Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Sebuah rahasia


__ADS_3

Abigail melakukan aktivitas nya seperti biasa. sesekali ia mendegus kesal, ia tidak terbiasa untuk tinggal dirumah dan duduk berdiam diri tanpa melakukan pekerjaan apapun. bahkan ia melirik ponselnya berharap Anna sahabatnya meminta bantuan padanya untuk mengurus toko bunga nya.


"Membosankan sekali. jika terus begini aku akan menjadi gendut tanpa melakukan apapun" Ia bergumam sendiri


Sala seorang Art nya melihatnya sedang duduk.


"Nona " Panggil nya


"Ia Bi. ada apa?" jawab Abigail


kebtulan sekali Artinya ini datang. ia penasaran apa yang terjadi dirumah ini sebelum ia datang kesini.


"Bi sudah lama kerja di rumah ini?" tanya Abigail


"Sudah lama banget Non, bahkan sebelum Tuan mudah lahir" Jawab Artnya itu


"Berarti bibi tau dong semua kejadian di rumah ini".


Artnya menganguk. melihat dia sedikit takut bercerita akhirnya Abigail mengajaknya ke dapur.


"Terus hubungan Aron dan Rachel bagaimana bi? terus kenapa kok Aron gak tinggal dirumah ini?" tanya Abigail


Bibi menceritakan semua kejadian itu pada Abigail sampai pada saat peristiwa yang membuat dirinya kaget dan menangis kembali mengingat kejadian di masa lalu sebelum ia lahir. Pengorbanan Sang Ayah dan Kakak nya. Perkataanya sama persis seperti yang Ibu nya ceritakan padanya.


"Tidak akan ku biarkan Kau menyakiti orang-orang yang ku sayangi, jika berani menyentuh mereka maka kamu akan menanggung akibatnya" Abigail pergi kekamarnya. Ia mencari foto kakek Reichel


"Hei Tuan tanah yang arogan, ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ya. dulu Anda dengan arogan merengut nyawa Ayah dan Kakak saya dan sekarang lihat lah dari neraka bagaimana saya membalas dendam saya pada cucu anda" Abigail


Abigail berjalan menuju lantai bawah ia ingin pergi ke kantor Reichel. ia mendengar dari luar Kirana seperti sedang berbicara dengan seseorang. ia mendekat untuk mendengarkan dengan siapa Kirana bicara.


"Kenapa Kamu belum juga membunuh Reichel?" Tanya Kirana dengan lelaki di seberang nya. Abigail tidak terlalu melihat siapa lelaki itu. ia terus mendengar Kirana berbicara


"Kamu tenang dulu dong. kita tidak bisa membunuhnya begitu saja Reichel ini banyak orang yang melindungi dia kita tidak bisa gegabah" ucap pria diseberang


"Suara itu, Apakah dia..." mata Abigail membelalak ia mengenal suara itu


"Aron, ia itu suara Aron. jadi selama ini Kirana....😱" Abigail Syok mendengar percakapan mereka ia menjatuhkan vas bunga dekat pintu kamar Kirana membuat mereka keluar dari kamar untung saja ia cepat bersembunyi jika tidak bisa saja ia ketahuan.


mereka masuk kedalam kamar Aron sengaja tidak menutup pintu ia tahu orang yang mengintip pasti belum pergi jauh. Abigail merasah semuanya aman ia cepat berlari kelantai satu dan keluar memerintahkan supirnya mengantar dia ke kantor Reichel


Aron melihat Abigail.


"Oh ternyata kamu rupanya" gumam Aron


Abigail terus menelfon Reichel, ia berharap Reichel tidak kemana-mana hari ini. ia akan member tahu Reichel tentang Aron dan Kirana atau mungkin Ibu mereka juga terlibat Abigail tidak tau. pikirnya sekarang hanya pada Reichel ia tidak peduli dengan keselamatan nya yang ia peduli kan hanyalah Reichel saja saat ini. ponsel Reichel tidak aktif setelah beberapa kali ia menelfon Reichel. setelah beberapa jam perjalanan sampai lah mereka di kantor Reichel. Abigail turun dari mobil berlari ke ruangan Reichel


dengan nafas yang ngos-ngosan ia mencoba mengatur nafasnya agar tidak terburu-buru setelah tenang ia masuk kedalam ruangan Reichel. manik matanya melihat pemandangan yang tidak bisa ia percaya.


"Kirana? " tegur Abigail


"Eh kak Abi, ngapain kakak kesini mau membawah makanan untuk kakak? ngak USA repot-repot kak ini aku bawain makanan untuk kak Rei" Ucap Kirana


Abigail mengingat pembicaraan mereka beberapa jam yang lalu di rumah. Kirana membuka kotak makanan dan memberikan makanan itu pada Reichel.


"Biar Kirana suap ya kak? soalnya Kirana kangen suapin kakak seperti dulu sekarang kan cinta kakak terbagi jadi...." Kirana melirik ke Abigail


"Kata siapa? ayok suap kakak." Reichel


Kirana menyuapi Reichel tapi di tahan oleh Abigail


"Stop, jangan makan dulu bisa saja makanan ini ada racun nya" ucap Abigail


"Maksud kak Abi apa? Kakak nuduh Kirana meracuni kakak kesayangan Kirana gitu?" ucap Kirana agar Reichel percaya

__ADS_1


"Baiklah, jika kakak tidak percaya aku akan makan makanan ini duluan" lanjut Kirana


ia memakan makanan itu dan tidak terjadi apa-apa pada Kirana. Reichel berdiri dan mengebrak meja. ditatapnya Abigail dengan penuh amarah ia menarik lenganya dengan keras mendorong nya hingga merapat Kedinding ruangan Reichel. Kirana terlihat melipat tangan dengan tersenyum sejenak sebelum kembali berekting sedih.


" Bukan ka saya sudah ingatkan padamu, jangan pernah membuat Kirana menangis apa kamu kurang paham dengan perkataanku tempo hari Abigail?" Ucap Reichel penuh amara


"Tapi Aku mendengar sendiri ia berbicara seperti itu dengan Ar......"


Plaakkkkk.........


suara tamparan mengema di dalam ruangan Reichel. membuat Kirana kaget tamparan yang sangat keras di lakukan Reichel kepada Abigail sehingga bekas jari tangan Reichel membekas disana ia terjatuh ke lantai dan membentur sudut sofa ruangan kerja Reichel.


Panas yang dirasakan oleh Abigail pada pipinya itu. untung saja ia tidak pingsan


Matthew segera membantu Abigail berdiri


setelah berdiri dengan sempurna tanpa mengucapkan kata-kata apapun Abigail berjalan keluar dari ruangan Reichel bundak kecil nya bergetar karena menahan tangisan.


Matthew melihat Reichel dengan kecewa dan menyusul Abigail ke bawah.


"Bi, tunggu." Matthew menghentikan langkah Abigail


"Gue antar lu pulang ya?" tawar Matthew


"Ngak usa, Saya bisa pulang sendiri" jawab Abigail


Kedua pasang mata memandangi Abigail dari kejauhan.


Kirana menghampiri mereka.


"Kak bi, Aku minta maaf bukan maksud aku untuk...."


"Tidak usa minta maaf pada ku". Jawab Abigail memotong pembicaraan Kirana


"Kak Matthew, aku tadi kesini ngak bawah mobil antar aku pulang dong" pinta Kirana


Matthew melihatnya sejenak.


"Maaf saya banyak kerjaan. kamu pulang naik Taxi aja". Jawab Matthew ketus


ia kembali kedalam kantor Reichel. Kirana marah dengan perlakuan Matthew padanya


"Lihat saja, kamu akan bertekuk lutut padaku nanti Matthew Sayersz" Gumam Kirana


\*\*\*


Didalam mobil Abigail terus menangis. tidak tau kenapa ia begitu sakit saat ini.


"Pak kita ke toko Bunga teman saya ya." pinta Abigail


"Tapi Nona, tuan muda bilang kalau gak ada izin dari dia nona tidak boleh pergi kemana-mana selain pulang langsung kerumah" ucap sopirnya


"Saya mohon pak, kali ini saja. saya tidak akan memberi tahu dia ko bapak tenang saja" Ucap Abigail lagi


Sopirnya pun membawa Abigail ke toko bunga Anna. dari jauh Anna menlihat Abigail


"Bapak pulang saja, nanti saya telfon kalau saya mau pulang" pinta Abigail


"Tapi Nona" ucap sopirnya


"Dia baik-baik aja disini pak. jangan kawatir" ucap Anna


Sopir Abigail pun langsung pulang. Anna melihat mata Abigail sembab dan bekas merah dia pipinya .

__ADS_1


"Ada apa? apa Reichel nyakiti kamu?" tanya Anna kawatir


Abigail menangis dengan keras. Anna mengerti dan membiarkan ia menangis


setelah Abigail tenang dan berhenti menangis ia bertanya padanya


"Ini Reichel yang lakuin?" tanya nya dengan tangan mengelus pipi bekas tamparan Reichel


"Bedebah itu, ayok kita pergi biar ku kasih pelajaran dia" Ucap Anna


Abigail menghentikan Anna dan menceritakan semua padany.


"What? terus dia ngak percaya sama kamu? benar-benar di butahkan dengan kasih saya palsu si Reichel itu." Anna kesal dengan perbuatan Reichel pada Abigail .


Beberapa orang dengan tubuh besar-besar masuk kedalam toko Anna membuat keheboan didalam toko menghancurkan semua benda-benda disana dan mengacak semua bunganya. Anna dan Abigail kaget


"Ada apa ini? siapa kalian, kenapa kalian beraninya masuk kesini dan menghancurkan toko saya?" Anna membentak mereka


seseorang menari abigail dan membiusnya dengan sapu tangan membuat Abigail tak sadarkan diri.


"Siapa kalian? lepaskan Abigail atau saya akan memukul kalian semua" Ancam Anna yang memegang sapu ijuk ditanganya


Bagiaman bisa kekuatan seorang perempuan bisa mengalahkan kekuatan lelaki bertubuh besar itu akan lagi Anna kalah jumlah dalam hal ini. seorang mengikat tangan Anna


seorang perempuan berjalan dari luar memakai topi dan masker sehingga sulit mengenali wajahnya namun Anna mengenali postur tubuh wanita itu. sebelum ia berbicara .


plalakk...plakkk...


Dua tamparan mendarat di pipi kiri dan kanan Anna membuat darah keluar di sudut bibir kanan Anna. setelah selesai dengan kegiatannya itu wanita itu keluar dan menyuruh Pria bertubuh besar itu mengikat kaki nya dan lakban mulut nya agar tidak berteriak minta tolong. mereka semua pergi.


Pukul 18:00


Reichel pulang dari dari kantor dengan sedikit lelah. ia melihat garasi mobil yang Abigail pakai tadi terpakir di garasi menandakan ia sudah pulang kerumah.


ia mendapati syarat dari Mamanya. ternyata pergi keluar negeri untuk mengunjungi saudranya yang sakit bersama Kirana dan belum tau kapan balik. rumah menjadi sangat sepih. Reichel masuk kedalam kamarnya mencari sosok yang sedang ia pikirkan


namun tidak ada di dalam kamar. ia mengecek kamar mandi juga tidak ada


lemari pakaian dan yang lainya masih ada tapi kemana Abigail pergi.


turun kelantai bawah menanyakan keberadaan Abigail pada sopirnya.


"Nona kemana? kenapa tidak ada di kamarnya?" tanya Reichel


"Maaf kan saya tuan, tadi saya mengantar Nona ke toko bunga milik Nona Anna dan dia menyuruh saya untuk pulang katanya dia akan menelfon saya jika sudah mau pulang" ucap sang sopir


"Tapi ini sudah jam berapa? sudah malam dan dia belum juga pulang ". Ucap Reichel


Ia menelfon Abigail dan di tolak oleh Abigail. lalu menelfon Matthew dan memintanya menemaninya ke toko Anna. menyuruh beberapa pengawal nya mengikuti dia


-happy reading ya gyus-☘️☘️☘️


mohon dukungannya


janga lupa


like


komen


dan juga kasih ❤️ nya


vote nya jangan lupa

__ADS_1


luph 💜💜


__ADS_2