
Reichel mengendong Abigail untuk berbaring di tempat tidur. menyelimuti tubuh Abigail
"Tuan, Aku sudah baik tidak perlu begini" ucap Abigail
"Kata dokter kamu belum sembuh benar.jadi jangan melawan" ucap Reichel
"Apa ini perintah?" Ucap Abigail
"Anggap saja itu perintah" ucap Reichel
"Dan lagi, mulai sekarang jangan panggi aku tuan lagi panggil saja Reichel" lanjutnya
Abigail tersenyum melihat Reichel melarangnya untuk memanggil tuan. artinya hubungan mereka sudah lebih dekat sekarang. Abigail berbaring dan beristirahat.
Reichel berbicara dengan Matthew didalam ruangan pribadi nya.
"Kamu sudah cari tau siapa dibalik semua ini" tanya Reichel
"Menurut seorang informan kita, Aron ada di belakang ini semua " ucap Matthew
"(dan juga Kirana ada dibelakang ini semua)" batin Matthew
"Tidak ada yg lain lagi?" tanya Reichel
"untuk sementara hanya itu" jawab Matthew
Reichel dan Matthew pergi menemui Aron
ia membuat janji untuk bertemu dengan nya di sebuah cafe. Matthew mengawasi dari kejauhan dengan beberapa orang kepercayaan Reichel. mengantisipasi jika ada penyerangan dari pihak Aron
Reichel melayangkan tinjuan kewajah Aron membuat sedikit mundur kebelakang sudut bibirnya berdarah.
"Wissh ada apa ini? santai adiku" ucap Aron santai
"Setelah apa yang lu lakuin ke istri gue, sekarang lu bilang santai? bajingan" Reichel melayangkan satu pukulan lagi di bagian perut membuat Aron meringis kesakitan
"Teruslah memukul...ayok pukul terus...pukul saya" ucap Aron
"Sejak kapan kau menganggap dia itu istrimu? bukanya kau menikahinya terpaksa? bahkan dia akan membalaskan dendam padamu apa itu istri yang kau maksud?" Aron menatap Reichel dengan Smirknya
"Lagi pula kau tidak menyukai nya kan? jadi berikan padaku. ku lihat dia lumayan juga bisa memuaskan ....." ucapan Aron terhenti
Puggg Pugg puggg...
Pukulan beberapa kali ia layangkan kepada perut Aron membuat Aron mengerang kesakitan.
Reichel mengarahkan pistolnya ke kepala Aron. membuat orang disana ketakutan Matthew menghampiri Reichel untuk menenangkannya.
"Berani sekali kau menyebut nama Abigail dengan mulut kotor mu itu? kata ku berhenti atau peluru ini akan menembus kepalamu" ucap Reichel penuh amarah
"Jangan kotori tangan Lo karena orang ini, belum saatnya dan juga tempatnya tidak aman" Ucap Matthew
Reichel mengangkat kera baju Aron.
"Ku peringatan, jangan pernah sentuh Abigail sejengkalpun jika berani kau sentuh tangan yang kau pakai sentuh dia ku pastikan tidak akan bisa menyentuh wanita manapun lagi" Ancam Reichel
Reichel dan Matthew pergi meninggalkan Aron Diana.
"Kenapa tuan tidak membalas pukulannya?" Ucap anggotanya
"Tidak sekarang. tunggu tanggal mainnya" Ucap Aron
*****
Rumah Reichel
Reichel masuk kedalam kamar dengan wajah penuh amara dia membanting dirinya ke sofa kamar, lalu menyandarkan kepalanya di sofa kamar. Abigail melihat nya seperti itu menghampiri Reichel.
"Tuan" panggil Abigail
"Maksudnya Mas Rei kenapa?" tanya nya dengan lembut
Reichel menatapnya sejenak. melihat kedalam bola mata coklat Abigail yang tenang memberikan rasa nyaman dengan senyuman manisnya membuat Reichel tenang dengan sendirinya.
"Tidak. cuma sedikit lelah saja" ucap Reichel
__ADS_1
"Kalau begitu kemarilah biar ku pijat kepala mas" Abigail terlihat canggung dengan panggilan baru mereka.
baginya panggilan ini justru membuat dirinya terlihat jauh darinya, dia tidak nyaman dengan panggilan itu.
"Sebenarnya ada yang mau saya omongin". ucap Abigail sambil memijat kepala Reichel
"Apa?" tanya Reichel singkat sembari menikmati pijatan lembut dari Abigail
"Menurut ku, biar saja saya panggil anda itu tuan. itu sudah menjadi panggilan kesayangan saya ke tuan. kalau di ganti lagi saya rasa seperti jauh dari tuan meskipun dekat" Oce Abigail
"Oh, jadi menurut mu kalau kamu panggil Tuan jadi lebih dekat begitu?" tanya Reichel
"Heeehm" jawab Abigail singkat
"Baik lah panggil saja Yang mana membuat kamu nyaman" Reichel
"Benarkah? bagaimana kalau sayang?" tanya Abigail menggodanya
Mata Reichel langsung terbuka.
"😶😶" Reichel
"Bercanda tuan, kalau pun tuan ngak mau ngak papa" ucap Abigail
Seorang Art menekan bel di kamar Reichel membuat lamunan Reichel buyar. Ia membenarkan posisi duduk nya
"Masuk" Pinta Reichel
"Ini makan siang Nona dan Tuan apa bibi Taru disini saja?" tanya Artnya
"Bawah masuk bi, tapi untuk makanan saya biar di meja makan saja ya" ucap Reichel lembut membuat Art nya kaget.
"Bbbbaik Tuan Muda" ucap nya lalu pergi sebelum nya ia menaruh makanan Abigail di meja kamarnya ia menatap Reichel dan Abigail bergantian.
"(Tuan benar-benar berubah setelah Nona Muda datang kerumah ini)" batinya
"Permisi Tuan dan Nona" art
Reichel mengambil bubur di meja dan menyuapi Abigail. Ia melihat bubur itu.
"Benar kah? terus mau makan apa?" Tanya Reichel
"(Maaf tuan aku bohong soalnya aku ngak suka makan bubur itu sangat tidak enak🤢)" batin Abigail
"Mau makan nasi goreng" ucap Abigail
"Baiklah ayok kita turun kebawa, saya akan masakan nasi goreng" Ucap Reichel
"Benar ka taun?" tanya Abigail
di balas anggukan oleh Reichel yang berdiri di samping tempat tidur. Abigail bangun dan langsung memeluk Reichel.
"Terimakasih tuan" Ucap Abigail
Reichel yang terkejut tidak bisa melakukan apapun apa lagi kedua gunung kembar Abigail mengenai dada bidang Reichel membuat Reichel diam mematung.
Abigail yang meresakan keanehan tuanya menyudai pelukanya.
"Maaf Tuan,😁 saya terlalu semangat " ucap Abigail
"Tttidak apa-apa " jawab Reichel terbata
"(Gila kalau seperti ini terus bisa lepas kendali gue)" batin Reichel
Mereka turun ke lantai bawah menuju meja makan. Matthew dan yang lainya duduk di sofa bersantai sambil berbincang. mereka melihat Abigail dan Reichel berjalan di tangga dengan Abigail di depan di ikuti Reichel.
"Halo Ma, " ucap Reichel
"Halo sayang, 😌 mama liat kok bahagia banget kalian ada apa?" tanya Mama Shinta
Abigail melihat Reichel dengan kebingungan.
menghindari pertanyaan Mama Reichel cepat-cepat menarik Abigail ke dapur.
"Tuan kenapa menarik saya kesini?" tanya Abigail
__ADS_1
"Kalau kita disana, Mama pasti banyak bertanya. saya takut dengan kepolosan mu bisa menimbulkan kesalahpahaman" Jelas Reichel
"Memang nya yang sudah kita lakukan? tidak ada kan? apa yang harus disalahpaham kan?" tanya Abigail
Reichel hanya memutar bolah matanya. ia tidak akan menang melawan Abigail dalam berdebat.
Reichel membuatkan nasi goreng untuk Abigail. sebenarnya ia tidak pandai dalam memasak bahkan tidak pernah memasak sekalipun baru kali ini ia memasak.
Ia tidak ingin terlihat seperti orang yang beringkar janji jika tida memasak nasi goreng seperti yang ia janjikan tadi pada Abigail.
"Berarti tuan ini jago dalam memasak" tanya Abigail
"Tentu saja, nanti kamu coba pasti enak" ucapnya dengan Pd
"Baiklah, aku sudah tidak sabar ingin mencobanya" Ucap Abigail sambil membelai-belai perutnya membuat Reichel terdiam.
"(Kenapa manusia ini di kasih perhatian sedikit Mala melunjak. dia pikir dengan seperti itu lelaki normal seperti saya ini bisa berfikir jerni? Ingin rasanya ku terkam dirimu Abigail)" batin Reichel
Abigail mengoyangkan lengan Reichel
"Tuan nanti nasinya hangus" Abigail
Reichel segera mengaduknya beberapa saat kemudian ia menyajikannya di piring. Abigail membawah makanan itu kemeja. Reichel memandangi.
Reichel berfikir kembali apa yang ia lakukan. kenapa ia berubah seperti ini apakah ia mulai menyukai Abigail? tidak ia terus meyakinkan dirinya bahwa ini bukan rasa suka tapi ini rasa simpati tidak lebih. sampai kapan pun ia tidak akan menyukai wanita manapun.
(Ini hanya rasa simpati, bukan rasa suka. kalaupun saya perhatian padamu sudah sepantasnya karena kita akan menjadi teman bukan?)" batin Reichel
Menyusul Abigail ke meja makan. mereka makan bersama di meja makan berdua
mereka di lain sisi memperhatikan kelakuan dua orang yang seperti sedang mabuk kepayang ini.
"Abigail" panggil Reichel
"Hemm" Jawab Abigail
"Jadilah temanku" ucap Reichel
Abigail kaget mendengarnya ucapan Reichel
"Teman?" tanya Abigail
"Ehem, " Reichel mengulurkan tanganya pada Abigail
"Teman." ucap Abigail sambil melihat Reichel
"(Tidak ada kah sedikit perasaan mu tuan padaku? atau rasa dendam itu lebih besar? tidak apa menjadi teman mu saja sudah cukup bagiku)" Batin Abigail
"Cobalah makananya" pinta Reichel
"😶" Abigail
"Kenapa seperti itu? tidak enak?" tanya Reichel
"Enak kok tuan, sangat enak🙂" bohong Abigail
"Biar ku coba"
"Jangan...."
"Oh rasa apa ini, kenapa rasanya seperti makan garam🤢🤢" Reiche
"🙂🙂 tapi enak kok tuan, benaran" Ucap Abigail menghibur
"Apanya yang enak, kemari makan ini saja dengan ku" pinta Reichel
"Berdua?" tanya Abigail
"Ia lah," jawab Reichel
Reichel menyuapi Abigail sekali dan setelah nya ia menyuapi dirinya sendiri dilakukan hingga makanan itu habis di santap.
dilain sisi mereka menyaksikan kelakuan kedua sejoli ini seperti anak TK yang sedang berbagi makanan sangat imut dan mengemaskan😁😁
-happy reading ya gyus-☘️☘️☘️
__ADS_1