Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Tamu tak di undang


__ADS_3

Setelah mereka semua makan siang Abigail kembali kedalam kamar nya.Di ikuti oleh Reichel Abigail yang kesal dengan Reichel tidak ingin berbicara dengan nya. setelah balik kekamar ia langsung kekamar mandi membersihkan dirinya.


Sementara Reichel sibuk dengan ponselnya


Ia terlihat sangat fokus menatap layar ponselnya itu. lalu beberapa saat ponselnya berdering.


"Hallo" Reichel


Reichel tengah sibuk mendengarkan penjelasan orang di seberang. Abigail selesai dengan rutinitas mandi nya dan Menganti baju. selesai itu Ia duduk di meja riasnya memoles wajah nya sedikit agar terlihat cantik. sebenarnya memaki riasan atau pun tidak Abigail tetap cantik dan manis natural apa adanya di tambah denga proporsi tubuhnya yang langsing membuat ia terlihat sempurnah. mungkin saja ini pasangan ideal untuk Reichel jika saja pria itu membuka hatinya untuk gadis lain. Ia melihat Reichel wajahnya sangat menyeramkan. tatapanya tajam seperti ingin membunuh seseorang.


Reichel mematikan obrolan secara sepihak. Ia melirik Abigail dan menariknya dengan paksa menekan tombol disamping tempat tidurnya. ruangan itu terbuka, Abigail diseretnya masuk kedalam sana membuatnya berdiri dan menaruh tiga buah apel. disamping kiri dan kanan Abigail berdiri dua patung Reichel meletakan masing-masing apel diatas kepalah mereka saat ini Abigail berada di tengah patung itu. Dengan gemetar Abigail mencoba bertanya pada Reichel.


"Tuan, apa yang terjadi? kenapa tuan seperti ini?" Abigail bertanya dengan ketakutan


Reichel tidak menjawab ia berjalan menuju kotak besar tempat penyimpanan Senpi nya. Ia mengambil pistol berukuran sedang menaruh beberapa peluruh kedalamnya. setelah itu ia mengarahkannya kepada Abigail. Abigail kaget melihatnya


"Tuan, apa yang tuan lakukan? tolong lepaskan saya tuan😭 jangan seperti ini jika ada masalah mari kita bicarakan baik-baik" lirih Abigail


"Apa yang terjadi, kenapa tuan tiba-tiba seperti ini? kenapa tuan menjadi seperti ini?" sambung nya


"Jangan bergerak Abigail, nanti peluruh ini akan menembus kepalamu" Suara Reichel tidak seperti biasanya. suara itu seperti bukan dirinya yang Abigail kenal


Abigail menangis ketakutan. ia berusaha untuk minta tolong dan berteriak namun tidak ada yang bisa mendengarkan Dia. ruangan itu kedap suara sehingga orang di luar tidak akan mendengar mereka.


"Maaf kan saya jika melakukan kesalahan pada tuan. tapi tolong jangan lakukan ini padaku" Ucap Abigail


"Tutup matamu" pinta Reichel


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Abigail


"Lakukan saja apa yang ku perintah kan." bentak Reichel


Abigail segera menutup matanya. Air mata terus mengali di waja mulusnya Reichel melihat nya kasian.


"(Tidak boleh. harus fokus jangan biarkan perasaan mu kalah Reichel. perasaan lemah ini tidak boleh menguasai dirimu)" Batin Reichel

__ADS_1


Reichel menembak tiga kali dengan menutup matanya.


Abigail berteriak saat pistol Reichel mengarah ke kepalanya. setelah tiga kali tembakan itu Reichel membuka matanya dan melihat Abigail yang duduk di lantai dengan waja pucat dan gemetar. tidak ada tenaga untuk berdiri dan jalan keluar ruangan.


****


Kejadian yang baru saja terjadi masih terbayang di benak Abigail. ia tidak bisa membayangkan betapa kejamnya Reichel padanya hal ini membuatnya bertanya-tanya kenapa ia berubah sampai sekejam ini. dan lagi didalam ruangan itu banyak sekali senjata ia di buat bingung oleh Reichel.


pikranya terus bertanya-tanya sebenarnya apa yang di sembunyikan Reichel dan kenapa disana begitu banyak senjata. Abigail curiga ini ada hubunganya dengan masa lalu Reichel


semenjak kejadian itu Reichel tidak pulang kerumah ia pergi menginap di apartemen miliknya. Abigail mengahapus air matanya dan berdiri menatap dirinya di cermin.


"Aku akan mencari tau apa sebenarnya yang terjadi" gumam Abigail


Abigail mencari sesuatu di dalam kamar Reichel berharap ia menemukan petunjuk untuk semua itu. lalu ia duduk di sofa mengambil laptop milik Reichel mecari tau tentang Rich Group di sosial media pikirnya siapa yang tidak mengenal Rich Group di kota ini. melakukan pencarian sampai ia mendapatkan sebuah halaman yang judunya menarik perhatianya. kejadian 16 tahun yang lalu yang membuatnya di usir dari kediaman Adiwigoena bersama dengan sang ibu dan adik kecilnya berusia 1 tahun itu.


"Berarti saat itu tuan masih berusia 12 tahun dalam kejadian ini. dan motif nya juga tidak di ketahui kenapa mereka di usir dari sana. apa kah ini tentang perebutan harta warisan dan prian ini siapa? kenapa sangat tidak asing?" gumam Abigail


Ia memikirkan dimana ia bertemu pria itu.


"😮Aron? benarkan apa ini ada hubunganya dengan permusuhan mereka?" gumam Abigail


"Siapa yang menyuruh kamu masuk kesini?" tanya Abigail


"Kamar ini banyak berubah ya, sekarang jadi lebih berwarna. Reichel menyukai nya?" tanya Wanita itu


"Tentu saja, ngapain kamu kesini?" tanya Abigail lagi


"Tadi pintunya tidak tertutup, jadi saya tadi mau bantu tutupin tapi pas lihat kamu sekalian saja masuk kesini" Ucap nya lagi


"Reichel banyak berubah sekarang. dulu dia orang nya sangat keras dan kejam. apa sekarang masih seperti itu? dulu hanya aku yang bisa menenangkan Dia" ucap nya mencoba membuat Abigail cemburu


"Benarkah seperti itu? lalu kenapa kalian berpisa jika kamu bisa menenangkan dia?" tanya Abigail


"Reichel itu orangnya keras kepala. tidak ada yang bisa membatah omonganya bahkan ia tidak segan-segan untuk menghabisi orang itu jika mengusik ketenangan nya. tidak ada yang bisa menang dari perdebatan dengan dia" jawabnya

__ADS_1


"Termasuk kamu" jawab Abigail singkat


membuat wanita itu terdiam.


"Tapi sayangnya dia tidak begitu dengan ku. bahkan dia bisa mengalah untuk ku jika berdebat" ucap Abigail dengan bangga


"Benar seperti itu?" tanya nya


"Tentu saja" jawab Abigail


"Tapi Kak Rei tidak mudah membuka hati untuk siapapun setelah kepergian kak Rachel. bahkan saat ini pun dia masih belum bisa mencintai wanita lain karena belum bisa melupakan kan Rachel" Ucap Kirana dan masuk kedalam kamar Abigail


Abigail tertegun. Ia tau betul memang Reichel belum penah mengatakan Ia mencintai Abigail dan dia justru lebih memilih hubungan yang mereka jalani adalah persahabatan tidak lebih.


"Tidak membuka hati untuk yang lain bukan berarti belum melupakan masa lalu. Mungkin saja ia sedikit trauma karena masa lalunya yang menyakitkan karena terlalu cinta dengan masa lalu yang murahan" sahut Abigail


"Apa maksudnya" ucap Rachel dengan lantang.


"Kecilkan suaramu itu padaku, kamu hanya tamu tak diundang disini jadi, berlaku la layaknya sebagai tamu. perhatikan juga sopan santun mu. ini kamar utama dari bos di rumah ini jadi jika ada perlu tolong ketuk dulu pintunya paham?" tegas Abigail


"Saya rasa kalian sudah cukup paham, silahkan keluar dari kamar saya dan jangan lupa tutup kembali pintunya ya. terimakasih" sambung Abigail


Kirana dan Rachel keluar dari kamar Abigail.


didalam Abigail terlihat mengepalkan tanganya.


"beraninya seperti ini padaku? lancang sekali kau Nona Rachel. kau pikir saya takut? tidak. kamu salah melawan ku kita lihat siapa yang menang Cinta mu yang sudah berlalu atau Cintaku yang sedang bersemi yang akan menang" Gumam Abigail.


-happy reading ya gyus-☘️☘️☘️


jangan lupa


like


komen

__ADS_1


dan favorit kan ❤️❤️❤️


terimakasih 🙏


__ADS_2