergi membersihkan dirinya. beberapa menit kemudian selesai. Ia mengambil bedcover membentang nya dilantai. ia mengambil bantal kepala dan guling lalu tidur disana.


Reichel yang kembali dari luar melihat Abigail yang tertidur di lantai dengan mata sembab karena menangis dan tanganya yang memerah karena bekas gengaman tanganya lalu melihat karah lehernya ia mendapati tanda merah disana bekas tanganya. tidak ada reaksi apapun ia tidur di tempat tidur king size nya itu menaruh tangan sebagai bantal ia terus terjaga sesekali memandang kearah Abigail yang tidur membelakangi dirinya itu yang ternyata juga belum bisa tidur karena rasa sakit di lehernya. punggung mungil itu terus bergetar. rupanya ia menahan tangisannya agar tidak terdengar oleh Reichel.


"Naik lah kesini, dibawah terlalu dingin" ucap Reichel


mendengar itu Abigail pura-pura tertidur. mendengar tak ada jawaban Reichel bangkit dari tempat tidur nya dan berjalan ke arah Abigail. ia mengangkat tubuh kecil Abigail ketempat tidur bantal guling di jejerkanya sebagai batas antara mereka berdua.


ia terus menatap Abigail kemudian ia terlelap dan tidur.


-Happy reading ya gyus-โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


jangan lupa


like


komen


dan favorit kan๐Ÿฅฐ


kasih hadia kalau memang ada๐Ÿ˜‡

__ADS_1


luph๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


__ADS_2