
Didalam mobil Abigail mata Abigail ditutup kain oleh orang-orang yang membawanya.
ia tersadar dan merasakan dirinya bergoyang
"Saya dimana? kenapa mata saya di tutup tolong lepas kan saya!!!" Teriak Abigail
Seketika tubuh Abigail gemetar dan berkeringat ia menangis dengan keras
"Tolong lepas kan saya, saya takut tolong lepaskan saya!!!!!" Abigail terus berteriak dan menangis tubuh nya bergetar.
"Berisik sekali, bius dia saya tidak suka ribut di dalam mobil" Pinta Tuanya
Abigail berhenti menangis mendengar suara orang itu. ia mengenal suara itu seperti suara Aron.
"Tolong lep....."Sebelum selesai bicara mulutnya di bekap dan dia tak sadarkan diri
\*\*\*
Reichel meminta Matthew untuk pergi bersamanya ketempat Anna dan membawa beberapa orangnya bersama mereka.
Matthew tak lama sampai di rumahnya mereka langsung berangkat dengan empat mobil ke toko Anna. beberapa jam dalam perjalanan mereka tibah di toko bunga sahabat Abigail itu.
pemandangan yang terlihat seperti sedang terjadi sesuatu didalam mereka langsung berlari kedalam toko Bungan milik Anna.
Reichel melihat toko itu berantankan semua dihancurkan, tangganya mulai mengepal dan mencari Abigail dimana-mana tapi tidak di temukanya sosok yang ia cari. Suara Anna terdengar oleh mereka dan mencari sumber suara. Matthew menemukan nya di bawah meja kasir tangan dan kakinya di ikat juga mulutnya. Matthew dengan segera membuka ikatan di mulutnya dan melihat luka di sudut bibirnya.
"Ann, kamu kenapa terluka?" tanya Matthew
lalu ia membuka ikatan dikaki dan tangan nya
Anna berdiri dengan sedikit gemetar di bantu oleh Matthew untuk berdiri.
"Kenapa? kenapa harus Abigail? apa salah dia pada kalian semua? apa kalian tidak cukup membuat dia terluka? sekarang kalian semua berekting seakan tidak tau apa-apa. wah wah kalian hebat. sangat hebat" Anna mengumpulkan tenaganya untuk berbicara dan bertepuk tangan. ia pergi dari sana dengn memegang lenganya yang sedikit nyeri itu
"Saya harus cari Abigail, kalian semua jahat🥺" ucap Anna
Reichel tidak mengerti dengan ucapan yang Anna lontarkan padanya. Matthew mencoba mengejar Anna dan menenangkan dia mencoba bertanya padanya.
"Apa lagi? setelah Abigail di culik kalian juga mau menculik saya?" lirih Anna membuat Reichel terkaget.
"Apa maksudnya ini? kenapa kamu berbicara seolah saya yang membuat Abigail seperti ini?" Reichel
Anna berhenti sejenak. menatap Reichel
"Anda memang benar-benar keterlaluan, saya dengan sendiri orang yang menculik Abigail menyebut tuan. dan hanya anda yang di panggil tuan sama seluruh bawahan Anda siapa lagi kalau bukan anda tuan Reichel" ucap Anna
"Ann, tolong beritahu saya, siapa yang datang kesini dan membawa Abigail dari sini" tanya Reichel pada Anna
"Saya tidak tau, semua orang itu bertubuh besar dan memakai masker. saya tidak bisa menyelamatkan Abigail mereka membawah Abigail🥺" Ucap Anna
"Matt, antar Anna kerumah sakit. gue mau cari Abigail sendirian." ucap Reichel
"Gak, gue harus ikut. gue gak bisa biarin lu sendiri mencari Abigail" ucap Matthew
"Saya mau ikut juga." ucap Anna
"Ok besok pagi-pagi kita berangkat hari sudah malam kita pulang dulu besok kita bertemu disini" ucap Reichel
Kediaman Reichel Adiwigoena
__ADS_1
Reichel mencoba mencari sesuatu yang membuat ia tau keberadaan Abigail. namun tidak ada jejak sedikitpun. ia terpikir dengan perkataan Abigail sebelum menghilang tadi siang di kantornya. ia meraih ponselnya dan mencari nama ibu nya disana.
WhatsApp Call video
📞 Reichel
"Ma, sudah sampai disana?" tanya Reichel
📞Mama
"Ia sayang, mama baru tiba tadi soalnya pesawatnya menunda jam berangkatnya tadi selama sejam" ucap Mamanya
📞 Reichel
"Kirana ada disana Ma?" tanya Reichel memastikan
📞Mama
"Ia, itu dia lagi main sama sepupu mu. kamu ini baru juga tibah Udah kangen sama adikmu" canda mama nya
📞 Reichel
"Baik Ma, istrahat ya Rei mau mandi dulu. by Ma" Pamit Reichel
Via Call WhatsApp end
"Siapa pun yang sedang bermain-main dengan Reichel Adiwigoena dia akan menanggung akibatnya nanti" gumam Reichel
\*\*\*\*
Abigail di lemparkan masuk kedalam ruangan yang sangat pengap, bau dan panas. salah satu dari mereka membuka penutup mata nya
"Tuan benar-benar tau mana bidadari" ucap orang itu
Abigail melihat sekelilingnya ruangan tidak ada jendela atau apapun kecuali kipas angin yang tidak tau bisa berfungsi atau tidak. tatapanya tertuju pada pria yang memakai jas hitam di padu dengan kemeja maroon didalamnya. Ruangan itu sangat gelap. lampu menyala hanya remang-remang membuat Abigail tidak bisa melihat wajah orang di depanya itu. dia berpikir itu adalah Aron
"Kamu !!! lepaskan saya, kamu tidak tau sedang berhadapan dengan siapa?" ucap Abigail
pria itu hanya mengeluarkan smirk nya.
Abigail semakin yakin itu Aron terlihat sekali dari cara dia berjalan dan juga smirk nya.
Abigail memiliki daya ingat yang sangat tinggi dan penciuman yang peka membuat dia bisa mengingat semua kejadian meskipun sudah bertahun tahun.
"Memangnya saya sedang berhadapan dengan siapa Nona?" ucap Pria itu dengan suara beratnya.
Abigail kaget mendengarnya.
"(Jika itu Aron, tapi suaranya terdengar seperti Tuan. tidak mungkin meskipun hubungan saya dengan tuan tidak baik tapi saya mengenali tuan dengan sangat baik)" Batin Abigail
"Kenapa Nona, kaget?" tanya nya lagi
"Siapa kamu sebenarnya. kenapa kamu melakukan ini padaku, saya tidak punya masalah dengan anda" Abigail
"Kamu ini terlalu pintar dan terlalu mencampuri urusan orang lain. jadi lebih baik kamu di habisi supaya tidak ada lagi yang menghalangi ku" ucap nya
"Saya tau anda sekarang. beraninya cuma dengan perempuan 😏 terus menculik dengan bantuan orang-orang ini pula😁 anda benar-benar pengecut. menculik satu orang perempuan saja memerlukan orang banyak seperti ini? wah wah wah wah anda benar-benar pecundang😏" Abigail sengaja membuatnya marah.
Ia mendekat ke wajah Abigail. mencekam wajah Abigail. menatap mata Abigail dan di tatap oleh abigail manik mata yang indah dengan warna mata coklat yang sangat cantik membuatnya menatap Abigail begitu lama.
__ADS_1
"(Bau parfum ini seperti parfum yang di gunakan.....)" Wajah itu segera menjauh dari wajah Abigail. tatapanya tiba-tiba berubah dan menjauh dari Abigail lalu pergi.
"Ikat tangan dan kakinya. jangan sampai ia kabur kunci pintu baik-baik saya tidak ingin dia kabur dari sini" pintahnya
\*\*\*
Rumah itu sepih tidak ada suara mesipun banyak pekerja disana namun tidak ada yang berani berbicara satu pun membuat suasana rumah itu semakin sunyi seperti tidak berpenghuni. Reichel turun dari tangga menggunakan jas dan baju kaus mengeluarkan kunci mobil dan pergi dengan beberapa pengawalnya.
"Kasian sekali tuan muda, dari dulu hidupnya tidak tenang. selalu di hantui dengan orang-orang yang ingin menjatuhkan dia" ucap pelayan1
"Kamu benar, saya juga belum pernah melihat tuan muda sebegitu paniknya" pelayan2
"Benar, dulu dengan nona Rachel dia tidak seperti ini atau mungkin taun muda sudah menyukai Nona muda?" ucap pelayan1
"Huss, jangan sembarangan nanti tuan dengar bahaya" ucap pelayan2
"Memang apa salahnya? bukanya dia istrinya wajar dong dia sekawatir ini" Ucap Bibi kepala asisten rumah tangga Reichel
Dalam perjalanan Reichel terus menghubungi Abigail. ponselnya aktif tapi tidak di jawab, untung saja ponselnya di buat nada getar saja jadi orang-orang disana tidak mendengar nya.
ia mengerakan seluruh orang kepercayaannya untuk mencari Abigail keseluruh kota itu. ia sampai ke tempat Anna dan melihat Matthew juga Anna siap mencari Abigail.
"Kita akan cari kemana?" Tanya Anna
"Kita cari saja kemanapun, saya juga tidak punya jejak untuk.....tunggu" Reichel meraih ponselnya ia mengaktifkan maps yang ia tautkan pada hp Abigail sehingga kemana saja Abigail pergi ia bisa memantaunya dari ponselnya.
"Dasar bodoh kamu Reichel, kenapa dari kemarin tidak kepikiran seperti ini" Gerutu Reichel
Reichel mendapat lokasi tempat Abigail berada.
"Gue sudah dapat ayok kita berangkat" Pinta Reichel
Anna dan Matthew mengikuti petunjuk Reichel. Anna melihat lokasi Abigail berada.
"Tempat ini, saya tau tempat ini." ucap Anna
"Baguslah. ayok kita kesana" ucap Reichel
Mereka semua kesana. Reichel memberitahu kepada ajudan nya bahwa mereka harus ke lokasi yang ia Kirimkan.
\*\*\*\*
Pria itu mengepalkan tanganya lalu menyuruh anak buanya membawah Abigail kedalam mobil dan menepi sejenak dari sana. Mobil Reichel dan Matthew berpapasan denga mobil yang membawah Abigail. ia merasah Reichel ada disana dan memberontak berteriak memanggil nama Reichel.
"Tuan,😶 taun tolong saya, saya ada disini tuaaaannnn" mereka semutar musik dengan keras sehingga suara Abigail tidak terdengar
bagiaman kelanjutannya ya gyus?
-happy reading ya gyus-☘️☘️☘️
semoga suka dengan novel ku. jangan bisa membaca ya
jangan lupa
like
komen
dan favorit kan ❤️❤️
__ADS_1
bisa kasih hadia kalau ada
terimakasih 🙏🙏