Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Perasaan aneh


__ADS_3

Abigail bangun lebih awal dan selesai mandi dia membangunkan Reichel untuk segera mandi. Ia menyiapkan semua keperluan Reichel untuk kekantor. sekarang Reichel mengizinkannya menyiapkan semua kebutuhan nya sekarang karena hubungan mereka sekarang ada lah teman. Apapun nama hubungan mereka saat ini Abigail tidak merasa keberatan.


keadaanya pun sudah membaik sekarang.


"Baju, celana, jas, dasi dan kaus kaki sudah beres tas kantor juga sudah beres sekarang tinggal nunggu Taun selesai mandi" ucap Abigail


sambil menunggu, Abigail merapikan tempat tidur mereka. setelah merapikan tempat tidur ia duduk menunggu Reichel kembali dari kamar mandi. benar-benar istri yang ideal bukan? menunggu pujaan hati untuk bersiap kekantor.



tiga puluh menit berlalu. Abigail berpikir jika ia disini berarti ia akan melihat Reichel berganti pakaian. ia berpikir keluar saja dari sana, namun sebelum dia pergi pintu kamar mandi terbuka. Reichel keluar dengan menggunakan handuk kecilnya memperlihatkan dada bidangnya disana.


Abigail yang melihatnya terpaku menelan salivanya.


"Apa yang kau pikirkan?" Reichel menyadarkan lamunan Abigail


Abigail bersiap untuk keluar kamar


"Mau kemana?" tanya Reichel


"Kebawah tuan, soalnya mau ganti baju kan?" jawab Abigail


"Tetap disini"


"Tapi...."


sebelum selesai menjawab handuk yang di pakai Reichel jatuh membuat Abigail berteriak


"Ahhhhhhh" teriak Abigail


"Ada apa?" tanya Reichel kawatir


"Jangan mendekat" Abigail menutup matanya dengan tanganya


"Ia ada apa, kenapa berteriak?" tanya Reichel


"Tuan pakai dulu handukmu" Ucap Abigail


Reichel melihat dirinya yang hanya memakai bokser saja.


"Tetap seperti itu, jangan buka matamu sampai saya selesai berpakaian" pinta Reichel


Abigail menurutinya. beberapa menit selesai


"Bagaimana?" tanya Reichel


"Sudah ka tuan?" tanya Abigail


"Buka matamu?" pinta Reichel


Abigail membuka matanya melihat kearah Reichel. betapa kagetnya dia bahwa pria yang ada di hadapannya ini ternyata benar-benar tampan dengan proporsi tubuh yang sempurna membuat Abigail terkagum-kagum dibuatnya.



"Tuan benar-benar sempurna. sangat tampan" puji Abigail


tatapan Abigail membuat Reichel menatapnya kembali. tanganya meraih pinggang kecil Abigail dan mendekatkan pada dirinya. tidak ada jarak antara mereka saat ini begitu rapat tanganya ia sandarkan pada dada bidang Reichel membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. ia ingin menyudai tatapan ini tapi hati nya tidak ingin melepas tatapan mata Reichel.


Abigail bisa merasahkan hembusan nafas Reichel yang membuatnya memejamkan matanya. seolah memberikan isyarat pada Reichel untuk menyentuhnya. Reichel medekat pada wajah cantik Abigail dan menautkan benda lembut itu pada Abigail. ia merasakan bibir yang tipis dan manis itu. tak ingin melakukan yang lebih ia hanya menautkan bibirnya. Abigail merasakan jantungnya berdetak lebih cepat mungkin Reichel bisa mendengar detak jantung nya saat ini. perasaanya seperti sedang berbunga-bunga saat bibir ranum Reichel menyentuhnya. lembut dan manis mereka berhadapan cukup lama merasakan darah yang berdesir mengalir begitu cepat. dua menit berlalu Reichel melepas kan ciumanya perlahan sehingga merasakan betapa intinya mereka saat itu. ia segera menyudainya jika tidak dia bisa kebablasan dan bisa saja langsung menerkam Abigail.


Artnya mengetuk pintu kamar mereka. Reichel merapikan bajunya yang sedikit berantakan, Abigail segera menjauh sedikit dari Reichel. Abigail terlihat sangat canggung


"Masuklah" pinta Reichel


"Ini tuan saya bawahkan sarapan untuk Tuan dan Nona" ucap Artnya

__ADS_1


"Taru di meja" uacp Reichel


"Baik Tuan"


Abigail melihat dasi Reichel sedikit berantakan ia mendekat dan merapikan dasinya.


"Ini baru rapi, sudah sangat tampan" puji Abigail membuat Reichel sedikit malu


Reichel mengusap dadanya merasakan jantungnya berdetak kencang seperti sudah melakukan olaraga yang berat. bayangan itu kembali melintas di pikirannya membuatnya terus berdegup kencang.


"Perasaan apa ini? kenapa berbeda dari biasanya" gumam Reichel


ia menatap Abigail yang duduk di meja dan menyantap bubur nya. ia ikut sarapan bersama. ini kedua kalinya mereka makan berdua setelah malam pertama mereka habis nikah dan saat ini.


Abigail terlihat sangat menikmati bubur itu sehingga makan pun sedikit belepotan.


Reichel menggunakan jempolnya mengambil sisa makanan Abigail lalu memasukannya kedalam mulutnya itu membuat Abigail terbatuk.


"Uhuk uhuk uhuk"


Reichel panik lalu mengambil air dan memberikan pada Abigail.


"Kamu kenapa?" tanya Reichel


"Tidak apa-apa tuan. tadi keselek tulang" jawab Abigail


"Hati-hati kalau makan perhatikan ada tulang atau ngak jangan asal makan, itu mata di pake untuk lihat makanan bukan untuk lihat saya" Reichel memarahi Abigail


"(Bagaimana saya tidak keselek tuan, kamunya kek gitu kan jadi gerigi saya)" batin Abigail


Mereka selesai makan, Reichel berangkat kerja di ikuti oleh Abigail dari belakang.


di ruang tamu semua orang menatap mereka


"Yang lain ngontrak ka Tante" sambung Anna


"Kita ngekost aja lah" Matthew


Reichel tidak terlalu menanggapi bercandaan mamanya. ia pamit ke Mamanya dan mengelus rambut Abigail pelan lalu pergi.


semua orang di buat terkejut oleh perilaku Reichel termasuk Abigail.


"(Kenapa kau selalu membuat ku baper tuan, kita ini teman kan? tapi perilakumu membuatku menganggap ini lebih dari teman)" batin Abigail


Anna juga pulang di hantar oleh Matthew


Abigail dan Reichel tidak tau kalau Anna sekarang tinggal di apartemen Matthew


ia sengaja melakukan ini untuk menghindari Kirana yang bisa saja berbuat sesuatu pada Anna. ia tidak ingin kehilangan orang yang ia sayangi.


Kirana melihat Matthew yang dekat dengan Anna tidak terlihat senang.


"Kak, Kirana boleh ikut? bosen ah dirumah terus mau jalan-jalan ke kantor kakak boleh?". rengek Kirana pada Reichel


Matthew yang melihatnya menjadi tidak senang.


"Boleh, kalau begitu Abigail juga ikut biar kamu gak sendirian nanti di ruangan kakak" Reichel


"Asikkkk, Ayok kak Bi" ajak Kirana


Sejujurnya Abigail tidak terlalu menyukainya saat ini. setelah kejadian tempo hari ia harus waspada dengan Kirana bisa saja ia sedang merencanakan sesuatu.


"Kirana mau semobil sama kak Matthew"


"Beban yang sesungguhnya" gumam Matthew

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu mau bareng mereka" ucap Reichel


Abigail pergi bersama Reichel dan diikuti oleh Matthew Anna dan Kirana dari belakang.


Semenjak kejadian di kamar tadi Abigail tidak berbicara didalam mobil. Reichel pun begitu


sesekali Reichel mencuri pandang ke Abigail


melihat dia tersenyum.


"Mikir apa kamu?" tanya Reichel


"(Kalau aku jujur bilang kejadian tadi bisa lain urusanya ni)" Batin Abigail


"Tidak ada tuan.". jawab Abigail


"Oh" singkat Reichel


Sementara di lain sisi.


Matthew tidak berbicara dan terus memandangi Anna dari spion mobil membuat Anna sedikit salah tingkah. Matthew melihatnya sangat lucu.


"Em kak Anna, makanan kesukaan kakak apa?" tanya Kirana basa basi


"Aku? gak ada sih. semua nya suka" jawab Anna


"Oh gitu pantas saja si kakak agak bantet dikit🤭 opss maaf kak" Ucapnya sedikit mengejek


"Tapi cewek bantet itu kalau dipeluk enak Lo. empuk" jawab Matthew


"Kamu sukanya apa Ki?" tanya Anna


"Aku orangnya pilih-pilih makanan kak, gak sembarang makan ya gitu deh" ucap Kirana


"Oh pantesan aja kurus, kek tengkorak ternyata makananya pilih-pilih to" Ucap Anna


Kirana langsung terdiam mendengar kata-kata Anna


"Kak Matthew sudah ada pacar?" tanya Kirana


"(Eh buset ni boca ngebet banget da)" batin Anna


"Kalau pacar si belum ada, tapi kalau incaran si kakak punya". melirik Anna dari kaca spion


Anna pura-pura tidak melihat. Waja Kirana langsung berubah. Tak terasa mereka sampai di Rich Group.


mereka semua turun dari mobil yang di parkiran khusus pemilik dan petinggi penting disana.


Abigail jalan bersama Reichel. Anna jalan bersama Matthew dan Kirana. semua orang bertanya tentang Abigail.


"Bagaimana dia bisa merebuta hati bos kita😭 padahal aku kan lebih cantik dari dia" ucap Karyawan1


"Berarti ada sesuatu didalam dirinya yang tidak ada padamu" ucap karyawan2


"Kamu ini bukanya menghibur Mala buat aku Tamba mau nangis" karyawa1


sampai sini dulu ya gess


-happy reading ya gyus-☘️☘️☘️


jangan bosan-bosan.


minta suport nya ❤️❤️


luph💜💜

__ADS_1


__ADS_2