
Reichel menyeret dia keluar, melemparkan kedalam mobil. beberapa orang Reichel menjaga dia disana. orang itu mengeluarkan smirk nya.
mereka semua pergi ke tempat yang orang itu tunjukan. kembali ke tempat kemarin yang mereka datangi. Matthew menurunkan kan dia Reichel memberi aba-aba kepada beberapa orang untuk mengepung mereka dari berbagai sudut.
"Kepung mereka dari berbagai arah, jangan biarkan mereka lolos" ucap Reichel
mereka semua berpencar. Matthew menyuru beberapa orang untuk membawanya kedalam.
diam-diam Reichel mencari ruangan dimana Abigail di sekap. sampai pada ruangan terakir berharap ia bisa menemukan Abigail. Abigail tersadar merasahkan kehadiran Reichel dan mencium bau parfum nya.
"(Tuan)" batinnya.
Ia tersenyum. tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka Reichel menendang nya dengan keras. ia berlari kearah pria itu dan melayangkan beberapa tinjuan membuat dia terjatuh. Mereka berdua melawan pria itu dan Anna berlari melepaskan ikatan di tangan dan juga kaki Abigail. Dengan cepat ia membuka tutupan matanya melihat Reichel sedang berkelahi dengan orang itu bersama Matthew.
Orang itu menyadari harus menyelamatkan dirinya jika tidak maka Reichel akan membunuhnya. ia mengeluarkan bubuk cabai dan di hamburkan kewajah Matthew dan Reichel setelah itu ia kabur melalui jendela dan segerah pergi dari sana. Abigail menatap Reichel.
"Aku tau Tuan pasti datang" ucap Abigail
Reichel memeriksa seluruh tubuh Abigail. wajah nya lusuh dan bibirnya pucat. Reichel memeluk Abigail dengan erat.
"tolong maafkan saya" Bisik Reichel pada Abigail
Abigail dengan tenaga yang tersisa berusaha menjawab
"Aku sudah memaafkan Tuan" setalah menjawab pandangan nya mulai gelap dan akirnya tak sadarkan diri.
di sisi lain Matthew memeluk Anna di balas pukulan tangan Anna
"Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Anna
"Ya tapi kan ini untuk merayakan keberhasilan kita" ucap Matthew celingukan
"Gak ada, enak aja. jangan dekat-dekat kita bukan muhrim" Jawab Anna
Reichel mengendong Abigail ke mobilnya. ia melajukan kendaraannya nya dan membawah Abigail kerumah sakit milik mereka. memanggil dokter dengan gelisa. Abigail di bawah ke ruangan UGD.
Di luar ruangan Reichel terus mondar-mandir menunggu kabar dari dokter tentang Abigail.
wajah nya sangat kawatir.
"Kalau dia sembuh, gue akan balikin dia ke orang tua nya. gue tidak mau mengambil resiko yang berbahaya untuk dia. biar gue saja yang di kejar sama orang-orang itu asal dia jangan". Ucap Reichel
Dokter keluar dari ruangan Abigail.
"Bagaimana keadaannya Dok?" tanya Reichel kawatir
"Tuan mudah, seperti nya Nona kekurangan cairan sangat banyak jadi tunggu saja " ucap dokter
"Terimakasih dok" Ia memberikan beberapa lembar uang kertas merah padanya.
Ia segera masuk kedalam ruangan tempat Abigail dirawat.
__ADS_1
melihat wajah pucat dari Abigail semakin membuat nya merasa bersalah. ia duduk di sampinga Abigali. seorang masuk kedalam ruanganya memegang pundaknya dengan lembut.
Reichel menoleh dan langsung memeluknya.
"Mama" lirihnya
"Sabar sayang, mama disini". Mama Shinta langsung kembali dari luar negeri mendengar menantunya hilang. ia kawatir pada menantunya sampai kembali dengan cepat dari sana.
Abigail membuka matanya ia menatap sekelilingnya tembok putih dengan tirai berwarna hijau.
"Saya dimana ini?" lirih Abigail
Reichel segera mengengam tangan Abigail
"Kamu sudah sadar, apa yang sakit, kamu mau apa biar saya ambil kan" pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulut Reichel membuat Mamanya tertawa.
"Sabar sayang, pelan-pelan tanya nya Abi baru siuman" ucap Mamanya
"Haus" suara Abigail
Reichel segera mengambil air dan memberikan pada Abigail dengan pelan ia membantunya untuk minum. setelah selesai ia membaringkan Abigail lagi dengan pelan.
"Mau makan bubur?" tanya Reichel
Abigail mengangguk. ia mengambil bubur itu lalu menyuapi Abigail dengan dengan pelan.
"Pelan saja makanya, jangan terlalu buru-buru" ucap Reichel
Abigail melihat perhatian Reichel kepadanya ada sesuatu didalam dirinya yang mengembang seperti bunga yang sedang mekar. ia tersenyum kepada Reichel yang di balas senyum oleh Reichel. Matthew dana Anna masuk kedalam ruangan Abigail di rawat. Mamanya melihat dan memberi isyarat untuk jangan ribut lalu mengerakan matanya menunjuk kearah Abigail dan Reichel.
"Ma, kapan mama datang? kenapa tidak beri tau biar ku jemput" Tanya Matthew
"Mama juga buru-buru, mendengar kabar Abigail hilang dari Kirana" jelas mama Shinta
"Kirana tau?" tanya Matthew
"Mungkin saja Reichel yang memberi tau dia" Jelas Mama Shinta
Matthew menganguk, ia curiga apa yang di katakan Anna itu benar. pasal nya dari kemarin Ponsel Reichel di pegang oleh Matthew dan tidak ada panggilan masuk dari Kirana.
Kirana masuk kedalam ruangan
"Kak Abi 🥺 bagaimana keadaan kakak?" tanya nya
Abigail hanya melihatnya. lalu menatap Reichel memejamkan matanya
"Baik" jawab Abigail singkat
"(Sialan, sudah berpura-pura baik juga jawabnya begitu)" batin Kirana
"🥺 Aku sama mama kawatir banget sama kakak" ucap nya lagi
__ADS_1
"Saya sudah baikan Sekarang, jadi jangan terlalu kawatir. kawatir kan saja dirimu diluar sana banyak orang jahat seperti serigala berbulu domba" Abigail menyindirnya
"Aku tau, pasti kakak sangat tertekan. semua akan baik-baik saja kak tenang. ada Kakak yang akan melindungi kak Abi" Kirana merangkul Reichel
Abigail meminta pada Reichel untuk segerah pulang kerumah. keadaannya sudah membaik sekarang, Ia meminta Anna untuk menemaninya beberapa hari kedepan saat dirumah. ia masih merasa takut pada kejadian kemarin. Kirana menatap Matthew yang berdiri tidak jauh dari Anna tatapanya seperti ingin menikam Matthew.
Anna melihat itu sengaja membuat Kirana marah dengan mengengam tangan Matthew.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Matthew
"Sudah diam, bilang saja kamu sukakan?" Jawab Anna
Matthew tersenyum melihat kelakuan Anna itu. Kirana langsung menghampiri Matthew dan menarik nya.
"Ma, aku pulang nya sama Kak Matt ya?" Pinta Kirana
Matthew tidak bisa menolak dan memberikan ekspresi terpaksa pada Anna.
"Ia, biar kamu sama mama dan Matthew Anna sama Reichel dan Abigail saja" ucap sang mama
******
Mereka sampai di rumah. Reichel memapah Abigail masuk kedalam rumah sedang kan Anna membantu bawah barang kedalam rumah. Matthew melihat Anna kesulitan pergi untuk membantunya.
"Sini biar saya bantu bawakan" tawar Matthew
"Tidak usa, pergi saja sama Kirana" Ucap Anna
"Kamu cemburu?" goda Matthew
"Saya, cemburu? sama kamu?. tidak ada di kamus saya cemburu" ucap Anna
"Terus barusan apa?" ucap Matthew
Kirana berlari kearah Matthew dan pura-pura terpeleset untuk di bantu Matthew namun yang terjadi.
"Auwwww" lirih Kirana
"😁😁😁"Anna
Matthew kaget sebelum akhirnya tertawa
"Yakkk!!! kak Matthew bantuin" rengek Kirana
Matthew sengaja tidak mendengar panggilannya sehingga ia terpeleset dan jatuh
"Syukurin, emang enak" gumam Anna
Matthew terpaksa membantu Kirana untuk berdiri.
-happy reading ya gyus-☘️☘️☘️
__ADS_1
semoga suka❤️
luph 💜💜💜