Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Kembali Pulang


__ADS_3

Setelah Ny Shinta melihat tempat kecelakan Abigail dan Reichel Ia ingin pulang kerumah


Perasaanya tidak baik sekarang. Ia lemas melihat mobil yang mereka kendarai hangus terbakar tanpa tersisa. Anna memapah Ny Shinta masuk kedalam mobil Matthew membuka pintu mobil dan Ny Shinta masuk kedalam mobil. Mereka kembali kekediaman Reichel. Kirana dan Rachel menaiki mobil yang berbedah.


"Bagaimana? Apa Kakak dapat informasi tentang mereka?" tanya Kirana


"Anak bua saya kemarin mengejar mereka, ternyata mereka selamat dari kecelakaan mobil itu" jawab Aron di balik ponsel Kirana


"Terus bagaimana? Apa anak bua kakak sudah menghabisi mereka?" tanya Kirana lagi


"Mereka berhasil kabur, saya tidak tau mereka bisa lolos dari hutan itu atau tidak" jawab Aron


"Saya berharap mereka mati di terkam binatang buas didalam sana" ucap Kirana


Kirana akhirnya ikut pulang kerumah mengikuti mobil Matthew. Mereka tiba di rumah sore hari, dan tanpa mereka tau ternyata Abigail dan Reichel sudah sampai terlebih dahulu didalam rumah dan sengaja mematikan lampu untuk memberikan suprise pada mereka semua.


"Kenapa lampunya mati ini?" tanya Ny Shinta


Tiba-tiba lampu menyala, Abigail dan Reichel berdiri di ruang tamu menyambut kedatangan mamanya disana. Ny Shinta yang melihat anak dan menantunya berdiri disana langsung berlari memeluk anak dan menantunya bergantian. Anna dan Matthew terlihat sedih dan meneteskan air mata disana berbeda dengan Kirana dan Rachel yang membulatkan matanya melihat pemandangan yang ada di depanya itu.


"Tolong cubit aku, apa ini nyata?" bisik Kirana Pada Rachel


Rachel langsung mencubit lengan Kirana


"Auw, jangan kencang-kencang sakit tau" lirihnya


Saat dia tau sakit berarti ini kenyataan bahwa Abigail dan Reichel masih hidup. Wajahnya nampak tidak senang melihat mereka tertawa disana. Ia segera berpura-pura lari ke pelukan kakanya dan memeluk nya


"Kakak !!! Akhirnya kakak pulang huhuhuhu kami sangat kawatir" ucap Kirana


Lalu ia memeluk Abigail.


"Kali ini kamu selamat, tapi kupastikan kedepanya kamu akan mati" bisiknya pada Abigail


"Kamu cobalah sekuat tenaga mu, kali ini aku tidak sendirian karena suami ku bersama ku" jawab Abigail


Kirana melepaskan pelukanya dengan Abigail


Kirana pura-pura tertawa.


"Mama sudah bilang, kalian akan selamat dan sekarang kalian selamat" ucap Mamanya


"Ma, Aku tidak akan mati seblum semua musuh ku mendapatkan balasan dari perbuatan mereka. Kali ini mereka aman tapi setelah nya mereka akan ku seret ke jeruji besih" ucap Reichel

__ADS_1


"Apa maksud kamu Na? Siapa yang melakukan ini pada kalian? Apa Aron lagi?" tanya Mamanya


"Saya tidak tau apa ini kerjaan Aron, tapi seperti nya didalam rumah ini ada yang membantunya" Reichel menatap Kirana memuat Kirana panik dan memaksakan tersenyum padanya.


"Atau mungkin saja Dia" Kirana menunjuk Rachel membuat Rachel kaget


"Dia kan sebelumnya tinggal bersama Aron bisa jadi dia kesini ingin jadi mata-mata" ucap Kirana


Rachel tak terimah di tuduh seperti itu membela dirinya.


"Bohong, itu tidak benar bukan aku yang mencelakai kalian berdua tapi Dia, Dia yang membuat rencana bersama Aron untuk membunuh Reichel. Dia adalah musuh sebenarnya di rumah ini bukan aku" Rachel membelah diri


"Lihat kak, bahkan dia menuduhku apa mungkin aku melakukan itu pada kakak yang selama ini membesarkan aku dengan kasih sayang? Apa aku bisa sekejam itu kak?" ektingnya agar Reichel percaya


Ny Shita menampar Rachel.


Plakkk........


"Dari awal kamu masuk rumah ini saya sudah curiga sama kamu, masalah datang begitu saja saat kamu masuk kerumah ini sekarang kamu keluar dari rumah saya. Saya tidak ingin anak saya dan menantu saya mendapatkan celaka karena keberadaan kamu disini keluar kamu !!!!" teriak Ny Shinta


"Ny Shinta, anda menampar saya saat ini saya tidak masalah. Tapi suati saat anda akan menyadari kebenaranya maka anda akan menyesal telah menampar saya. Saya akui memang saya ingin memisahkan Reichel dengan Abigail tapi untuk mencelakai dia saya tidak sekejam itu, karena saya mencintai dia saya tidak bisa mencelakai dia" ucap Rachel


"Lihat, bahkan setelah ketauan dia bisa bicara seperti itu. Apa kamu tidak ingat kejadian yang lalu? Saat kamu meninggalkan kakak ku demi harta Aron? Apa mungkin itu cinta? Bukan tidak mungkin jika kamu ingin mencelakai mereka berdua Rachel" ucap Kirana


"(Apa sebenarnya yang direncanakan Kirana? Kenapa dia memfitna Rachel seperti ini?) batin Abigail


Matthew melihat Kirana dengan penuh kebohonganya. Lalu bertanya pada Kirana


"Terus waktu sebelum Reichel dan Abigail berecana ke kampunya saya saya pernah memergoki kamu dari garasi mobil dan memegang tang potong ka" ucap Matthew


Kirana kaget dengan pernyataan Matthew


"Aku kan sudah bilang saat itu aku temukan itu di garasi pas aku parkir mobil" jawan Kirana membelah diri


"Kakak, apa kakak tidak percaya sama aku? Kalau begitu ya sudah masukan saja aku ke penjara" ucap Kirana dengan nangis tersedu-sedu. Raechel memeluknya


"Kamu tenag saja, kakak tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu bahkan akan menghukum orang yang berani memfitna kamu" ucap Reichel tegas sembari menatap Rachel tajam


"Matthew, bawah perempuan ini dari sini dan masukan dia kepenjara jangan biarkan dia bebas saya masih ingin bermain denganya" ucap Reichel


"Mas, apa-apan si kamu? Coba dengarin dia dulu siapa tau ada benarnya dia" ucap Abigail


"Sudah, tidak ada lagi yang membantah sekarang bawah dia dari sini saya tidak ingin adik saya mentalnya bermasalah karena masalah ini" Reichel

__ADS_1


"(Kamu benar-benar di butah kan oleh kasih sayang mu pada Kirana Mas. Padahal aku sudah bilang padamu tapi kamu mala seperti ini harus bagaimana lagi aku menjelaskan padamu)" batin Abigail


Kirana menatap Abigail dan mengeluarkan smirknya disana.


"(Kau tidak akan bisa menyingkirkan aku Abigail, Kamu tidak bisa membuat Reichel yang bodoh ini percaya bahwa aku yang akan menjadi penyebab kematianya)" batin Kirana


Matthew dan Anna membawah Rachel dari sana. Abigail marah kepada Reichel dannpegi kekamar meninggalkan mereka disana


Reichel akhirnya menyusul Abigail kedalam kamar, Ia memeluk Abigail namun di tolak oleh Abigail.


"Kenapa si? Marah sama Mas?" tanya nya


"Ya pikir aja sendiri, bisa-bisa nya Mas gak bisa bedain mana yang bohong dan mana yang jujur" ucap Abigail


"Apa sih maksud kamu Mas gak ngerti" ucap Reichel pura-pura tidak tau


"Aku kan sudah bilang kalau Kirana itu sebenarnya bohon--" Abigail


"Abigail !!! Mas gak suka ya kamu seperti ini. Kamu sudah lihat kan siapa sebenarnya yang sudah mencelakai kita? Lalu apa lagi yang membuat kamu marah?" tanya Reichel


"Tapi Mas," Abigail


"Ngak ada tapi-tapi, sekarang kita tidur yuk Mas Capek mau di kelon kamu" Reichel


"Gak mau, aku bete" Abigail


Reichel melihat Abigail terus cemberut lalu mengendongnya.


"Massss....apa si turunin aku" ucap Abigail


"Gak mau, pokonya harus senyum dulu baru Mas turunin" ucap Reichel


"Iya, iya aku gak marah lagi tapi turunin dong" ucap Abigail


Reichel mengendong Abigail hingga kekasur dan membantingnya membuat Abigail pasrah disana. Reichel menindih Abigail dari atas.


"Sayang, apa kamu siap?" goda Reichel


"Kamu mau ngapain mas? Eh lepasin tolong Mas" teriak Abigail


"Gak ngaruh, suara kamu gak kedengaran sampai di luar" ucap Reichel


Abigail terdiam, melihat Reichel seperti sedang kerasukan Setan yang siap menyantapnya kapan saja.

__ADS_1


__ADS_2